Latest Post

Buka Puasa Bersama Ulama dan Umara Ramadhan 1440 Hijriyah Tahun 2019

Written By Hapraindonesia on 5/23/2019 | 07:47

Foto: (Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Sumbangan ide dan keterlibatan aktif ulama dan tokoh masyarakat, diyakini mampu memberi andil positif terhadap pembangunan Kabupaten Mojokerto, khususnya pembangunan mental spiritual.  Hal ini dituturkan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, dalam acara buka puasa bersama ulama dan umara di rumah dinas Wira Bhakti Praja, Rabu (22/5) sore.

Menurut wabup, kerjasama komperhensif antara OPD dan Jajaran Samping sangat dibutuhkan untuk memberi warna dan menambah kekuatan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Saya mohon pada semua pihak yang hadir di majelis ini mulai MUI, para alim ulama, serta tokoh masyarakat untuk turut membimbing dan mengarahkan kami di Pemkab Mojokerto, agar kita bisa bekerja maksimal dan mensejahterakan masyarakat,” pinta Wabup.

Bagi wabup, kebersamaan dan silaturahmi yang erat antara semua pihak dapat menunjang terlaksananya program-program daerah dengan baik. Terlebih lagi hal tersebut dijalankan pada bulan Ramadhan penuh berkah. Dengan harapan membawa dampak positif dan nyata, demi keberhasilan mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang sejahtera.

Pada Ramadhan 1440 hijriyah tahun 2019 ini, Pemkab Mojokerto pekan lalu telah melaksanakan kegiatan safari ramadhan di 4 kecamatan selama 4 hari berturut-turut. Dalam tiap kesempatan safari, wabup selalu meminta masyarakat agar turut mendukung program pembangunan pemerintah daerah. Agar tidak terjadi miskomunikasi antara pemberi tugas (masyarakat) dan penerima amanah (pemerintah) selaku pelaksana program pembangunan.

Safari ramadhan juga diharapkan menjadi media sosialisai program pembangunan Pemerintah Kabupaten Mojokerto kepada masyarakat. Dimana selanjutnya adalah untuk menerima saran dan masukan dari masyarakat, serta mendengar isu permasalahan masyarakat untuk dicari jalan keluarnya.

“Tujuan safari ramadhan yang telah kami jalankan pekan lalu, yakni agar kami bisa mengidentifikasi pembangunan di desa dan segala permasalahannya, agar bisa kami rumuskan dan cari solusinya melalui RKPD,” tambah Wabup.

Hadir dalam buka puasa ini K.H. Abdul Adhim Alwy Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, Forkopimda Kabupaten Mojokerto, Ketua dan jajaran DPRD Kabupaten Mojokerto, Sekdakab Mojokerto Herry Soewito, Asisten, Staf Ahli, dan OPD, beserta Ketua dan Pengurus Lembaga Bathsul Masa'il NU.

(T@urus)

Sidak Kebutuhan Bahan Pangan, Ning Ita Nyatakan Kota Mojokerto Aman

Written By Hapraindonesia on 5/22/2019 | 18:52

Foto: (Taurus/HI)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Sebelum memasuki sepuluh hari terakhir bulan puasa dan menyambut datangnya hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Wali Kota Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak kebutuhan pokok. Pada Rabu (22/5) sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok di Kota Mojokerto.

Ning Ita didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Sekda Harlistyati bersama jajaran Forkopimda Mojokerto melakukan sidak ketersediaan bahan pangan di Pasar Tanjung Anyar dan beberapa pasar modern di Kota Mojokerto.

Dari hasil sidak di Pasar Tanjung Anyar maupun pasar modern didapati harga kebutuhan pangan cenderung stabil dan stok cukup.

“Harga bahan pangan diawal Ramadan sempat meningkat, tetapi hari ini sudah kembali ke harga normal. Stok juga tersedia semuanya dan cenderung stabil, artinya kebutuhan menjelang lebaran aman,” kata Ning Ita.

Dalam sidak kali ini, Ning Ita juga menyampaikan bahwa produk yang diperiksa semua dinyatakan aman, tidak berbahaya serta layak untuk dikonsumsi.

“Dari sampling bahan makanan yang telah dilakukan terutama bahan pangan dari laut semua dinyatakan aman dari bahan berbahaya,” jelas Ning Ita.

Terkait operasi pasar, Ning Ita menjelaskan bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto telah menggelar operasi pasar dibeberapa titik sejak awal Ramadan.

Ning Ita menambahkan bahwa sidak kebutuhan bahan pokok hari ini akan berlangsung di semua pasar tradisional maupun toko modern di seluruh Kota Mojokerto. Dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto, serta Badan Pengawas Obat dan makanan.

(T@urus)

Peringati Nuzulul Quran, Ning Ita Himbau Warga Jaga Persatuan dan Kebersamaan

Foto( Taurus/HI)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Nuzulul quran adalah salah satu momen istimewa dalam bulan Ramadan. Pada bulan Ramadan 1440 Hijriyah Pemerintah Kota Mojokerto bersama Kementerian Agama Kota Mojokerto menggelar peringatan nuzulul quran di Masjid Agung Al Fattah Selasa malam (21/5).

Peringatan nuzulul quran tahun ini mengangkat tema kebersamaan dalam keberagaman (dalam perspektif quran). Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari hadir bersama Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, Sekda Harlistyati, jajaran Forkopimda Mojokerto, Ketua TP PKK Nur Chasanah Achmad Rizal, Kepala Kemenag Kota Mojokerto, segenap kepala OPD serta ketua ormas Islam se-Kota Mojokerto dengan Farmadi Hasyim sebagai pembicara.

Mengawali sambutan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama bersyukur atas rahmat, nikmat dan karunia dari Allah SWT termasuk kesempatan untuk bersilaturahmi dalam majelis peringatan nuzulul quran di Masjid Al Fattah.

Ning Ita menyampaikan, nuzulul quran merupakan salah satu peristiwa penting bagi kita umat islam, yakni peristiwa diturunkannya quran dari Allah SWT., kepada Nabi Muhammad sebagai panutan dan pedoman bagi seluruh umat manusia untuk memperoleh keselamatan, kebahagiaan dan keridaan Allah.

"Melalui peringatan nuzulul quran ini, hendaknya kita manfaatkan sebagai momentum untuk bersama-sama merenungkan kembali ajaran-ajaran quran. Dengan memperbanyak membaca quran, memahami isinya dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ning Ita. Quran mengajarkan dan memberi petunjuk kepada kita tentang toleransi, keadilan, kebaikan, kedamaian, kesejahteraan dan tidak mengajarkan kedzaliman, apalagi kekerasan.

Peringatan nuzulul quran ini diselenggarakan bersamaan dengan selesainya proses pemilu, merupakan momen yang tepat untuk merekatkan kembali tali silaturahim, persatuan dan kesatuan diantara kita.

Struktur kemasyarakatan Indonesia adalah masyarakat plural dan beragam. Namun tataran nilai kebersamaan dalam keragaman itu sudah mulai mengalami penyusutan akhir-akhir ini dan bahkan bisa hilang. “Oleh sebab itu, tentu sangat tepat pada momen nuzulul quran tahun ini kita jadikan sebagai semangat memulai langkah baru dalam mengembalikan nilai kebersamaan ditengah hiruk pikuk arus politisasi yang saat ini dapat meresahkan," kata Ning Ita.

Ning Ita melanjutkan, selesainya rekapitulasi nasional hasil pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa 21 Mei 2019 dini hari menimbulkan berbagai respon dari sejumlah kalangan. "Untuk itu, saya menghimbau kepada masyarakat Kota Mojokerto untuk tetap tenang dalam menghadapi  berbagai isu yang dapat menyulut terjadinya konflik sosial dan mengacaukan keamanan nasional," tutur Ning Ita.

Di momen nuzulul quran ini Ning Ita berharap agar kedamaian selalu terjalin pada masyarakat. “Mari kita berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara kita. Merekatkan tali silaturahmi antarsesama, serta menebarkan kedamaian di bumi Indonesia," pungkasnya.

(T@urus)

Danrem 082/CPYJ Hadiri Buka Bersama dan Anak Yatim Di PT Arwana Citramulia Tbk

Foto: (Taurus/HI)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Bertepatan dengan Ramadhan 1439 H, Selasa (21/06/2019) PT Arwana Citramulia Tbk menyelenggarakan buka puasa bersama dengan anak yatim yang ada di sekitar komplek pabrik kramik PT.Arwana Citramulia tersebut.

Dalam kesempatan itu, orang nomer satu di Korem 082/CPYJ, memberikan sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada CEO PT Arwana Tbk, Tandean Rustandy dan jajaran direksi.

“Jangan takut terkait banyaknya berita yang beredar di media sosial tentang pasca pemilu legislatif maupun Presiden dan wakil presiden, karena kami selaku aparat TNI- Polri akan mengawal dan mengamankan masyarakat,” Ucap Danrem.

Foto: (Taurus/HI)
Buka puasa bersama yang berlangsung di gedung serba guna dihadiri Selain Komandan Korem(Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Arm Ruly Chandraya, Wakil Bupati Pungkasiadi,SH pada acara buka puasa dan berbagi juga dihadiri Forkimdo, Kasrem 802 Letkol Inf Moch.Sulistiono, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, Danyonif Para 503/MK Mayor Inf Hadrianus Yossy. Danramil Kutorejo Kapten Infantri Didik.

Dalam acara yang bertajuk Doa dan Berbuka Puasa Bersama 40 Anak Yatim tersebut CEO PT Arwana Tbk, Tandean Rustandy menyerahkan secara simbolis bantuan anak panti asuhan, pembina panti asuhan, serta pengurus masjid dan mushola.

Melalui buka bersama 45 anak yatim dan sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan pasar murah, bisa meningkatkan silaturahmi PT Arwana Citramulia Tbk dengan masyarakat sekitar, sekaligus bisa membantu dan meringankan  kebutuhan pokok masyarakat di bulan suci Ramadhan.

"Kami berharap, apa yang sudah diberikan PT Arwana Citramulia Tbk bisa menjadi berkah dan amal saleh. Semoga dengan apa yang sudah kita berikan bisa bermanfaat bagi anak yatim apa lagi di bulan suci Ramadhan seperti ini. Untuk adik-adik teruslah rajin belajar dan berbuat kebaikan untuk lain," pesan Wakil Bupati Pungkasiadi,SH.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan memberikan uang santunan beserta bingkisan kado kepada masing-masing anak panti asuhan ditambah paket alat tulis.

(T@urus)

Penerimaan LHP BPK Atas LKPD Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2018

Written By Hapraindonesia on 5/21/2019 | 17:58

Foto: (Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LHP LKPD) Tahun Anggaran 2018, yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Selasa (21/5) pagi.

Prestasi yang sudah dikantongi Pemerintah Kabupaten Mojokerto selama 5 kali berturut-turut, diterimakan kepada Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail Pribadi.

Beberapa daerah yang juga menerima LHP LKPD ini antara lain Kabupaten Lamongan, Kota Madiun, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Ponorogo, Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Sidoarjo.

Raihan WTP sendiri merupakan bentuk dari kesesuaian laporan keuangan yang telah dilaksanakan sesuai dengan standard akuntansi pemerintahan, efektivitas sistem pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. WTP yang diraih oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menandakan, bahwa upaya perbaikan kinerja pengelola keuangan dinilai sangat baik.

Auditor Utama Keuangan Negara V BPK Bambang Pamungkas dalam acara ini memaparkan bahwa, LKPD tahum 2018 merupakan tahun ke empat penerapan akuntansi berbasis akrual. Dimana sistem ini lebih transparan, akuntabel dan memberi manfaat. Terbukti dengan banyaknya pemerintah daerah di Jawa Timur yang berhasil mendapat dan mempertahankan opini WTP.

“Sampai dengan 21 Mei 2019 ini, BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur telah menyerahkan LHP atas LKPD Tahun Anggaran 2018 pada 16 Pemkab dan 4 Pemkot. Dimana semuanya berhasil meraih dan mempertahankan opini WTP,” kata Bambang.

Opini WTP merupakan pernyataan profesional pemeriksa tentang kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan merupakan jaminan tidak adanya fraud atau tindakan kecurangan lainnya. Namun jika ditemui, pemeriksa tetap mengungkapkannya dalam laporan.

BPK juga menyampaikan beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan dan diperbaiki pemda agar tidak terulang dalam laporan.

Antara lain pembayaran jasa konsultasi perencanaan yang melebihi standar biaya yang ditetapkan kepala daerah. Ada juga kesalahan dimana pemda belum melakukan verifikasi dan validasi data nomor objek pajak dan wajib pajak PBB perdesaaan dan perkotaan dari pemperintah pusat.

Selain itu ada penyajian pengelolaan aset tetap yang belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Disamping itu, pemda juga belum punya sistem informasi yang andal untuk menghitung penyusutan aset, dimana penyusutan dilakukan secara masih manual sehingga beresiko salah. Namun semua koreksi ini selanjutnya akan ditindaklanjuti paling lambat dalam 60 hari setelah LHP diterima.

Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail Pribadi mewakili Ketua DPRD Kab/Kota penerima LHP LKPD tahun anggaran 2018, dalam sambutan mengucapkan terimakasih atas koreksi BPK selama pemeriksaan. Ismail juga menyebut bahwa WTP adalah sebuah langkah awal perbaikan bagi daerah untuk menyajikan laporan keuangan lebih baik lagi di masa mendatang.

“WTP bukan tujuan akhir, tapi langkah awal perbaikan LKPD,” kata Ismail.

Laporan keuangan sendiri sejatinya harus memenuhi tidak kurang dari tujuh unsur penting, antara lain Laporan Realisasi Anggaran, Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan catatan atas laporan keuangan. Sedangkan kriteria laporannya harus sesuai dengan Standar Administrasi Pemerintahan (SAP), Sistem Pengendali Intern (SPI), kepatuahan pada perundang-undangan, dan kecukupan informasi. Selain itu, hal mendasar dari WTP adalah kewajaran, artinya wajar dalam hal materialistis baik kuantitatif maupun kualitatif. WTP merupakan yang teratas dari tingkatan LKPD, yang diikuti predikat WDP (Wajar Dengan Pengecualian), Tidak Wajar, dan Disclaimer.

(T@urus)

Pemkot Mojokerto Kembali Terima Opini WTP atas LKPD TA 2018

Written By Hapraindonesia on 5/18/2019 | 10:14

Foto
Mojokerto, hapraindonesia.co -  Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pada Jumat (17/5) menerima laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kota Mojokerto Tahun Anggaran 2018. Kota Mojokerto kembali menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Laporan hasil pemeriksaan diserahkan oleh Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur Harry Purwaka kepada Ning Ita dan Ketua DPRD Kota Mojokerto Febriana Meldyawati di kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Juanda Sidoarjo.

Dalam sambutan yang disampaikan setelah serah terima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Kepala Perwakilan BPK menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah yang telah menyusun laporan keuangan berbasis akrual secara serius dan konsekuen. Serta berupaya maksimal memenuhi ketentuan undang-undang untuk menyampaikan laporan keuangan unaudited secara tepat waktu kepada BPK.

Selain itu, Kepala Perwakilan berharap LKPD yang telah diaudit oleh BPK dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, terutama terkait dengan penganggaran. “LKPD yang telah diaudit oleh BPK, terutama yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian, tentunya mempunyai kualitas informasi yang cukup handal,” lanjut Harry.

Usai menerima LHP, Ning Ita menyampaikan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004, opini yang diberikan BPK didasarkan pada empat kriteria. “Yaitu kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern (SPI),” katanya.

Ning ita menuturkan, LKPD Kota Mojokerto sudah bagus terutama karena adanya pengawasan dari pihak-pihak terkait. Saran dan rekomendasi BPK merupakan kontribusi yang baik bagi penyelenggaraan pelaporan dan penatausahaan sehingga kedepan bisa lebih baik dari tahun ke tahun.

Wali Kota Mojokerto Ning Ita menyampaikan terima kasihnya kepada OPD terkait karena atas kerja samanya meraih predikat ini. “Tentunya kami juga mohon dukungan dari masyarakat agar predikat ini dapat kita raih kembali di tahun selanjutnya,” harapnya.

Ning Ita menerima LHP LKPD TA 2018 dengan didampingi oleh Sekda Kota Mojokerto, Inspektur Kota Mojokerto dan Kepala Badan Pendapatan, Pengeloaan Keuangan dan Aset Kota Mojokerto. Selain kepada Pemerintah Kota Mojokerto, BPKRI Perwakilan Provinsi Jawa Timur pada kali ini juga menyerahkan LHP LKPD TA 2018 kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bondowoso dan Kota Probolinggo.

(T@urus)

Jelang Idul Fitri, Ning Ita Bagikan Sembako Kepada Tukang Becak dan Penyandang Disabilitas

Written By Hapraindonesia on 5/15/2019 | 17:12

(Foto: Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial Rabu (15/5) membagikan bingkisan bahan kebutuhan pokok atau sembako bagi tukang becak dan penyandang disabilitas. Sembako dibagikan secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria dan Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto Sri Mudjiwati di Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto Jalan Hayam Wuruk 50 Kota Mojokerto.

Pemberian sembako ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para tukang becak dan penyandang disabilitas di Kota Mojokerto menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Sehingga dengan dibagikannya sembako ini dapat meringankan beban hidup mereka.

Juga dapat memberi semangat bagi penerima ketika harga kebutuhan pokok mulai melonjak serta memberikan perlindungan sosial dan mengurangi angka kerawanan sosial menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan bahwa pertemuan Ning Ita dengan warga Kota Mojokerto di rumah dinas Wali Kota sebagai ajang silaturahmi. “Dengan silaturahmi kita akan diberikan panjang umur sehingga bisa beribadah kepada Allah dan yang kedua adalah mendapat rezeki yang barokah,” kata Ning Ita.

Ning Ita juga mengingatkan semua yang hadir untuk memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan ibadah dan memohon ampunan atas segala dosa yang telah lalu.

Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan pembagian santunan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto adalah bentuk perhatian kepada warganya sebagaimana dalam amanat undang-undang bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar adalah tanggung jawab negara.

“Ini adalah bentuk perhatian kami Pemerintah Kota Mojokerto, sebagai perwakilan dari negara untuk memberikan kewajibannya dengan menyantuni bapak ibu semua yang hadir,” kata Ning Ita. Ning Ita menambahkan, di Kota Mojokerto juga ada rumah lansia yang menjadi fasilitas dari pemerintah dalam merawat dan memberikan perlindungan serta menjamin kehidupan warganya.

Pada ramadan tahun ini Pemerintah Kota Mojokerto membagikan sebanyak 993 bingkisan sembako berupa beras, minyak goreng, telur dan gula. Sembako diberikan kepada 693 orang tukang becak dan 300 orang penyandang disabilitas.

Untuk ke depan Ning Ita merencanakan bahwa bantuan yang diberikan untuk keluarga prasejahtera tidak lagi bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi lebih difokuskan kepada bantuan yang bisa berdaya guna, untuk mereka bisa menjadi mandiri.

“Pemerintah sama-sama keluar anggaran tetapi peruntukannya berbeda. Dan saya berharap itu bisa menekan angka kemiskinan di Kota Mojokerto,” pungkas Ning Ita. Menutup acara pembagian Sembako, Ning Ita mengajak semua yang hadir untuk berdoa bersama untuk kebaikan Kota Mojokerto dan warganya.

(T@urus/Adv)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved