Latest Post

PAD Sentuh Rp 500 Miliar, Pemkab Naikkan Target Lagi 

Written By Hapraindonesia on 8/28/2019 | 13:20

(Foto: Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto Didiek Safiqo Hanim, mengumumkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2019 yang mencapai Rp 500 miliar lebih.

Laporan ini Ia sampaikan pada malam gathering evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2019, yang dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Selasa (27/8) di Royal Hotel Trawas.

“PAD tertinggi dihasilkan oleh BPKAD yang terealisasi sebesar Rp 7.255.700.00 dari target Rp 9.754.969.990. Juga ada dari kecamatan yakni Mojosari, yang terealisasi sebesar Rp 2.219.674.233 dari target Rp 3.841.864.990. Data perolehan ini tercatat sampai dengan tanggal 26 Agustus 2019,” kata Didik.

Sedangkan Wakil Bupati Pungkasiadi, dalam arahannya mengajak seluruh OPD untuk terus mengejar target PAD.

“Target PAD kita untuk tahun 2019 adalah Rp 500 miliar lebih. Pada PAPBD 2019 ini, akan kita naikkan lagi targetnya menjadi Rp 515 miliar lebih. Kita masih bisa meningkatkannya dengan potensi yang ada. Namun terkait anggaran, kita masih tergantung dari Pusat,” kata Wabup.

Dirinya juga mengimbau agar kinerja pemungutan PBB-P2 lebih ditingkatkan. Mengingat realisasi penerimaan PBB-P2 buku I, II, dan III masih mencapai 43,69%.

 “Target PAD harus terpenuhi, minimal 100 persen. Sehingga bisa menopang pembiayaan pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” semangat Wabup.

Kegiatan ini dihadiri Assisten Pemerintahan dan Kesra, kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Mojokerto.

(T@urus)

Duduki Kursi DPRD, Nurida Lukitasari Siap Perjuangkan Suara Masyarakat Mojokerto

Written By Hapraindonesia on 8/26/2019 | 09:56

(Foto: Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co - "Dengan menjadi anggota dewan saya bisa lebih sering bersentuhan, berkomunikasi dengan masyarakat. Bisa menambah saudara, menambah teman," ujar Nurida Lukitasari,Spd kepada hapraindonesia.co.

Sebagai generasi milenial, Nurida mengatakan akan berupaya memperjuangkan persoalan yang dihadapi para generasi muda. Dia memandang masih banyak generasi muda yang belum mendapatkan pekerjaan.

"Saya akan menjalankan semaksimal mungkin sesuai dengan tupoksi anggota dewan. Mungkin sekarang banyak sekali generasi milenial yang masih pengangguran, saya akan berusaha menjembatani atau menjadi penyambung lidah," kata Nurida .

Nurida Lukitasari dari fraksi PDIP mengaku berhasil menduduki kursi DPRD untuk kali pertama ini berkat dukungan peran serta dari sang suami. Anton suprapto sangat di perhitungkan tak lain kades talun blandong yang kini mencalonkan lagi yang ke 3 kalinya.serta banyak pihak termasuk para generasi muda.

(Foto: Istimewa)
Bersyukur atas amanah barunya sebagai wakil rakyat Kabupaten Mojokerto. Kedepan pihaknya berharap menjadi wakil rakyat yang mampu menjalankan tugasnya dengan tulus. Semua ini dilakukan untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto, khususnya dari daerah yang diwakilinya.

" Kedepan saya akan selalu berusaha agar setiap keluhan masyarakat dari reses bisa saya sampaikan ke eksekutif untuk ditindaklanjuti," jelasnya.

Selain banyak generasi muda yang belum mendapatkan pekerjaan (pengangguran), pembangunan jalan memang jadi satu di antara prioritas saya sebagai anggota dewan baru.

"Saya ingin ada pemerataan dalam hal pembangunan infrastruktur di kabupaten mojokerto. Jangan di perkotaan, di daerah-daerah pedesaan juga mesti mendapat perhatian" harap Nurida Lukitasari.

Menurutnya Prinsip hidup selamat sendiri terbilang sederhana. Baginya yang paling utama dalam berusaha dan berdoa. Karena menurutnya, di dalam berusaha itu dia dituntut untuk bekerja keras. Sementara di dalam doa, ada kekuatan tersembunyi yang tidak tampak.

"Di situlah peran Tuhan Yang Maha Kuasa sangat besar terhadap kehidupannya. Harus pandai mengucapkan syukur" tukasnya.

(T@urus)

Harumkan Nama Kota Mojokerto Dikancah Internasional Melalui Kompetisi Robotika

Written By Hapraindonesia on 8/25/2019 | 08:46

(Foto: Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Empat pelajar SMP Negeri 1 Kota Mojokerto, meminta doa restu kepada Wali Kota Ika Puspitasari, di Rumah Rakyat Jl. Hayam Wuruk No. 50, Selasa (20/8) sore. Empat pelajar berprestasi tersebut, merupakan pemenang Kompetisi Robofest Indonesia Open 2019 tingkat nasional pada 30 April - 2 Mei 2019, lalu.

Sore itu, Ning Ita biasa disapa, menyambut hangat kedatangan para pelajar SMP Negeri 1 yang juga didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid. Keempat pelajar itu adalah Sayidatina Kamila, Hafidz Muzacky Ar Rizky, Diandra Syagita Nugraha dan Nasywa Azalia Putri Azzahra.

Di tengah - tengah kesibukannya, Ning Ita meluangkan waktu untuk memberikan doa dan restu supaya pelajar berprestasi ini berhasil menjuarai kompetisi Robofest Japan 2019 pada 22-28 Agustus 2019 di Okayama University, mendatang.

Meski tampak malu-malu, para pelajar ini dengan semangat menjawab satu persatu pertanyaan yang dilontarkan oleh wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini. Mulai dari persiapan, kesiapan mental hingga dukungan dari keluarga pun, tak luput dipertanyakan.

Pada kesempatan ini, Ning Ita berpesan supaya mereka bisa membawa harum nama bangsa Indonesia dengan baik, khususnya Kota Mojokerto yang merupakan tempat menimba ilmu. Selain itu, Ning Ita berharap para pelajar berprestasi ini, bisa menjaga baik budaya dan nilai norma yang melekat dalam diri.

"Kita ini orang timur yang dikenal dengan budaya, attitude, sikap sopan dan santun yang baik. Kalau kata orang Jawa, unggah ungguhnya dijaga. Karena mencerminkan penanda dan budaya sebagai orang Indonesia. Jangan sampai, membawa nama Indonesia tapi tidak bisa berperilaku sebagai orang Indonesia," pesan Ning Ita.

Ning Ita pun tak lupa, mengucapkan terimakasih kepada para pelajar yang telah berprestasi dan mengharumkan nama Kota Mojokerto melalui kompetisi robotika hingga tingkat Internasional. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto terus mendukung dan mengapresiasi kerja keras para anak didik yang berprestasi di Kota Mojokerto.

"Semoga dengan adanya anak-anak yang hebat ini, menjadikan Kota Mojokerto semakin dikenal di kancah Internasional. Sehebat apapun kalian, melalang buana, jangan lupakan Kota Mojokerto. Jika daerah ini memerlukan, utamakan pengabdian di daerah. Siapa tahu, yang bisa men-support SDM unggul ini berasal dari Kota Mojokerto," harap Ning Ita.

Sementara itu, keempat pelajar yang akan mengikuti kompetisi Robofest Japan 2019 ini, akan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama Kategori Transporter Secondary dan kelompok kedua Kategori Battle Maze Secondary.

(T@urus)

Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Masa Jabatan 2019-2024

(Foto: Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co, - Sebanyak 50 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto masa jabatan 2019-2024, resmi dilantik Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto Muslim, Sabtu (24/8) siang di ruang Graha Wichesa Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto.

Pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 171/15804/011.2/2019 tanggal 31 Juli 2019, yang dibacakan Sekretaris Dewan Mardiasih.

Kader terbanyak berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejumlah 10 orang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 9 orang, Partai Golongan Karya (Golkar) 6 orang, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 5 orang, Partai Demokrat 5 orang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 4 orang, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 3 orang, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) 3 orang, Partai Amanat Nasional (PAN) 2 orang, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 2 orang, dan Partai Bulan Bintang (PBB) 1 orang.

Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto masa jabatan 2014-2019 Ismail Pribadi dalam acara ini mengatakan, bahwa anggota yang dilantik akan mengemban tugas mengabdi pada masyarakat.

“Anggota yang dilantik akan mengemban tugas selama 5 tahun ke depan. Tentunya kami juga meminta dukungan masyarakat, agar dapat menjalankan tugas dengan baik,” kata Ismail.

Selanjutnya Ayni Zuroh selaku Pimpinan Sementara DPRD, juga menyatakan dalam sambutanya bahwa Pemkab Mojokerto dibangun atas kekompakan eksekutif dan legislatif. Serta segera bergegas untuk melaksanakan tanggungjawab.

(Foto: Istimewa)
Ayni mengajak semua kekuatan politik yang ada di parlemen untuk menempatkan kesejahteraan Kabupaten Mojokerto sebagai acuan utama kinerja.

Dirinya juga menegaskan 3 langkah cepat yang akan segera dijalankan. Pertama, segera berkirim surat pada pimpinan parpol yang secara konstitusi berhak menduduki kursi pimpinan DPRD.

Dua, perwakilan partai yang duduk di legislatif untuk segera membahas pansus pembahas tatib (kalau memang belum diputuskan lintas partai).

Tiga, bersamaan dengan pembahasan tatib, akan segera diproses pengajuan SK ke Gubernur Jawa Timur terkait komposisi pimpinan DPRD Kabupaten Mojokerto.

“Untuk itu, saya harap dalam kurun waktu dua minggu, tatib DPRD beserta seluruh agenda yang diperintahkan tatib sudah kita selesaikan. SK Gubernur juga sudah turun, dan pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Mojokerto definitive segera dilaksanakan,” kata Ayni.

Sedangkan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, pada kesempatan ini membacakan sambutan amanat Gubernur Jawa Timur, tentang arti pengabdian dan loyalitas pada sebuah tanggungjawab. Wabup menilai, anggota DPRD selama 5 tahun jabatan telah melaksanakan tugas tersebut dengan baik.

“Gerakkan segera program pembangunan daerah. Harus segera bergegas, agar lahir inovasi-inovasi baru dan bekerja sesuai program, demi kesejahteraan masyarakat. Berbekal kemampuan dan pengalaman, saya yakin hal tersebut bisa dilaksanakan dengan baik,” kata Wabup.

Pelantikan juga dihadiri Sekdakab Hery Suwito, Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, unsur Forkopimda, OPD, camat se Kabupaten Mojokerto, serta tokoh politik dan tokoh masyarakat.

(T@urus/Adv)

Rembuk Desa Kecamatan Mojosari2019, Bahas PPDI dan Penilaian Adipura

Written By Hapraindonesia on 8/22/2019 | 07:37

(Foto:Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Desa di Kecamatan Mojosari dikucur Bantuan Keuangan (BK) Desa tahun anggaran 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, senilai total Rp 900 juta. Tiga desa tersebut antara lain Desa Randubango, Modopuro, dan Kedunggempol masing-masing sebesar Rp 300 juta. Bantuan diserahkan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi pada acara rembuk desa, Rabu (21/8) pagi.

Wakil bupati Pungkasiadi pada kesempatan ini mengatakan, pemberian BK desa dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Hal ini guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Namun hal tersebut juga butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan dimulai dari desa sesuai instruksi pusat. Prinsip kami adalah pemerataan di segala bidang. Pembangunan ada skalanya. Tentu yang prioritas akan kita dahulukan. Sinkronisasi, sinergi, inilah yang membuat kita maju,” kata Wabup.

Wabup juga menyampaikan program Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai gaji Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).

“Sudah kami anggarankan (PPDI Kabupaten Mojokerto) di tahun 2020. Nantinya akan kami setarakan dengan gaji PNS Golongan II, “ ungkap Wabup.

Dengan adanya program tersebut, para perangkat desa diharapkan dapat meningkatkan kinerja lebih baik. Apalagi, kini desa memiliki alokasi anggaran yang besar menyusul digulirkannya program Dana Desa (DD) sejak tahun 2015. Bahkan, dengan nilai yang terus meningkat setiap tahun.

Tak lupa wabup juga berpesan pada warga masyarakat, untuk selalu berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara maksimal. Dengan harapan Mojokerto dapat kembali memperoleh Adipura, mengingat penilaian Adipura berbeda dari tahun sebelumnya.

(T@urus)

Rangkaian Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019 “SDM Unggul, Indonesia Maju”

Written By Hapraindonesia on 8/17/2019 | 18:10

(Foto: Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Bupati Mojokerto Pungkasiadi, menjadi inspektur upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia tahun 2019 yang mengangkat tema “SDM Unggul Indonesia Maju” bertempat di halaman kantor Pemkab Mojokerto, Sabtu (17/8) pagi.

Acara turut dihadiri Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, unsur Forkopimda plus, mantan bupati dan wakil bupati, mantan sekda, Forkopimca, OPD, LVRI, dan ormas. Upacara dimulai pukul 10.00 WIB tepat, ditandai Peringatan Detik-detik Proklamasi dengan bunyi sirine selama semenit. Dilanjutkan pembacaan Teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ismail Pribadi.

Prosesi pengibaran dijalankan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang diseleksi secara ketat dari siswa SMA/SMK/MA Negeri/Swasta berprestasi se-Kabupaten Mojokerto.

Usai upacara, dilanjutkan acara resepsi kenegaraan atau tasyakuran di Pendapa Graha Majatama. Wabup Pungkasiadi pada resepsi ini, menekankan pentingnya nilai persaudaraan dan persatuan sebagai modal utama berbangsa dan negara. Tanpa hal tersebut, menurutnya keutuhan bangsa mudah goyah.

“Kebersamaan dan persatuan adalah modal kita. Optimis menatap masa depan Indonesia lebih baik. Seberat apapun tantangannya, akan mampu kita hadapi. Sehingga cita-cita kemerdekaan yang kita rengkuh 74 tahun lalu, bisa kita maksimalkan,” kata wabup. Pada tasyakuran ini turut diserahkan penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun, kepada beberapa pegawai yang dinilai telah mengabdi dengan baik.

Serta penghargaan Best in Talent Pemilihan Duta Siswa Berprestasi Nasional pada siswa SDN Pandan Kecamatan Pacet, juara 1 lomba kebersihan kantor oleh DLH, juara 1 lomba desa tahun 2019 yang diraih Desa Gondang Kecamatan Gondang, Desa ODF kepada Desa Bejijong Trowulan, terbaik 1 lomba 10 program pokok PKK pada Desa Mojowatesrejo Kecamatan Kemlagi, serta beberapa penghargaan bergengsi lainnya.

Sedangkan untuk prosesi penurunan bendera, upacara masih dilakukan di hari dan tempat yang sama, yakni sore pukul 16.30 WIB dipimpin Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto Rudy Hartono sebagai inspektur upacara.

Sebagai informasi, seluruh rangkaian peringatan HUT RI ke -74 tahun 2019 dimulai dari rapat paripurna mendengarkan pidato kenegaraan pada Jumat pagi tanggal 16, dilanjutkan apel kehormatan dan renungan suci di TMP Gajah Mada pada malam hari.

Selanjutnya yakni upacara pengibaran bendera, resepsi kenegaraan, hingga prosesi penurunan bendera pada Sabtu tanggal 17 Agustus.

(T@urus)

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mojokerto Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

Written By Hapraindonesia on 8/16/2019 | 19:16

(Foto: Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Dalam rangkaian HUT RI ke 74, DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar rapat paripurna istimewa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo, bertempat di ruang rapat DPRD Kab. Mojokerto Graha wichesa Jl.A. Yani Kota Mojokerto.Jum'at (16/08/2019).

Turut hadiri Wakil Bupati Pungkasiadi, Sekretaris Daerah Heri Suwito, Wakil Ketua DPRD Beserta Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, dan Forkompimda, Kapolres Mojokerto,Dandim 0815, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto,  Dandenpom V/2 Mojokerto,Para Veteran, Ormas,LSM, Wartawan dan semua OPD dan Camat se-kabupaten Mojokerto.

Dalam sambutannya Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto H Ismail Pribadi,SE menyampaikan bahwa diadakannya Rapat Paripurna Istimewa tersebut salah satu rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI Ke 74. Yaitu pidato kenegaraan presiden RI pada sidang bersama DPRD, DPD RI dan dilanjutkan tinggal 17 Agustus semua mengikuti upacara bendera dan detik-detik proklamasi RI." ungkapnya.

Setelah pembukaan berlangsung diteruskan dengan acara melihat dan mendengarkan layar lebar yang menyiarkan langsung Pidato Kenegaran Presiden RI, para Pimpinan DPRD,  Wabup, Forkopimda ,Sekda, dan Sekwan menempatkan diri untuk melihat acara tesebut, Acara berlangsung dengan khidmat mendengarkan Pidato Kenegaraan HUT Kemerdekaan RI yang Ke-74 dengan tema “SDM Unggul Indonesia Maju”.

Muda-mudahan acara ini membuat berkah bagi kita bersama khususnya peningkatan kwalitas cita kita ke pada bangsa dan negara agar sidang rapat paripurna dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan berjalan lancar dan hikmah.

Dalam sidang tahunan MPR RI, Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya menyampaikan bahwa saat ini kita perlu mengantisipasi dari ancaman terhadap ideologi, yang bisa mengancam persatuan dan persatuan bangsa.

"Soal banyak persaingan dari berbagai Negara, Indonesia tidak pernah takut dengan persaingan, kita harus berubah menciptakan kwalitas sumber daya manusia yang membuat kita maju dan sejahtera" kata Presiden Jokowi dalam pidatonya.

(T@urus/Adv)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved