Latest Post

Ratusan Santri dan Warga Kota Kediri Antusias Ikuti Kegiatan Liwetan Ala Santri

Written By Hapra Indonesia on 11/08/2018 | 01:23

Foto: (Dok/HI)
Kediri, hapraindonesia.co - Masih dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kediri melalui Disbudparpora menggelar istighotsah, santunan dan liwetan di depan Kantor PCNU, Jalan Sriwijaya Kota Kediri, Rabu (07/11/2018) malam.

Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil menuturkan, kegiatan istighotsah dan liwetan ala santri ini terkandung maksud, kedepan satri lebih berkualitas dan mengambil peran untuk kontribusi kepada bangsa kita ini.

"Liwetan ini kan bahasa yang kita kenal di pondok pesantren. terkandung maksud untuk al i'timad ala nafs atau mandiri. Jadi santri dididik di gembleng di pondok untuk belajar mandiri. Dengan meliwet itu butuh waktu dan kesabaran untuk menunggu matangnya masakan. Jadi kita mengajarkan mandiri dan kesabaran," papar Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau yang akrab disapa Gus Ab.

Hal senada diungkapkan Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar, liwetan ini adalah budaya santri di pondok pesantren yang kembali diangkat oleh PCNU Kota Kediri.

" Liwetan ini kan budaya santri yang kembali diangkat lagi oleh PCNU kota Kediri. Kegiatan ini adalah rangkaian perayaan hari santri nasional 2018. Dalam Rangkaian hari santri memang ada beberapa kegiatan yang patut pemerintah kota kediri suport dengan maksud sebagai daya tarik baru atau icon baru di Kota Kediri," Terang Nur Muhyar.

Kedepannya lanjut Nur Muhyar mengatakan, Pemerintah Kota Kediri akan terus mendorong, memfasilitasi kegiatan yang bisa diselaraskan dengan program pemerintah Kota Kediri.

"Alhamdulilah kegiatan liwetan ini dari tahun ketahun antusias warga dan satri Kota Kediri semakin luar biasa. Karena mereka semakin berani menampakkan almamaternya. Kedepan untuk semakin meningkatkan kebudayaan islami dan daya tarik wisata lain di Kota Kediri kegiatan seperti ini akan kita suport dan fasilitasi," tambah Nur Muhyar.

(Adv/*)

Pembukaan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Angkatan I dan II Tahun 2018 Kabupaten Mojokerto

Written By Hapra Indonesia on 11/06/2018 | 01:12

Foto: Ist
Mojokerto, hapraindonesia.co - Sebanyak 60 orang terdiri dari 40 Kepala SDN dan 20 Kepala TK, mendapat pengarahan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, untuk senantiasa meningkatkan kompetensi melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Pesan tersebut disampaikan dalam acara Pembukaan Diklat Penguatan Kepala Sekolah Angkatan I dan II Tahun 2018, Senin (5/11) pagi di Pendopo Graha Maja Tama.

“Kepala sekolah wajib meningkatkan kompetensinya melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), yang salah satunya adalah dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat). Diklat ini merupakan salah satu upaya peningkatan kemampuan manajaerial di sekolah,” kata wabup.

Terdapat dua macam karakter yang ingin ditanamkan kepada para peserta didik. Yakni karakter intrapersonal dan interpersonal. Karakter intrapersonal dicirikan dengan sifat kreatif, visioner, cerdas. Sedangkan interpersonal berkaitan dengan aspek kinestik yang dicirikan dengan kerja keras, gigih dan tanggung jawab.

“Terkait dengan intrapersonal dan interpersonal, maka nilai-nilai pendidikan karakter perlu dilaksanakan secara komperhensif di sekolah, melalui aktivitas intrakurikuler dan ekstrakurikuler,” tambah wabup.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto, Susantoso, melalui laporan sambutannya mengatakan, para peserta akan menjalani diklat mulai tanggal 5-10 November 2018. Para peserta akan menerima materi pelatihan selama 75 jam pelajaran untuk tiap angkatan.

“Para peserta akan menjalani diklat selama lima hari tepatnya tanggal 5-10 November 2018. Materi pelatihan diberikan selama 75 jam pelajaran untuk tiap angkatan, mulai dari materi dasar hingga penunjang. Narasumber berasal dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS),” terang Susantoso.

(Taurus)

Parade Bedug dan Pawai Ta'aruf Sukses Menyemarakkan Peringatan HSN 2018 di Kota Kediri

Written By Hapra Indonesia on 11/05/2018 | 01:57

Foto: (Dok/Hms)
Kediri, hapraindonesia.co - Lantunan shalawat terdengar merdu saat mobil-mobil yang membawa bedug beriringan mengelilingi Kota Kediri. Tercatat 150 kendaraan roda empat dan 500 kendaraan roda dua ikut memeriahkan acara Parade Bedug dan Pawai Ta'aruf. Mengambil start di Lapangan Gadjah Mada dan finish di Taman Sekartaji, acara ini sukses menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional di Kota Kediri, minggu (4/11).

Acara ini adalah kali kedua diselenggarakan PCNU Kota Kediri bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kediri. Turut hadir Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Kasdim 0809 Kediri, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), Ketua Panitia Melvin Zainul Asyiqin (Gus Iing), M. D Thoha Yahya (Gus Lik), Kabag Kesra Kota Kediri Ardi Handoko, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar dan ribuan masyarakat yang mengikuti acara tersebut.

Dalam sambutannya, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar atau yang akrab disapa Mas Abu ini menjelaskan diadakannya Parade Bedug adalah untuk memunculkan gaung peringatan hari santri. "Pawai bedug ini dulu kita rumuskan sama PCNU, supaya pawai bedug ini ada gaungnya dalam memperingati hari santri. Saya dengar daerah lain juga banyak yang mengadakan. Alhamdulillah di Kota Kediri makin lama makin semarak dan semakin bagus," ujarnya.

Kegiatan Parade Bedug dan Pawai Ta'aruf ini, lanjut Mas Abu, diadakan supaya anak-anak mengetahui besarnya toleransi di Kota Kediri. "Mudah-mudahan ini bisa mengedukasi seluruh masyarakat Kota Kediri khususnya, Jawa timur dan Indonesia pada umumnya," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Mas Abu juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengajak anak-anak sebagai generasi penerus untuk mengikuti kegiatan seperti ini. "Mereka harus diajak di kegiatan seperti ini. Karena mereka sedang diserang oleh globalisasi. Globalisasi ini bisa ke arah yang baik, bisa juga yang buruk. Jadi mari kita jaga, jangan sampai mereka salah menentukan arah kedepannya nanti," imbuhnya.

Selain itu, ajakan untuk menjaga keutuhan NKRI dengan tidak mudah terprovokasi juga disampaikan oleh Mas Abu kepada masyarakat. Disampaikannya pula agar turut serta menyumbangkan pemikiran yang baik untuk Indonesia yang lebih baik kedepannya.

kita harus bisa menjamin pendidikan dan budaya mereka lebih baik agar tumbuh kembang mereka baik dan menjadi penerus kita yang terbaik.

(Adv/Hms)

Berangkatkan Peserta Gerak Jalan Ini Pesan Wabub Mojokerto

Written By Hapra Indonesia on 11/04/2018 | 01:04

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Wakil Bupati Mojokerto Pungkasidi memberangkatkan peserta gerak jalan Mojosari-Mojokerto tahun 2018, yang mengambil start di Lapangan Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Sabtu (3/11) siang.

Wakil Bupati mengatakan dalam event tahunan ini, mengajak semua peserta untuk mengenang jasa para pahlawan dengan memetik kembali nilai-nilai sejarah, khsususnya perisitwa pertempuran masyarakat Kabupaten Mojokerto melawan Belanda.

“Dengan diselenggarakannya gerak jalan Mojosari-Mojokerto ini, diharapkan generasi muda dapat memetik kembali nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Mojokerto pada pertempuran melawan Belanda di lokasi jembatan perbatasan antara Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu, dan Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo dari pasukan komando Hayam Wuruk yang dipimpin oleh Batalyon Mansyur Sholikin, Batalyon Moenasir, Batalyon Bambang Yuwono dan Batalyon Tjipto. Sampai saat ini kenangan peristiwa tersebut ditandai dengan Monumen Peluru di pertigaan Pasar Dlanggu,” tutur wabup membacakan sejarah gerak jalan ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto sekaligus ketua penyelenggara acara, Djoko Widjayanto, dalam laporan sambutannya menerangkan para peserta yang ikut berpartisipasi dalam gerak jalan ini.

“Acara ini diikuti peserta baik beregu maupun perorangan, dari berbagi sekolah, TNI, Polri, dinas, kecamatan, swasta, serta relawan. Para peserta memperebutkan hadiah trophy, piagam dan pembinaan bagi juara gerak jalan,” terang Djoko.

Rute gerak jalan sendiri terilhami dari rute escape Pasukan Komando Hayam Wuruk pimpinan Mayor Pamoe Rahardjo, dalam pertempuran Mojosari Selatan untuk mengusir penjajah Belanda yang menduduki sebagian wilayah Mojokerto pada tahun 1949 silam.

Penunjukkan Mayor Pamoe Rahardjo saat itu dilakukan oleh Kolonel Soengkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur (Panglima Divisi I) melalui surat Perintah Siasat No. 2/Gmdt/Dar. tanggal 24 Desember 1948.

(Taurus)

Wakil Bupati Lantik Tujuh Kepala Desa Terpilih

Written By Hapra Indonesia on 11/03/2018 | 01:10

Foto: Ist
Mokokerto, hapraindonesia.co - Tujuh orang kepala desa terpilih dari hasil pelaksanaan Pilkades serentak tanggal 19 September tahun 2018, resmi dilantik Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Jumat (2/11) pagi di ruang Satya Bina Karya.

Mereka adalah Suwarno sebagai Kepala Desa Madureso Kecamatan Dawarblandong, Sumaji sebagai Kepala Desa Kalikatir Kecamatan Gondang, Anton Kurniawan sebagai Kepala Desa Kesemen Kecamatan Ngoro, Dwi Siswarini sebagai Kepala Desa Mlaten Kecamatan Puri, Siswahyudi sebagai Kepala Desa Sumbergirang Kecamatan Puri, Nuroso sebagai Kepala Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar, dan Zuli Astutik sebagai Kepala Desa Pekukuhan Kecamatan Mojosari.

Foto: Ist
Wakil bupati dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah berkewajiban untuk mendorong terselenggaranya otonomi desa di wilayahnya. Sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa dapat mencapai tujuannya, dengan cara meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Demi mencapai harapan yang dimaksud, maka dibutuhkan kepemimpinan kepala desa yang mumpuni, yang memahami kebutuhan desa serta masyarakatnya.

“Kepala desa harus punya kemampuan manajerial yang efisien dan efektif. Kepala desa mengemban amanat yang tidak ringan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa. Kepala desa juga harus mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks serta mampu menempatkan diri di atas semua kepentingan masyarakat desa, demi membangun serta memajukan desa dan warganya,” pesan wabup.

Wabup juga berpesan kepada para kades terpilih untuk dapat bersikap netral, dan menjaga ketertiban dan ketentraman wilayah demi suksesnya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sekaligus Pemilihan Legislatif yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 april 2019 mendatang.

“Saya mengajak semuanya khususnya para kades yang terpilih hari ini, untuk ikut menjaga ketertiban, ketentraman wilayah, dan bersikap netral menghadapi agenda politik pesta demokrasi yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sekaligus Pemilihan Legeslatif 17 April 2019 nanti,” tambah wabup yang hadir didampingi Sekretaris Daerah Herry Suwito, Asisten Pemerintahan dan Kesra Agus M. Anas, dan Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi.

(T@urus)

Urus Paspor Bisa Dilakukan di GMSC

Foto: (Istimewa)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Konter pelayanan Imigrasi untuk pengurusan paspor sudah beroperasi di Mal Pelayanan Publik Graha Mojokerto Service City (GMSC) Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto No 96-104.

Unit Layanan Paspor (ULP) Kota Mojokerto menggelar soft launching, Jum’at (2/11), di gedung yang menjadi tempat layanan publik terpadu pertama di Kota Mojokerto ini.

Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati ketika meninjau ULP di gedung GMSC, Kamis (1/11) siang mengatakan, setelah soft launching Jum’at (2/11) Unit Layanan Paspor menerima permohonan paspor dengan kuota sebanyak 50 orang.

“Pada hari Jum’at, ULP melayani pemohon paspor khusus pemegang e-KTP domisili Kota Mojokerto yang datang langsung (walk-in) ke konter,” kata Harlis sebagaimana dirilis Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya.

Lebih lanjut disampaikan Harlistyati, terhitung tanggal 5 November 2018, ULP Kota Mojokerto menerima permohonan paspor melalui antrian secara online yang dapat diakses melalui laman web www.antrian.imigrasi.go.id atau aplikasi di google playstore ‘antrian paspor.

“Untuk pelayanan secara online berlaku tidak hanya e-KTP Kota Mojokerto tapi juga untuk masyarakat semua daerah,” katanya.

Meskipun Mal GMSC belum diresmikan, namun masyarakat sudah bisa mengurus paspor di gedung yang berdiri di atas lahan eks RSUD Wahidin Sudiro Husodo ini. “Hari ini tadi (Kamis-red) ULP telah melayani permohonan paspor sebanyak enam orang,” ungkap Harlistyati.

Dijelaskan Harlistyati, sebagaimana disampaikan Wawali terkait belum di-launching nya GMSC ini untuk melakukan pembenahan sarana dan prasarana. “Kalau sudah tidak ada kendala GMSC akan segera grand opening, dan 15 hari sebelum grand opening layanan operasional sudah bisa dilihat,” jelasnya.

Harlistyati juga berharap konter-konter yang lain bisa segera terisi. “Insyaallah instansi yang lain segera menyusul seperti BPPKA dan BPRS menyatakan bersedia. Intinya yang terpenting adalah masyarakat bisa terlayani dengan baik,” ungkapnya.

Beberapa instansi yang lebih dulu beroperasi di lantai dua gedung pelayanan terpadu tersebut, layanan Dispendukcapil Kota Mojokerto seperti pelayanan pengurusan e-KTP, KK, akta kematian/kelahiran, hingga catatan sipil, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kota Mojokerto.

(Taurus)

Pemkab Mojokerto Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018

Written By Hapra Indonesia on 10/23/2018 | 09:23

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Bersama Santri Damailah Negeri” menjadi tema Peringatan Hari Santri Nasional (HSN)Tahun 2018, yang juga diperingati Pemerintah Kabupten Mojokerto dalam upacara Senin pagi (22/10), di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto, dengan dipimpin Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, selaku inspektur upacara.

Wakil bupati dalam sambutannya mengatakan, momentum HSN perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Selain itu, tujuan HSN adalah bahwasannya setiap santri, setiap anak bangsa, supaya ikut serta dalam usaha-usaha bela negara. Bertanggung jawab menjaga NKRI, Pancasila, dan UUD 1945. Para santri juga diharapkan mampu mengisi kemerdekaan Indonesia dengan berbagai kegiatan bermanfaat. Spirit Nasionalisme sebagian dari iman” juga perlu terus digelorakan.

“Santri harus siap mengemban amanat yang berat, namun mulia yaitu amanah agama dan tanah air. Momentum HSN perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan,” kata wabup.

Untuk diketahui, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tanggal 22 Oktober 2015 tentang Hari Santri. Keputusan yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah tersebut, merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah memberikan apresiasi bagi perjuangan kaum santri yang secara nyata memberikan andil besar bagi terbentuk dan terjaganya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, peringatan Hari Santri dimaknai sebagai upaya memperkokoh segenap umat beragama agar saling berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat, berkemajuan, berkesejahteraan, berkemakmuran, dan berkeadilan.

“Santri sejati adalah mereka yang berjuang dengan maksimal dalam hal kebaikan dan jadi perekat bangsa. Sejarah mencatat, ulama, santri, dan seluruh elemen masyarakat, telah mempertaruhkan hidup dalam kemerdekaan Indonesia. Para santri dengan caranya masing-masing bergabung melawan penjajah. Mari jadikan HSN untuk meneguhkan kembali kesetiaan mengawal Pancasila, NKRI dan UUD 1945,” tambah Wabup.

(Adv/T@urus)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved