Latest Post

Pagelaran Seni "Panji Gunung", Komitmen Pemkot Kediri Lestarikan Seni dan Budaya

Written By Hapra Indonesia on 10/15/2017 | 20:44

Foto: Ratusan warga ketika menyaksikan Pagelaran Seni Budaya Selomangleng dengan tajuk "Panji Gunung".
Kediri, hapraindonesia.co - Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Kediri untuk melestarikan kebudayaan dan meningkatkan jumlah pengunjung di kawasan wisata Goa Selomangleng, Minggu (15/10/2017) pagi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudparpora) Kota Kediri kembali menggelar Pagelaran Seni Budaya Selomangleng dengan tajuk "Panji Gunung".

Pagelaran seni dan budaya ini rutin di gelar oleh Pemkot melalui Disbudparpora Kota Kediri tiap dua kali dalam setahun. Dalam pagelaran di akhir tahun 2017 ini Mengangkat tema Panji Gunung. Acara tersebut dimeriahkan oleh kolaborasi antara seniman-seniman dari lokal seperti dari Kediri, Surakarta bahkan seniman luar negeri seperti mexico dan finlandia.

Pagelaran yang dilaksanakan di Goa Selomangleng tersebut, mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat Kota Kediri. Hal itu terbukti dari banyaknya pengunjung yang tampak datang menyaksikan acara yang memang dipusatkan di Kawasan wisata Goa Selomangleng, jalan Mastrip, Desa Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Ditemui di sela sela acara Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan kalau acara tersebut memang salah satu acara periodik yang digelar di Goa Selomangleng. Dan selain itu diselenggarakannya pagelaran seperti ini dengan harapan mampu menarik wisatawan lokal Kediri dan luar Kota Kediri untuk hadir ke Kota Kediri,“Kita juga mendatangkan seniman dari Mancanegara, diantaranya dari Meksiko dan Filandia,” ujarnya.

Sementara untuk tema Panji Gunung lanjut Nur Muhyar mengatakan tema ini diambil karena Kota Kediri merupakan bagian dari asal usul Cerita Panji tersebut. Dan juga Goa Selomangleng berada di antara Lereng Gunung Maskumambang dan Gunung Klotok. “ Dan Kota Kediri juga merupakan salah satu kota yang memiliki gunung dan kawasan perbukitan,” ujarnya lebih lanjut.

Salah satu pengisi acara yakni Ayu Laksmi salah satu pemeran film Pemuja Setan yang turut serta berpartisipasi dalam mengatakan, ia sangat senang bisa turut tampil dalam pagelaran kesenian di Kota Kediri dan ini sudah kali keduanya datang di Kota Tahu.

“Bisa kembali dan perform di Kota Kediri saya senang sekali. Dulu saya sudah pernah ke Kota Kediri, waktu tahun 1987 tapi dulu masih jadi penyanyi rok. Tampil di tempat terbuka saya senang sekali, apalagi saya punya project album namanya suara semesta yang memang mengangkat seputar tema cinta kasih, penghormatan sesama manusia, dan Bhineka Tunggal Ika. Saya selalu punya harapan menyadarkan orang-orang supaya percaya bahwa alam ini bisa menjaga kita karena alam adalah ibu pertiwi,” ungkap seniman asal Bali tersebut.

Tidak lupa ayu juga menambahkan harapannya agar pagelaran seni dan budaya bisa terus diselenggarakan agar bisa dimiliki masyarakat dan para seniman bisa tampil dan menjadi tuan rumah di negeri nya sendiri.

Acara pagelaran seni budaya selomangleng yang bertajuk panji gunung kali ini sangat meriah, karena turut dimeriahkan oleh victor hugo dan Sri mara dari mexico, padepokan lemah putih dan mentari dance dari surakarta, encik krisna dari yogyakarta, ayu laksmi dari bali, mo theater dari finlandia dan ella dance dari kota kediri, dan acara ini di akhiri dengan ratusan warga yang hadir menyaksikan pagelaran tersebut berebut gunungan buah yang sebelumnya diarak oleh para seniman dari depan museum Airlangga menuju area pagelaran seni dan budaya Panji Gunung yakni Goa Selomangleng.

(B@m/hms/adv)

Dana BOP untuk Paud di Kabupaten Kediri Amburadul

Written By Hapra Indonesia on 10/02/2017 | 15:54

Foto: Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kediri/Ist
Kediri, hapraindonesia.co - Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Pemerintah Pusat menggelontorkan dana pendidikan untuk daerah - daerah seluruh Indonesia sangat banyak. Salah satunya di kabupaten Kediri pada tahun 2016, Pemerintah Pusat memberikan bantuan yang disebut Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP) khusus untuk Paud dan juga merupakan pertama kalinya diluncurkan bantuan tersebut.

Seperti di Kabupaten Kediri mendapat Bantuan Rp 376.972.633 (dalam ribuan rupiah) sekitar 3,7 Miliar, dana tersebut tidak boleh untuk rehab besar,hanya boleh perawatan ringan seperti pengecetan ringan hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomer 2 Tahun 2016, yang ditetapkan pada 3 Februari 2016 oleh Menteri Pendidikan.

Dana tersebut sudah diatur keperuntukannya ataupun presentasi pembagian dana tersebut digunakan untuk apa saja, seperti 1. Buku - buku Pembelajaran PAUD yang dibutuhkan, 2. Peralatan Pembelajaran seperti kertas, krayon, spidol, pensil, bahan pakai habis dan bahan pembelajaran sejenis lainnya, 3. Kegiatan pertemuan dengan orang tua/wali murid, kunjungan ke rumah anak, diambil dari Dana BOP Minimal 50%.

Dan untuk Kegiatan Pendukung Maksimal 35% Dari Dana BOP meliputi 1. Penyediaan buku administrasi, 2. Pembelian alat-alat Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK), pembelian obat-obatan ringan, dan isi kotak P3K, 3. Biaya pertemuan guru di kegiatan Gugus PAUD, menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas pendidikan, dan transport petugas kesehatan kunjung, 4. Menambah transport pendidik, 5. Penyediaan makanan sehat.

Lebih lanjut untuk kegiatan lainya hanya Maksimal 15% seperti 1. Perawatan sarana dan prasarana termasuk perbaikan dan pengecetan ringan, 2. Dukungan penyediaan alat-alat publikasi PAUD, 3. Langganan listrik, telepon/internet, air.

Menurut Informasi yang diterima hapraindonesia.co, banyaknya permainan dalam pengadaan-pangadaan yang dibutuhkan untuk PAUD, salah satunya buku, buku inipun berbagai macam, seperti buku pegangan guru, buku untuk anak didik dan alat peraga.

Kebutuhan tersebut tidak bisa serta merta langsung bisa dibeli, disitu harus diadakan uji materi,dan memang ini semua sudah dikumpulkan dan di uji, namun menurut sumber yang enggan dipublikasikan, pada saat dikumpulkan itulah pembagian disepakati, seperti halnya buku yang bisa mendapatkan ataupun mengerjakan pengadaan buku sudah mendapatkan legalitas dan surat keterangan dari penerbit, akan tetapi tidak demikian adanya,semua tetap dibagi-bagi.

Mendapat informasi tersebut hapraindonesia.co mencoba menemui Kepala Dinas Pendidikan(Disdik) Kabupaten Kediri Subur Widodo, ditemui diruangannya subur, dikonfirmasi terkait masalah BOP subur pada saat itu belum menjadi kepala dinas pendidikan,"pada saat itu saya belum menjabat, tapi masa transisi, jadi belum seutuhnya saya mas" terangnya.

lebih lanjut subur mengatakan semua itu sudah dilalui sesuai dengan prosedur, namun tidak diingkari adanya problem dengan hal tersbut, "semua itu sudah dilalui sesuai aturan, namun kalau yang dibawah bermain ya saya kurang tau" terangnya.

Subur juga mengakui kalau bantuan BOP yang baru pertama kali diadapat adanya kejanggalan, namun pada tahun 2017 subur menggandeng dari pihak Kejaksaan maupun Kepolisian untuk ikut pengawasan karena dana yang didapat pada tahun 2017 lebih besar.

"saya akui adanya kejanggalan, tapi waktu itu bukan saya sepenuhnya, itu masa transisi pergantian kepala dinas sebelumnya, dan untuk tahun 2017 dana BOP lebih besar, makanya saya menggandeng Kejaksaan dan Kepolisian untuk membantu pengawasan" katanya.

(g@luh)

Walikota Mojokerto Terima Penghargaan dari Mensos

Written By Hapra Indonesia on 9/12/2017 | 09:49

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, haindonesia.co - Kota Mojokerto kembali mendapatkan penghargaan dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali kota Mojokerto, Mas’ud Yunus, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tahap dua, Senin (11/9/2017), di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, karena berhasil melakukan verifikasi dan validasi data KPM Rastra (bantuan pangan) non tunai dengan melaksanakan verifikasi dan validasi data terpadu.

Dalam Rakor yang mengangkat tema ‘Meningkatkan Peran Aktif Pemerintah Daerah dalam Verifikasi Data Terpadu untuk Penanganan Fakir Miskin’, ini diikuti 188 Pemerintah Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia. Tujuan rakor ini agar terbangunnya dukungan dan komitmen antara pemerintah pusat dan daerah untuk penanganan fakir miskin, pusat data dan informasi kesejahteraan sosial.

Dalam Rakornas ini juga diserahkan data terpadu penanggulangan fakir miskin sesuai dengan Keputusan Menteri Sosial Nomor 57 Tahun 2017 kepada setiap provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia.

Data yang diberikan tersebut merupakan data dasar untuk pelaksanaan program penanganan fakir miskin yang perlu diverifikasi dan divalidasi lagi oleh pemerintah daerah. Dengan harapan pelaksanaannya nanti tidak menimbulkan masalah.

Mensos mengatakan terintegrasikannya data kemiskinan sangat penting agar program perlindungan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat betul-betul komprehensif dan menyeluruh. Apalagi saat ini pemerintah berupaya semakin banyak program yang diintergrasikan melalui satu kartu yakni Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan sistem penyaluran non tunai. Hal ini memerlukan data yang terverifikasi dan valid agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Sementara itu, Walikota Mas’ud mengatakan penghargaan ini adalah bonus kerja keras tim. Meski mendapat penghargaan bukan merupakan target utama, namun Walikota selalu mewanti-wanti agar data warga miskin agar selalu diverifikasi dan divalidasi dengan cepat. “Sehingga percepatan integrasi data berbagai perlindungan sosial bisa akurat dan kesejahteraan di Kota Mojokerto dapat terwujud,” tuturnya.

Kiai Ud mengatakan terintegrasikannya data kemiskinan sangat penting agar program perlindungan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat betul-betul komprehensif dan menyeluruh.

“Alhamdulillah menurut data Kementerian Sosial, angka kemiskinan warga Kota Mojokerto menurun satu persen. Kita peringkat ke 38 dari 38 Kota/Kabupaten di Jawa Timur dengan prosentase kemiskinan paling sedikit seluruh Jawa Timur,” sebutnya.

Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kota Mojokerto menjadi satu-satunya yang diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Sosial dan menjadi percontohan Kabupaten/Kota se-Indonesia. BPNT diselenggarakan dengan bekerja sama dengan bank dan menggunakan e-warung yang tersebar di Kota Mojokerto.

(Adv Taurus)

Bacagub Jatim La Nyalla Mattalitti Meriahkan Jalan Santai Di Desa Sampang Agung

Written By Hapra Indonesia on 8/28/2017 | 14:22

Foto: La Nyalla Mattalitti Bakal Calon Gubernur Jatim Tahun 2017-2023
Mojokerto, hapraindonesia.co - La Nyalla Mattalitti Bakal Calon (Balon) Gubernur Jatim bersama Sekitar 1.350 Orang peserta mengikuti jalan Santai dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Desa Sampang Agung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini dipusatkan di depan Lapangan Desa Sampang Agung kegiatan yang bertemakan Colour Fun Walk.

Jalan Santai ini dilepas langsung oleh Kepala Desa Suhartono didampingi Kapolsek Kutorejo, Danramil Kutorejo Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Tokoh Masyarakat, Ketua Panitia Pelaksana Jalan Santai pada sekitar pukul 07.00 Wib, Minggu (27/8/2017).

Kepala Desa Sampang Agung Suhartono mengatakan, dalam rangka memperingati HUT RI Ke 72 ini, dirinya bersama warga membuat kegiatan lomba jalan sehat dan beberapa perlombaan yang pada intinya untuk mempererat dan membangun tali silaturohmi dan menanamkan rasa cinta tanah air. “Intinya silaturohmi dan menanamkan rasa cinta tanah air,” ungkap Suhartono.

Foto: Dok/HI
Masih kata Suhartono, Acara jalan santai rutin diadakan setiap tahunnya ini, Tidak membuat para peserta berkurang malah semakin bertambah. Baik dari luar desa bahkan ada peserta juga datang dari luar daerah yakni Jombang, Sidoarjo dan lamongan.

“Pasalnya, Hadiah yang diundi dalam kupon karcis oleh panitia cukup fantastis diantaranya 1 Unit Sepeda Motor Bast, 2 Unit TV Polytron Led, 2 Unit Mesin Cuci Kulkas, 2 Unit Sepeda Gunung, Magic Com dan hadiah Doorprice lainnya," tambah Suhartono.

Kepada hapraindonesia.co salah seorang warga mengapresiasi Kepala Desa Sampang Agung dengan mengadakan lomba jalan sehat. Selain membuat badan kita bugar, panitia juga menyediakan berbagai macam hadiah dan hiburan.

“Terima kasih buat Kepala Desa Sampang Agung, selain dapat sehat, semoga saya juga bisa dapat hadiahnya. Dengan rute yang sudah diediakan oleh panitia, para peserta lomba jalan sehat ini, terlihat kompak dan tertib, sehingga tidak menganggu masyarakat pengguna jalan umum lainnya," ungkap salah seorang warga.

Foto: Dok/HI
Sementara itu Bu Nuril warga Desa Sambaringin tidak menyangkah dirinya mendapat undian berhadiah Sepeda motor. mengikuti acara jalan santai yang diadakan di Desa Sampang Agung.

“Saya merasa senang dan berterima kasih sekali kepada panitia penyelenggara jalan santai, karena sistim undian tidak dilebur. Langsung dicatat dan diumumkan oleh panitia penyelenggara jalan santai. Dan penyerahan Kunci diserahkan langsung oleh Kapolsek AKP Putu Sadia Kutorejo didampingi Kades Sampang Agung, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Panitia Penyelenggara Jalan Santai.” ucap Nuril.

Suhartono Mengatakan bahwa kedatangan La Nyalla Mattalitti Bakal Calon Gubernur.Jatim ke Desa Sampang Agung mengikuti Jalan Santai. Dan memperkenalkan kepada masyarakat Desa Sampang Agung bahwa dirinya ikut pencalon Gubernur Jatim Tahun (2017-2023).

La Nyalla Mattalitti Bakal Calon Gubernur Jatim memberi Santunan kepada 110 orang anak yatim Desa Sampang Agung diberi bantuan seperangkat alat Gamelan. Dirinya berniat mensejaterakan masyarakat Jawa Timur.

(Taurus)

Tolak PPN 10 Persen, Petani Tebu di Kediri Gelar Aksi Demo

Written By Hapra Indonesia on 8/24/2017 | 20:21

Foto: Dok/HI
Kediri, hapraindonesia.co - Dengan diterapkan pajak 10 persen penjualan gula oleh Kementrian Keuangan RI membuat para petani tebu di Kediri menggelar aksi protes. Mereka memarkiran truk berisi tebu di jalan menuju Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Kamis (24/08/2017)

Pajak yang dibebankan terhadap petani tebu dan masuknya gula impor dari luar secara bebas, membuat ribuan ton gula milik petani lokal mangkrak tak terjual.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Pesantren Kota Kediri Suprayitno dalam orasinya mengatakan bahwa Para petani dan pengusaha tebu di Kediri merasa keberatan dengan adanya kebijakan pemerintah atas penerapan  PPN sebesar 10 persen. Karena, dinilai akan mematikan nasib petani.

“Misalkan gula harga Rp 10 ribu. Dengan PPN sebesar 10 persen berarti petani hanya menerima Rp 9 ribu saja,” kata Suprayitno.

Masih lanjut Suprayitno menambahkan, selain pajak yang menjadi beban, kita juga di sengsarakan dengan beredarnya gula import di pasaran secara bebas.

“Penerapan pajak gula sebesar 10 persen berdampak luas bagi industri gula hingga ke tingkat petani. Sopir truk pemuat tebu pun terkena imbasnya. Sebab, pendapatan para petani dipastikan akan menurun,” pungkas Suprayitno.

Masih menurut Suprayitno, gula impor yang sudah beredar di pasaran saat ini seharusnya ditarik 1oleh pemerintah. Dengan demikian gula lokal bisa menjangkau hingga tingkat konsumi.

Saat ini, produksi gula nasional sudah mencapai 2,4 juta ton dari 62 pabrik gula yang ada di Indonesia, sedangkan kebutuhan gula nasional hanya 2,8 juta ton.


"Jadi hanya kurang sedikit saja, tetapi gula impor yang didatangkan melebihi. Hingga mengakibatkan gula lokal tak laku," tegasnya.

Dari pantauan hapraindonesia.co di lapangan Aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB tersebut dikawal ketat oleh pihak kepolisiandari Polres Kediri berlangsung aman dan kondusif dari awal hingga akhir.

(*/bm)

Polisi Akan Mediasi Kasus KDRT

Written By Hapra Indonesia on 8/21/2017 | 19:27

Foto: Ilustrasi/ist
Kediri, hapraindonesia.co - Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kridha Pristiawan Atis Witanto Purnomo (35) asal Jalan Kawi no 10.A Mojoroto Kota Kediri terhadap Sri Ernawati (30) asal Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek kini terus bergulir.

Setelah korban melaporkan pelaku, polisi langsung bergerak cepat dan memulai mediasi antara korban dan pelaku. Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Ridwan Sahara menjelaskan kalau kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ada tahapannya mediasi terlebih dahulu. Pasalnya adalah suami istri. Dan saat ini sudah memasuki tahap mediasi.

” Hari ini pukul 10 wib, jadwalnya adalah mediasi, akan tetapi pihak Sri Ernawati, belum datang,” ujarnya, Senin (21/8) melalui telefon selulernya.

Karena ada salah satu pihak yang belum datang, pihaknya berencana akan menjadwalkan ulang. “ Ya besok bisa di jadwalkan lagi,” Imbuhnya.

Untuk diketahui kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut bermula dari korban yang sebelumnya mengingatkan pada suaminya agar tidak berbuat selingkuh. Akan tetapi pelaku malah marah-marah dan akhirnya menghajar korban hingga mengalami sejumlah luka di bagian bibir.

(dt/bm)

Tari Songgolangit dan Cakra Khan Tutup serangkaian perayaan HUT Kota Kediri ke-1138

Foto: Dok/HI
Kediri, hapraindonesia.co - Pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kediri ke-1138 yang telah berlangsung sejak 15 juli lalu resmi ditutup Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, malam ini (20/8/2017) di stadion Brawijaya Kota Kediri.

Closing ceremony HUT Kota Kediri diawali dengan sajian tari Dewi Songgolangit yang di ikuti oleh 378 dari sanggar tari Jaran Panoleh, penyerahan hadiah atas sejumlah kegiatan lomba, diantaranya lomba foto di Kediri Nite Carnival dan kendaraan hias beberapa waktu yang lalu. Acarapun dilanjutkan konser solois ibukota Cakra Khan, pagelaran akbar inipun ditutup dengan pesta kembang api sebagai Puncak acara HUT Kota Kediri.

Dalam sambutannya, Mas Abu sapaan orang nomor satu di Kota Kediri menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung acara HUT Kota Kediri ini, sehingga acara yang di mulai dengan khataman Alquran, Nite Carnival, pawai kendaraan hias, lomba-lomba, serta adanya pengajian akbar bisa sukses dan berjalan dengan baik.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Saya titip pesan, bahwa di Indonesia khususnya di Kota Kediri mempunyai ragam kebudayaan dan kesenian yg luar biasa. Untuk itu kita harus tetap menjaganya, bukan hanya pemerintah saja tapi semua elemen masyarakat juga", ucapnya.

Foto: Dok/HI
Mas Abu juga menuturkan bahwa bangga menjadi warga kota Kediri. Sehingga sesuai tagline nya yaitu Harmomi Kediri the service city, dimana kita bisa bersatu padu di setiap masyarakat yang ada di RT juga, bisa berfikir bersama, sehingga bisa membangun Kota Kediri bersama.

"Selaku Walikota Kediri dan sebagai bagian dari masyarakat Kota Kediri saya mengajak panjenengan semua untuk membangun bersama mengembangkan Kota Kediri bersama.Sehingga Kota Kediri lebih bermanfaat, maju, sukses lebih memiliki generasi yg dholeh- sholehah," imbuhnya.

Pada kesempatan yang baik tersebut Mas Abu juga secara simbolis memberikan hadiah kepada pemenang lomba foto. Adapun pemenang lomba foto Kendaraan Hias untuk juara favorit di raih oleh Ahmad Rifai, kategori kamera digital juara1,2,3 adalah Richa Rahmawati, Mochamad Burhanudin dan Ahmad Saifulloh.

Untuk kategori smartphone diraih oleh One Mega Santoso, Rahmat Eka Pambudhi, Prastiyani (Iman). Sedangkan untuk pemenang lomba foto Nite Carnival adalah juara favorit diraih oleh Rio Sonata, juara 1,2,3 kategori kamera DSLR juara pertama diraih oleh Pajar Narasingha, Hendy Wicaksono ,Wildan Afif Kholidi, sedangkan kategori smartpone adalah Mayrino Candra, Fathur Rahman dan Nanang Suhartono.

Untuk di ketahui closing ceremony HUT Kota Kediri ini juga hadiri oleh wakil walikota Kediri - Lilik Muhibbah, dan Perwakilan dari Forkopimda Kota Kediri. (adv/humas)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved