Latest Post

Ratusan Warga Lakardowo Turun Kejalan Tuntut PT. PRIA Ditutup

Written By Hapra Indonesia on 3/23/2017 | 10:57

Ratusan warga Lakardowo ketika menggelar aksi demo didepan kantor Pemkab Mojokerto
Mojokerto, hapraindonesia.co - Ratusan warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten mojokerto menuntut agar pemerintah segera menutup pabrik limbah milik PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA). Mereka berbondong-bodong dengan menggunakan truk dan kendaraan roda dua meluruk Kantor Pemerintahan Kabupaten Mojokerto, Rabu (22/03/2017).

Dalam orasinya di depan pintu gerbang pemkab mojokerto mereka menuntut Pabrik Limbah milik PT. Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) segera ditutup. Karena warga warga menilai limbah pabrik di duga mencemari lingkungan dan sumur warga desa lakardowo dan sekitarnya.

Hasanudin selaku perwakilan dalam aksi demo ini mendesak agar pemkab mojokerto segera menutup PT PRIA," kami menuntut agar PT. PRIA segera di tutup secara permanen dan limbahnya dibongkar agar limbahnya tidak lagi mencemari air sumur warga," Karena air sumur ini pakai sehari-hari oleh warga. Saat digunakan untuk mandi badan menjadi gatal-gatal," katanya kepada hapraindonesia.co

Dalam aksi ini ada lima perwakilan warga diterima langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Agus Anas,SH, Msi. Perwakilan warga minta supaya Pabrik Limbah Milik PT PRIA ditutup secepatnya. Karena limbah pabrik tersebut sudah mencemari sumur warga lakardowo.

Setelah mendengar keluhan pendemo Asisten pemerintahan dan kesra Anas Agus, SH, Msi selajutnya meminta kepada Badan Lingkungan Hidup supaya menindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku transparan dan melibatkan warga." Pintanya

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto Drs.Zainul Arifin yang saat itu memimpin mediasi menjelaskan antara agustus 2015 hingga maret 2016 pihak BLH Propinsi Jatim dan Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan uji laboratorium terhadap sempel air sumur yang dibuat PT PRIA dan air sumur warga sekitarnya.

" Uji sampel air sumur sudah dilakukan memang masih memenuhi baku mutu. Memang berapa hal yang perlu dievaluasi. Namun masih tidak membahayakan masyarakat." Jelasnya pada perwakilan warga.

Masih kata Zainul menambahkan terkait permintaan tuntutan warga terkait penutupan PT.PRIA, hal ini merupakan wewenang penuh kementerian lingkungan hidup karena hal itu diatur dalam UU RI No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan lingkungan dan hidup.

Sedangkan izin PT. PRIA sendiri adalah dari kementerian. Semua ijin sudah lengkap seperti izin transportasi pemanfaatan limbah B3 pengelolaan limbah cair dan incenerator. Manfaat tanah terkontanminasi untuk membuat bata merah. Sehingga PT PRIA dipandang Kementerian layak melakukan operasional

" Pemkab mojokerto tidak mempunyai wewenang untuk menutup aktivitas pengelolaan Limbah B3 di PT PRIA." Tegas Zainul.

Dari pantauan hapraindonesia.co untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan terlihat puluhan aparat keamanan dari anggota TNI, Polri dan Satpol PP diturunkan untuk mengawal aksi demo hingga awal sampai akhir.

(Taurus)

Viral Berita HOAX terkait penculikan anak, Kapolresta Kediri Himbau Warga Tenang

Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H
Kediri, hapraindonesia.co - Menanggapi banyaknya pemberitaan beredar secara viral melelaui media sosial terkait maraknya penculikan terhadap anak-anak yang menimbulkan keresahan dan ketakutan kepada masyarakat. Terkait hal tersebut Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi memastikan hal tersebut adalah HOAX dan menghimbau masyarakat khususnya warga Kota Kediri untuk tenang.

“Masyarakat Kota Kediri tidak usah resah terkait berita penculikan. Itu semua adalah HOAX alias berita bohong. Kepolisian akan memberikan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat.” kata AKBP Anthon Haryadi, Rabu (22/03/2017)malam.

AKBP Anthon Haryadi, menambahkan ia juga menghimbau kepada warga masyarakat kota kediri pada khususnya agar tidak gampang terpancing dan terprovokasi isu-isu yang tidak benar (HOAX) yang dapat berakibat pada tindakan / pelanggaran hukum atau main hakim sendiri.

“Polisi akan menindak tegas kepada pelaku penyebar Informasi HOAX  baik melalui medsos atau aplikasi pesan instant lainnya yang dapat  yang menimbulkan keresahan pada masyarakat serta mengganggu keamanan dan ketertiban di Polres Kediri Kota,” tegasnya.

(B@m/Res)

Spesialis Maling Minimarket di Kediri, Ditangkap Polisi

Written By Hapra Indonesia on 3/22/2017 | 18:13

Kedua tersangka berikut barang bukti ketika diamankan di Mapolsek Kediri Kota
Kediri, hapraindonesia.co - Pasangan suami istri nikah siri yakni Yatno (47) warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung dan Kuwati (46) warga Desa Setro Ketambul, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban harus merasakan dinginnya ruang tahanan Polsek Kediri Kota setelah terbukti mengutil alias mencuri.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka berpura-pura mau membeli barang di Indomaret Ngadirejo, lalu dibawa kekasir. Namun dengan alasan tidak cocok dengan harganya lalu barang tersebut dikembalikan, tapi bukan ketempat semula namun dimasukkan ke saku jaketnya bagian dalam.

Kompol Totok Widianto Kapolsek Kediri Kota menuturkan, aksi ini terbongkar setelah seorang pegawai indomaret curiga dengan gerak gerik tersangka ketika berada di indomaret. Karena curiga salah satu pegawai Indomaret lalu menghubungi salah satu anggota polsek Kota.

Tidak menunggu lama anggota datang dan dilakukan pengamanan terhadap tersangka.

Puluhan barang bukti yang diamankan oleh petugas dari tempat kost tersangka
" setelah diamankan, petugas langsung melakukan penyelidikan dan penggeledahan di rumah kosan tersangka yang berada di desa ngasem kelurahan ngasem kabupaten kediri " jelasnya pada awak media, Rabu ( 22/03/2017) siang.

Setelah digeledah, lanjut Totok, ternyata benar adanya. Petugas menemukan puluhan barang bukti seperti minyak goreng, pembersih muka, bedak, pensil alis, minyak wangi bebagai merek, " di tempat kost tersangka petugas menemukan puluhan barang bukti mulai minyak goreng, parfum, bedak, pewangi berbagai merek" sebutnya.

Kepada petugas salah satu pelaku yakni kuwati yang nikah siri pada 2016 lalu dengan yatno, mempunyai 4 orang anak dan 2 orang cucu ini mengaku terpaksa mencuri dengan alasan kebutuhan ekonomi.

"kami masih dua bulan melakukan aksi ini di benerapa minimarket yang berada di kota maupun kabupaten kediri. Dan ada beberapa barang yang sudah kami jual untuk makan",akunnya pada penyidik.

Terkait kejadian ini, Kompol Totok juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melaporkan informasi sekecil apapun kepada kepolisian, karena informasi sekecil apapun itu penting bagi kepolisian untuk dikembangkan dan dilakukan penyelidikan.

" Dan saat ini kedua tersangka beserta puluhan barang bukti kita amankan di Mapolsek Kediri Kota guna penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

(B@m/Red)

Rapat Evaluasi Penanggulangan Becana Alam Periode 1

Written By Hapra Indonesia on 3/21/2017 | 00:32

Rapat evaluasi penanggulangan bencana alam periode 1 Kab. Mojokerto
Mojokerto, hapraindonesia.co - Asisten 1 Agus Anas SH,Msi didampingi Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto menggelar rapat evaluasi pengulangan becana alam dilaksanakan di Gedung Korpri Jabon Kabupaten Mojokerto, Senin (20/03/2017) .

Turut hadir Sekretaris BPBD, Koramil, Polsek , Jasa Tirta, Dinas Pertanian, PUBR, BPWS, Bappeda dan seluruh jajaran instansi terkait.

Dalam sambutan Agus Anas, SH, Msi mengatakan Mojokerto secara geografis, geologis,hidrografi dan demografis termasuk rawan becana oleh sebab itu perlu penanganan secara terpadu dari berbagai instansi atau unsur terkait sesuai dengan tupoksinya masing-masing dan perut peran swasta dalam hal ini adalah perusahaan dan pengusaha memberi esrnya untuk pengulangan banjir ini.

" Penanganan banjir itu tidak hanya penanganan dalam arti penanganan bencana. tetapi juga proaktif pencegahan becana. jadi kalau begitu nanti kalau terjadi bencana. kalau pencegahan dini maka korban atau akibat dampak becana tersebut bisa dikurangi secara pasif dalam arti tidak fatal akibatnya". Katanya.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Drs.M.Zaini, Msi dalam sambutannya mengatakan adanya rapat evaluasi ini, perlu adanya keperdulian instansi pemerintah dalam menangani becana alam dengan maksud kedepannya menjadi lebih baik lagi.


Asisten 1 Kabupaten Mojokerto Agus Anas SH,Msi
Zaini juga mengingatkan pada masyarakat kabupaten Mojokerto agar selalu mewaspadai cuaca extrem seperti tingginya curah hujan yang terjadi dalam sepekan ini dan berpotensi mengakibatkan banjir dan longsor susulan, kondisi alam dan tingginya curah hujan, " Maka kita perlu mewaspadai becana alam seperti banjir dan longsor. Sehingga kejadian serupa tidak akan terjadi lagi. " ucapnya.

Ia juga berharap adanya koordinasi yang baik antara skpd, aparatur kecamatan dan kelurahan untuk selalu kerjasama dengan masyarakat kabupaten Mojokerto. Khususnya yang ada dilokasi rawan bencana alam.

Ditemui ditempat terpisah seusaiacara Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kabupaten Mojokerto Puji Andriati,S.Sos.MM mengatakan Becana Alam bulan januari sampai akhir februari pada saat itu becana alam memang luar biasa dari tahun kemarin. Sehingga kita perlu evaluasi kembali kejadian - kejadian bencana yang telah terjadi sehingga kedepan biar efektif dalam Pengulangan Becana.

" Karena apa BPBD sifatnya memberi komando sekaligus juga pelaksana koordinator terhadap SKPD terkait dalam penanganan bencana alam. Jadi itu juga menjadi tanggung jawab bersama baik itu Dinas sosial, Dinas Pertaniaan, Jasa Tirta, PUBR, BPWS, Bappeda dan sebagainya Masing-masing terpadu dalam menangani bencana alam. Agar Kedepan lebih baik sehingga tau tanggung jawab bersama." Jelasnya

Puji juga menambahkan BPBD lebih memberikan penanganan kebencanaan yang lebih baik sesuai dengan program BMPD pusat bahwa yang di prioritaskan pencegahan dan kesiagaannya sehingga masyarakat itu lebih tanggap terhadap becana alam.

" Adanya kerjasama yang lebih baik sesuai dengan program BMPD pusat bahwa diprioritaskan pencegahan dan kesiagaannya sehingga masyarakat itu lebih tanggap terhadap becana alam. Adanya kerjasama yang lebih baik antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Seperti visa dan misi BPBD seperti itu." Harapnya.

(Taurus)

Kapolres Kediri Kota dan Malang Kota Diganti

Written By Hapra Indonesia on 3/20/2017 | 15:45

Kediri, hapraindonesia.co - Roda tampuk pimpinan tertinggi dijajaran Polda Jawa Timur bergulir. Berdasarkan TR Nomor: ST/671/III/2017, tertanggal 11 Maret 2017, beberapa pejabat utama mulai diganti.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wibowo SIk digantikan AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Sabhara Poltabes Surabaya, sedangkan AKBP Wibowo akan melanjutkan tugas baru sebagai Kapolres Serang Polda Banten.

Acara serah terima jabatan berlangsung di gedung Rupatama Polda Jatim pada Senin (20/03/2017) pagi yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin , SH.

Bersamaan dengan keduannya juga dilakukan sertijab  Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono pindah tugas menjadi Kabid Propam Polda Kasel. Penggantinya AKBP Hoiruddin Hasibuan sebelumnya Pamen Densus 88 AT Polri.

Kasubdit IV Ditreskrium Polda Jatim AKBP Anton Chriestianto Nugrono mengemban tugas baru sebagai Kapolres Kupang Kota Polda NTT. Sementara jabatan yang diemban AKBP Anton masih kosong alias belum diisi penggantinya.

Karosarpras Polda Jatim Kombes Sutrisno mengemban tugas baru sebagai Kabagdisi Ropal Slog Polri, sedang penggantinya belum ada. Karosarpras Polda Maluku Kombes Teguh Dwi Warsono menjabat sebagai Karolog Polda Jatim.

Sementara Kabag Dalpers ROSDM Polda Jatim menjabat Waka Polrestabes Surabaya menggantikan AKBP Budi Mulyanto bergeser ke Kabag Dalpers RO SDM Polda Jatim.

Sebagaimana diketahui, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, alih tugas atau mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa.

(Rest/B@m)

⁠⁠⁠Gebyar Pelayanan Akte Kelahiran Gratis Dispendukcapil Kab. Mojokerto

Written By Hapra Indonesia on 3/17/2017 | 02:07

Pelayanan Masyarakat di Dispendukcapil Kab. Mojokerto
Mojokerto, Hapra Indonesia.co - Kabar gembira bagi warga Mojokerto yang anaknya belum memiliki akta kelahiran. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispedukcapil) berkerjasama sama dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Se- Kabupaten Mojokerto tahun ini akan mengelar kembali gebyar pelayanan akta kelahiran secara gratis bagi anak yang baru lahir. Dalam programnya dispenduk memberi Akta Kelahiran kepada bayi baru lahir di rumah sakit dan rumah bidan secara gratis.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto Drs. Bambang Eko Wahyudi, Msi menjelaskan bagi warga yang ingin membuat akta kelahiran bisa. Tidak perlu adanya pemohon cukup hanya melaporkan foto copy dengan online atau WA saja dan cukup melampirkan kartu keluarga (KK), KTP Orang tua, surat nikah serta surat keterangan dari bidan, klinik atau rumah sakit terkait, " bagi warga yang ingin membuat akta kelahiran cukup kirimkan data dan foto secara online atau melalui WA ke kami. setelah kami proses dan selesai besoknya petugas kami akan mengirimnya kerumah masing-masing" Jelasnya Kamis (16/03/2017).

Masih lanjut Bambang mengatakan pihak dispendukcapil ingin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya kepada anak yang baru lahir. Kita mulai dengan penetapan Akte Kelahiran. Yaitu pemberian Akte Kelahiran kepada anak yang baru lahir. Yaitu dengan menggandeng dinas kesehatan maupun rumah sakit yang ada di Mojokerto.

"Kita kepinginnya memberi pelayan yang cepat kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu bolak balik ke dispenduk atau ke kelurahan dansebagainya. jadi nantinya kalau mereka pulang dari rumah sakit atau rumah bidan sudah membawah akte kelahiran. itu yang kami programkan dan berjalan beberapa hari kedepan." tambahnya.

selain untuk meningkatkan pelayanan kita ingin menghilangkan pungutan-pungutan liat yang melewati calo, " maka dari itu untuk memberantasnya kita harus memotong mata rantainya. Agar calo tersebut tidak berkutik. kalau sudah keluar diterima calo. lain persoalan seperti itu, " Tegasnya.

(Taurus)

Kebun Bibit Jampirogo Akan Dijadikan Agrowisata Petik Buah

Written By Hapra Indonesia on 3/10/2017 | 22:40

Kepala kebun bibit Jampirogo Sudiyanto
Mojokerto, Hapraindonesia.co - UPT Pertanian Propinsi Jatim di wilayah Kebun Bibit Desa Jampirogo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto dalam waktu dekat rencananya akan dibuat tempat agro wisata petik buah di kebon pembibitan buah di desa jampirogo.

Sudiyanto Kepala Kebun Bibit Jampirogo UPT Pasuruan Kebon Agung di temui di ruang kerjanya mengatakan bahwa di kebun bibit itu nanti kami akan menyediakan macam-macam bibit buah, " diantaranya bibit mangga, bibit kelengkeng, bibit jambu merah, bibit blimbing madu dan lain sebagainya" ujar Sudiyanto, Kamis (09/03/2017.

Sudiyanto menambahkan Selain itu kami nantinya juga akan mendapat bantuan proyek bibit tanam jamu kristal dari UPT Kebun Bibit Pasuruan Kebon Agung sebanyak 300 bibit jambu kristal.

Recanakan nantinya kedepan kebun bibit jampirogo akan dibuat agrowisata petik buah, "Ini masih dalam proses penatahan bibit buah." Tambahnya

Masih lanjut Sudiyanto menjelaskan tingginya curah hujan diakhir bulan ini berpengaruh dan berdampak pada tanaman bibit dan mengakibatkan buah yang ada di kebun bibit sebagian ada yang busuk, "kami berupaya menjaga agar buah di kebun bibit tidak busuk. kami bungkus buahnya dengan cara di bungkus plastik agar tidak busuk." Terangnya.

(Taurus/Red)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved