Latest Post

Komplotan Pembobol Rumah Kosong Dibekuk Polisi

Written By Hapra Indo on 5/28/2016 | 16:42

Foto : Istimewa
Nganjuk, hapraindonesia.co  - Reserse kriminal (Reskrim) Polsek Warujayeng, Nganjuk, Jawa Timur, berhasil membekuk empat orang pelaku pembobolan rumah milik Muhammad Soim (37) warga Dusun Krajan Utara, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur.

Keempat pelaku yang berhasil diamankan petugas adalah Hudi, (38) warga Dusun Mindi Desa Kelutan Kecamatan Ngronggot, Purnomo (28), Fajar Harianto, 26, dan Muhammad Khoirul Anwar (19) yang ketiga tiganya adalah warga Dusun Krajanpatuk, Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. " Empat orang pelaku itu tiga di antaranya adalah tetangga satu desa dengan korban dan satu orang pelaku lainnya berasal dari Kecamatan Ngronggot," kata Kapolsek Warujayeng Kompol Abraham Sisik, S.I.K, disela sela rilis Sabtu (28/5/2016) di Mako Mapolsek Warujayeng.

Kompol Abraham menjelaskan kronologi terungkapnya kasus pencurian dengan pemberatan (curat) ini berawal saat Soim, korban pemilik rumah pada Rabu 25 Mei 016 malam sekitar pukul 19.00, bersama anak istrinya pergi meninggalkan rumah untuk membeli makanan di Prambon. "Waktu itu semua pintu sudah dikunci, begitu pula pintu pagar," jelas Abraham.

Masih lanjut Abraham Sekitar pukul 20.00 WIB, usai makan Soim dan keluarganya kembali pulang ke rumah. Sesampainya di depan rumah, korban berpapasan dengan empat orang yang keluar dari pekarangan rumahnya. "Saat itu korban (Soim) mulai curiga dengan empat orang itu, karena malam-malam keluar dari pekarangan rumahnya," jelas Kompol Abraham.

Dengan perasaan tidak tenang, Soim masuk rumah dan melihat kondisi rumah dalam keadaan berantakan. Selain itu, pintu rumah bagian belakang dalam keadaan terbuka dan ada bekas cukitan. Korban pun langsung melakukan pengecekan dan mendapati 3 buah ponsel serta uang yang berada dalam dompet raib. "Karena sebelumnya sudah curiga, akirnya korban menemui empat orang yang sempat dilihatnya tadi," jelas kata Abraham.

Ketika ditemui dan ditanya terkait hilangnya tiga buah ponsel dan uangnya, empat orang tersebut tidak mengakuinya. Selanjutnya korban melapor kepada perangkat desa setempat hingga diteruskan ke Polsek Warujayeng. "Laporan kita terima dan langsung kita lakukan penyelidikan dengan mencari keberadaan empat orang yang identitasnya sudah kami kantongi," terang Abraham.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, empat orang tersebut ternyata terbukti sebagai pelaku pembobolan rumah milik Soim, dan ditangkap tanpa perlawanan pada Kamis 26 Mei 2016. Kepada penyidik kepolisian, komplotan ini akhirnya mengakui aksi mereka membobol rumah Soim dengan menggunakan senjata tajam berupa golok sabit.

"Keempatnya langsung kami tangkap bersama barang bukti berupa tiga ponsel, serta dompet warna merah dan peralatan untuk mencongkel pintu, Selanjutnya keempat tersangka kini ditahan dan dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian disertai pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara" Tutup Kompol Abraham. (*/B@m)

Mbah Kalimah, Penderita Tumor Mata Yang Tidak Tercover Jaminan Kesehatan

Written By Hapra Indo on 5/22/2016 | 19:30

Kediri, hapraindonesia.co - Mbah Kalimah wanita, (76) th warga Desa Grogol, RT 1 RW 2 Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri terbaring lemas diatas ranjang yang terbuat dari bambu sedang menahan rasa sakit pada mata bagian kiri akibat menderita tumor mata.


Sungguh Ironis nenek yang hidup sendiri tanpa sanak saudara tersebut tidak sempat tercover oleh jaminan kesehatan dari pemda setempat.


Dalam kesehariannya Mbah Kalimah tinggal di ruangan yang sangat sempit berukuran 2X4 meter, tanpa lampu penerangan, dan sangat pengap.

Ruangan 2X4 meter itu pun bukan miliknya sendiri, melainkan milik  tetangga mbah Kalimah yang iba melihat kondisi wanita (76) th yang hidup sebatang kara tanpa memiliki sanak saudara.


Ironisnya warga yang benar benar sakit, dan tidak mampu ini tidak terkover  BPJS maupun Jamkesda, hal tersebut baru diketahui pihak desa yang sering mengajukan salah satu wargannyake pemerintaah yaitu mbah Kalimah Warga desa Ngroggol Rt 1/ Rw 2 Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.


Padahal menurut keteranga Nur Hadi salah satu perangkat Desa tersebut ( bagian kesra ) menuturkan bahwa  Pemerintah desa setempat sudah sering mendaftarkan Mbah Kalimah untuk diikutkan Jaminan Kesehatan dari Pemerintah Pusat maupun daerah namun selalu tidak lolos ferivikasi.


"Kita setiap tahun mengajukan Mbah Kalimah menjadi peserta BPJS PBI, hasilnya Mbah Kalimah hingga saat ini juga tidak lolos verifikasi dan tidak tercantum" terang Nur Hadi.



Selain itu dari keterangan dari tetangga mbah kalimah, bernama Erna, untuk kebutuhan makan mbah kalimah, setiap harinya menunggu belas kasihan dari para tetangganya. "Untuk makan kesehariannya pun diberikan oleh lingkungan yang kasihan melihat Mbah Kalimah" ungkap Erna.


Mbah Kalimah menderita penyakit Tumor mata sudah sejak 10 tahun lalu, namun baru 3 bulanan ini mata nenek Kalimah membengkak hingga sebesar Bola Kasti dan membusuk sehingga menimbulkan bau yang kurang sedap. Tak ada pengobatan yang dilakukan Nenek ini, hanya sesekali diberikan obat anti nyeri ketika dia merasakan sakit.


Melihat Kondisi ini, membuat wartawan Kediri melakukan aksi sosial untuk membantu kondisi Nenek Kalimah yang sangat memprihatinkan ini.

Diungkapkan salah satu Wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kediri Andimas Budi mengungkap jika menyesalkan sikap pemerintah daerah yang tidak mampu memberikan jaminan Kesehatan pada warga miskin.


"Menurut saya pribadi pemerintah kurang serius dalam memberikan jaminan kesehatan pada rakyatnya. Ini adalah wujud kegagalan dari pemerintah hingga masih ada orang yang hidup sebatang kara menderita penyakit dan tak terpantau pemerintah" ungkap Andimas usai mengunjungi Mbah Kalimah di rumahnya.


Sementara Mbah Kalimah yang dikunjungi jurnalis se Kediri mengaku bersedia jika ada yang memberikan bantuan pengobatan atas penyakitnya " Saya mau dibawa Kepuskesmas besok" ungkapnya sambil terbaring lemas diatas ranjang bambu sembari menahan rasa sakit dimatanya. (B@m)

Pemerintah Kota Kediri Dukung Perpusnas Daftarkan Cerita Panji Menjadi Warisan Unesco

Written By Hapra Indo on 5/07/2016 | 07:03

Kediri, hapraindonesia.co - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan mendaftarkan 'Cerita Panji' menjadi warisan Unesco, sebagai Memory of the Wordl atau MOW. Rencana perpusnas ini langsung diapresiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan, Pemkot belum mendapat tembusan resmi rencana perpusnas. Namun demikian, Cerita Panji, menututnya bukan hanya persoalan dari daerah mana, karena berkembang dari banyak versi.

"Dari beragam versi itu, masing-masing mempunyai potongan, fragmen, misalnya, cerita Ande-ande Lumut, Yuyu Kangkang, maupun mbok rondo Dadapan, hingga pengembaraan Pangeran Inu Kencana," katanya, Jumat (6/5/2016).

Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri ini juga tidak mengklaim cerita Panji dari Kediri, namun di Kediri juga masuk dalam historis cerita Panji. Cerita tersebut ditelusuri dari berbagai peninggalannya, misalnya, Goa Selomangleng, Taman Sekartaji, hingga nama daerah di Kota Kediri.

"Cerita Panji itu kaya versi dan kaya fragmen, ada potongan tertentu, dan dari cerita besarnya ditampilkan potongan-potongan, tapi biasanya sama, hanya menggunakan dialeg yang beda, bahasa yang beda," imbuhya.

Pria yang pernah menduduki kursi Kabag Humas Pemkot Kediri ini juga tidak meminta agar pusat mengirimkan surat resmi ke pemerintah kota terkait dengan informasi penggalangan dukungan agar cerita Panji menjadi warisan Unesco itu.

"Secara dokumen masih belum terdokumentasi dengan maksimal. Saat ini, pemerintah kota masih berupaya untuk semaksimal mungkin mengumpulkan berbagai dokumen baik literatur maupun yang sifatnya cerita rakyat," terusnya.

Secara data di Kota Kediri, katanya, sangat minim. Namun, pihaknya mulai merangkai dan juga ada penelitian dasar dan terus kami kembangkan. Jika dalam bentuk dokumen berupa benda ini agak beda.

Untuk diketahui, perpusnas menggalang dukungan agar cerita Panji masuk dalam Unesco. Saat ini, Perpusnas sudah menyiapkan formulir untuk mengirimkan resmi usulan ini dan Unesco akan mengumumkan hasilnya pada pertengahan 2017. Penasihat Perpusnas sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro aktif melakukan rencana tersebut. Cerita Panji dimulai di abad ke-13 atau pada masa awal Kerajaan Majapahit.

Panji merupakan kisah tradisional Jawa Timur yang berasal dari abad ke-13 yang kemudian menyebar ke beberapa wilayah dan negara lain. Cerita itu melibatkan kisah percintaan antara Pangeran dari Daha dan satu dari Kediri. Yang laki-laki adalah Inu Kertapati dan yang perempuan Dewi Anggraeni dari Kediri.

Berkembangnya Kerajaan Majapahit pada Abad ke-14 dan ke-15, Panji juga ikut tumbuh sehingga menyeberang ke Bali, Lombok, Kalimantan, dan ikut dibawa ke Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand.

(adv/hms)

Satreskrim Polresta Kediri Ringkus DPO Korupsi Jasmas DPRD 2013

Written By Hapra Indo on 5/06/2016 | 18:00

Kediri, hapraindonesia.co - Satuan Reskrim Polres Kediri meringkus Sugeng Waluyo (44) warga Lingkungan Kresek, RT 01 / RW 01 Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Sugeng merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan korupsi dana jaring aspirasi masyarakat (jasmas) tahun 2013.

Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Anwar Iskandar mengatakan, tersangka dibekuk di wilayah Desa Manukan Rt 02/08 Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, pada Kamis (5/5/2016) sekitar pukul 22.00 WIB. Tersangka langsung digiring ke Polres Kediri Kota untuk diperiksa lebih lanjut.

"Dasar penangkapan kami sesuai LP/117/IX/2014/res kediri Kota tanggal 03 September 2014. Tersangka sudah ditetapkan sebagai sesuai surat DPO/137/VI/2015/ Satreskrim tanggal 10 Juni 2015," terangnya, Jumat (6/5/2016).

Dijelaskan olehnya, pada tahun 2013 Rudi Hendrayanto bersama tersangka Sugeng, selaku koordinator partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kecamatan Pesantren, Kota Kediri secara melawan hukum menguntungkan diri sendiri dan orang lain dalam pelaksanaan proyek rehab dan pembangunan fisik serta pengadaan barang melalui delapan kelompok masyarakat (pokmas) di Kecamatan Pesantren.

Proyek tersebut atas rekomendasi oleh Dewi Purwati, SH, anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Hanura pereode 2009-2014. Dari hasil audit, perbuatan tersangka merugikan keuangan Negara sebesar Rp.119.097.168. (B@m)

Cegah Banjir, DKP Kota Kediri Ajak Masyarakat Rutin Bersihkan Selokan

Written By Hapra Indo on 5/02/2016 | 07:58

Kediri, hapraindonesia.co - Sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat Kota Kediri pada khususnya, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri mengajak Masyarakat untuk rutin membersihkan selokan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali di minggu terakhir.

Salah satunya terlihat di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Banjaran, para warga terlihat bergotong royong saling membantu untuk membersihkan selokan sepanjang jalan Slamet Riyadi pada Minggu, (01/05/2016) pagi

Salah satu warga Setempat Katino mengungkapkan kegiatan gotong royong bersih bersih selokan tetap dilakukan karena warga mengaggap ini sangat penting dikarenakan cuaca sekarang sulit untuk di prediksi. “Cuaca sekarang sangat sulit diprediksi makanya kita bersama sama warga yang lain tetap melakukan kerjabhakti dengan membersihkan selokan, selain itu juga memangkas ranting rantying pohon yang rentan akan roboh jika hujan datang” ungkapnya.

Terpisah, Kasi Kebersihan Jalan dan Saluran DKP Kota Kediri, Eko Budi Santoso ketika dihubungi lewat telepon selulernya mejelaskan program ini sebagai wujud ajakan terhadap masyarakat khususnya Kota Kediri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu kegiatan ini juga sebagai wujud untuk menghidupkan roh roh jiwa kegotong royongan warga Kota Kediri untuk saling membantu satu sama lain dengan Kerjabhakti.

“Dengan program tersebut masyarakat bisa bergotong royong dengan bekerjabakti” kata Budi.

Sementara itu pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri sendiri selain memberikan suport juga membantu pengangkutan sampah sampah sedimen yang sudah di entaskan oleh warga dari selokan.

Untuk diketahui program Tiga bulanan tersebut dilakukan oleh 46 Kelurahan yang ada di kota kediri. Dan pada saat ini program DKP tersebut sudah berjalan kedua kalinya pada tahun anggaran 2016. (Adv/B@m)

Ratusan Persik Mania, Saksikan Launcing Persik Kediri

Written By Hapra Indo on 5/01/2016 | 08:44

Kediri, hapraindonesia.co - Menjelang pertandingan away perdana ke Kota Jombang dalam Indonesia Super Championship (ISC) B, manajemen Persik Kediri memperkenalkan 25 pemain yang mengisi Skuad tim Macan Putih tim kebanggaan masyarakat Kediri..

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar hadir secara langsung dalam lauching Persik ini. Acara tersebut berlangsung di dalam Stadion Brawijaya Kota Kediri.

Kehadian pemain Persik, pelatih, official dan manajemen ini mendapat sambutan antusias dari ratusan suporter persikmania. Mereka telah datang di kandang Macan Putih, sejak dari pagi hari. "Kami mengajak semua komponen team untuk sama sama membangun sebuah klub yang hebat ke depanya dengan mengedepankan prinsip positif team," seru Mas Abu, panggilan akrab Walikota Kediri, Sabtui (30/4/2016).

Menurutnya dalam hal ini peran Pemerintah Kota Kediri hanya sebatas stake holder saja. Pemerintah hanya memiliki lapangan dan mess pemain yang bisa dipinjam pakai.

Sementara itu, Manager Persik Kediri Anang Kurniawan ketika dikonfirmasi tentang ditunjuknya kembali ia sebagai manager, mengaku tertarik untuk memegang klub ini.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan ini mengaku cinta terhadap Persik. Selain ikut melaunching tim, disela sela berkumpulnya para pemain, di ruang ganti, Wali Kota Kediri turut memberikan semangat kepada para pemain, sebelum bertolak bertanding ke Kota Jombang.

(Adv/hms)

Bertempat Disentra Tenun Ikat, Pemkot Kediri Launching Kampung UKM Digital

Written By Hapra Indo on 4/29/2016 | 09:40

Kediri, hapraindonesia.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melaunching Kampung Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Digital di Sentra Tenun Ikat Kodok Ngorek Kelurahan Bandar, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Kampung UKM Digital ini memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Kediri, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kerjasama dengan PT.Telkom ini.

“Dengan keseriusanTelkom untuk mendukung kemajuan IT kami berharap agar pelaku UMKM pro aktif dalam memanfaatkan IT untuk pemasaran produknya,” ujarnya, Kamis (28/4/2016).

Menurut Ning Lik, sapaan akrabnya, pemanfaatan IT dalam pemasaran produk dirasa penting karena saat ini telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dimana produk UMKM Indonesia akan bersaing dengan produk dari luar negeri.

“Harapannya, dengan pemasaran secara online produk UMKM Kota Kediri tidak akan kalah dengan produk luar negeri,” terangnya.

Nik Lik menambahkan, kedepan akan ada standart bagi produk Tenun Ikat Bandar Kidul ini. Dengan adanya standarisasi ini diharapkan kualitas tenun ikat di beberapa sentra tenun bisa sama dan pengrajin tenun di Kota Kediri bisa melayani pesanan tenun dalam jumlah banyak.

Launching ini disaksikan oleh General Manager (GM)Telkom Witel Jawa Timur Ir.Sinung, Perwakilan dari Bank Indonesia Gatot Kurniawan, Kepala Disperindagtamben Yetty sisworini, Kepala BPM Kota Kediri Triyono Kutut, dan para pelaku pengrajin Tenun Ikat Bandar kidul.

(adv/hms)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved