Latest Post

Kelurahan Banjarmlati masuk 4 besar “Lomba Kelurahan Berhasil”

Written By Hapra Indo on 6/18/2015 | 12:10

Dinas Kesehatan Kota Kediri turut andil dalam Pembinaan dibidang indikator kesehatan, selaku Koordinator

Kediri, hapraindonesia.co - Kelurahan Banjarmlati berhasil mewakili Kota Kediri di ajang Lomba Desa dan Kelurahan Berhasil Tingkat Provinsi Jawa Timur. Rabu (17/6), tim penilai Kelurahan dari Propinsi Jawa Timur melakukan peninjauan lapangan untuk membuktikan keunggulan Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Hal tersebut dilakukan karena sebelumnya Kelurahan Banjarmlati berhasil masuk 4 besar Lomba Kelurahan Berhasil, mampu menyisihkan 37 kelurahan dan 5 desa, se Provinsi Jawa Timur. Kemenangan tersebut didapatkan setelah Kelurahan Banjarmlati berhasil mempresentasikan keunggulan wilayahnya yang dijabarkan dalam 8 indikator penilaian lomba, di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur pada 1 Juni lalu.

Delapan indikator tersebut antara lain adalah bidang, Pemerintahan, Kesehatan, ekonomi, pendidikan, keamanan, sumber daya masyarakat. Dalam lomba ini Dinas Kesehatan Kota kediri turut andil dalam lomba desa dan kelurahan berhasil di tingkat Provinsi ini.

Di ajang lomba ini Dinkes turut andil dalam Pembinaan dibidang indikator kesehatan, komponen kesehatan sendiri terdiri dari , Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, PKK, dan Pokja 4. Dari ke empat komponen tersebut dinas kesehatan berlaku sebagai koordinatornya.

Menurut ketua tim penilai lomba, Sugianto, 8 indikator yang dijadikan penilaian lomba mencerminkan hakekat kebutuhan masyarakat. Karena itu, menurutnya, tujuan diadakannya lomba ini bukanlah untuk mencari pemenang. “Kami berharap dengan adanya lomba ini, desa dan kelurahan bisa meningkatkan perannya dalam melayani masyarakat. Karena kelurahan dan desa adalah tangan pertama Pemerintah Kota ataupun Kabupaten dalam hal pelayanan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan penilaian ini akan menjadi acuan untuk menentukan satu kelurahan atau desa yang akan mewakili Jawa Timur dalam lomba serupa di tingkat Nasional.

Sementara itu Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah memberikan dukungannya kepada Kelurahan Banjarmlati agar terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Ning Lik panggilan akrab Wakil Walikota Kediri juga berharap Kelurahan Banjarmlati bisa menjadi teladan bagi semua kelurahan di Kota Kediri.

Acara dilanjutkan dengan penijauan lapangan oleh Tim Penilai Lomba Kelurahan Berhasil tingkat Provinsi Jawa Timur. Tim Penilai secara terpisah melakukan peninjauan sesuai dengan indikator penilaian yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing, dan selanjutnya tim berkumpul lagi untuk melakukan evaluasi. (Adv/Dinkes)

Keterangan Gambar : Ketua tim penilai lomba dari Provinsi saat berfoto bersama tim Kelurahan Berhasil Kota Kediri, di Kelurahan Banjarmlati.

Merasa Diperlakukan Tak Adil Oleh Partai, Balon Bupati Dari Gerindra Layangkan Protes

Written By Hapra Indo on 6/15/2015 | 23:56

Kediri, hapraindonesia.co - Merasa diperlakukan secara tak adil saat diundang dipenjaringan Bakal calon (Balon) Bupati Kediri, oleh Partai Gerindra. Haji M. Khamim, Balon Bupati Kediri, Senin (15/6) mendatangi kantor DPC Kab Kediri, melayangkan surat protes.

Pengiriman surat protes yang dimasukan ke disela sela pintu kantor PartaÍ Gerindra, berisi protes ketidakadilan saat undangan tahapan penjaringan Balon Bupati di Kediri, di Gedung Serbaguna Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Minggu (14/6) kemarin, pihak Partai Gerindra mengundang Balon Bupati Kediri, dengan cara tebang pilih yakni di undang lewat SMS dan diundang secara resmi lewat surat undangan.

Temuan surat protes dari H. Moh Khamim ini, ditanggapi serius oleh sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri, Abdul Rozaq. Alasanya, pihaknya menyayangkan sikap Khamim, yang melayangkan surat protes yang diselipkan dipintu kantor Gerindra.

"Kalau memang tutupkan bisa menghubungi saya atau yang lainnya dan bisa berbicara dengan baik. Kami dari DPC Partai Gerindra tidak ada pilih kasih kepada para Balon Bupati Kediri terkait undangan kemarin. Toh semua yang menentukan rekom dari DPD,"jelasnya. (Dt/Gal)

Dinamika Politik Pilkada, Yuliantoro Maju Sebagai Balon Bupati Jalur Partai

Kediri, haraindonesia.co - Ir. Yuliantoro, sebelumnya menyatakan maju menjadi bakal mencalonkan diri lewat jalur perseorangan di Pilkada Kabupaten Kediri 2015, kini berbalik arah lewat jalur partai. Upaya tersebut sengaja dilakukan dengan alasan melihat fenomena dinamika politik Pilkada Kabupaten Kediri, persaingan semakin ketat.

Yuliantoro didamping tim suksesnya, mendatangi KPU Kab Kediri, meminta maaf ke Komisioner KPU yang sebelumnya menyatakan maju lewat jalur independent."Kami mempunyai etika, kedatangan kami kesini (KPU) meminta maaf, karena saya pindah ke maju lewat jalur partai,"terangnya.

Ditemui di KPUD Kab Kediri, Yuliantoro mengatakan, dirinya tidak takut dikatakan plin plan. Sebab, upaya untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati Kediri, dengan berpindah jalur partai politik sudah difikir secara matang." Mau tidak mau kami harus pindah ke partai politik dan itu sudah kita fikirkan dengan tim. Karena persyaratan yang dibuat KPU lewat jalur perseorangan syaratnya sangat memberatkan,"jelas Yuliantoro.

Dikatakan Yuliantoro, pihaknya dalam berpindah dan memilih ke jalur partai, menurutnya sudah melakukan komonikasi ke beberapa partai dengan salah satunya melakukan mengikuti uji publik yang diselanggarakan Partai Gerindra."Fenomena dinamika politik di Kab Kediri perlu kita cermati. Kami intinya mencalonkan diri sebagai bupati Kediri ingin aman dan kondusif,"tutur Yuliantoro. (Dt/B@m)

Kesulitan Menginput Data ke Soft Copy, Calon Perseorangan Protes KPU

Kediri, hapraindonesia.co - Dua calon perseorangan bakal calon (Balon) Bupati Kediri, Wisnu Whardana dan Subani, Senin (15/6) sore sekitar pukul 15.50 Wib, menyerahkan alat dukungan berupa fotocopy KTP dan Soft Copy data sebagai syarat dukungan untuk maju sebagai calon Bupati Kediri, ke KPUD Kab Kediri. Namun, kedua calon perseorangan yang membawa calon bupati serta tim sukses, melontarkan protes ke Komisioner KPU Kab Kediri. Pasalnya, soft copy yang diberikan KPU ke calon perseorangan merasa kesulitan.

Aksi protes tersebut yang dilakukan Wisnu Wardhan ini menilai soft copy yang diberikan pihak KPU Kab Kediri kepada calon perseorangan atau jalur independent, sangat mepet batas waktunya. Sebab, batas pembukaan penyerahan dukungan yang dibuka KPU mulai tanggal 11 hingga 15 Juni 2015, dan diberikan soft copy tersebut diberikan dua hari sebelum penutupan.

"Ini kan yang dipermasalahkan soft copy yang diberikan KPU kepada waktunya sangat singkat dan membuat kami kesulitan untuk menginput data dalam waktu dua hari. Mana bisa dalam waktu dua hari menginput data memindah ke soft copy,"jelas Wisnu Wardhana.

Lebih lanjut Wisnu, pihaknya menyesalkan kepada KPU saat melakukan protes pihak KPU berpenggah teguh dengan aturan PKPU. Sikap tersebur menurut Wisnu tidak bisa memberi kelonggoran sebagai Baslon Bupati yang maju lewat jalur perseorangan."Kami tahu UU dan aturan yang ada, tapi jika ada kekurangan dan keselahan kami berharap bisa memperbaikinya,"harap Wisnu.

Sementara itu, Komisioner Ketua KPUD Kab Kediri Sapta Andaru Iswara mengatakan, aksi protes terkait soft copy yang dilontarkan calon perseorangan, pihaknya tetap berpegang teguh ke aturan yang sudah ditetapkan oleh KPU RI. Tak hanya itu saja, pihaknya langsung menghubungi KPU ditingkat Provinsi.

"Kami sudah belajar di Pilkada tahun 2010 lalu dan sudah melakukan antisipasi. Memang, dijalur perseorangan yang dimasalahkan di soft copy dan hart copy. Dan kami berjalan sesuai aturan KPU dan UU no 8 tahun 2015,"ujar Ketua Komisioner KPUD.(Dt/B@m)

Penggembala Kambing Tewas Seketika, Disambar KA Rapih Dhoho

Kediri, hapraindonesia.co - Nasib tragis menimpa Suparlin, 73, warga Dusun Templek, Desa Purwoasri, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Pasalnya, saat menyebrang di perlintasan Kereta Api di desa tersebut hendak menggembala kambing, tewas disambar KA Rapih Dhoho.

Kasi Humas Polsek Purwoasri Aiptu Sujatmiko mengatakan, peristiwa ini bermula saat Suparlin, berjalan menggiring kambingnya menyebrangkan ke perlintasan KA desa tersebut dari arah barat menuju ke timur. Tak disangka, dari arah selatan menuju ke utara KA Rapih Dhoho 441 jurusan Malang Surabaya melaju dengan cepat dan menyambar Suparlin, hingga terpental ke parit dan tewas seketika.

"Saat Kereta Api melintas ada saksi yakni Karli yang sempat meneriaki korban. Namun korban tak mendengar dan tidak tahu hingga akhirnya tersambar kereta api,"tuturnya Aiptu Sujatmiko.

Selain korban meninggal dunia dan mengalami luka dikepala, tiga kambing milik korban juga tertabrak juga mati. Korban yang meninggal dunia langsung dilarikan ke RS Pelem Kediri. (Dt/B@m)

Jelang Pilkada, Partai Gerindra Lakukan Uji Publik

Written By Hapra Indo on 6/14/2015 | 18:33

Kediri,hapraindonesia.co - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kediri, DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri, melakukan uji publik kepada bakal calon Bupati Kediri di Gedung Serbaguna Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Minggu (14/6). Uji publik penjaringan tersebut diikuti tiga Balon Bupati yakni Ir. Yuliantoro, H. M. Khamim dan Dwi Woni Merdika Wati.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri, Arif Junaidi mengatakan, tahapan penjaringan Balon Bupati Kediri yang dilakukannya rencana akan dilakukan uji publik di tingkat DPP DPD tingkat Jatim. Oleh sebab itu, pihaknya berpesan kepada seluruh Kader Partai Gerindra di Kabupaten Kediri siapapun Balon Bupati Kediri yang mendapat rekom diharapkan mendukung calon tersebut.

"Uji publik ini akan kita serahkan sepenuhnya ke tingkat DPD. Kami disini hanya sebatas melakukan vertifikasi. Dari Partai Gerindra kami akan membawa 1 paket yang akan menjadi calon bupati,"terang Arif Junaidi.

Lebih lanjut Arif Junaidi, dalam melakukan penjaringan Balon Bupati ini, pihaknya sudah mendapat dukungan dari 5 Partai lainnya."Kami yakin apa yang kami lakukan akan berhasil. Karena, selain mendapat dukungan dari kader Partai Gerindra kami juga mendapat dukungan dari Partai Demokrat, Nasdem, PAN dan masih ada lagi,"ujarnya.

Sementara itu, Ir. Yuliantoro Balon Bupati Kediri yang sebelumnya berencana maju menjadi calon bupati lewat jalur perseorangan atau independent saat menghadiri penjaringan uji publik Partai menuturkan, menurutnya mengikuti arus dinamika politik menjelang Pilkada Kab Kediri.

"Untuk mencalonkan Pilkada Kabupaten Kediri, baik itu lewat Partai atu independent semuanya butuh pertimbangan yang sangat maksimal. Dan kami masih melihat dinamika politik Pilkada di Kab Kediri,"jelas Yuliantoro. (Dt/B@m)

Bonceng Pacar, Pelajar Tewas Tabrak Pohon

Kediri, hapraindonesia.co - Diduga mengantuk usai keliling mengandarai sepeda motor dan berboncengan dengan sang pacar, M. Mustafa Sholahudin (15) pelajar warga Desa, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak pohon dipinggir Jalan Raya Desa Sidomulyo, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, hingga tewas, Minggu (14/6) pagi sekitar pukul 05.30 Wib. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung menghubungi pihak kepolisian.

Kasi Humas Polsek Purwoasri Aiptu Jatmiko menuturkan, peristiwa kecelakaan tunggal bermula saat korban bersama pacarnya melaju dari arah selatan menuju ke utara, hendak pulang melewati jalan raya Desa Sidomulyo jurusan Desa Gudo Jombang. Korban yang berboncengan mengenderai sepeda motor modifikasian dengan Nopol S 2003 WS, ban motor kecil diduga oleng hingga menabrak pohon yang berada dijalur sisi jalan.

"Kami menduga luka dikepala korban akibat benturan keras dengan pohon dan terbentur setir motor. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Saat ini korban berada di RS Pelem Pare, Kediri. Sementera, teman korban yang diduga pacarnya belum bisa dimintai keterangan karena belum sadar,"tutur Aiptu Jatmiko.

Lebih lanjut Kasi Humas menjelaskan, dari hasil keterangan keluarga korban, sebelum keluar bersama dengan pacarnya itu, keluarga korban sempat bertemu diacara pernikahan di desanya dan lalu pergi tidak pamit tanpa memakai helm.

"Kami menduga korban mengantuk. Dari keterangan keluarga korban, malamnya masih bertemu dengan orang tuanya diacara resepsi pernikahan,"terang Kasi Humas.(Dt/B@m)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved