Latest Post

Empat Pejabat Di Lingkup Pemkott Mojokerto Terjaring OTT KPK

Written By Hapra Indonesia on 6/18/2017 | 12:05

Foto: Ruang Pimpinan DPRD Kota Mojokerto/Ist
Mojokerto, hapraindonesia.co - Empat pejabat di lingkup Kota Mojokerto terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sabtu (17/6) dini hari. Keempatnya adalah Ketua DPRD Kota Mojokerto (dari partai PDIP) Purnomo, Wakil Ketua Dewan Umar Faruq (PAN), Wakil Ketua Dewan Abdullah Fanani (PKB) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Wiwit Febrianto.

Dalam OTT kali ini petugas menemukan barang bukti uang tunai sebesar 470 juta dari tiga mobil berbeda yang ditumpangi oleh Ketua DPRD Kota Mojokerto Purnomo dan Wakil DPRD Kota Mojokerto 300 juta yang dikendarai oleh Kepala DPUPR Wiwit Febriyanto dengan membawa uang sebesar 140 juta dan mobil yang dikendarai oleh terduga dengan inisiatif Terima dengan membawa uang sebesar Rp 30 juta.

Sementara itu Walikota Mojokerto, ditemui di halaman Pemkot Mojokerto usai ikut di acara ormas keagamaan di Pendapa Pemkot Drs.Mas'ud Yunus mengakui, memang ada empat pejabat di lingkup Kota Mojokerto terjaring OTT KPK.Pihaknya menyatakan masih mengikuti perkembangan proses tersebut." ucapnya.

Penangkapan tiga pimpinan DPRD, Kadis PUPR Kota Mojokerto dan dua orang konsultan saat OTT tim Satgas Penindakan KPK dini hari kemarin tampaknya tak banyak mendapat respons dari para petinggi partai yang menaungi ketiga pimpinan dewan tersebut. Sementara salah istri Ketua DPRD Kota Mojokerto Sempat kehilangan kontak.

OTT KPK terhadap empat pejabat publik di lingkungan Pemkot Mojokerto menjadi pukulan berat bagi keluarga. Semula tak satupun anggota keluarga dari keempat pejabat itu mengetahui kronologi penangkapan pada Sabtu (17/7) dini hari.

Salah satunya diakui Temuliyah, (54) istri Ketua DPRD kota Mojokerto, Purnomo. Dia bahkan mengaku tak percaya jika suaminya ditangkap lembaga antisuah tersebut.

(Taurus)

Kiai Ud Bagikan Sertifikat Tanah Program PTSL di Kelurahan Meri

Written By Hapra Indonesia on 6/15/2017 | 07:15

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus, Rabu (14/6) hadir dalam pembagian sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mojokerto di Kantor Kelurahan Meri Kota Mojokerto.

Bersama Kepala BPN Kota Mojokerto, Henny Kartika dan Kiai Ud membagikan sendiri sertifikat yang menjadi harapan dari masyarakat tersebut. Program PTSL ini meliputi semua objek pendaftaran tanah yang belum terdaftar dalam satu wilayah desa/kelurahan. Program ini digagas oleh Pemerintah Republik Indonesia dan dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional.

Program inipun bertujuan untuk mengakselerasi pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah. Dengan demikian dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mas'ud Yunus dalam sambutannya menuturkan bahwa dengan terbatasnya lahan dan bertambahnya penduduk di Kota Mojokerto, sehingga masalah pertanahan ini adalah persoalan yang serius. “Semua tanah harus punya status. Kalau tidak jelas statusnya pasti akan timbul sengketa. Kita tidak ingin di Kota Mojokerto ini terjadi sengketa tanah,” tuturnya.

Karena itu Pemkot melalui BPN terus melaksanakan kegiatan persertifikatan tanah ini agar semua tanah yang ada di Kota Mojokerto, baik milik perorangan maupun milik pemerintah harus bersertifikat. “Hal ini juga untuk menghindari konflik dan menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelas Kiai Ud.

Kota Mojokerto, lanjut Kiai Ud, dijadikan program kota lengkap oleh BPN. Artinya tanah di Kota Mojokerto ini harus bersertifikat bahkan tahun ini Kota Mojokerto ditarget 3500 tanah yang harus disertifikatkan. “Alhamdulillah secara bertahap dapat kita laksanakan berkat kegigihan dari Ibu kepala BPN Kota Mojokerto dan mudah-mudahan program ini dapat terlaksana dengan baik,” harapnya.

Munaji, warga Meri salah satu warga penerima sertifikat PTSL berterima kasih kepada Wali Kota Mas’ud Yunus. Ia juga memuji program-program yang telah dilakukan Pemkot Mojokerto. “Alhamdulillah, saya bersyukur sekali mempunyai Wali Kota seperti Pak Mas’ud. Sebagai rakyat kecil, banyak sekali program gratis yang saya peroleh. Mengurus apapun di Kota Mojokerto pun sangat mudah. Salah satunya seperti pengurusan sertifikat yang saya terima ini,” ucapnya bangga.

(Adv/Taurus)

Wawali Kediri Berikan Santunan Pada 200 anak yatim dan 80 dhuafa

Written By Hapra Indonesia on 6/11/2017 | 02:12

Foto: Dok/Humas
Kediri, hapraindonesia.co- Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibah, menyantuni anak Yatim dan Dhuafa di Masjid Pondok Al-Islah Bandar Kidul, Minggu (11/6).

"Orang tua tunggal pastilah dalam pengasuhan butuh beberapa hal, entah biaya ataupun sebagainya. Apabila ada hal yang bisa dikordinasikan dengan pemerintah kota, tetap kita utamakan untuk bisa membantu dan bekerjasama dengan para wali anak yatim," tutur Ning Lik dalam acara tersebut.

Acara seperti ini adalah merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kota Kediri.

"Santunan anak yatim dan dhuafa merupakan kegiatan sosial PC muslimat NU Kota Kediri yang diadakan setahun dua kali yaitu pada bulan Muharram dan Ramadhan," ungkap Ning Lik.

Foto: Dok/Humas
Dengan adanya santunan yatim dan dhuafa ini, Ning Lik yang juga menjabat sebagai Ketua Muslimat NU Kota Kediri ini berharap dapat membantu beban orang tua dan para dhuafa,"Bagi para orang tua, harapan saya semoga ini dapat membantu untuk kebutuhan dan para dhuafa semoga dapat membantu kebutuhan kehidupannya,"harap Ning Lik.

Binti salah satu wali dari anak yatim yang berasal dari Kelurahan Bandar, mengungkapkan senang dan terharu, mendapatkan santunan untuk putranya Raka Mahendra yang kini berusia 5 tahun.

"Senang sekaligus merasa terharu, suami saya meninggal November tahun lalu Karena penyakit jantung. Uang santunan ini nanti akan saya tabung untuk sekolah anak saya," ungkap perempuan berusia 40 tahun tersebut.

Acara santunan anak yatim dan duafa diberikan kepada 200 anak yatim dan 80 dhuafa. Hadir juga dalam acara yang baik ini, perwakilan dari dinas samping seperti BI, OJK, Bank Jatim, Gudang Garam, Ancab dari 3 kecamatan serta 74 ranting muslimat se-Kota Kediri.

(Adv/Humas)

Mas Abu dan Ning Lik, Resmikan Masjid Auliya' Setono Gedong

Written By Hapra Indonesia on 6/09/2017 | 09:46

Mas Abu Ketika Memukul Beduk Pertanda diresmikannya Masjid Auliya' Setono Gedong Kota Kediri, Kamis (08/06) Malam.
Foto: Dok/Humas
Kediri, hapraindonesia.co – Bertepatan dengan bulan Ramadhan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah meresmikan Masjid Auliya' Setono Gedong, yang berada di Jalan Dhoho, Setono Gedong, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Kamis (8/6) malam.

Dalam sambutannya Mas Abu sapaan akrab walikota Kediri mengatakan, perlunya dibangun kembali Masjid Auliya' ini karena banyak didatangi oleh masyarakat yang berziara, "Masjid ini harus besar karena puluhan ribu orang datang berziarah dan pasti mampir ke masjid ini," ujarnya.

Mas Abu juga menuturkan dirinya tidak menyangka bahwa Masjid Auliya' ini memiliki arsitektur yang bagus setelah dibangun, "Alhamdulillah kita punya masjid yang representatif. Arsitekturnya bagus dan menjadi lebih luas. Pasti akan semakin banyak orang yang akan berkunjung ke masjid ini," ungkapnya.

Ning Lik Ketika Memotong Bunga Pertanda diresmikannya Masjid Auliya' Setono Gedong Kota Kediri, Kamis (08/06) Malam.
Foto: Dok/Humas
Masih lanjut walikota berusia 37 tahun ini mengatakan, setelah diresmikan, dan bertambah luas ia mengharapkan akan semakin banyak lagi jamaah yang datang.

"Kita buat seperti ini sudah pas untuk mengajak orang datang ke masjid dan maksiat di Kota Kediri semakin berkurang. Apalagi saat ini semakin banyak TPA dan TPQ", tambahnya.

Mas Abu juga berharap dengan semakin banyaknya peziarah di Setono Gedong akan berdampak positif bagi ekonomi Kota Kediri, khususnya warga Setono Gedong.

Dalam kesempatan yang baik ini, orang nomor satu di Kota Kediri ini juga menyampaikan Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) dimana dengan program ini masjid maupun musholla disetiap kelurahan dapat diperbaiki.

"Dana Prodamas ini banyak digunakan untuk perbaikan masjid dan musholla. Jadi tidak ada lagi masjid ataupun musholla di Kota Kediri yang tidak bagus," paparnya.

Peresmian masjid tiga lantai ini ditandai dengan pemukulan bedug oleh Walikota Kediri Mas Abu dan pemotongan bunga yang dilakukan oleh Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah atau yang kerap disapa Ning Lik.

(Adv/Humas)

Serahkan BPNT dan Tinjau OPM, ini Pesan Walikota Kediri

Mas Abu Ketika menyalurkan secara langsung BPNT di e-Warong Sanjaya, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Foto: Dok/Humas
Kediri, hapraindonesia.co - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, kembali meninjau dan menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), berupa 20 kilogram beras dan 4 kilogram gula, Kamis (8/6/2017). Penyaluran ini, adalah tahap II untuk bulan tahun 2017.

BPNT ini adalah bantuan langsung dari pemerintah pusat, datanya-pun, diperoleh dari Pemerinah Pusat.

Dalam kesempatan itu, Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri menyalurkan secaralangsung BNPT di e-Warong Sanjaya, bertempat di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Pesantren yang terdapat 107 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Suasana Operasi Pasar Murah yang di berada di Kelurahan Pakunden, Kota Kediri. Foto: Dok/Humas
" Pripun remen to dengan program ini? Berasnya jangan di jual lagi ya. Berasnya ini di manfaatkan untuk sehari-hari saja. Karena menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan pokok juga akan naik," pesan Mas Abu pada warga.

Sebelum meninjau penyaluran BPNT ini Mas Abu juga meninjau langsung Operasi Pasar Murah yang di berada di Kelurahan Pakunden.

Selain di e Warong Sanjaya - Ngronggo, penyaluran BPNT juga di laksanakan di Kelurahan Setono Pande- RPK Hariyadi ( 31 KPM), Kelurahan Kampung Dalem -RPK Hariyadi ( 19 KPM), Kelurahan Jagalan - e Warong Sanjaya 2 ( 9 KPM), Kelurahan Kemasan -e Warong Sanjaya 2 (20 KPM), dan Kelurahan Semampir - Sri Widarti Rahajoe ( 50 KPM).

(Adv/Humas)

Partai Gerindra Kota Mojokerto Buka Bersama Dengan Warga Kedundung

Written By Hapra Indonesia on 6/08/2017 | 15:22

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Dalam rangka Konsolidasi Pemenangan Pilkada dan Pilpres 2018/2019, bertempat di Kantor Gerindra dijalan Raya Penangungan Perum Kedundung, Sabtu (7/06/2017) DPD Partai Gerinda Kota Mojokerto mengadakan buka bersama dengan warga RW 01, Perum Kedundung Kota Mojokerto.

Dihadiri pimpinan cabang dan pengurus Kota Mojokerto (Dwi Edwin P didampingi kedua calon dari Partai Gerindra Moch.Harun dan Yudo Cahyo) ketuanya menjabat anggota DPRD kota Mojokerto.

Dalam sambutannya Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto mengatakan Insyallah Partai Gerindra di tahun 2018 dan di tahun 2019 mempunyai Walikota sendiri dan juga mempunyai Presiden sendiri,"pujisyukur Partai Gerindra di tahun ini kita diberi 2 kursi. mudah-mudahan di tahun 2018 mempunyai walikota sendiri." ucapnya.

Harap kami bahwa Partai Gerindra dan kader harus bisa melayani Masyarakat dan harus betul-betul perduli. Sehingga cita luhur dari pancasila dan UUD 1945 bisa di tegakkan di bumi Indonesia. Alhamdulillah hari ini tiga kader kita lolos dari KPK. ini sebuah contoh dari masyarakat bahwa menjadi wakil rakyat betul amanah dipercaya dan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat.

" Oleh karena itu mari kita berusaha dan berdoa agar kedepan kita bisa lebih baik dan lebih baik lagi" harapnya.

Masih lanjut Edwin mengatakan, memang berat sekali disisipkan lain keberuntungan partai begitu besar dari sisi finansial butuh itu, butuh ini macam-macam yang penting untuk masyarakat saya, "dan yang peting untuk orang banyak saya oke, itu pesan pak Prabowo. Dan harus dikerjakan seikhlas mungkin, setulus mungkin dan semaksimal mungkin." kata Dwi Edwin P menirukan perintah Prabowo.

Kami minta dukungan semua masyarakat Mojokerto apabila pada saat pilwali saudara-saudara bisa menyampaikan keluarganya bahwa partai gerindra mempunyai calon yang amanah bisa dipertanggungjawabkan, berpendidikan dan pintar orangnya.

Dan sampaikan juga bahwa partai gerindra mengusung kandernya sendiri yang benar perjuangan yang tulus untuk masyarakat tidak boleh belok-belok. karena hidup cuma satu kali kalau kita lurus insallah allah saw meridhoi perjuangan kita itu yang paling penting." pintanya " kalau kita berjuang untuk masyarakat pasti tidak berpikir saya nanti dapat apa. tetapi apa saya persembahkan warga Mojokerto itu yang penting" ucapnya.

Sementara itu Calon Walikota Halo. Muhammad Bahrun mengatakan niatan yang tulus iklan berjuang bersama masyarakat Mojokerto untuk mewujudkan sebuah tatanan Kota Mojokerto harapan kami harus dilaksanakan dengan konsekuensi dan komik besar untuk menjadikan kota mojokerto dengan anggaran yang hampir satu truliyun ini hampir dirasakan masyarakat mojokerto.

Bahrun menyampaikan pemerintah sekarang sudah cukup bagus. memang banyak hal aspek kepentingan politik yang sebegitu serat begitu luar biasanya mometum ialah sarat kepentingan yang membuat keberlangsungan di kota mojokerto ini hampir praktis tidak bisa dilaksanakan secara maksimal hanya itu aja. Sehingga anggaran yang seharusnya di serap tidak dilakukan oleh pemerintah kota mojokerto. karena adanya ketakutan ada tidak konsekuen di pihak pemerintah ini dalam melakukan upaya-upaya bersama masyarakat kota mojokerto untuk membangun kota ini. Jadi kami hanya mengambil segi posisi aja." sampainya

(Taurus)

Mas Abu : Masyarakat Kota Kediri Harus Bijak Dalam Menggunakan Uangnya

Nomor dua dari kiri, Walikota Kediri Mas Abu saat menjadi narasumber talkshow yang bertajuk “Kesiapan dalam pengendalian inflasi Kota Kediri pada Ramdhan dan Idul Fitri Tahun 2017”, Kamis (8/6) di KPWBI Kediri. 
Kediri, hapraindonesia.co - Masyarakat Kota Kediri harus lebih bijak lagi dalam menggunakan uangnya, ketika masyarakat bijak dalam membelanjakan uangnya maka sisa dari uangnya tersebut dapat digunakan untuk investasi.

Hal itu diungkapkan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menjadi narasumber talkshow yang bertajuk “Kesiapan dalam pengendalian inflasi Kota Kediri pada Ramdhan dan Idul Fitri Tahun 2017”, Kamis (8/6) di KPWBI Kediri.

Menjelang bulan Ramadhan Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kediri telah melakukan sidak harga di dua pasar yang ada di Kota Kediri yang tujuannya agar harga-harga pangan tetap stabil saat bulan puasa dan hari raya Idul Fitri.

Guna menekan laju gejolak kenaikan harga barang dan jasa serta menahan laju inflasi Kota Kediri khususnya pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2017, yaitu dengan meningkatkan kualitas dan manajemen pengelolaan koperasi dan UMKM, dengan memperluas jaringan akses permodalan melalui peran stimulasi pemerintah dan lembaga keuangan dengan mengutamakan pendampingan untuk kelancaran pembiayaan usaha bagi usaha ekonomi marginal serta meningkatkan peran serta kaum perempuan dalam aktivitas ekonomi masyarakat dan memantapkan ketersediaan pangan, distribusi informasi pasokan dan stabilitas harga pangan.

Menurut Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri bahwa untuk mengantisipasi terjadinya inflasi di Kota Kediri saat bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri maka Tim Pengendali Inflasi Daerah melakukan operasi pasar murah yang tujuannya agar harga bahan pangan tidak melonjak tinggi namun tetap stabil seperti hari-hari biasa.

“OPM ini tidak hanya untuk warga yang kurang mampu saja, tapi untuk seluruh warga Kota Kediri, sehingga semuanya bisa merasakan namun tetap dibatasi per orang maksimal hanya boleh membeli 2 pack saja per itemnya,”ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Kediri ini juga menambahkan beberapa terobosan lain untuk menekan inflasi yaitu membuat koperasi di tingkat RW. Dengan berdirinya koperasi RW, masyarakat di lingkungan RW tersebut bisa meminjam untuk modal usahanya dan bunga yang diberikan pun juga kecil.

Selain itu, diadakannya pelatihan kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia siap kerja yang mengarah pada penciptaan lapangan kerja secara mandiri atau bekerjasama dengan dunia usaha dan lembaga-lembaga yang berkompeten dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.

“Karena pada saat ini banyak sekali muncul rentenir, walaupun cara meminjam uang di rentenir mudah tetapi bunga yang diberikan terlalu tinggi sehingga dengan adanya koperai RW ini dapat membantu pedagang untuk modal usahanya, selain itu juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi di Kota Kediri,”ujarnya.

Disamping itu, pentingnya mengenalkan inflasi kepada para ibu agar lebih bijak menggunakan uang, karena ibu yang menjadi pengambil keputusan dominan untuk belanja kebutuhan keluarga. “Ibu-ibu itu sangat berperan dalam rumah tangga, dan ibu harus diedukasi masalah inflasi dan diajarkan bagaimana belanja yang wajar sesuai kebutuhan, tidak berbelanja berlebihan,”ujar Mas Abu.

Turut menjadi narasumber dalam acara tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto, Kadin Kota Kediri Muhammad Solikhin, Kepala Bulog Rachmat Syahdjoni Putra, dan Yetty Sisworini Kepala Disperindagin Kota Kediri.

(Adv/Humas)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved