Latest Post

Terbukti edarkan Narkoba, Pemuda ini harus Meringkuk dI jeruji besi

Written By Hapra Indonesia on 8/10/2017 | 15:49

Foto: Dok/HI
Kediri, hapraindonesia.co - Tim Buser Reskrim Polsek Gurah Polsek Gurah berhasil membekuk seorang pemuda pengedar narkoba asal Dusun Drangin Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Selasa malam (8/8/2017). Dari tangan pelaku itu petugas menyita 30 butir narkoba jenis pil dobel l.

Pemuda yang diamankan itu ialah Ahmad Fauzi Fadillah (18), Fauzi diringkus di pinggir jalan Dusun Drangin. Pelaku pada saat digeledah oleh petugas menemukan 30 butir pil dobel l yang disimpan di bungkus rokok.

"Saat ditemukan barang bukti itu pelaku tak berkutik dan pasrah. Pelaku kemudian kami amankan," tutur Kapolsek Gurah AKP Suyono melalui Kasi Humas Polsek Gurah Aiptu Sadelimen.

Diungkapkan Kasi Humas, penangkapan pelaku itu bermula dari informasi masyarakat. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku.

"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang resah adanya peredaran narkoba di wilayah Gurah. Dan ternyata benar," ungkap Kasi Humas.

Lebih lanjut dijelaskan Aiptu Sadelimen, pelaku saat ini dimintai keterangan okeh petugas penyidik Polsek Gurah guna penyidikan lebih lanjut. "Pelaku saat ini masih dimintai keterangan guna pengembangan kasusnya," jelasnya.

(dt/bm).

Polsek Kras Sita 221 Botol Miras Dari 12 Tersangka

Foto: Ist
Kediri, hapraindonesia.co - Peredaran minuman keras di kediri hingga saat ini masih sering ditemui. Padahal pihak kepolisian sudah sering melakukan berbagai upaya untuk semakin menekan peredarannya seperti melakukan razia ataupun penggerebekan.

Para penjual miras nampaknya tidak kapok maupun jera. Bahkan sudah banyak akibat dari yang ditimbulkan oleh minuman beralkohol tersebut bahkan hingga berdampak meninggal dunia akibat miras.

Petugas Polsek Kras, Rabu (9/8/2017) menyita 221 botol berisi minuman keras berbagai merek. Ratusan botol berisi miras itu didapat dari 12 tersangka penmenjual miras di wilayah hukum Polsek Kras.

Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Mukhlason menuturkan ratusan miras itu saat ini diamankan di Mapolsek Kras. "Barang bukti 221 botol miras berbagai merek itu saat ini diamankan di Polsek Kras," tutur AKP Mukhlason.

Lebih lanjut dikatakan AKP Mukhlason, penggerebekan minuman keras itu bermula dari informasi keresahan masyarakat. Petugas Polsek Kras kemudian melakukan penggerebekan,"Satu persatu penjual miras itu di gerebek," kata Kasubbag Humas.

Para tersangka penjual miras itu saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kras. Pemeriksaan itu dilakukan guna penyidikan lebih lanjut.

Lebih lanjut dijelaskan Kasubbag Humas, dihimbau kepada masyarakat jika mengetahui para penjual miras maupun peredaran miras untuk segera melapor ke pihak yang berwajib.

"Banyak korban meninggal dunia akibat miras. Dan juga akibat kecelakaan lalu lintas disebabkan karena miras juga ada," jelas Kasubbag Humas.

(dt/bm)

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek Wito Akhiri Hidupnya

Foto: Dok/HI
Kediri, hapraindonesia.co - Diduga lantaran mempunyai penyakit perut yang tak kunjung sembuh, Harjo Suwito (84) petani warga Dusun Ringingong Desa Sumber Agung Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, peristiwa itu pun langsung dilaporkan ke Polsek Plosoklaten oleh saksi.

Peristiwa gantung diri itu diketahui pertama kali oleh isteri korban, Supinem (60). Pada saat itu saksi baru pulang kerja dan langsung menuju ke dapur. Supinem spontan teriak melihat sang suami sudah gantung diri di tiang dapur belakang rumahnya itu.

"Setelah mengetahui suaminya gantung diri saksi memberitahu warga sekitar untuk meminta pertolongan," tutur Kapolsek Plosoklaten AKP Suharsono melalui Kasi Humas Polsek Plosoklaten Aiptu Totok Widarto.

Petugas Polsek Plosoklaten dan tim identifikasi Mapolres Kediri serta petugas medis Puskesmas Plosoklaten berada di lokasi kejadian perkara langsung melakukan olah TKP. Dalam pemeriksaan di tubuh korban tidak ditemukan tanda luka bekas akibat penganiayaan.

"Kami tidak menemukan adanya bekas luka akibat penganiayaan. Dari keterangan keluarga korban, korban mempunyai sakit perut yang tak kunjung sembuh," ungkap Kasi Humas.

Dijelaskan Aiptu Totok, keluarga korban menolak korban untuk dilakukan visum di rumah sakit. Pihaknya meminta keluarga korban untuk membuat surat pernyataan dan korban diminta untuk langsung dimakamkan. "Barang bukti tali stagen warna biru ukuran 1,5 meter kami amankan. Dan keluarga korban sudah membuat surat pernyataan disaksikan pemerintah desa," jelas Aiptu Totok.

(dt/bm)

Tim Buser Sat Resnarkoba Polres Kediri, Amankan Lima Pengedar Narkoba Dalam Sehari

Foto: Ilustrasi/Ist
Kediri, hapraindonesia.co - Dalam kurun waktu sehari, Tim Buser Sat Resnarkoba Polres Kediri, berhasil mengamankan lima pelaku pengedar narkoba jenis pil dobel l.

Kelima pelaku yang diamankan, pada Rabu (9/8/2017), petugas menyita 1361 barang bukti pil dobel l dan 4 unit ponsel milik pelaku. Kelima pelaku itu ialah Nur Hidayat alias Geno (35) warga Dusun Jeruk Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri dengan barang bukti 181 butir pil dobel l dan 1 ponsel.

Anang Andri Pribadi alias Boneng (25) warga Dusun Wangkal Desa Tengger Lor Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri dengan barang bukti 8 butir pil dobel l dan 1 ponsel.

Kemudian, Pujianto alias Jibrat (23) warga Dusun Kalianyar Desa Ringinpitu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri dengan barang bukti 1114 butir pil dobel l dan 1 ponsel.

Laduni Robiutsani alias Kecek (17) warga Desa Kuwik Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri dengan barang bukti 6 butir pil dobel l. Serta Arif Wibowo (18) warga warga Dusun Wangkal Desa Tengger Lor Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri dengan barang bukti 52 pil dobel l dan 1 ponsel.

Kapolres Kediri AKBP Sumaryono melalui Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Mukhlason menuturkan kelima pelaku pengedar narkoba itu saat ini diamankan di Mapolres Kediri.

"Kelima pelaku itu saat ini dimintai keterangan oleh penyidik Sat Resnarkoba Polres Kediri guna penyidikan lebih lanjut," tutur Kasubbag Humas.

Lebih lanjut diungkapkan Kasubbag Humas, penangkapan lima pelaku itu bermula informasi dari keresahan masyarakat. Kemudian tim Buser melakukan penyelidikan.

"Tim Buser menerima informasi itu langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya membuahkan hasil," ungkap AKP Mukhalson.

(Tg/B@m)

Polisi Akan Segera Panggil Pelaku KDRT

Written By Hapra Indonesia on 8/09/2017 | 15:46

Foto: Ilustrasi/Ist
Kediri, hapraindonesia.co - Masih ada saja kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Kediri. Oleh karena itu perlu adanya perlindungan terhadap kaum yang lemah.

Seperti kasus yang dialami oleh Sri Ernawati (30) asal Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek yang di duga dianiaya oleh Kridha Pristiawan Atis Witanto Purnomo (35) asal Jalan Kawi no 10.A Mojoroto Kota Kediri. Kini Sri Ernawati telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Kediri Kota.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota Ridwan Sahara menjelaskan, kalau kasus tersebut kini telah di proses. Bahkan dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan terhadap pelaku. “ Sudah saya tandatangani surat pemanggilanya,” ujarnya.

Sementara itu Sri Ernawati mengaku tidak terima dengan perbuatan pelaku dan berencana akan terus melanjutkan kasus tersebut. Korban bahkan juga sudah mulai menyiapkan pengacara untuk mengawal kasus tersebut.

Untuk diketahui kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut bermula dari korban yang sebelumnya mengingatkan pada suaminya agar tidak berbuat selingkuh. Akan tetapi pelaku malah marah-marah dan akhirnya menghajar korban hingga mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya.

Sementara itu juga, korban setelah dihajar langsung melapor ke pihak kepolisian Polresta Kediri. Oleh pihak kepolisian korban diantar ke rumah sakit rumah sakit Bhayangkara Kota Kediri untuk dilakukan visum.(dt/bm)

DP2KBPP Kembali Menuai Prestasi

Written By Hapra Indonesia on 8/03/2017 | 17:24

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Berbagai prestasi kembali diraih oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Mojokerto.

Dipertengahan2017 ini prestasi diraih oleh Kader-kader KB, Desa dan Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC IBI) Kabupaten Mojokerto.

Dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur yang puncak acaranya dilaksanakan di alun-alun Ponorogo tanggal 27-07-2017, kader-kader terbaik Kabupaten Mojokerto Menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Gubenur Jatim Soekarwo.

Diantara lain, Pusat Informasi dan Konseling (PIK-R) Wijaya Kusuma SMK PGRI Sooko yang meriah juara I PIK-R tingkat Provinsi Jatim dan Desa Kesiman Kecamatan Trawas yang berhasil menjadi juara 2 katagori Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Lombah Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Provinsi Jatim.

Sedangkan Gati Handayani dan Junaedi memperoleh 2 kejuaraan sekaligus, yaitu nominasi KB Lestari 10 tahun dan juara 3 Keluarga Harmonis tingkat Provinsi Jatim. Kader KB yang merupakan warga Desa Jabon Kecamatan Mojoanyar ini begitu surprais atas hasil yang diraih." Saya tidak menyangka akan mendapat dua juara sekaligus." ujarnya

Sementara Dinda Lailatul dari SMAN 1 Dawarblandong menjadi yang terbaik dalam lomba buat vidio KB dalam Kategori isi pesan. Juara 2 juga diraih siswa Kabupaten Mojokerto yaitu Nurudin dari Desa Kupang Kecamatan Jetis.

beberapa nominasi kejuaraan juga di peroleh Kabupaten Mojokerto, diantaranya Eka Puji Lestari, SMKN 1Dlanggu dalam lomba karya tulis Kependudukan, Pasangan Radun dan Anik dari Desa Belik Kecamatan Trawas memperoleh Nominasi KB Lestari 20 Tahun dan Teguh Prakoso Nominasi lomba poster Kategori estetika.

Foto: Taurus/HI
Selain itu dalam rangka HUT IBI Ke-66 PC IBI Kabupaten Mojokerto memperoleh Rekor Muri Nasional dalam capaian Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Prestasi ini dicapai setelah PC IBI Kabupaten Mojokerto mendapat juara 1 tingkat Provinsi dan menjadi wakil jatim dalam tingkat nasional.

Ketua PC IBI Kabupaten Mojokerto Rany Yuliastuti mengungkapkan bahwa pretasi yang diraih institusinya karena jumlah pelayanan IVA Yang Dilakukan para bidan Kabupaten Mojokerto merupakan yang terbanyak, yaitu jumlah 2.785 jumlah sabanyak itu dilakukan 724 bidan yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Puncak prestasi DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto berupa penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat pratama, yang diserahkan lansung oleh menteri pemberdaya Perempuan dan Perlindungan anak Ri, Yohana S Yempise, Sabtu (22/7) di Hotel SwissBell Inn pekan baru Riau dalam rangkaian Hari Anak Nasional tahun 2017.

Tidak hanya itu, Desa Mojodadi juga di jadikan acuan nasional sebagai desa layak anak. Desa di Kecamatan Kemlagi ini menjadi jujugan Kota/Kabupaten Mojokerto se-indonesia dalam rangka mempelajari bagaimana menjadi layak anak.

Sementara otu Joedha Hadi Kepala Dinas P2KBP2 Kabupaten Mojokerto mengungkapkan bahwa berbagai prestasi yang diraih dinasnya merupakan cerminan kinerja keluarga besar DP2KBP2. Joeda berharap agar ke depannya prestasi tersebut dapat ditingkatkan." jangan cepat puas apa yang lebih kita raih. justru kita harus bekerja keras agar prestasi ini dapat meningkatkan di tahun-tahun mendatang." harapnya

(Adv/Taurus)

Launching Imunisasi Campak-Rubella di Kota Mojokerto

Written By Hapra Indonesia on 8/02/2017 | 21:03


Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus beserta Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Siti Amsah Mas’ud Yunus Rabu (2/8) membuka acara launching imunisasi campak (measles)-rubella / imuniasasi MR. Imunisasi MR yang dilakukan serentak seluruh Indonesia ini, di Kota Mojokerto pembukaannya berlangsung di SDIT Permata Kota Mojokerto juga dihadiri Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan Ch Indah Wahyu, Kepala OPD, camat, lurah serta Fatayat, Muslimat dan Aisiyah.

Indonesia telah berkomitmen untuk mengendalikan campak dan rubella hingga tahun 2020 Indonesia bebas campak dan rubella. Ini dilakukan secara serentak karena penderita campak dan rubella masih ada di Indonesia. Atas dasar itulah diperlukan adanya kegiatan untuk dilakukan target Imunisasi campak-rubella. Yaitu pemberian imunisasi tambahan kepada sasaran usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

Imunisasi
Foto: Taurus/HI
gratis ini berlangsung di sekolah PAUD, TK, SD/MI dan SMP/MTs. Juga bisa didapatkan di Puskesmas atau Posyandu pada bulan Agustus hingga September 2017. Adapun dampak dari penyakit campak (measles) adalah radang paru, radang otak, kebutaan, diare dan gizi buruk. Penyakit Rubella menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan dan kerusakan jaringan otak.

Wali Kota Mas’ud Yunus saat sambutan pembukaan menuturkan bahwa sasaran imunisasi MR menurut data di Dinas Kesehatan Kota Mojokerto adalah 40.666 anak. “Adalah sebuah komitmen dari Pemkot Mojokerto untuk membangun generasi yang akan datang sebagai generasi yang maju sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral,” tuturnya.

Masalah kesehatan, menurut Wali Kota, adalah masalah dasar yang harus dimiliki oleh manusia dan itu merupakan hak setiap warga Negara dan hak setiap anak untuk mendapatkan kehidupan yang sehat. “Harapan kami kepada semua instansi yang terkait untuk ikut berperan serta mensukseskan imunisasi campak dan rubella ini,” seru Kiai Ud.

Usai sambutan, Kiai Ud melapas balon tanda dilaunchingnya imuniasi MR di Kota Mojokerto. Kiai Ud juga berkesempatan meninjau secara langsung kegiatan pemberian imuniasi MR ini

(Adv/Taurus)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved