Latest Post

Pemerintahan Desa Petak Menggelar Sosialisasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2020

Written By Hapraindonesia on 1/23/2020 | 15:10


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Pemerin tahan Desa Petak menggelar sosialisasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2020 di aula balai penyuluhan kantor Desa petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kamis 23/01/2020

Sosialisasi dihadiri sekitar 400 warga Desa Petak dan perwakilan Muspika Pacet serta Ketua PTSL tim 6 Bronto susanto.APtnh,MH kepala seksi penganan masalah dan pengendali pertanahan BPN Kabupaten Mojokerto.mewakili kepala kantor Pertanahan Kabupaten Mojokerto

Turut hadir BPN Kabupaten Mojokerto Bronto Susanto.APtnh,MH, Polres Mojokerto Kasipidum Nurdin, Kejaksaan Kabupaten Mojokerto Afifa, Kades Petak Supoyo,SH, BPD, LPM, PKK Dan Masyarakat Desa Petak.

Kades Petak Supoyo,SH Menyampaikan kami sejak tahun 2017 kami sudah mengajukan permohonan di BPN Kabupaten Mojokerto tetapi selalu overlap. Akhir tahun 2019 alhamdulillah permohonan kami di terima BPN dan kami pastikan tahun 2020 pasti dijanjikan diberi sertifikat massal perona tetapi sekarang berubah dengan nama (PTSL)." Ujarnya

Hari ini kami kumpulkan Warga Desa Petak di balai pertemuan semata- mata melaksanakan apa yang pernah saya sampaikan kepada masyarakat petak terkait sertifikat massal. sehingga masyarakat mengerti dalam pengurus sertifikat masyarakat." Kades Petak

Bronto susanto.APtnh,MH kepala Seksi Penanganan Masalah dan Pengendali Pertanahan BPN Setelah sosialisasi, tahapan selanjutnya adalah pendaftaran. Nantinya petugas akan mengklarifikasi riwayat tanah, yakni siapa pemilik tanah, dasar kepemilikan (hibah, warisan, jual beli), dan pajak (BPHTB /PPh).

"Untuk biaya PTSL per bidang Rp 150 ribu, dan ditambah biaya warkah surat bukti kepemilikan tanah yang belum ada. Sebelumnya kami juga sudah melakukan sosialisasi atau penyuluhan kepada warga, terutama yang mempunyai tanah belum disertifikatkan," jelasnya.

Dalam rangka sosialisasi pada dasarnya pendaftaran sistimatis lengkap yang dipegang yaitu tanahnya belum pernah di daftarkan ke Kantor BPN. Karena apa kalau nantinya sudah sertifikat atau sudah didaftarkan itu nanti bisa timbul sertifikat ganda sehingga yang dirugikan bapak/ibu sendiri. Daftar sistimatis lengkap ini khususnya yang masih petok." Jelasnya

Nurdin Kasipidum Polres Mojokerto
Mengatakan supaya program PTSL yang ada di wilayah desa petak pacet insallah pada akhir tahun 2020 semua yang sudah mendaftar dan lengkap bisa di sertifikatkan." Ucapnya

Dan saya hanya bisa memberikan batas-batas supaya niat baik dari desa dan dari pemerintah. Karena tidak semua desa mendapat giliran PTSL bapak/ibu patut berterima kasih kepada kepala desa petak karena mau mengusulkan dan mau menerima program ini untuk desa petak mendatangkan BPN dan tadi sudah dipastikan insallah kalau bapak/ibu sekalian mau mengikuti aturan mau menyiapkan surat yang dibutuhkan pasti sertifikat bisa diproses di BPN." Kata Nurdin

Kejaksaan Mojokerto menjelaskan konsep tanah jadi tanah seperti apa sih didalam pasal 33 Undang-Undang 1945 itu menjelaskan bahwa tanah, air, udara dan segala kekayaan alam yang didalam itu milik negara. Jadi disini bapak/ibu dapat apa kalau sebenarnya milik negara. Disini bapak/ibu mendapat manfaat dan hak atas itu." Ucapnya

Kalau di jaman belanda kepemilikan atas tanah leter c girik tidak mempunyai kekuatan hukum yang kuat. Kalau sudah didaftarkan seperti itu muncul adanya sertifikat. Oleh karena itu dari sini BPN mengajak kepolisian dan kejaksaan untuk memberi penyuluhan mengenai pendaftaran tanah milik bapak/ibu menjadi hak milik dan mempunyai kekuatan hukum yang kuat.

Kalau misalnya ada sengketa ini antara Bapak/ibu ini. Dengan sengketa ini yang dimenangkan yang mempunyai sertifikat kalau ada pertentangan seperti itu yang menang adalah yang mempunyai sertifikat." Ucapnya (T@urus)

Penyerahan SPPT, DHKP, SSPD PBB-P2 dan Gerakan Pembayaran PBB-P2 Secara Non Tunai Tahun 2020


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Tujuh desa dan dusun di Kabupaten Mojokerto, mendapat penghargaan dan apresiasi karena telah dinyatakan lunas pajak PBB-P2 buku I, II, III tahun 2020. Mereka yang menerima antara lain Desa Dilem, Desa Ngembat, Desa Gumeng dan Desa Begaganlimo (Kecamatan Gondang), Desa Tawangrejo dan Desa Jembul (Kecamatan Jatirejo), serta Dusun Sambigede dan Desa Jambuwok (Kecamatan Trowulan).

Pengumuman tersebut dibacakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi, pada acara penyerahan SPPT, DHKP dan SSPD PBB-P2 Buku I, II dan III tahun 2020, sekaligus Gerakan Pembayaran PBB-P2 Secara Non Tunai tahun 2020, Kamis (23/1) pagi di Pendapa Graha Majatama. Bambang juga membeberkan hasil target PAD dan realisasi yang telah dicapai.

“PAD kita per 31 Desember tahun 2019 lalu sebesar Rp 515,89 miliar lebih, dan terealisasi Rp 551,33 miliar lebih atau surplus Rp 35,43 miliar lebih (106,87%). Tahun 2020 ini PAD kita target Rp 542,33 miliar dengan target pajak daerah Rp 334,200 miliar (61,62%) dari total target PAD. Dapat saya sampaikan jika penyumbang pajak daerah terbesar kedua adalah dari PBB-P2,” jabar Bambang.

Bambang berkomitmen untuk melaksanakan petunjuk Bupati Mojokerto terkait upaya memudahkan wajib pajak yang ingin memenuhi kewajiban wajib pajaknya dengan mudah dan aman. Salah satunya dengan memanfaatkan inovasi Sistem Informasi Pajak Daerah Online (SI PANJOL). SI PANJOL diciptakan dengan dua sandaran utama. Yakni memberi kemudahan para wajib pajak yang ingin memenuhi kewajibannya, dan membuat mereka tersenyum.

“SI PANJOL mempermudah kita untuk bayar dan lapor pajak secara online. Semua sistemnya sudah didukung E-SPTPD, E-SKPD dan E-SPPT. SI PANJOL juga terhubung dengan 11 link pembayaran. Antara lain Bank Jatim, Bank Mandiri, BNI, BRI, BNI Syariah, Bukalapak, Tokopedia, Traveloka, Indomaret, Alfamart dan Link Aja,” tandas Bambang.

Bupati Mojokerto Pungkasiadi, hadir pada acara ini dan memberi atensi bagi desa dan dusun yang sudah taat pajak. Terlebih dengan adanyan peningkatan target PAD 2020, Bupati Pung berharap agar OPD Penghasil bisa lebih meningkatkan kinerjanya khususnya dalam pelaksanaan pemungutan pajak daerah dan retribusi.

“Pajak dan retribusi itu salah satu sumber PAD. Harus digenjot terus. Target PAD kita naik, otomatis semua juga harus bekerja maksimal. Aparatur yang terlibat dalam tugas pemungutan PBB-P2, harus profesional. Saya minta realisasi PAD di tahun ini terpenuhi sampai dengan 100%,” pesan Bupati Pungkasiadi.

Bupati yang akrab disapa Abah Ipung ini juga meminta seluruh aparat desa/kelurahan yang menangani PBB-P2, agar bersikap proaktif dan inovatif dalam melayani masyarakat.

“Tak perlu menunggu tim dari kecamatan atau kabupaten. Aparat di desa/kelurahan juga harus bisa melayani. Bagi desa atau kelurahan dan kecamatan yang menerima titipan pembayaran dari masyarakat, laksanakan dengan penuh amanah,” imbuh bupati yang hadir didampingi Sekdakab Mojokerto Herry Suwito, Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, beserta kepala OPD.(T@urus)

Peringatan HUT LVRI ke-63, Momentum untuk menghargai Perjuangan Meraih Kemerdekaan dan Membangun NKRI. 


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Wakil Wali kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria hadir dalam peringatan HUT ke-63 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada hari Kamis (23/1) di Pendopo Graha Praja Wijaya. Pada tahun ini, peringatan HUT LVRI bertema "Memantapkan Upaya untuk Pewarisan Jiwa, Semangat Nilai Juang (JSN) 45 dan Kesejahteraan".

Membacakan sambutan Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari, Cak Rizal menyampaikan, peringatan Hari Veteran ini hendaknya dimaknai sebagai momentum kemenangan para pejuang kemerdekaan yang bersama–sama rakyat, berjuang, merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Melihat begitu besarnya peran veteran dalam perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, maka sudah sepatutnya kita memberikan penghargaan kepada bapak ibu, yang telah berkorban dan berjuang, membela dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Cak Rizal. Melalui peringatan HUT LVRI ke-63, Cak Rizal berharap anggota LVRI di Mojokerto tetap memiliki semangat kebangsaan dengan mengedepankan nilai juang guna mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kota Mojokerto tercinta.

Cak Rizal menyampaikan pesan dari Ning Ita, agar anggota LVRI mendukung dan mendoakan terlaksananya visi pembangunan Kota Mojokerto yaitu mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat dapat terwujud. Serta, mendoakan para veteran diberikan Allah kesehatan dan umur yang berkah. Sehingga, dapat terus menjadi pribadi yang bermanfaat, baik bagi kemajuan organisasi dan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPD LVRI Jawa Timur, Brigjen Purn. Ismadi MBA, M.Si menyampaikan peringatan Hari Veteran Nasional sebagai momentum guna meningkatkan semangat juang dan untuk terus mendukung kebersamaan dalam rangka pelaksanaan pembangunan bangsa dan negara. Sementara itu, Kasi Teritorial Korem 082/CPYJ, yang hadir mewakili Danrem Rully Chandrayadi berharap agar generasi penerus dapat memberikan kontribusi dalam rangka melanjutkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini.

Pada peringatan HUT LVRI di pendopo Kota Mojokerto pagi ini, selain dilakukan penyematan Bintang LVRI kepada  Peltu Purn. ( Mar) H. Bambang Sugeng oleh Ketua DPD LVRI Provinsi Jawa Timur juga pemotongan tumpeng oleh Wakil Wali kota Mojokerto. (T@urus)

Silaturahmi Bupati Mojokerto & Asosiasi Kepala Desa (AKD)

Written By Hapraindonesia on 1/21/2020 | 15:02


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Bupati Mojokerto Pungkasiadi, kembali hadir dalam kesempatan silaturahmi bersama keluarga besar Asosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kecamatan Gondang di Wisata Edukasi Lembah Mbencirang, Selasa (21/1) pagi.

Pertemuan ini merupakan kali ketiga diadakan, sejak pertemuan yang sama dengan AKD se-Kecamatan Gedeg tanggal 16 Januari dan AKD se-Kecamatan Pacet pada tanggal 17 Januari lalu. Pertemuan ini intens digelar untuk menyatukan persepsi, dan menguatkan sinergi.

Dalam pertemuan AKD, secara rutin dibahas beberapa hal penting terkait BK Desa, tata kelola pemerintahan yang efektif, hingga progress pembangunan jangka panjang di Kabupaten Mojokerto.

“Pembangunan terdepan di Kabupaten Mojokerto memang kita sasar mulai dari desa. Kita akan dorong terus, tinggal lihat kemampuan daerahnya seperti apa. Tidak mungkin saya lepas. Jadi saya minta nanti di APBDesa terpenuhi semua indikator perencanaan pembangunan. Mengingat di Kabupaten Mojokerto sudah tidak ada lagi yang namanya desa tertinggal. Semuanya wajib maju,” kata Pung.

Pung juga menginstruksikan agar semua program selalu linier dengan pusat. Termasuk tuntutan zaman dimana kecepatan selalu menjadi yang utama (tekoneksi IT). Terkait hal itu, Bupati Pungkasiadi membeberkan beberapa program pembangunan yang berkorelasi dengan hal tersebut.

“SDM kita harus unggul, cepat dan tepat. Semua harus berbasis IT dan jaringan. Di APBD, kita tetap masukkan plot pembangunan infrastruktur. Namun yang namanya infrastruktur itu tidak harus jalan. Gedung-gedung pelayanan publik juga termasuk. Kita telah rencanakan untuk segera membangun Mall Pelayanan Publik di Sooko, dan Islamic Center. Kita juga ingin punya gedung Command Center sendiri. Itu juga kita buat terkoneksi semua, dengan sistem jaringan yang menyebar,” tambah Pung.

Untuk peningkatan infrastruktur jalan poros, Bupati Pungkasiadi menyatakan bahwa realisasi untuk bidang tersebut sudah selesai 800 km dari total panjang jalan di Kabupaten Mojokerto yakni 1084 km.

Pung yakin bahwa target keseluruhan akan segera selesai dalam waktu dekat. Dirinya ingin agar semua komponen masayarakat dan pemerintah dapat bersinergi, agar target pembangunan prioritas di Kabupaten Mojokerto bisa tuntas dengan baik.

Camat Gondang Amat Susilo, pada kesempatan ini memaparkan beberapa potensi wilayah yang dipimpinnya.

“Dari 18 desa di wilayah kami, Alhamdulillah yang sudah menerima BK ada 6 desa. Tentunya kami tidak ingin tertinggal dengan kecamatan lain. Jalan-jalan poros desa sudah mulus. Untuk potensi wisata, selain lembah Mbencirang kami punya wisata Bukit Semar dan wisata Akar Seribu. Kami minta arahan Bapak Bupati agar potensi ini bisa dimatangkan dengan maksimal,” kata Amat Susilo.

Kegiatan silaturahmi ini dihadiri Forkopimca, Kepala Desa se-Kecamatan Gondang, TP PKK Kecamatan Gondang dan OPD terkait. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab para kepala desa dengan Bupati Mojokerto.(T@urus)

Pemkot Mojokerto Raih Penghargaan SPIP Level 3 Dari BPKP RI

Written By Hapraindonesia on 1/20/2020 | 14:58



Mojokerto,Hapraindonesia.co- Pemerin tah Kota Mojokerto menerima penghargaan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, sebagai kota yang memperoleh penilaian maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) level 3 (terdefinisi). Penghargaan ini, diberikan langsung oleh Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, Didik Krisdianto, Senin (20/1/2020).

Penyerahan penghargaan yang diterima langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tersebut, diberikan usai Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, Alexander Ruby Setyohadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Penghargaan Maturitas SPIP level 3, diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta 29 kota / kabupatan se - Jawa Timur.

Ini artinya, Pemerintah Kota Mojokerto dinilai mampu menunjukkan tingkat kesempurnaan dalam penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah melalui proses pengendalian yang terintegritas dalam pelaksanaan tindakan manajerial dan kegiatan instansi. "Kami sangat berterimakasih atas kerja keras semua seluruh OPD yang telah serius dalam menjalankan SPIP," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Meningkatkan maturitas SPIP level 3, merupakan komitmen bersama dari semua pihak terkait. Mulai dari kepala daerah, inspektorat, kepala OPD hingga jajaran staf di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. "Pengukuran tingkat maturasi penyelenggaraan SPIP ini, bukan sekedar pencapaian target kinerja, tetapi lebih pada mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Semakin tinggi angka maturitasnya, maka semakin tinggi pula yang harus dipertanggungjawabkan," jelas Ning Ita.

Selain penghargaan Maturitas SPIP level 3, BPKP RI juga memberikan penghargaan atas pencapaian kapabilitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) level 3 kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan empat kabupaten lainnya. Yakni, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Banyuwangi.

Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur yang telah mendapatkan penghargaan Maturitas SPIP dan kapabilitas APIP level 3 yang telah diraih. "Saat ini, belum ada provinsi yang mencapai tingkatan pada level 4. Untuk itu, Jatim ingin pecah telur naik ke level 4. Untuk semua yang telah mendapatkan SPIP dan APIP, saya berpesan untuk dipertahankan dan ditingkatkan ke level selanjutnya," tandasnya. (T@urus)

Tingkatkan Keamanan Sekolah, Pemkot Mojokerto Pasang 563 CCTV

Written By Hapraindonesia on 1/17/2020 | 17:30


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Pemerin tah Kota Mojokerto terus meningkatkan keamanan dan kenyamanan infrastruktur serta sarana dan prasarana di sekolah-sekolah. Salah satunya dengan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pengawas di setiap sudut, untuk mencegah terjadinya kasus asusila dan tawuran pelajar.

Pemasangan CCTV yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Mojokerto sebanyak 563 unit tersebut, tersebar di sekolah dasar negeri (SDN) dan sekolah menengah pertama negeri (SMPN). Untuk SDN, ada 52 sekolah yang telah terpasang kamera pengawas. Sedangkan SMPN ada sembilan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sekolah, masing - masing minimal berjumlah delapan unit. "Untuk pemasangannya sendiri, kami taruh di semua sudut. Sehingga bisa memantau gerak - gerik anak didik," jelasnya, Jumat (17/1/2020).

Pemasangan kamera pengawas di setiap sekolah, merupakan seruan dari Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, guna menciptakan suasana aman dan nyaman saat kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Terlebih, untuk mengantisipasi terjadinya pelecehan seksual pada anak dibawah umur, yang saat ini kembali mencuat di permukaan.

"Selama ini, orangtua mempercayakan anak - anak mereka kepada para guru di sekolah. Untuk itu, kami mengimbangi rasa percaya dari orangtua dengan memberikan keamanan dan kenyamana anak - anak saat di sekolah. Salah satunya dengan pemasangan kamera pengawas, yang bisa memantau semua perkembangan mereka selama di sekolah," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Ning Ita berharap, dengan adanya pemasangan CCTV di setiap sekolah, mampu memberikan rasa aman dan nyaman saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dengan pemasangan CCTV, maka pengawasan proses belajar mengajar bisa dilakukan secara maksimal. "Kualitas mutu pendidikan itu nomor satu, maka kami ingin memberikan yang terbaik untuk generasi muda di Kota Mojokerto," imbuhnya. (T@urus)

67 Tersangka Di Amankan Polresta Mojokerto Kurun Waktu Januari 2020


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Dalam kurun waktu Januari 2020, Polresta Mojokerto berhasil amankan 67 tersangka, diantaranya 8 tersangka Narkoba, 16 tersangka Prostitusi Liar, 13 Pengamen,  9 Mabuk di tempat umum, 2 Penjual Miras, 13 Anak jalanan/Pank  dan 6 Jukir Liar.

Sebagaimana konferensi pers yang dilaksanakan di Aula Mapolres dan di pimpin oleh Waka Polresta Kompol Hanis Subiyono, S.Pd, MH, pada Jum’at (17/01/2020) dari beberapa tersangka tersebut sebagian sudah di limpahkan ke Pengadilan Negeri Mojokerto untuk di sidang Tipiring, sebagian ada yang diserahkan ke Dinas Sosial Kota Mojokerto, sebagian lagi menjalani proses Penahanan di Rutan Mapolresta Mojokerto.

2 (dua) orang tersangka Narkoba hasil ungkap Polsek Jetis merupakan pasangan muda-mudi inisial (Moh.F), laki-laki, 19 thn, alamat Ds Wuluh, Kec Kesamben Jombang beserta pasangannya inisial (Pram.A.F) perempuan, 16 tahun, alamat Kranggan, Kota Mojokerto yang tertangkap di sebuah warung kopi pinggir jalan Raya Desa Mlirip, Kec Jetis, Mojokerto keduanya kedapatan barang bukti Narkotika jenis SABU, harus menjalani proses penyidikan dan penahanan di Rutan Polsek Jetis

Selain itu juga ada 1(satu) tersangka hasil ungkap Polsek Dawarblandong, dan 5(lima) tersangka hasil ungkap Satresnarkoba Polresta Mojokerto, semua tersangka Narkoba tersebut terbukti dengan sengaja memiliki, menyimpan, menguasai dan atau membeli, menjual,sebagai perantara dalam jual beli Narkotika, sebagaimana dimaksud  Pasal 114 sub pasal 112  Undang-undang RI Nomor.35 tahun 2009 tentang Narkotika, harus menjalani penahanan di Rutan Mapolres Mojokerto Kota. 

Untuk tersangka prostitusi liar di amankan dari beberapa tempat diantaranya dari Eks Lokalisasi Balong Cangkring, Rumah Kos-kosan yang ada di Kel Meri Kecamatan Magersari dan Rumah Kos-kosan di Prajuritkulon Kota Mojokerto, mereka bukan pasangan suami istri kontrak satu kamar hidup selayaknya pasangan suami istri dan sudah berjalan beberapa bulan. 

Sedangkan untuk pengamen, pemabuk, penjual miras langsung di proses di sidangkan di Pengadilan Negeri Mojokerto dengan Pelanggaran Tindak pidana Ringan atau melanggar Perda Kota Mojokerto  nomor  2  tahun 2015.
Untuk  Anak jalanan atau  anak Pank karena keberadaannya meresahkan masyarakat selalu berada di emper/teras pertokoan dan berpakaian compang-camping setelah diamankan   di serahkan ke Dinas Sosial Kota Mojokerto untuk dilakukan pembinaan.

Waka Polresta Mojokerto dalam kesempatan ini menyatakan bahwa  semua pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat, prustitusi liar dan Narkoba akan di berantas sampai akar-akarnya dan para pelaku tidak akan melakukan kejahatan di  wilayah  Hukum Polrestata Mojokerto.

”Atas perbuatannya tersebut ke 67 tersangka di proses sesuai hukum yang berlaku, dihimbahu kepada masyarakat yang mempunyai informasi seputar peredaran Narkoba atau tindak pidana jalanan dan lain-lain segera hubungi telp 110 Command center Polres Mojokerto Kota, kami jamin kerahasiaan identitas anda” pungkas  Waka Polres Hanis Subiyono. (Rus/Hms)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved