Latest Post

Ribuan Warga Antusias Mengikuti Jalan Santai

Written By Hapra Indonesia on 12/18/2016 | 17:11

Kediri, hapraindonesia.co - Ribuan warga terlihat antusias mengikuti jalan santai yang diadakan oleh (RSUD) Gambiran Kota Kediri, Minggu (18/12/2016) pagi. Acara jalan santai yang bertempat di halaman (RSUD) Gambiran II adalah dalam rangkaian peringatan HUT RSUD Gambiran Kota Kediri yang ke-141 tahun.

Berangkat dari halaman depan RSUD Gambiran II, ribuan warga terlihat sangat  antusias mengikuti event ini.

“Jadi kita ajak masyarakat untuk berolahraga bersama agar sehat sehingga tercipta Kota Kediri yang kuat,” terang Fauzan Adima, direktur RSUD Gambiran Minggu (18/12/2016).

Tidak hanya berjalan santai, sebelum jalan satai diberangkatkan ribuan warga yang mengikuti jalan santai terlebih dahulu diajak untuk senam bersama. Kegiatan ini selain untuk memperingati HUT (RSUD) Gambiran juga sebagai peringatan (HKN) ke-52 dengan mengangkat tema "Masyarakat hidup sehat, Indonesia kuat".

Setelah selesai senam bersama akhirnya ribuan peserta jalan santai langsung diberangkatkan oleh Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah.

Untuk mengakomodasi banyaknya peserta yang ikut event ini, panitia jalan santai menyediakan lima ribu tiket gratis, yang bisa diambil peserta di titik pemberangkatan menjelang jalan santai dimulai.

Rute yang dilalui adalah mulai dari halaman RSUD Gambiran II di Jalan Kapten Tendean, menuju ke arah selatan menuju ke perempatan Bence. Setelah itu berbelok ke kiri hingga pertigaan SDN Pakunden 3.

Selanjutnya peserta harus berbelok ke kiri menuju ke jalan lingkungan Bence hingga sampai di lapangan bola dan rute terakhir, peserta harus belok kiri menuju ke Perumahan Permata Biru dan finis di RSUD Gambiran II.

Setelah sampai di titik finis peserta langsung mengumpulkan tiket yang sudah diberikan untuk mendapatkan snack gratis dan akan diundi untuk memperebutkan hadiah-hadiah yang sudah disediakan.

Hadiah utama berupa dua unit sepeda motor Honda, Serta puluhan hadiah lainnya berupa televisi, kulkas, kipas angin hingga sepeda,“Silahkan dinikmati acaranya, dan semoga menjadi salah satu daryang beruntung,” tambahnya.

Melalui acara-acara peringatan HUT RSUD Gambiran ini, Fauzan berharap, ke depannya performa kinerja RSUD bisa semakin ditingkatkan. Apalagi ada fasilitas baru yang jauh lebih baik. Sehingga bisa meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien terhadap RSUD Gambiran. Karyawan pun harus hidup sehat, dan tidak sakit-sakitan.


Fauzan berharap dengan berdirinya gedung RSUD Gambiran II, “Kita berupaya terus memperbaiki kinerja demi kesembuhan dan kepercayaan pasien ke depannya,” katanya.

(Adv/Red)

Peringatan HUT ke-141 RSUD Gambiran Gelar Khitanan Massal

Written By Hapra Indonesia on 12/17/2016 | 21:12

Kediri, hapraindonesia.co - Dalam rangkaian Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-141, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri menggelar khitanan massal yang berlangsung di gedung baru RSUD Gambiran II, Jalan Kapten Tendean, Kota Kediri, Jawa Timur.

Nampak hadir dalam khitan massal ini, Walikota Kediri Abdullah Abubakar dan Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibah yang didampingi oleh direktur RSUD Gambiran dr Fauzan Adima yang memantau langsung proses khitan massal yang di ikuti sebanyak 111 anak.

Dalam sambutannya Walikota Kediri Abdullah Abubakar mengatakan sangat mengapresiasi acara khitanan masal tersebut, sebab dalam kegiatan tersebut antara RSUD dan Masyarakat bisa saling bersaapa dan bisa membantu masyrakat.

“Dengan diadakannya acara seperti ini kita bisa saling berbagi antara RSUD Gambiran dengan masyarakat dan Mudah- mudahkan khitanan ini membawa berkah bagi kita semua, khususnya bagi anak-anak yang dikhitan," Kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Sabtu (17/12/2016).

Masih kata Mas Abu sapaan akrab walikota kediri dalam sambutannya juga menyampaikan pesan agar kedepn pelayanan RSUD Gambiran semakin meningkat.

"Pelayanan di RSUD Gambiran ini semakin bagus. Baik dari segi pelayanan kepada masyarakat maupun sarana dan prasarananya," tambah Mas Abu.

Dalam kesempatan itu, Mas Abu juga menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada tiga orang peserta khitan massal.

Ditemui disela sela acara khitnan massal, Direktur RSUD Gambiran dr Fauzan Adima mengatakan, kegiatan sunat massal ini merupakan salah satu kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian RSUD Gambiran dan kontribusi nyata kepada masyarakat Kota Kediri. Kegiatan sosial ini digelar dalam peringatan HUT RSUD Gambiran Kediri yang ke- 141 dan juga Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52.

"Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya, khususnya adalah masyarakat kurang mampu," Tambahnya.

Masih lanjut dr Fauzan mengatakan dia berharap dengan kegiatan ini, mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk mempercayakan kesehatannya kepada RSUD Gambiran.

Dan untuk diketahui dalam acara khitan massal yang di ikuti sebanyak 111 orang peserta ini, RSUD Gambiran menurunkan dua dokter konsultasi, tiga dokter umum dan sepuluh orang perawat

(Adv/B@m)

Sosialisasi Akan Pentingnya Kebersihan, RSUD Gambiran Gelar Lomba Cuci Tangan

Written By Hapra Indonesia on 12/16/2016 | 20:50

Kediri, hapraindonesia.co - Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang memasuki usia ke-141tahun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri menggelar lomba cuci tangan, bertempat di halaman lokasi wisata Tirtoyoso, Kuwak, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (16/12/2016).

Puluhan pelajar dari perwakilan SMA, SMK dan Mahasiswa Kesehatan se-Kota Kediri, berlomba menunjukan cara berperilaku hidup bersih dan sehat melalui cuci tangan. selain rangkaian peringatan HUT RSUD Gambiran yang ke-141Lomba cuci tangan itu sendiri sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-52 tahun.

Kepala RSUD Gambiran Kota Kediri, dr. Fauzan Adima menjelaskan, acara lomba ini diikuti oleh 20 kelompok pelajar baik dari SMA, SMK serta Mahasiswa Kesehatan se-Kota Kediri. Masing-masing kelompok terdiri atas lima hingga tujuh pelajar.

"Disini peserta diharuskan menyisipkan gerakan cuci tangan melalui kreasi tarian, dance tarian modern maupun tradisional," katanya.

Masih kata dr Fauzan menambahkan, Melalui kompetisi lomba ini, dijadikan sebagai sarana sosialisasi tentang pentingnya mencuci tangan. Meski terlihat sepele, hal itu efektif agar dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. Menurutnya, pelajar memiliki tingkat aktivitas yang tinggi, baik untuk belajar maupun aktivitas lainnya.

"Dalam kehidupannya sehari hari, kita rentan sekali dapat terserang penyakit. Hal itu disebabkan karena kurangnya perhatian terhadap kebersihan. Maka dari itu, kita ajak sejak dini melakukan gerakan cuci tangan," tambahnya.

Sementara itu, Tari Salah mahasiswi kesehatan IIK Kota Kediri yang mengikuti lomba mengaku mengapresiasi kegiatan lomba tersebut.

Ditegaskan, agar kompetisi itu tidak hanya dilakukan seremonial yang sifatnya kompetitif. Menurutnya, cuci tangan meski sangat sederhana dilakukan, banyak yang menyepelekan. Padahal jika dilakukan rutin bisa memutus mata rantai kuman dan terbebas dari penyakit.

"Kami berharap lomba ini akan menjadi embrio bagi lahirnya anak-anak, generasi penerus bangsa yang sehat, kuat dan cerdas," harapnya.

(Adv/B@m)

Pagelaran Selomangleng Berhasil Sedot Ratusan Warga

Written By Hapra Indonesia on 12/12/2016 | 09:38

Kediri, hapraindonesia.co - Ratusan warga dari dalam terlihat memadati kawasan wisata Goa Selomangleng Kota Kediri, Minggu (11/12) bertepatan dengan pagelaran seni budaya yang bertajuk Pagelaran Seni Budaya Selomangleng.

Berbagai pertunjukan disuguhkan dalam acara ini. Di antaranya arak-arakan budaya yang terdiri dari kelompok seni jaranan, reog panji bersih desa, barongsai, serta sesaji dari hasil bumi warga setempat.

Dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda, dan olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri sebagai penyelenggara juga turut mengundang beberapa seniman dari mancanegara yang mempelajari kesenian lokal.Mereka pun turut mengisi acara pagelaran seni budaya Selomangleng.

"Dengan penyelenggaraan acara ini kami harapkan dapat memicu minat masyarakat untuk mencintai kesenian daerah,” ujar Nur Muhyar Kepala Disbudparpora Kota Kediri.

Acara yang dimulai sejak pukul 10.00, ini diawali oleh pertunjukan jaranan dan dilanjutkan dengan barongsai serta arak-arakan. Acara dilanjutkan dengan pementasan seni kontemporer musik, tari, dan teatrikal oleh perwakilan seniman Dari Meksiko dan Amerika yang Menceritakan kisah Dewi Sekartaji.

Penyajian seni kontemporer tersebut mendapatkan apresiasi luar biasa dari masyarakat yang datang.

Julia Nataniel salah satu seniman dari Amerika mengungkapkan kekagumannya atas apresiasi yang diberikan oleh masyarakat Kota Kediri. Menurutnya, sambutan yang diberikan warga Kediri sangat luar biasa. “Amazing,” ujarnya.

Pertunjukan musik keroncong juga ditampilkan dalam acara tersebut. Menariknya, Disbudparpora turut mengundang penyanyi ibukota Oppie Andaresta yang menjadikan acara semakin semarak.

Beberapa tembang populer dibawakan oleh penyanyi bergenre pop ini. Masyarakat yang hadir juga turut menyanyikan beberapa tembang popular, seperti Ingat Ingat Pesan Mama dan Orang Kaya. Nur Muhyar selaku kepala Disbudparpora mengaku puas dengan penyelenggaraan acara yang berlangsung tertib dan lancar hingga usai.

"Alhamdulillah masyarakat dapat menikmati acara tersebut tanpa kendala. Semoga dalam gelaran berikutnya, kami dapat melaksanakan acara yang lebih spektakuler lagi,” ujarnya.

(B@m/Red)

Peningkatkan Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran Pkn Pada Materi Ajar

Written By Hapra Indonesia on 12/01/2016 | 18:40

Publikasi Ilmiah Oleh :

HARTATI JUNAIKA, S.Pd, Pengajar Mata Pelajaran PKn SMPN 3 Kalidawir Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Nopember 2016.

Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kalidawir Tulungagung Semester I Tahun Pelajaran 2016 / 2017 Melalui Model Pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI) (PENELITIAN TINDAKAN KELAS)

Kata Kunci :

PKn, Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran PKn, Model Pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI) Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif, namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus.

Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran.

Penelitian ini berdasarkan permasalahan : Bagaimanakah Peningkatkan Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran Pkn Pada Materi Ajar : Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kalidawir Tulungagung Semester I Tahun Pelajaran 2016 / 2017 Melalui Model Pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI) Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah:

(a) Ingin mengetahui Peningkatkan Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran Pkn Pada Materi Ajar : Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kalidawir Tulungagung Semester I Tahun Pelajaran 2016 / 2017 setelah diterapkannya Model Pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI).

(b) memberikan gambaran metode pembelajaran yang tepat dalam upaya meningkatkan nilai hasil belajar siswa dan menjadikan siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran . setiap putaran terdiri dari empat tahap, yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMPN 3 Kalidawir Kabupaten Tulungagung, Semerter I Tahun Pelajaran 2016/2017.

Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar, dari hasil analisis didapatkan bahwa Nilai Hasil Belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II, yaitu siklus I (62,22%), siklus II (88,88%), Simpulan dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI) dapat berpengaruh positif terhadap Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran Pkn Pada Materi Ajar :

Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kalidawir Tulungagung Semester I Tahun Pelajaran 2016 / 2017 serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran PKn.

Puluhan Motor dan Mobil Antik Dipamerkan di Depan Kawasan Wisata Goa Selomangleng

Written By Hapra Indonesia on 11/26/2016 | 16:59

Kediri, hapraindonesia.co - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olah Raga (DISBUDPARPORA) Kota Kediri bekerjasama dengan MACI – Kediri (Motor Antik Club Indonesia), menggelar sosialisasi cagar dan budaya yang diselenggarakan di Museum Airlangga Kediri,Sabtu (26/11/16).

Terlihat dilokasi puluhan sepedah motor dan sejumlah mobil antik terjejer rapi di depan museum Airlangga Kota Kediri, untuk dipamerkan untuk pengunjung lokasi wisata Goa Selomangleng. Dalam acara soslisasi cagar dan budaya berbagai jenis motor tua yang dipamerkan mulai dari tahun 1940 – 1950 kendaraan yang dipamerkan rata-rata buatan dari Inggris.

Turut menghadiri acara itu Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar atau yang kerap disapa Mas Abu mengatakan , is berharap banyak motor antik beredar di Kota Kediri biar menambah keromantisan Kota Kediri, “untuk kedepannya semoga kita bisa bekerja sama dengan Disbudparpora untuk menggelar pameran motor tua, dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas dan bukan hanya dinikmati para penghobi motor tua saja,” kata mas Abu yang waktyu itu didampingi Kadisbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar.

Sementara itu ditemui ditempat pameran, Adnan Al Asmara selaku Koordinator Pameran Motor Antik mengaku jika sepeda motor yang dipamerkan merupakan motor yang sangat istimewa, karena selain tua nilai sejarahnya sangat tinggi terutama dalam bidang transportasi di masa perjuangan.

"Di Kediri ada sekitar 200-an pemilik motor antik, dan motor ini merupakan benda cagar budaya yang dilindungi UU," Jelas AAdnan kepada awak media.

Masih lanjut Adnan , MACI berharap motor antik ini mendapat perlindungan lebih khusus di dalam Peraturan Daerah, Perda Kota Kediri terutama dalam hal izin di jalan umum. Mengingat jika mengacu ke Samsat, kantor Samsat malah kalah tua dibanding motornya. Sebelum ada Samsat berdiri, motor ini sudah ada.

"Ini kan motornya gak ada surat, kami mohon semoga ada perda khusus bagi kami pemilik motor antik agar di jalan enak dan menjaga cagar budaya agar tidak dapat diperjualbelikan seenaknya, sehingga kami juga mau dan bersedia membayar pajak," tambah Adnan.

(B@m)

Foto : Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, ketika mencoba salah satu motor antik yang dipamerkan dikawasan wisata Goa Selomangleng Kota Kediri.

Dinkop dan UMKM Kota Kediri Gelar Pelatihan Calon Wira Usaha Muda

Written By Hapra Indonesia on 10/25/2016 | 10:44

Kediri, hapraindonesia.co - Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia (LPTTI) dari Jakarta menyelenggarakan sebuah Event Pendidikan serta Pelatihan bagi Masyarakat Calon Wira Usaha Baru. Kegiatan yang dikemas dalam “Teknik Desain Merchandise dan Usaha Digital Printing” ini dilaksanakan mulai dari tanggal 10-12 Oktober 2016 di halaman Ketos (Kediri Town Square) Kota Kediri.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri Kristianto kepada HAPRA mengatakan, kegiatan ini sengaja dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat kota Kediri bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dalam menghadapi pertumbuhan perkembangan tekonologi saat ini.

Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahap, tahap yang pertama yaitu tahap seleksi, yang dilaksanakan kemarin tanggal 10-11 Oktober 2016. Seleksi peserta dimulai dari tes tulis dan juga tes praktek menjalankan program aplikasi computer Pothoshop, Corel Draw, Microsoft Word, dan Microsoft Excel, dan pada tanggal 12 Oktober 2016 pengumuman peserta yang lolos. Dari 97 peserta yang mendaftar, dipilihlah 30 peserta yang terbaik yang akan mengikuti pelatihan “Teknik Desain Merchandise dan Usaha Digital Printing”.

Kegiatan pelatihan dimulai pada tanggal 13 Oktober 2016 pukul 08.00 WIB di Balai Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri, yang dimulai dengan pembukaan dan pengarahan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri. Pelatihan ini dilaksanakan selama 12 hari, dari tanggal 13-26 Oktober 2016.

Peserta pelatihan diberikan arahan bagaimana menjalankan sebuah usaha, dasar-dasar apa yang harus dimiliki dalam menjalankan sebuah usaha. Setiap trainer yang membimbing peserta pelatihan juga memberikan motivasi agar peserta antusias dalam mendalami dunia desain grafis dan menciptakan usaha baru di bidang desain merchandise dan digital printing.

“Peserta yang ikud dalam pelatihan ini rata-rata sudah bisa dalam menjalankan program Photoshop dan coreldraw, sehingga nanti kedepannya mempermudah peserta dalam memahami materi yang diberikan” tutur bapak Iyan Selaku trainer. Materi yang diberikan adalah materi-materi yang terkait dengan desain grafis, yaitu Photoshop dan Coreldraw. Semangat dari peserta dalam mempelajari materi yang diberikan oleh trainer menjadikan sebuah nilai yang luar biasa, sehingga peserta mudah memahami dan menerima materi yang disampaikan.

Hingga hari ini peserta sudah berhasil menciptakan berbagai macam produk merchandise, mulai dari pin, gantungan kunci, mug, dan sablon kaos. Hasil dari kegiatan tersebut peserta pelatihan diberikan peluang untuk memamerkan hasil karyanya dalam kegiatan bazar dan pameran UMKM yang dilaksanakan pada 23-24 Oktober 2016 di Ketos (Kediri Town Square) dengan tema “Kediri Kembul Bujono”.

Antusias warga yang hadir di bazar UMKM sungguh luar biasa, tidak sedikit warga yang datang meminta untuk dibuatkan pin, mug, dan sablon kaos juga sebagai kenang-kenangan atau oleh-oleh untuk keluarga atau saudara.

Rencananya, setelah pelatihan ini selesai peserta akan membentuk sebuah kelompok usaha bersama yang siap melayani masyarakat Kota Kediri yang tentunya didukung penuh Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri.

(*/Adv)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved