Latest Post

Walikota Kediri Kukuhkan Pengurus Forum PAUD Masa Bhakti 2016-2019

Written By Hapra Indo on 4/09/2016 | 11:57

Kediri, hapraindonesia.co - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengukuhkan Pengurus Forum PAUD masa bhakti 2016-2019 di Aula Dinas Pendidikan, Jumat (8/4/2016).

Dalam pengukuhan ini, Ferry Silviana Abu Bakar terpilih sebagai Ketua Umum Forum PAUD Kota Kediri. Dalam sambutannya, Mas Abu  panggilan akrab Abdullah Abu Bakar berharap dengan pengukuhkan pengurus forum PAUD ini dapat membawa PAUD di Kota Kediri menjadi lebih baik lagi. “PAUD menjadi sangat penting karena masa keemasan anak banyak dihabiskan saat pada usia dini,” ujarnya.

Mas Abu juga berpesan agar saat PAUD anak-anak banyak diberi bekal sebagai jiwa petarung karena tantangan kedepan semakin berat. “Saya berharap agar para pendidik PAUD mengajarkan anak-anak untuk menguasai dunia, bukan lagi Indonesia saja,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Forum PAUD yang akrab disapa Bunda Fey menjelaskan PAUD berada pada kuadran IV. Jadi pada kuadran ini PAUD memiliki substansi yang sangat penting dan genting. “PAUD menjadi sangat penting karena masa keemasan anak pada usia ini. Dan menjadi sangat genting karena rentang waktu pada masa PAUD sangatlah singkat,” terangnya.

Bunda Fey berharap agar para pengurus PAUD yang baru saja dikukuhkan ini dapat membawa PAUD Kota Kediri kearah yang lebih baik dan bermanfaat. (Adv/Hms)

Walikota Kediri Menjadi Narasumber Strategi Hadapi MEA di LAN

Written By Hapra Indo on 4/08/2016 | 13:54

Kediri, hapraindonesia.co - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar memaparkan strategi Kota Kediri dalam menghadapi MEA saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional di Lembaga Administrasi Negara.

Dalam acara yang digelar di Aula LAN Jalan veteran 10 Jakarta, Mas Abu merupakan wakil dari Kepala Daerah tingkat II. Narasumber yang lain dalam acara tersebut adalah Gubernur Jatim Soekarwo, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto, dan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Chandra Setiawan.

Menurut Walikota berusia 35 tahun ini, untuk meningkatkan daya saing UMKM, Pemkot Kediri telah membangun koordinasi internal maupun eksternal untuk memperkuat UMKM.

”Kelurahan, kecamatan, SKPD, perbankan, industri semua kami ajak untuk meningkatkan daya saing UMKM kami,” ujarnya. Mas Abu juga menjelaskan bahwa di kelurahan, masyarakat Kota Kediri mendapat dana melalui Prodamas yang menggelontorkan 50 juta rupiah per RT per tahun yang juga bisa digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana ekonomi. Selain itu, pada tingkat RW juga telah didirikan koperasi RW untuk membantu kesejahteraan masyarakat.

Dengan sarana dan prasarana ekonomi dari Prodamas masyarakat dapat melakukan aktivitas ekonomi, Untuk meningkatkan kemampuan teknis dan manajemen usaha, SKPD terkait telah menyediakan sejumlah pelatihan untuk individu maupun kelompok. Pemkot Kediri melalui Dinkop UMKM juga memberi fasilitas permodalan dengan bunga 4%. Dengan dana penyertaan sebesar Rp 9 Miliar perputaran dana bergulir ini sejak tahun 2007 hingga akhir 2015 lalu tercatat sudah mencapai Rp 27 M.

Selain aspek teknis produksi, manajemen dan permodalan, UMKM juga disediakan sarana untuk mempromosikan produknya melalui Pameran Produk Unggulan. Pameran bukan sekedar mendisplay produk, tetapi dikemas agar bisa menggaet pembeli dari luar kota. Untuk meningkatkan penguasaan teknologi dalam memasarkan secara online, Dishubkominfo merintis kerjasama dengan bukalapak.com "Kita undang orang-orang dari bukalapak.com untuk melatih para pelaku UMKM kita, agar mereka fasih berjualan secara online juga," imbuh Mas Abu.

Untuk memperkuat produk UMKM, Disperindagtamben Kota Kediri memfasilitasi pendaftaran merk dan sertifikasi halal. Disperindagtamben juga melakukan revitalisasi pasar, kerjasama dengan designer nasional dan mengeluarkan surat edaran pemakaian tenun ikat Kota Kediri sebagai pakaian kerja.

Sementara itu, dalam sektor perizinan BPM mempermudah perizinan untuk pelaku UMKM dalam mendirikan usahanya. “Tidak hanya itu BPM juga menggelar Bussines Meeting antara pengusaha kecil dan pengusaha besar. Serta melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk pemetaan ekonomi yang berpotensi,” terangnya. Mas Abu mengatakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dalam menghadapi MEA, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan memiliki program EMAS (English Massive).

Di setiap RT di Kota Kediri dilaksanakan kursus bahasa inggris yang diikuti oleh semua kelompok usia. EMAS ini dibantu oleh 74 relawan dari Amerika Serikat yang tergabung dalam Peace Corps.

Tidak hanya melibatkan SKPD saja, namun Mas Abu juga menggandeng entitas eksternal dalam penguatan daya saing. Diantaranya, BI dan OJK yang berkomitmen terhadap UMKM dan investasi yang aman.

Kontribusi KADIN juga sangat positif dalam memasarkan produk UMKM melalui program provinsi Jatim yakni perdagangan antar pulau. Serta Telkom yang memberikan akses internet gratis untuk pelaku UMKM di Kampung Tenun Kota Kediri dan penyediaan sarana untuk komunitas IT Kediri berupa Kediri Digital Lounge. (adv/hms)

Kembangkan Posyandu, Dinkes Kota Kediri Gandeng Pemprov

Kediri, hapraindonesia.co - Dinas Kesehatan Kota Kediri memberikan wawasan kepada ratusan kader potensial sebagai langkah penguatan pengembangan Taman Posyandu. Selain itu Dinkes juga menggandeng Pemprov Jatim dalam pengembangan Posyandu ini.

Sebagai wujud keseriusannya untuk mengembangkan Posyandu, Dinkes Kota Kediri mendatangkan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Bapak Totok, dr Gigi Fitria Dewi MSi, dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Ny Suminah dari Dinas Pendidikan Kota Kediri. Ketiga narasumber ini memberikan wawasan pada ratusan kader untuk terus meningkatkan pelayanan di Posyandu.

Posyandu sendiri kini sudah terintegrasi dengan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dii) dan BKB (Bina Keluarga Balita) yang kemudian diberi nama Taman Posyandu.

”Dengan adanya Taman Posyandu mari kita semua terutama bagi kader untuk terus memberikan pelayanan prima. Untuk bidang pendidikan di Posyandu salah satu caranya membentuk krakter anak di usia dini. Sehingga dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan motoriknya anak usia dini,” ungkap Totok.

Sementara, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dr Gigi Fitria Dewi MSi, yang juga menjadi narasumber di acara itu menjelaskan bagaimana cara mengembangkan Posyandu agar jadi optimal. ”Salah satunya cara agar berkembang yakni harus meningkatkan sarana-prasarana, pembinaan, pelayanan, kualitas kader yang sesuai dengan kriteria,” jelasnya.

Kabid P2KM Dinas Kesehatan Kota Kediri, Andik Arafik menambahkan, dalam melakukan pengembangan Taman Posyandu di Kota Kediri harus berjalan selaras. Sebab, dalam Taman Posyandu sendiri terdapat beberapa sektor yang berkesinambungan.

”Ada tiga sektor dari Dinkes, Disdik dan BPPKB, untuk dapat berkembang maka kita semua harus bersemangat memberikan pelayanan yang baik mulai dari kesehatan, pendidikan hingga pengetahuan,” ujarnya.

Menurutnya, Taman Posyandu sebagai wadah yang ideal dalam mewujudkan generasi bangsa yang berdaya saing, sehat dan berkepribadian. Untuk itu keberadaan Taman Posyandu sangat dibutuhkan dimasa sekarang. Mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diharapkan dapat terlibat dalam upaya itu. (Adv/Dinkes)

Mas Abu Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Penyambutan 350 Satgas Yoniv 521/DY Sepulang Amankan Perbatasan

Written By Hapra Indo on 4/07/2016 | 12:01

Kediri, hapraindonesia.co - Setelah menjalankan tugas jaga wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia selama 9 bulan 20 hari, sebanyak 350 orang prajurit TNI AD kembali ke Batalyon Infanteri (Yonif) 521 Dadayudha Kediri. Para prajurit pulang dengan selamat.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam menerima kedatangan para prajurit Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Satuan Tugas (Satgas) 521 Dadayudha tersebut.

Dalam sambutannya Mas Abu -- panggilan akrab Walikota Kediri menuturkan, prajurit Yonif 521 merupakan kebanggan masyarakat Kota Kediri. "Semoga setelah pulang dari tugas operasi menjadikan prjurit semakin matang," ujarnya.

Mas Abu menambahkan tugas yang dilaksanakan oleh prajurit ini merupakan tugas yang sangat berat dalam mengamankan batas negara. "Saya beserta masyarakat Kota Kediri berharap dengan tugas yang telah dilakukan bisa dijadikan motivasi," ungkapnya.

Dalam upacara penerimaan ini hadir pula Muspida Kota dan Kabupaten Kediri. Sementara itu, Komandan Yonif 521 Kediri Letkol Inf Slamet Winarto mengatakan, para prajurit mengamankan perbatasan Indonesia dan Malaysia tepatnya di Kalimantan Timur di Kabupate Nunukan, di daerah Sebatik, Pulau Nunukan dan Pulau Kalimantan. "Kurang lebih 4.087 patok batas yang mereka jaga. Alhamdulillah, selama ini tidak ada masalah. Memang ditemukan faktor patok yang rusak dan miring, tetapi itu karena alam. Beberapa patok atas perintah Pemerintah Pusat sudah dipasang chip, sehingga bisa langsung dipantau dari satelit," jelasnya.

Ditambah olehnya, di lokasi perbatasan yang dijaga tidak dapat dikatakan aman. Oleh karena itu, para prajurit harus siaga terus. Sebab, disana sering terjadi penonjolan situasi yang disebabkan adanya TKI illegal, maupun penyelundupan narkoba dan obat-obatan terlarang. "Kok bisa masuk ke Indonesia? Ya, karena jalan tikusnya banyak. Tetapi kita tetap solid, kalau memberantas tidak, tetapi menekan terus kita lakukan. Kita juga melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, bea cukai, tokoh agama dan tokoh adat. Semua kita jalin dengan baik," bebernya.

Selama 9 bulan 20 hari bertugas, katanya, para prajurit berhasil mengamankan sejumlah TKI ilegal, narkoba, minuman keras dan juga senjata api. "Alhamdulillah beberapa pucuk senjata api sudah kita amankan, kurang lebih 18 buah. Kita juga amankan miras yang kemarin kita hancurkan. Kemudian sabu hampir satu kilogram serta beberapa orang ilegal kita mengamankan buronan Malaysia," jelasnya.

Diakui oleh Slamet, selama bertugas di wilayah perbatasan, anggotanya mengalami beberapa kendala. Diantaranya adalah medan lokasi yang bervariasi, serta kendala rasa kangen anggota terhadap keluarganya. (Adv/Hms)

Berhasil Tumbuhkan Peran Serta Masyarakat, Mas Abu Terima Penghargaan PWI Jatim Award 2016

Written By Hapra Indo on 4/03/2016 | 10:06

Kediri, hapraindonesia.co - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur memberi penghargaan 'PWI Jatim Award Kategori Tokoh Daerah' kepada Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.

PWI memilih Walikota Kediri sebagai kepala daerah yang berhasil menumbuhkan peran serta masyarakat dalam pembangunan di Kota Kediri.

Pemberian penghargaan tersebut sebagai bentuk rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 dan Hari Ulang Tahun (HUT) PWI ke-70 yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada Rabu (30/3/2016) lalu.

Ketua PWI Jatim Ahmad Munir menyerahkan secara langsung penghargaan itu kepada Abdullah Abu Bakar. Turut hadir dalam acar ini Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

PWI Jatim melihat beberapa program Pemerintah Kota Kediri berhasil menumbuhkan peran serta masyarakat. Di antara program tersebut adalah Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas).

Prodamas merupakan program yang melibatkan masyarakat secara langsung mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, pemeliharan, hingga pengawasan pembangunan. Melalui Prodamas, konsep pembangunan tidak lagi menggunakan sistem top down, tetapi button up.

Mas Abu - panggilan akrab Abdullah Abu Bakar menuturkan, penghargaan ini diraih karena Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) yang telah berhasil dilaksanakan dan Pemkot Kediri bisa mempublikasikan serta transparasinya juga jelas. "Tentu ini akan sangat bermanfaat dan dinilai oleh PWI Jawa Timur,"ujarnya.

Kedepan, lanjut Mas Abu, Pemkot akan terus berkreasi untuk membuat program - program yang bagus dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat. Tahun 2016 ini, program yang juga dilaksanakan adalah English Massive dan perbaikan pelayanan di Kota Kediri. "Saat ini kita sedang berbenah dengan kelurahan. Saya berharap kelurahan di Kota Kediri bisa menjadi basis pelayanan masyarakat," terang suami dari Ferry Silviana Feronica.

Mas Abu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan media, karena informasi - informasi Pemerintah Daerah dipubliksikan. Dia merasa terbantu pemberitaan media massa, sehingga nama Kota Kediri menjadi harum, baik dari sisi pemerintahannya maupun dari sisi masyarakatnya.

Untuk diketahui, selain Prodamas, Mas Abu juga menjaring aspirasi dan masukan dari masyarakat melalui Surga (Suara Warga). Cukup dengan mengirimkan SMS ke 081333702221 atau membuka web resmi Pemerintah Kota Kediri, masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya untuk Kota Kediri.

Dari pengaduan tersebut, Walikota akan tahu permasalahan yang ada di daerahnya secara tepat dan langsung.

Walikota Kediri juga membuat forum dialog dengan masyarakat Kota Kediri yang dinamai Kopi Tahu. Mas Abu terjun langsung kepada masyarakat untuk sharing tentang pembangunan baik sarana dan prasarana fisik maupun non fisik yang tentunya sesuai dengan kebutuhan warga.

Pertemuan ini dilakukan bergiliran disetiap Kelurahan di Kota Kediri dan tentunya kopi dan tahu khas Kediri sebagai hidangan untuk mengobrol.(Adv/Hms)

Bertempat di Kantor Perwakilan BI Kediri, Walikota Perkenalkan Brand Harmoni Kediri The Servis City

Kediri, hapraindonesia.co - Kota Kediri memiliki brand baru yaitu Harmoni Kediri The Servis City. Tagline ini menegaskan bahwa Kota Kediri sebagai kota jasa dan perdagangan.

Bertempat di Ruang Serbaguna Lantai V Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar memperkenalkan brand Kota Kediri ini. Acara tersebut dikemas dalam bentuk Forum Bisnis 2016.

Beberapa orang pejabat hadir dalam acara ini. Diantaranya, Wakil Bupati Kediri Drs. Masykuri Ikhsan, MM., pimpinan cabang perbankan di wilayah Kota Kediri dan Kabupaten Kediri, perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Kediri, akademisi, perguruan tinggi di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri, pemimpin redaksi dan ketua asosialisasi jurnalis di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, pelaku usaha UMKM wilayah Kota dan Kabupaten Kediri serta sejumlah tamu undangan.

"Service City bukan sesuatu yang asing bagi Kota Kediri. Sejak era kerajaan, Kediri merupakan pusat keramaian. Pada tahun 1527-1830, Kediri juga memiliki hubungan dagang dengan Arab, Cina, Malaka dan daerah-daerah di Nusantara. Kemudian pada era kolonialisme Belanda, Kediri berkembang menjadi daerah industri gula. Hal ini berlanjut pada masa kemerdekaan, dengan berdirinya PT Gudang Garam industri tetap menjadi napas Kota Kediri," kata Abdullah Abu Bakar.

Selain faktor sejarah, imbuh Mas Abu - panggilan akrab Walikota Kediri, keharmonisan warga di Kediri juga menjadi modal Kediri meneguhkan dirinya sebagai service city. Salah satunya berkat komunikasi yang terjalin melalui Paguyuban Antar Umat Beragama (PAUB) yang terbentuk sejak 1998. Hal ini kemudian dijadikan referensi oleh pemerintah pusat menjadi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). "Suasana gotong royong masih sangat terasa di Kota Kediri. Walaupun warga kota, tetapi masih menerapkan gotong royong. Itu merupakan contoh harmonisasi di Kota Kediri," bebernya.

Harmoni Kediri The Service City sendiri didukung beberapa program baru seperti Semarakkan Kota, Segarkan Kota, Layanan Publik 360 Derajat, Iklim Investasi dan Rencana Tata Ruang Wilayah. Beberapa program itu memiliki elemen-elemen yang sangat bermanfaat untuk pembangunan kota menjadi lebih baik. (Adv/Hms)

Penarik Becak dan Ojek di Kediri Ikuti Kursus Bahasa Inggris

Written By Hapra Indo on 3/25/2016 | 11:29

Kediri, hapraindonesia.co - Salah satu program ungulan Pemerintah Kota Kediri untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) di tahun 2016 adalah English Massive (E-Mas). Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk belajar Bahasa Inggris guna menghadapi persaingan global yang menandai dimulainya era MEA tersebut.

Pada saat meninjau pelaksanaan kegiatan E-Mas di Jalan Stasiun Kediri, Kamis (24/03) pagi, Mas Abu, sapaan akrab Walikota Kediri berharap masyarakat terus bersemangat belajar Bahasa Inggris, khususnya yang bekerja di bidang perdagangan dan industri kreatif. “Seluruh warga harus bersemangat belajar bahasa Inggris, khususnya bagi yang bekerja di bidang perdagangan serta industri kreatif,” harapnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Mas Abu juga memberikan apresiasi kepada Paguyuban Bosta (Bocah Stasiun) yang beranggotakan tukang becak, tukang ojek, dan supir yang saat itu terlihat bersemangat belajar bahasa Inggris.

“Saya memberikan apresiasi dan mendukung penuh kepada Paguyuban Bosta yang saat ini belajar Bahasa Bahasa Inggris. Karena ilmu yang didapatkan nanti bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Seperti saat ada turis yang hendak naik transportasi umum, setidaknya panjenengan (anda) semua sudah bisa berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris,” ucap Mas Abu.

Mas Abu berharap, anggota Bosta dapat memanfaatkan ilmu tersebut sebaik mungkin dan terus belajar. “Mudah-mudahan ilmu yang didapat bermanfaat bagi panjenengan. Saya juga berpesan untuk sering-sering berlatih agar ilmu yang didapat tidak mudah luntur,” harapnya

Masih lanjut mas Abu mengatakan bahwa kegiatan E-Mas tersebut dipersembahkan untuk seluruh waga Kota Kediri untuk belajar Bahasa Inggris secara gratis. Baik anak-anak hingga dewasa bisa belajar bahasa inggris. Dalam kesempatan yang sama, Mas Abu juga mengucapkan terimakasih kepada relawan yang telah sukarela memberikan ilmunya kepada masyarakat Kota Kediri dan berharap agar ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi seluruh warga Kota Kediri.

Salah satu tukang becak yang menjadi peserta English Massive, Muhammad Fadli merasa senang dengan kegiatan tersebut. Dia bersemangat untuk mengikuti kursus English Massive. Dia mengaku usia tidak menjadi batasan seseorang untuk menimba ilmu.

”Dengan kursus ini, pengetahuan dan pengalaman saya tentang Bahasa Inggris menjadi semakin bertambah. Materi yang diberikan terkait cara berkomunikasi kehidupan sehari-hari, perkenalan, tawar-menawar becak, dan rupiah,” terangnya penuh semangat.(adv/B@)

Keterangan Gambar : Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, di dampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri saat meninjau kursus bahasa inggris untuk tukang becak, tukang ojek di sekitar Stasiun Kediri, Kamis (24/03) pagi.
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved