Latest Post

Sosialisasi dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas WBK, WBBM, dan WBS

Written By Hapraindonesia on 12/05/2019 | 17:00

Foto Istimewa
Mojokerto,Hapraindonesia.co- Inspektorat Kabupaten Mojokerto melakukan sosialisasi dan evaluasi pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), sekaligus penerapan Whistle Blowing System (WBS), Kamis (5/12) pagi di Hotel Raden Wijaya Mojokerto. Sosialisasi dibuka langsung oleh Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi.

Jika Zona Integritas WBK dan WBBM sudah kerap digaungkan di masyarakat, WBS dalam acara ini dikenalkan sebagai sistem dimana setiap orang bisa mengadukan pelanggaran yang diketahuinya dengan aman tanpa rasa takut.

Seperti tindak pidana korupsi, pungutan liar, maupun pelayanan publik yang dirasa buruk. Dengan WBS, semua orang bisa menjadi agen perubahan dengan ikut mengawasi. 

“Semua bisa ikut mengawasi dan terawasi (melalui WBS). Sehingga niat-niat berbuat curang bisa dicegah dan direduksi. Harapan kita supaya ada pengendalian dan penegakan integritas di setiap individu Aparatur Sipil Negara (ASN),” kata Plt Bupati Pungkasiadi pada sambutannya.

Plt Bupati Pungkasiadi juga menegaskan bahwa sebagai abdi masyarakat, ASN harus membuktikan integritasnya dalam melayani masyarakat. Sebagai konsekuensi atas tanggungjawab tersebut, maka wajib diterapkan Zona Integritas di tubuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Penerapan pembangunan Zona Integritas adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto mewujudkan good, clean, and clear government dengan membenahi kinerja OPD, merubah kultur ASN menjadi profesional, serta mengedepankan pelayanan di Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

“Kita wajib membangun instansi yang bersih, bebas korupsi, serta berjiwa melayani. Tidak boleh ada pungli, maupun pelayanan buruk. Maka dari itu, dibutuhkan partisipasi kita semua. Mulai pucuk pimpinan hingga pelaksana,” tandas Plt Bupati Pungkasiadi.

Inspektur Kabupaten Mojokerto Djoko Wijayanto, melaporkan pada sambutannya bahwa WBS merupakan sebuah aplikasi yang dibangun sebagai bentuk penerapan reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi didasarkan dari beberapa masalah birokrat seperti kurangnya kualitas dalam pelayanan publik, sistem pengawasan internal yang belum mampu berperan sebagai quality assurance, praktik manajemen SDM yang belum optimal dalam meningkatkan profesionalisme, serta masalah lainnya.

“Aplikasi ini dibuat dengan kerjasama bersama Diskominfo. Masyarakat dapat mengunduh di Playstore. Kita harap aplikasi ini memudahkan masyarakat dalam pengaduan tindak pidana korupsi dan sejenisnya,” kata Djoko.

Untuk diketahui, tahun 2019 ini Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengajukan 12 OPD yang diusulkan masuk penilaian WBK oleh Kementrian PAN RB. Antara lain Dispendukcapil, DPMPTSP, RSUD dr. Soekandar, Kecamatan Puri, Kecamatan Gedeg, Kecamatan Jetis, Kecamatan Gondang, Kecamatan Kemlagi, Puskesmas Puri, Puskesmas Bangsal, Puskesmas Jatirejo, dan Puskesmas Gondang."(T@urus)

Penghargaan Kovablik dan Evaluasi SAKIP OPD Provinsi Jawa Timur 2019

Written By Hapraindonesia on 12/03/2019 | 17:30

Foto Istimewa
Mojokerto,Hapraindonesia.co- Pemerintah Kabupaten Mojokerto menerima penghargaan atas inovasi Nenek Cantik Pejuang ASI (NENCI) UPT Puskesmas Gayaman Kecamatan Mojoanyar dalam Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se-Jawa Timur 2019, Selasa (3/12) pagi di Hall Grand Isyana Hotel Bumi Surabaya.

Penghargaan Kovablik diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB Didit Noordiatmoko, Plt Asisten Administrasi Umum Pemprov Jatim, dan Kabiro Organisasi Pemprov Jatim, kepada Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Pada acara ini memaparkan beberapa program prioritas nasional. Antara lain pembangunan SDM, infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transportasi ekonomi.
Untuk SDM, Khofifah mengingkatkan pentingnya pendidikan kesetaraan, jika ingin meningkatakan IPM.

Sedangkan untuk infrastruktur, Ia menekankan bahwa bidang ini harus punya koneksitas dengan pelaku UMKM dan pariwisata.
Sedangkan dalam hal inovasi, Khofifah mengajak percepatan pelayanan yang tidak cukup dengan teknologi, tapi juga dengan inovasi itu sendiri.

“Inovasi pasti akan menciptakan lompatan. Penggunaan teknologi pasti membuat percepatan. Kita tidak bisa berpikir linier, harus lateral. Pak Presiden Jokowi juga berpesan, kita harus bisa tidak lebih baik dari kemarin, tapi harus lebih baik dari negara lain,” kata Khofifah.
Terkait penyerahan SAKIP OPD Provinsi Jawa Timur tahun 2019, Plt Asisten Administrasi Umum Provinsi Jawa Timur memaparkan beberapa hasil penilaian dari beberapa OPD Provinsi Jawa Timur.

Antara lain predikat terbaik AA (Sangat Memuaskan), yang diraih Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.
Untuk nilai A (Memuaskan) diberikan pada 45 OPD, dan predikat BB (Sangat Baik) diberikan pada 7 OPD.

Wahyu juga menyampaikan jika sampai saat ini ada 10 Unit Pelayanan Provinsi Jawa Timur yang masuk zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Sebagai informasi, inovasi NENCI UPT Puskesmas Gayaman awalnya hadir dari para Ibu yang bekerja di wilayah Puskesmas Gayaman, yang menitipkan anak balita mereka pada neneknya karena kesibukan kerja.

Dari temuan lapangan, petugas puskemas menemukan banyak bayi yang seharusnya mendapat ASI Ekslusif saja, sudah diberi makanan tambahan oleh pengasuh.
Belum lagi mitos bahwa ASI yang diperah, dianggap cepat basi sehingga bayi dinilai lebih baik minum susu formula.

Inovasi ini memberikan perhatian khusus terhadap para nenek pengasuh bayi dengan melakukan perubahan.
Perubahan yang dimaksud yakni memberikan edukasi tentang pentingnya ASI Eksklusif, bagaimana mengambil ASI, dan menyimpannya.

Inovasi NENCI juga dilatarbelakangi cakupan bayi dengan ASI Eksklusif rendah pada 2017 yang hanya 27%. Dengan lahirnya NENCI, angka tersebut kemudian naik menjadi 47% di 2018, dan meningkat lagi 64% sampai dengan Februari 2019.
Sasaran NENCI adalah ibu usia 40-60 tahun (para nenek/para ibu).
Anggota NENCI saat ini tercatat 415 orang yang tersebar di 12 desa Kecamatan Mojoanyar.

Inovasi NENCI rencananya akan dikembangkan tidak saja di Puskesmas Gayaman, tetapi bisa direplikasi oleh puskesmas lain di Kabupaten Mojokerto. 
Hadir mendampingi Plt Bupati Pungkasiadi pada acara ini antara lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mustain, Kepala Dinas Kesehatan Djatmiko, Kabag Pemerintahan sekaligus Plt Kabag Organisasi Rahmat, serta Kepala UPT Puskesmas Gayaman Kusumawardhani.

Penyerahan Kovablik juga bersamaan dengan acara penyerahan Evaluasi SAKIP Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2019.(T@urus)

Gebyar Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2019, Pemkab Mojokerto Targetkan Three Zeroes Tahun 2030

Written By Hapraindonesia on 12/01/2019 | 16:30

Foto Istimewa
Mojokerto,Hapraindonesia.co- Pemerintah Kabupaten Mojokerto, menargetkan tahun 2030 tidak terjadi lagi kasus kematian karena AIDS. Hal ini ditegaskan Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi, pada acara  Gebyar Peringatan Hari AIDS Sedunia 2019, yang mengusung tema "Saya Berani Saya Sehat, Bersama Masyarakat Meraih Sukses", Minggu (1/12) pagi di Taman Ghanjaran Trawas.

“Tree Zeroes harus kita gapai tahun 2030. Yakni tidak ada lagi penderita baru (Zero New HIV Infection), tidak ada lagi orang meninggal karena AIDS (Zero AIDS Related Death), dan tidak ada lagi stigma negatif terhadap Orang dengan HIV AIDS/ODHA (Zero Stigma and Discrimination),” tegas Plt Bupati Pungkasiadi.

Data komulatif Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa tahun 2009 hingga September 2019, menunjukkan sedikitnya ada 725 orang yang teridentifikasi, dan 254 orang diantaranya telah mendapat pengobatan Anti Retroviral atau ARV di 5 layanan kesehatan Kabupaten Mojokerto.

“Sepanjang Januari hingga September 2019 saja, sudah ditemukan 82 orang yang teridentifikasi dan telah berobat di beberapa puskesmas kita. Saya mengajak semua masyarakat untuk menjauhi penyakitnya, bukan orangnya,” tambah Plt Bupati Pungkasiadi.

Maka dari itu, Pemerintah juga telah meluncurkan strategi penanggulangan AIDS bernama STOP (Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan).
Ini artinya dinas terkait bersama lembaga masyarakat yang berkecimpung pada penanganan HIV AIDS, bersama-sama memberi penyuluhan pada masayarakat yang belum memahami apa itu AIDS.

Dari sini, diharapkan muncul kesadaran bagi mereka yang merasa rentan agar mau melakukan test, dan menjalani penanganan selanjutnya apabila benar-benar terdeteksi.
Para petugas kesehatan yang menangani pengobatan, juga harus bisa mempertahankan kondisi pasien apabila sudah membaik.

Peringatan Hari AIDS Sedunia yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Mojokerto, turut dihadiri Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, Forkopimca, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Mojokerto, OPD, serta masyarakat.
(T@urus)

Grand Final Pemilihan Duta Wisata Gus & Yuk Kabupaten Mojokerto Tahun 2019

Written By Hapraindonesia on 11/30/2019 | 23:00

Foto Istimewa
Mojokerto,Hapraindonesia.co- Fajar Ari R. asal Kecamatan Kutorejo, dan Windy Rahmawati asal Kecamatan Ngoro, dinobatkan sebagai Gus dan Yuk Kabupaten Mojokerto 2019.
Gus Fajar dan Yuk Windy, bersaing ketat dengan 14 pasang finalis lainnya, pada malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Gus dan Yuk Kabupaten Mojokerto Tahun 2019, Sabtu (30/11) malam lalu di gedung PPNI Jabon.

Penobatan dan penyematan selempang pemenang, dilakukan Plt. Bupati Mojokerto Pungkasiadi, bersama Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi.
Ada dua arahan penting yang disampaikan Plt Bupati Pungkasiadi bagi para pemenang. Yakni selalu mawas diri membawa nama baik Kabupaten Mojokerto, serta terus belajar tentang budaya, sejarah, dan pariwisata Kabupaten Mojokerto. Hal ini karena para Gus dan Yuk, akan memikul tugas untuk mengenalkan pariwisata daerah.

“Pelajari betul apa isinya (sejarah, budaya, wisata dan potensi) Kabupaten Mojokerto. Karena kalian akan mengenalkan dan mempromosikannya. Jaga nama baik daerah, harus pintar dan terus menjaga etika,” pesan Plt Bupati Pungkasiadi.

Sebelum grand final Sabtu malam lalu, seluruh finalis telah melalui proses seleksi cukup panjang. Mereka juga wajib menjalani proses karantina dan pembekalan dasar, selama 28-30 November. Seperti dilaporkan Plt Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Sudiono pada sambutannya.

“Seluruh finalis telah menjalani tahapan seleksi, karantina, juga melakukan pawai perkenalan bertajuk The Great Panorama of Tanjungan pada 24 November lalu,” terang Sudiono.
Selain juara utama, berikut beberapa nama yang juga berjaya di ajang tahunan ini.

Mereka adalah Gus Bintar Aji dan Yuk Febiana Dhimyati sebagai Wakil I Gus Yuk, Gus Fegi Prasetyo dan Yuk Putri Ryantasya sebagai Wakil II Gus Yuk, Gus Dwifani dan Yuk Givana sebagai Gus Yuk Inspiratif, Gus Zulfikar dan Yuk Yolanda sebagai Gus Yuk Bertalenta, Gus Agung dan Yuk Wanda sebagai Gus Yuk Persahabatan, serta Gus Firza dan Yuk Amalia sebagai Gus Yuk Favorit.(T@urus)

21 Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkot, Dilantik Ning Ita 

Written By Hapraindonesia on 11/29/2019 | 15:30

Foto Istimewa
Mojokerto,Hapraindonesia.co- Untuk mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat, Wali Kota Ika Puspitasari gencar melakukan perubahan dan perombakan. Termasuk penyegaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah. Terbukti hari ini (29/11), ada 21 pejabat administrator dan pengawas yang resmi dilantik pada putaran gerbong kelima di penghujung 2019.

Pengambilan sumpah jabatan yang digelar di Pendopo Graha Praja Wijaya tersebut, turut dihadiri Sekretaris Daerah, Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari 21 pejabat yang dilantik, ada tujuh posisi jabatan yang diisi dengan pejabat baru.

Wali Kota Ning Ita, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa mutasi, rotasi dan promosi, merupakan hal biasa di dalam sebuah organisasi. Hal ini, demi berlangsungnya perputaran  roda organisasi agar berjalan efektif. "Di masa kepemimpinan saya, mutasi, rotasi dan promosi gencar saya lakukan. Bahkan, dalam satu tahun terakhir, ini adalah yang kelima kalinya saya melantik pejabat baru," katanya.

Ia pun berpesan kepada seluruh pejabat baru yang telah dilantik agar dapat mengemban tugas secara amanah, penuh loyalitas, dan berdedikasi tinggi kepada bangsa, negara serta masyarakat. Pelantikan ini, tidak lain untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas dan fungsi perangkat daerah. Terlebih, sebagai bentuk dalam meningkatkan kinerja serta melaksanakan tugas dan fungsi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

"Mutasi ini, dilakukan untuk pengisian sejumlah jabatan kosong sekaligus menempatkan pejabat pada posisi yang sesuai. Nah, mungkin, mungkin tahun depan tidak ada lagi yang namanya promosi. Karena sejak akhir 2019 di kementerian dan lembaga ada penyederhanaan dan penghapusan beberapa eselon. Bisa jadi kalau berdasarkan rencana, pertengahan 2020 untuk daerah tingkat dua dan satu eselonisasi pun dihapuskan. Bisa jadi, prosesi seperti ini pun bisa berubah metodenya," tandasnya. (T@urus)

Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Surya Majapahit Kabupaten Mojokerto

Foto Istimewa
Mojokerto,Hapraindonesia.co- Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi, mengukuhkan 33 orang Pengurus Karang Taruna Surya Majapahit Kabupaten Mojokerto masa bakti 2019-2024, Jumat (29/11) siang di Sun Palace Hotel Trowulan.

Pada arahannya, Plt Bupati Pungkasiadi memberi wejangan agar Karang Taruna mampu meningkatkan kesejahteraan sosial khusunya generasi muda.

Dalam upaya pembinaan dan pemberdayaan Karang Taruna, maka OPD perlu mendukung kegiatan Karang Taruna di berbagai bidang. Seperti UMKM, pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, kepemudaan, olahraga, kesenian, dan pembinaan organisasi.

“Saya harap Karang Taruna dapat meningkatkan perannya dalam pembangunan di bidang kesejahteraan sosial khususnya generasi muda. Pengurus Karang Taruna jangan mencari peluang, tapi ciptakanlah peluang itu. Saya ingin Karang Taruna dan OPD Kabupaten Mojokerto, bisa bersinergi dengan berbagi bidang,” pesan Plt.Bupati.

Kegiatan dihadiri Kadinsos/pembina Karang Taruna, OPD terkait, serta camat se-Kabupaten  Mojokerto." (T@urus)

Upacara Peringatan HUT KOPRI ke-48 dan HKN ke-55 Tahun 2019


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi menjadi inspektur Upacara Peringatan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KOPRI) ke-48, sekaligus Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun 2019, Jumat (29/11) pagi di halaman Kantor Pemkab Mojokerto.

Pada sambutannya, Plt Bupati Pungkasiadi menyerukan pentingnya meningkatkan kualitas SDM, untuk menghadapi tantangan zaman. Korpri sebagai wadah bagi pegawai Republik Indonesia, juga diminta untuk selalu berupaya nenumbuhkan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Hal ini juga sesuai dengan tema HUT KORPRI ke-48 yakni “Berkarya, Melayani, dan Menyatukan Bangsa”.

“Mulai tahun 2019, pemerintah melakukan program besar-besaran untuk memperkuat SDM dalam menghadapi tantangan zaman. Baik SDM di pemerintahan, swasta, maupun SDM di usia dini dan remaja Saya minta jajaran ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto, menjadi bagian dari hal itu,” jelas Pungkasiadi.

Untuk HKN ke-55 yang tahun ini mengangkat tema “Generasi Sehat Indonesia Unggul”, Plt Bupati Pungkasiadi mengingatkan tiga komitmen kesehatan masyarakat di Kabupaten Mojokerto.

Yakni bebas buang air besar sembarangan/Open Defecation Free (ODF) tahun 2020, eliminasi tuberkulosis (TB) tahun 2025, dan peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) sebagai salah satu syarat masuk sekolah. Atas komitmen-komitmen tersebut juga, beberapa prestasi di sektor kesehatan berhasil dikantongi Kabupaten Mojokerto.

“2019 ini kita telah mencapai serangkaian prestasi membanggakan di bidang kesehatan. Diantaranya penghargaan Kabupaten Sehat dengan predikat Swastisaba Wiwerda, dan masuknya Pusmesmas Ngoro dalam 20 besar Tingkat Provinsi untuk Kelompok Budaya Kerja,” tandas Pungkasiadi.

Terbaru, Pemerintah Kabupaten Mojokerto mendapat dua penghargaan sekaligus terkait Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dari Ombudsman RI. Pertama, Predikat Kepatuhan Tinggi dengan nilai 99,63. Kedua, Predikat Kepatuhan Tertinggi Tingkat Kabupaten. Ini artinya predikat yang diboyong Kabupaten Mojokerto, adalah yang tertinggi dari seluruh kabupaten yang dinilai.

Pada upacara HUT KORPRI dan HKN ini, juga diserahkan beberapa penghargaan dan sertifikat. Antara lain Sertifikat Sistem Manajemen Mutu "ISO" 9001:2015 dari United Kingdom Accreditation Service (UKAS), pemberian SK Kenaikan Pangkat Pengabdian serta SK pensiun PNS, Musabaqoh Tilawatil Quran ke-XXVII Tingkat Provinsi Jawa Timur, Harapan 3 Agropolitan Award Tingkat Jawa Timur, Swastisaba Wiwerda Kabupaten Sehat, lomba llog, dan pemberian Satya Lencana Kerja kepada PNS dengan masa kerja 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun.

Upacara ditutup dengan pagelaran sendra tari Anoman Obong dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto." (T@urus)



 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved