Latest Post

Cukai Pemkot Kediri

Written By Hapra Indo on 8/24/2015 | 12:41


Untuk Kota Kediri Bersih, Walikota Mengukuhkan Pendekar Kebersihan

Written By Hapra Indo on 8/23/2015 | 15:27

Kediri, hapraindonesia.co - Masih Dalam semangat Hari Jadi Kota Kediri ke 1136, Wali Kota Kediri mengajak masyarakat kediri menciptakan kondisi bersih. untuk tercapainya kota kediri yang bersih pemkot kediri mengukuhkan puluhan aktifis yang menjadi Pendekar Kebersihan minggu (23/8). Para Pendekar Kebersihan itu akan menjadi pioner untuk mewujudkan kebersihan di setiap kelurahan.

Peresmian pendekar kebersihan ditandai dengan penyerahan sapu lidi oleh Walikota Kediri kepada salah satu seorang pendekar kebersihan, dan sebaliknyua salah satu pendekar kebersihan menyerahkan topi caping kepada walikota.

Penyerahan sapu menjadi penandaan simbolis perlengkapan untuk kebersihan sampah. sebaliknya, penyerahan topi caping menjadi simbol masyarakat dan pejabat harus bersama-sama menjaga kebersihan.

Mas Abu (sapaan akrab walikota kediri ) mengatakan, untuk mewujudkan kebersihan mulai tahun depan bakal dilombakan. Kelurahan yang mampu mewujudkan kebersihan mendapatkan award dari Pemerintah Kota Kediri.

Sebaliknya, bagi kelurahan yang tidak dapat mewujudkan kebersihan bakal mendapatkan penilaian tersendiri. Untuk menilai kebersihan ini akan melibatkan para praktisi, pemerhati lingkungan dan budayawan.

Slogan kota kediri bersih ini adalah , "Resik Ketitik, Reget Ketoro" yang artinya (Kebersihan Bakal Terlihat dan Kotor Kelihatan).

Selama ini Kota Kediri sangat getol untuk menjaga kebersihan kota. Sehingga setiap hari Jumat para pejabat digerakkan untuk melakukan kerja bakti membersihkan sampah di selokan.

Karena urusan kebersihan menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Termasuk untuk menanganinya harus dilakukan bersama-sama dengan masyarakat.

Para Pendekar Kebersihan ini selain bertanggung jawab membersihkan lingkungannya juga berhak menegur masyarakat yang membuang sampah seenaknya. Pendekar Kebersihan ini mendapatkan seragam hijau putih. Usai dikukuhkan, para Pendekar Kebersihan sempat memperagakan jurus-jurus gerakan sapu kebersihan. (B@m/advhms)

Lomba Kota Sehat, Kota Kediri Targetkan predikat SWASTISABA WISTARA

Written By Hapra Indo on 8/21/2015 | 16:51

Kediri, hapraindonesia.co - Kediri merupakan salah satu kota yang ada di Indonesia yang sudah menyandang predikat sebagai kota sehat nasional. Ini setidaknya sudah dibuktikan dalam penilaian kota sehat tahun 2011 yang menganugerahkan Swastisaba Wistara kepada Kota Kediri, setelah sebelumnya pada tahun 2009 memperoleh Swastisaba Wiwerda. Penilaian ini tentu menjadi pemacu semangat bagi semua pihak untuk terus mengimplimentasikan indikator kota sehat hingga ke lapisan paling bawah yaitu kampung/rukun warga yang terdiri atas beberapa rukun tetangga yang beranggotakan beberapa keluarga.

Dalam acara lomba kota sehat pemkot kediri melalui Forum Kota Kediri Sehat (FKKS) di tahun 2015 ini menargetkan mendapat Predikat SWASTISABA WISTARA, dengan cara mengikuti evaluasi 6 tatanan.

Forum Kota kediri Sehat (FKKS) sendiri adalah wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya dan berpartisipasi terbentuk berdasarkan atas kesepakatan dari masyarakat.

Indikator khusus kota kediri sehat adalah kawasan pemukiman, sarana dan prasana sehat, seperti Taman Ngronggo, Bank Sampah Hijau Daun Kec Bujel, Sanimas Blabak, Pasar pahing, dan Rumah Kompos Banaran.

Forum Kota Kediri Sehat berperan turut menentukan arah, prioritas, perencanaan pembangunan wilayahnya yang mengintregasikan berbagai aspek sehingga dapat mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya, dengan cara terlaksananya berbagai program kesehatan dan sektor lain. Sehingga dapat meningkatkan sarana produktivitas dan perekonomian masyarakatnya kota kediri khususnya.

Sasaranh Kota sehat, adalah untuk peningkatan lingkungan fisik, sosial dan budaya serta perilakudan pelayanan kesehatan yqang dilaksanakan secara adil, merata dan terjangkau dengan memaksimalkan seluruh potensi sumberdaya yang ada. Terbentuknya forum masyarakat yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, pemda dan pihak swasta serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan. Dan terwujudnya kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk meningkatkan produksifitas ekonomi wilayah dan masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya menjadi lebih baik.

Kronologi pelaksaanaan program kota sehat, tahun 1998 program kota sehat diawali dengan pilot projek dan kota kediri belum mengikutinya. Pada tahun 2001 Kota Kediri mengikuti program kota sehat dengan membentuk forum kota kediri sehat berdasarkan atas (SK Walikota Kediri 986/2001) dan diawali pelaksanaan replikasi kelurahan sehat di beberapa kelurahan.

Selanjutnya pada tahun 2005 mengikuti evaluasi kota sehat nasional dengan 2 tatanan berhasil mendapatkan predikat Swasti Saba Padapa, th 2007 mengikuti evaluasi kota sehat dengan 7 tatanan dan belum berhasil, th 2009 mengikuti evaluasi kota sehat dengan tatanan berhasil mendapatkan SWASTISABA WIWERDA, th 2011 mengikuti evaluasi kota sehat dengan 5 tatanan berhasil SWASTISABA WISTARA, th 2013 mengikuti evaluasi kota sehat dengan 6 tatanan berhasil SWASTISABA WISTARA, dan di tahun 2015 ini Kota kediri mengikuti kegiatan evaluasi 6 tatanan dengan target SWASTISABA WISTARA. (B@m/Red/Advdinkes)

Semarak Nite carnival Kota Kediri 2015

Written By Hapra Indo on 8/20/2015 | 11:05

Kediri, hapraindonesia.co - Semarak Pawai Nite Carnival kota Kediri berlangsung sangat meriah. Karnaval yang pertama kali digelar pada malam hari ini mampu menyedot ribuan mata warga Kota Kediri dan sekitarnya Jumat (19/8). Pawai yang dimulai dari Stadion Brawijaya hingga Balai Kota Kediri ini diawali tari kolosal oleh 150 pelajar SMP se-Kota Kediri. Mereka menampilkan tarian khas Kota Kediri, Tari Topeng Panji.

Acara ini Nite Carnival diikuti oleh sekitar 3000 orang dari berbagai Instansi, pelajar, umum dan peserta undangan dari daerah lain. Peserta mengenakan berbagai jenis kreasi busana baik perorangan maupun kelompok. Bahkan komunitas pecinta reptil juga ikut andil untuk menyemarakkan pawai dengan menngendong ular, luwak berkeliling kota kediri.

Acara ini dibuka langsung oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi jajaran Forpimda Kota Kediri. Pembukaan ditandai dengan pelepasan lampion yang bercahayakan api sebagai lambang kemakmuran Kota Kediri.

Dalam sambutannya Mas Abu mengatakan Nite Carnival yang bertemakan “Kediri Tersenyum” ini dipersembahkan untuk masyarakat. Mas, Abu Berharap agar masyarakat Kediri selalu tersenyum dan bahagia dalam setiap kesempatan. ”Senyum adalah tanda kebahagiaan. Itu adalah yang diharapkan untuk warga Kediri.” terangnya.

Meskipun baru pertama kali digelar pawai pada malam hari, namun melihat antusiasme warga yang menyaksikan pawai ini begitu besar, Mas Abu merencanakan agenda Nite Carnival menjadi agenda tahunan di setiap Hari Jadi Kota Kediri.

Dalam kesempatan itu, Mas Abu juga mengundang masyarakat Kediri untuk menyaksikan puncak rangkaian Hari Jadi Kota Kediri yang dipusatkan di Kawasan Goa Selomangleng mulai tanggal 21-23 Agustus 2015. Adapun acara yang akan dilaksanakan seperti pertunjukan jaranan, stand-up comedy dan penampilan dari Band Andra and the Backbone.

Pawai yang dimulai pada pukul 20.00 WIB ini diawali dengan barisan prajurit pembawa Prasasti Kwak, Paskibra Kota Kediri, dan Drum Band Tangkai Mulia. Dengan berbusana Kadiren, Walikota Kediri beserta Forpimda dan seluruh Kepala Satuan Kerja Pemkot Kediri pun ikut serta dalam barisan pawai. (B@m/advhms)

Cukai Pemkot Kediri

Written By Hapra Indo on 8/15/2015 | 12:40


"Teler" Dua Pemuda Asal Nganjuk DItangkap Polisi

Written By Hapra Indo on 8/14/2015 | 17:03

Kediri, hapraindonesia.co - Triono Rahmat Efendi (24) warga Desa Kalianyar, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk dan Slamet Hariadi (25) Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jumat (14/8) menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskoba Polres Kediri. Pasalnya, ia mengantongi 9 butir narkoba jenis pil doebel l.

Informasi yang dihimpun, penangkapan dua pelaku ini bermula saat ada karnaval di Desa/Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Kamis (13/8) pukul 13.00 Wib, kemarin. Saat itu, dua pelaku yang mengaku dari Surabaya hendak pulang Nganjuk, melintas di Desa Kunjang. Karena pengaruh pil doebel l, kondisi teler, dua pelaku yang mengendarai sepedah motor berboncengan ini tiba-tiba menabrak batas jalan di Desa Kunjang.

Warga yang mengira itu kecelakaan, akhirnya melapor ke Polsek Kunjang. Petugas yang merasa curiga dengan pelaku ini, saat diperiksa dan digeledah menemukan dua butir pil doebel l disaku baju milik Slamet."Slamet kami menemukan 2 butir pil doebel dan temannya yakni Triono ada 7 butir pil doebel l,"jelas Kasubbag Humas Polres Kediri AKP I. H. Joedo.

Kedua pelaku yang diperiksa penyidik Satreskoba Polres Kediri, mengaku hanya mengkonsumsi pil doebel l dan mendapatkan barang tersebut dari temannya di Surabaya."Saat ini kasusnya kita kembangkan,"pungkas AKP Joedo. (Dt/B@m)

Polres Kediri Ringkus 6 Penjudi Beromset Puluhan Juta

Written By Hapra Indo on 8/13/2015 | 17:14

Kediri, hapraindonesia.co - Anggota Buser Satreskrim Polres Kediri, Kamis (13/8) meringkus 6 pelaku penjudi beromset puluhan juta rupiah. Dari enam pelaku, judi togel dan online ini, diringkus beserta barang buktinya.

Keenam pelaku judi tersebut tersangkut kasus judi remi, online dan togel adalah Teguh Santoso (46) warga Desa Kayen Lor, Kecamatan Plemahan, Poniman (61) warga Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri,  diringkus petugas judi remi dengan barang bukti uang Rp 330 ribu.

Sementara itu, Sugiarto (59) warga Desa Watugede, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, diringkus petugas saat main judi online."Barang bukti 1 alat komputer sudah kami amankan,"tutur Kasatreskrim Polres Kediri AKP M. Aldy Sulaeman.

Agus Riono (48) warga Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dibekuk di rumah dengan barang bukti, 12 lembar rekapan togel Rp 139 Ribu. Petugas yang melakukan pengembangan meringkus dua pelaku judi togel yakni Imam Muklis (40) warga Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Sunoto (58) warga Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Kedua pelaku tersebut, diamankan dengan barang bukti 1 Hp, 1 bolpoin, 2 rekapan judi togel dan uang Rp 262 ribu. Keenam pelaku penjudi saat dilakukan pemeriksaan mengaku beromset puluhan juta."Saat ini kami masih memeriksa para pelaku tersebut untuk pengembangan lebih lanjut,"jelas Kasatreskrim.

Sementara itu, Sugiarto, salah satu pelaku judi online, mengaku setiap melakukan judi online bisa mencapai uang hampir Rp 1 Juta."Ya tergantung mainnya mas,"terangnya. (Dt/B@m)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved