Latest Post

Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai Polres Mojokerto Kota

Written By Hapraindonesia on 6/16/2019 | 12:21

Foto : Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - Kegiatan Jalan santai dan senam Goyang dayung serta deklarasi Tolak Kerusuhan digelar Polres Mojokerto kota, acara digelar bertujuan untuk Jawa Timur bersatu menuju Indonesia damai mengambil Tema "Jawa Timur Bersatu Tolak Kerusuhan".

Kapolres Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, SH, SIK, MSc (Eng) didampingi Walikota Mojokerto H Ika Puspitasari, SE dan Wakil wali kota H Rizal Zakaria, diikuti Komandan Korem 082 bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto.

Foto : Istimewa
Setelah melakukan jalan santai bersama ribuan masyarakat kota Mojokerto dilanjutkan dengan senam Goyang dayung dan Deklarasi Tolak Kerusuhan. acara digelar, Minggu (16/6/2019) di Aloon-aloon Kota yang diikuti oleh ribuan masyarakat Kota Mojokerto.

Kapolres Mojokerto kota AKBP Sigit Dany Setiyono berharap, acara yang digelar kali bertujuan masyarakat tetap damai dan bersatu, hidup rukun damai dan kekekuargaan.

"Mari tetap kita jaga stabilitas dan keutuhan NKRI dengan Jawa Timur tetap bersatu menuju Indonesia damai,” pesanya.

Perlu diketahui momen acara menuju Indonesia damai digelar secara serentak di seluruh Indonesia.

(T@urus)

Buka Pelatihan Pemandu Wisata Tahun 2019, Ning Ita:Pariwisata Kota Mojokerto adalah Tanggung Jawab Bersama

Written By Hapraindonesia on 6/14/2019 | 05:06

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mojokerto menggelar pelatihan pemandu wisata. Kegiatan pelatihan dibuka oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pada Kamis (13/6) pagi di Ruang Damarwulan Hotel Raden Wijaya, Jalan Raden Wijaya nomor 42, Kota Mojokerto.

Dalam laporannya, Kepala Disporabudpar Kota Mojokerto Novi Rahardjo menyampaikan, pelatihan ini untuk menggerakkan secara optimal seluruh instrumen pendukung industri pariwisata khususnya di Kota Mojokerto.

"Tujuan dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi segenap instrumen pendukung industri pariwisata utamanya sumber daya manusia,” jelas Novi.

Lebih lanjut Novi menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan ini akan terbagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pertama pelatihan pemandu wisata buatan (ecopark), tahap kedua adalah pelatihan pemandu wisata budaya dan tahap ketiga adalah pelatihan pemandu wisata tematik.

“Hari ini temanya adalah ecopark yang titik beratnya pada tiga objek. Yaitu TPA Randegan, Hutan Kota, Pasar Minggu Pagi Benpas,” jelas Novi.

Novi menambahkan bahwa para wisatawan yang datang ke TPA Randegan dan Hutan Kota sering kali para pengunjungnya bertanya kepada para pedagang disekitarnya,untuk itu warga sekitar harus memiliki kemampuan untuk menjelaskan yang identik dengan guide.

Dalam pengarahannya, Ning Ita menyampaikan bahwa industri pariwisata di Kota Mojokerto bisa dikatakan tertinggal dibanding daerah lain. Sedangkan program pemerintah nasional mewajibkan bahwa di setiap daerah tingkat II mengembangkan potensi wisatanya.

“Maka saya dalam kepemerintahan ini akan memfokuskan sesuai dengan RPJMD yang telah disahkan. Bahwa urusan yang dipilih untuk menjadi prioritas pemerintah adalah bidang pariwisata,” kata Ning Ita.

Ning Ita mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini adalah menjadi penunjang untuk bidang pariwisata yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Daerah.

“Berbicara tentang pariwisata, salah satu komponen penting dan strategis di dalam sektor pariwisata adalah pemandu wisata. Bapak Ibu dihadirkan di sini untuk diberikan pelatihan,diberikan ilmu bagaimana menjadi seorang pemandu wisata. Dalam dunia pariwisata, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, harus ada sinergi dari beberapa pihak. Pemerintah menyiapkan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah. Kemudian pihak swasta ikut andil di dalamnya dan yang lebih penting lagi kontribusi dan partisipasi dari masyarakat,” tegas Ning Ita.

Dalam pengarahannya Ning Ita juga mengingatkan bahwa semua masyarakat Kota Mojokerto punya kewajiban ikut ambil bagian mensukseskan program pariwisata yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

“Para peserta pelatihan jangan mempunyai pemikiran ini hanya sekedar pelatihan, tetapi saya minta komitmen Anda semua yang hadir melalui kesempatan ini. Saya mengharapkan ilmu yang Anda beroleh bisa ditularkan kepada masyarakat secara luas. Agar semakin banyak masyarakat yang peduli bagaimana untuk menjadi tuan rumah terhadap wisatawan yang hadir,” lanjut Ning Ita.

Ning Ita juga mengapresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Karena selain men-support bidang pariwisata yang menjadi prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah Kota Mojokerto 5 tahun ke depan, juga sebagai bentuk bahwa masyarakat Kota Mojokerto mau berpartisipasi aktif ikut mendukung apa yang menjadi program dari pemerintah daerah. Ning Ita berharap dengan kehadiran para tour guide ini mampu memberikan pelayanan yang baik kepada siapapun wisatawan yang datang ke Kota Mojokerto.

Nara sumber dalam pelatihan ini dari kalangan praktisi maupun akademisi diantaranya Satrio Wiweko Direktur Eksekutif Sahabat Lingkungan dan Lisa Rokhmini dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Masing-masing tahap pelatihan akan dilaksanakan selama tiga hari dengan pemberian materi pada hari pertama dan kedua sedangkan pada hari ketiga akan diisi dengan observasi lapangan.

(Taurus)

Wabup Mojokerto Minta Potensi Wisata Terus Digali

Written By Hapraindonesia on 6/13/2019 | 15:02

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi dan jajaran, menghadiri silaturahmi dan halal bihalal 1 Syawal di kantor Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/6) pagi.

Wabup dalam sambutannya memotivasi Disparpora, untuk terus berinovasi  memajukan dan menggali terus ceruk-ceruk wisata Kabupaten Mojokerto. Pada tahun 2019 wabup juga mengimbau Disparpora untuk terus melengkapi sarana prasana penunjang  wisata.

"Potensi wisata kita harus terus digali, sebab potensinya sangat banyak. Tahun 2019 ini sarana prasarana penunjang pariwisata, saya minta untuk terus dilengkapi," imbau wabup.

Tak lupa wabup mengucapkan minal aidin wal faidzin kepada semua, dan mengajak seluruh stakeholder untuk bersinergi memajukan dunia pariwisata Kabupaten Mojokerto.

Djoko Widayanto mengucapkan terimakasih pada Wabup Pungkasiadi atas dukungan program-program peningkatan wisata di Kabupaten Mojokerto, yang mencapai total 210 destinasi. Meliputi wisata religi, wisata alam, wisata sejarah, wisata buatan, wisata kuliner serta sektor industri ekonomi kreatif.

"Disparpora sangat berterimakasih atas perhatian dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk program-program pariwisata. Ada sekitar 210 jujukan wisata, tentu kita berharap progress pengelolaan makin baik ke depan," kata Djoko.

Silaturahmi kali ini dimeriahkan pertunjukan seni khas tarung Ujung. Kesenian khas Kabupaten Mojokerto, dimaksudkan sebagai ikhtiar memanggil hujan pada musim kemarau panjang.

Wabup Pungkasiadi mencambukan bilah rotan secara simbolis pada pemain Ujung, dengan didampingi Kepala Disparpora Djoko Widjayanto sebagai pembuka acara. Halal bihalal dan silaturahmi ini juga dihadiri Asisten II Mustain, Kepala OPD terkait, Ketua Koni, Camat se-Kabupaten Mojokerto, dan organisasi kepemudaan (Paguyuban Gus dan Yuk serta Purna Paskibraka Indonesia).

(T@urus) 

Rembug Desa Kecamatan Pacet Tahun 2019 "Pacet Kota Idaman"

Written By Hapraindonesia on 6/12/2019 | 19:55

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - “Pacet Kota Idaman” atau kepanjangan dari Pacet Kota Wisata Indah Damai dan Nyaman, menjadi misi dan target pembangunan Kecamatan Pacet ke depan.

Misi yang disampaikan Camat Pacet Malik, mendapat respon positif dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Mojokerto pada acara rembug desa bersama Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, di area Mojo Kembangsore Park Pacet.

“Misi kami adalah membuat Pacet Kota Idaman dengan visi peduli, cepat tanggap, empati dan bertanggung jawab. Terimakasih pada Kabupaten Mojokerto yang terus memberi bimbingan dan arahan. Terutama atas BK Desa yang diberi, sehingga Kecamatan Pacet kian diperhitungkan di semua bidang dengan segala potensinya,” beber Malik, Rabu (12/6) pagi.

Kecamatan Pacet sebagai salah satu ceruk pariwisata andalan Kabupaten Mojokerto, memang diprioritaskan. BK Desa tahun anggaran 2019 untuk Kecamatan Pacet juga digelontor secara maksimal.

Ada 5 desa yang menerima bantun BK Desa. Antara lain Desa Tanjung Kenongo dan Cembor masing-masing Rp 700 juta, Sajen dan Padusan masing-masing Rp 500 juta, hingga Desa Petak yang diguyur bantuan mencapai Rp 1 miliar.

Ditambah beberapa kegiatan pembangunan lainnya seperti contoh peningkatan jalan Kembangbelor-Claket tahap dua, jalan Bulak Kunci-Bendunganjati dan sebagainya, dengan total nilai bantuan mencapai Rp 26 miliar lebih. Kesemuanya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasana penunjang.

Wakil Bupati Pungkasiadi, dalam arahannya menjelaskan potensi luar biasa Kecamatan Pacet sehingga bisa berkembang pesat.

“Kecamatan Pacet memang kita prioritaskan sebagai destinasi wisata. Pembangunannya kita genjot, karena memang sangat potensial. Ubalan, Coban Canggu, Mojo Kembangsore Park, dan beberapa destinasi wisata lagi semuanya harus selesai tahun ini. Jika desa maju, itu artinya Pemerintah Daerah sukses dalam menjalan tugas dan tanggungjawab menyejahterakan,” kata wabup.

Dengan semua potensi tersebut, Kecamatan Pacet juga terus berbenah dengan membuat banyak inovasi pada tata kelola pemerintahannya. Diantaranya Tutorial Audiensi Perangkat Desa dan Kades Spontan atau disingkat Tape Ketan, Duduk Bareng Bersama Pimka dalam Rangka Antisipasi Cerita Terkini (pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan) atau disingkat Duren Pacet, juga ada Kripik Kemiri atau kepanjangan dari Kriminal Pidana dan Kekerasan dalam Rumah Tangga Dikendalikan dan Tidak Kemari.

Rembug desa sekaligus halal bihalal kali ini juga dihadiri segenap jajaran OPD, serta Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi.

(T@urus)

Hari Pertama Usai Libur Lebaran, Ning Ita Sidak Fasilitas Publik

Written By Hapraindonesia on 6/10/2019 | 18:42

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - Pertama usai libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriyah Senin (10/5), sebagaimana Surat Edaran Menpan-RB bahwa semua ASN telah diwajibkan masuk kerja. Untuk memastikan hal tersebut Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa kantor pemerintah di Kota Mojokerto.

Sidak kehadiran ASN pascalibur lebaran terbagi menjadi tiga tim. Tim pertama dipimpin langsung oleh Wali Kota Ning Ita. Dengan didampingi Kepala BKD, Asisten Administrasi Kesejahteraan, Inspektur Kota Mojokerto, Kabag Humas dan Protokol. Ning Ita meninjau RSUD Wahidin Sudiro Husodo, Pasar Cakar Ayam dan GMSC.

Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria sidak di kantor Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA), yang kemudian dilanjutkan ke Dinas Perhubungan. Wawali Cak Rizal melakukan sidak dengan didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan, Kabag Organisasi, Kabag Kesra, Kabag Umum serta Sekretaris BKD.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati bersama Sekretaris DPRD, Kabag Pembangunan, Kabag Hukum dan Kabid Pengadaan, Pemberhentian Mutasi dan Promosi BKD meninjau Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Kota.

Dari hasil sidak didapati semua ASN di Kota Mojokerto sudah menjalankan tugasnya masing-masing sebagaimana biasa. Kalaupun ada yang tidak hadir pada hari pertama usai lebaran semua disertai dengan izin dari kepala OPD masing-masing.

Usai menggelar sidak di GMSC, Ning menyampaikan bahwa kerja sama dengan BPPT adalah salah satu program besar Pemerintah Kota Mojokerto terkait pelayanan publik.

"Ke depan pelayanan publik di Kota Mojokerto akan berbasis elektronik dan terintegrasi antarseluruh OPD. Dan hal ini sudah dimulai dengan penandatanganan kerja sama dengan BPPT beberapa waktu lalu,” kata Wali Kota.

Ning Ita melanjutkan, untuk menerapkan sistem ini Pemkot Mojokerto menunggu tindak lanjut kajian dan hasil dari inventarisasi yang dilakukan dari tim BPPT yang akan segera turun setelah lebaran.

“Pendampingan BPPT tidak hanya sebatas sistem atau aplikasi yang diterapkan di sini. Tapi sekaligus pendampingan SDM sampai benar-benar bisa dilepas dan berjalan paripurna. Kemungkinannya selama 2 atau 3 tahun,” jelas Ning Ita.

Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa dengan aplikasi yang dikembangkan oleh BPPT ini akan mempermudahkan dalam perijinan usaha.

"Ke depan pemohon ijin usaha ketika mengurus sebuah ijin tidak perlu lagi membawa segala persyaratan perijinan. Semua bisa langsung dilihat di sistem tersebut selama basis datanya tersedia di Dispendukcapil,” kata Ning Ita.

Dalam kesempatan ini Ning Ita juga menyampaikan akan segera menyelesaikan pembangunan gedung GMSC. Termasuk untuk melengkapi semua fasilitas untuk kebutuhan penyandang disabilitas sehingga benar-benar memenuhi standar untuk menjadi fasilitas publik serta memaksimalkan fungsi ruang-ruang kosong yang ada di GMSC.

Sebelum melakukan sidak, Ning Ita dan Cak Rizal menggelar Halalbihalal bersama karyawan-karyawati Pemerintah Kota Mojokerto di GOR dan Seni Mojopahit Kota Mojokerto.

(T@urus)

Wabup Mojokerto Gelar Sholat Idul Fitri 1440 H Sekaligus Open House

Written By Hapraindonesia on 6/05/2019 | 20:02

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Penggalan pesan tersebut dituturkan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, dalam salat Idul Fitri 1440 hijriyah tahun 2019 di Masjid Baitul Muttaqin Desa Plososari Kecamatan Puri, Rabu (5/6) pagi.

"Silaturahmi adalah kunci. Bagaimanapun besarnya umat Islam secara kuantitatif, tidak ada artinya jika tanpa persatuan yang kokoh," kata wabup.

Dalam kesempatan berbahagia ini, wabup juga menyampaikan harapannya agar pengelolaan zakat fitrah bisa selaras dengan visi misi pembangunan Kabupaten Mojokerto. Dimana dapat disimpulkan bahwa pembangunan yang telah dilaksanakan, ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat secara merata dan tepat.

Berbicara tentang zakat, BAZNAS Kabupaten Mojokerto beberapa bulan lalu telah diresmikan. Lembaga ini, tambah wabup, diharapkan dapat mengoptimalkan potensi yang ada di Kabupaten Mojokerto guna menolong masyarakat yang masih kekurangan maupun tertimpa musibah.

Usai mengikuti salat Idul Fitri, wabup didampingi Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, berkenan menerima tamu OPD maupun masyarakat dalam acara open house di Pendopo Graha Majatama yang digelar hingga jam 11 siang.

(T@urus)

Takbir Menetap Hari Raya Idul Fitri 1440 H di Pendopo Graha Praja Wijaya Kota Mojokerto

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - Kumandang takbir menyambut 1 Syawal 1440 H bergema di seluruh penjuru. Termasuk Pemerintah Kota Mojokerto. Pada tahun ini Pemkot kembali menggelar takbir menetap pada Selasa malam (4/6) di Pendopo Graha Praja Wijaya, Kota Mojokerto.

Dengan mengenakan busana muslim bernuansa putih, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang didampingi suami, Supriyadi Karima Saiful, Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Forpimda Mojokerto dan Ketua TP PKK Kota Mojokerto bersama segenap Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto, camat dan lurah se-Kota Mojokerto mengikuti takbir menetap yang diadakan oleh Bagian Kesejahteran Rakyat Sekretariat Daerah Kota Mojokerto.

Mewakili Wali Kota Mojokerto, Cak Rizal membuka acara takbir menetap Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Dalam sambutannya, Cak Rizal menyampaikan bahwa acara takbir menetap di penghujung Ramadan adalah sebagai forum silaturahmi dengan masyarakat.

“Pada malam hari ini dengan perasaan bahagia kita bisa berkumpul di akhir bulan Ramadan. Semoga di dalam Ramadan yang kita lalui bersama selama sebulan penuh ini membawa manfaat berkah untuk kita semua,” kata Cak Rizal.

Dan kita ketahui bersama bahwa bulan Ramadan adalah bulan instrospeksi bagi kita semua, bulan penuh berkah. Di bulan Ramadan, semua yang kita lakukan menjadi ibadah. “Bahkan tidurpun punya nilai ibadah. Tapi bukan berarti puasa lalu tidur terus,” canda Cak Rizal di depan ratusan warga yang hadir.

Dalam kesempatan ini, Cak Rizal juga mengingatkan pada seluruh peserta takbir menetap untuk selalu bersyukur atas semua rezeki yang telah diterima dan memanfaatkan dengan sebaik mungkin.

"Marilah dipenghujung malam Ramadan ini kita minta kepada Allah SWT agar kita dipertemukan lagi dengan Ramadan tahun depan. Dan mari kita sambut Idul Fitri dengan gembira,” kata Cak Rizal.

Menutup sambutannya, Cak Rizal mohon doa untuk Pemerintah Kota Mojokerto agar Ning Ita dan seluruh jajarannya dapat menjalankan pemerintahan di Kota Mojokerto dengan baik, diberikan kekuatan serta kelancaran dalam melaksanakan tugasnya.

“Dan yang paling penting, diberikan keselamatan sampai dengan akhir tugasnya. Semoga silaturahim kita membawa manfaat, berkah bagi kita kedepannya,” pungkas Cak Rizal. Usai menyampaikan sambutan Cak Rizal menabuh bedug dengan didampingi kepala OPD sebagai pertanda dimulainya Takbir Menetap Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

(T@urus)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved