Latest Post

Survei Pasar Tradisional, Ning Ita Dicurhati Pedagang

Written By Hapra Indonesia on 1/11/2019 | 19:13

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Untuk segera mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, berkeadilan dan berbasis pada ekonomi kerakyatan melalui peningkatan fasilitas pembangunan infrastruktur daerah sebagaimana visi misi Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari Jumat (11/1) kembali meninjau beberapa pasar tradisional yang menjadi sentra ekonomi masyarakat Kota Mojokerto.

Beberapa pasar yang ditinjau Ning Ita, sapaan Wali Kota Mojokerto pada kali ini antara lain Pasar Tanjung Anyar, Pasar Empunala dan Pasar Prajurit Kulon. Ning Ita menyampaikan bahwa pembangunan pasar tradisional di Kota Mojokerto harus sekalian yang bagus, jangan membangun yang asal-asalan.

“Prinsip saya dalam membangun mesisan sing apik. Karena ini fasilitas untuk masyarakat. Kalau kegunaannya untuk jangka panjang maka ini harus benar-benar kita bangun sebaik mungkin dengan kualitas yang terbaik,” tegas Ning Ita.

Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, Pemkot Mojokerto akan membangun dan merevitalisasi pasar tradisional. Ning Ita akan menghidupkan pasar tradisional sehingga pedagang kecil di Kota Mojokerto dapat bersaing dengan pasar modern. Tentunya pasar tradisional akan dibangun dengan konsep modern. Sehingga pertemuan antara pembeli dan pedagang akan lebih nyaman karena jauh dari kesan kumuh.

Orang nomor satu di Kota Mojokerto ini tidak sendirian. Kedatangannya ke tiga pasar tersebut bersama tim dari Kementerian Perdagangan juga didampingi Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, Kepala Disperindag Ruby Hartoyo, Kepala BPPKA Agung Moeljono beserta jajarannya.

Ning Ita yang dekat dengan masyarakat, terutama rakyat kecil, banyak dicurhati pedagang. Seperti pada saat di Pasar Prajurit Kulon, Ning Ita dicurhati Suwaji, pedagang pracangan yang sudah 18 tahun menempati pasar tersebut. “Gentengnya banyak yang bocor Bu, jalannya sudah rusak. Kalau kondisinya seperti ini pembeli tidak nyaman, pasar akan terus sepi,” kata Suwaji.

Mendengar jawaban Ning Ita yang akan memperbaiki pasar tersebut, Suwaji sangat bersyukur. “Kulo matur nuwun sama Bu Wali yang memperhatikan kondisi pasar ini. Saya senang dikunjungi Bu Wali dan tahu langsung kondisi pasar,” tuturnya.

Aksi spontan juga ditunjukkan Ning Ita ketika berada di Pasar Empunala. Saat akan meninggalkan pasar, Ning Ita sudah di dalam mobil dinasnya dan seketika membuka kaca mobil mendapati seorang kakek berjualan es yang terlihat belum dapat pembeli.

Ning Ita turun menyapa Mochamad Affandi, pedagang es keliling asal Wates dan memborong seluruh dagangannya dan dibagikan kepada stafnya serta pengunjung pasar. “Matur nuwun Bu Wali Kota, alhamdulillah jualan saya habis,” tuturnya.

Ning Ita sangat serius akan menumbuhkan ekonomi masyarakat. Hal ini sesuai dengan penjabaran visi misinya yang ingin segera mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, berkeadilan dan berbasis pada ekonomi kerakyatan melalui peningkatan fasilitas pembangunan infrastruktur daerah.

(Taurus)

Sidang Paripurna Dewan Setujui Dua Raperda Inisiatif Ditetapkan

Written By Hapra Indonesia on 1/08/2019 | 21:19

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Sidang Paripurna membahas empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif yang di setujui hanya Dua Raperda Inisiatif yang ditetapkan oleh Eksekutif dan Legislatif. Dan di tanda tangani langsung oleh ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail Pribadi,SE dan Wakil Bupati Mojokerto H.Pungkasiadi di Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto. Selasa (8/01/2018).

Dua Raperda yang ditetapkan yakni Raperda tentang Ketenagakerjaan dan Raperda Pemberdayaan Pasar tentang Pengelolahan. sedangkan yang dua Raperda dianulir yaitu tentang Pariwisata dan pegelolaan lahan kosong.

Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail Pribadi,SE mengatakan, terwujudnya penetapan dua Perda Inisiatif ini sudah melalui berbagai tahapan, baik tahapan hearing ke beberapa Daerah juga study banding ke daerah lain guna mendapatkan pembanding untuk mewujudkan Raperda yang terbaik untuk Kabupaten Mojokerto,” Ucapnya.

Seperti diketahui, lanjut Ismail, Raperda khususnya tentang ketenaga kerjaan diantaranya mengatur tentang tenaga kerja asing, sedangkan perda tentang pasar yaitu mengatur tentang keberadaan pasar modern maupun pasar tradisional, untuk membangkitkan ekonomi dan menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat Mojokerto, ” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa penetapan dua Raperda inisiatif, disetujui dari masing-masing Fraksi, diantaranya : Fraksi PKB, Fraksi PDIP, Fraksi Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi Gerindra, Fraksi Bintang kerakyatan dan Fraksi Nasdem.

Turut hadir Wakil Bupati Mojokerto, Sekdakab, Ketua DPRD dan Wakil DPRD Kabupaten Mojokerto, beserta Anggota Dewan, Kapolres, Dandim 0815, Forkimda, Muspida dan Muspika.

(Taurus/Adv)

Puluhan Anggota Satlinmas Ikut Kegiatan Pelatihan Di Desa Payungrejo

Written By Hapra Indonesia on 1/07/2019 | 20:16

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Karya Rakyat Sekitar kurang lebih 50 anggota Satlinmas mengikuti acara kegiatan pelatihan kepemimpinan. Dalam upaya meningkatkan kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Pemerintah Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menggandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memberikan pelatihan.

Kegiatan pelatihan kepemimpinan bagi anggota Satlinmas yang berlangsung di balai desa setempat, Senin (07/01/2010), dibuka oleh Kepala Desa Payungrejo Sunaim  Pada kesempatan tersebut, Kades menyampaikan, Pemerintah Desa Payungrejo. sudah menjadwalkan pelatihan ini dengan menggandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Satlinmas, untuk anggota Satlinmas harus benar-benar menyimak dan memahami materi yang diberikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sehingga hasilnya dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas," ungkap Sunaim.

Linmas merupakan bagian dari masyarakat yang harus dilatih, diberikan keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat melaksanakan tugas secara profesional, proporsional dan sesuai aturan." Ujar Kades Payungrejo.

Babinsa Bersama Tiga Pilar Desa Payungrejo Berikan Pelatihan Anggota Satlinmas.

Kegiatan ini, lanjut Kades Peyungrejo sebagai sarana untuk penyegaran kembali tentang tugas Satlinmas, yakni membantu dalam penanggulangan bencana alam, membantu keamanan dan ketertiban masyarakat, membantu dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, membantu penanganan ketenteraman, ketertiban dan keamanan dalam penyelenggaraan Pemilu, serta membantu upaya pertahanan negara.

(T@urus)

Kejuaraan Karate INKANAS Jawa Timur Ke-IV Tahun 2019

Written By Hapra Indonesia on 1/05/2019 | 00:18

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Kurang lebih 1200 peserta mengikuti Kejuaraan Karate INKANAS Jawa Timur Ke-IV Tahun 2019 yang diadakan oleh Polda Jawa Timur. Dalam acara pembukaan ini Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Toni Harmanto,MH di dampingi Kapolresta Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, SH, SIK, M.Sc (Eng) di gedung GOR Gajah Mada Kota Mojokerto. Jum'at (4/01/2019).

Turut hadir Walikota Mojokerto, Wabup Mojokerto, Sekdakot, Kapolresta Mojokerto, Kapolres Mojokerto, Kodim 0812, Korem 082 Polresta/kab Se- Jawa Timur.

Kejuaran yang akan berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 4 s/d 6 Januari 2019 ini diselenggarakan oleh Pengurus INKANAS Jatim.

Foto: Taurus/HI
Dalam kesempatan tersebut Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH., mengatakan jumlah yang ikut kejuaraan Karate INKANAS Jatim kurang lebih 1200 peserta. Pesertanya lebih banyak dari tahun-tahun kemarin. Kami juga akan menjaring para juara yang nantinya akan bergabung dengan Kapolri Cup di Sumatra barat bulan Maret nanti, juga berharap para peserta bertanding secara Sportifitas.

“Saya berharap Jawa Timur nanti bisa meraih paling tidak piala pertama atau tiga dalam ajang Kapolri Cup nanti,” harapanya Wakapolda Jatim.

Selain itu dengan adanya kegiatan ini bisa meminimalisir hal-hal yang negatif yang berkaitan dengan keterlibatan kasus narkoba dan kasus kejahatan agar anak-anak sampai orang dewasa tidak terjebak di dalamnya.

Para peserta Karate dari bebagai daerah di jawa timur. Peserta yang ikut kejuaraan karate baik tingkat anak sampai tingkat remaja.

Kejuaraan Karate INKANAS Jawa Timur Ke-IV Tahun 2019 tidak lain mempersiapkan atlet mengikuti Event besar seperti Kejurnas Kapolri Cup tahun 2019,” ungkapnya.

Brigjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH., mengharapkan dengan adanya kegiatan ini adalah suatu metode penyaluran aktifitas kegiatan Masyarakat sendiri untuk bisa bergabung dengan hal-hal yang positif." Tutupnya.

(T@urus)

Ning Ita Ingin Wujudkan Pemerataan Ekonomi Kerakyatan Melalui Pasar Tradisional

Foto: Dok/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto Ika Puspitasari di awal masa kepemimpinannya ingin segera mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, berkeadilan dan berbasis pada ekonomi kerakyatan melalui peningkatan fasilitas pembangunan infrastruktur daerah sesuai dengan janji yang dituangkan pada visi misinya.

Komitmen ini terus ditekankan dengan semakin seringnya Ning Ita turun langsung ke lokasi denyut nadi perekonomian. Baik itu pada Industri Kecil Menengah di kampung-kampung, pelaku UMKM maupun meninjau pasar tradisional. Seperti yang dilakukannya dengan Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria atau Cak Rizal Jumat (4/1) kemarin.

Ning Ita dan Cak Rizal didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ruby Hartoyo meninjau tiga titik lokasi yang rencananya akan dibangun pasar tradisional. Tiga lokasi tersebut adalah di Jalan Ketidur Kelurahan Surodinawan, area Jembatan Rejoto Kelurahan Blooto dan Jalan Kedungsari Kelurahan Gunung Gedangan.

Ning Ita dan Cak Rizal di tiga titik lokasi tersebut berdiskusi tentang perencanaan pembangunan di lokasi yang merupakan aset milik Pemkot Mojokerto. Ning Ita sangat serius menggarap revitalisasi pasar tradisional dan segera mewujudkannya.

“Saya ingin menghidupkan pasar tradisional dengan menambah lokasi baru. Sehingga pedagang kecil di Kota Mojokerto dapat bersaing dengan pasar modern,” tutur Ning Ita. Tentunya pasar tradisional akan dibangun dengan konsep modern. Sehingga pertemuan antara pembeli dan pedagang akan lebih nyaman karena jauh dari kesan kumuh.

Hal ini juga sesuai dengan Amanat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. Bahwa Pemerintah Pusat berkerja sama dengan Pemerintah Daerah melakukan pembangunan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas pasar rakyat guna meningkatkan daya saing.

Serta diatur di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 37/M-DAG/PER/5/2017 tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan. Dengan dasar tersebut Pemerintah Kota Mojokerto akan menindaklanjuti Program Nasional Revitalisasi 1000 Pasar Tradisional dengan menerapkan program 1 Kelurahan 1 pasar tradisional pada masing-masing Kelurahan di Wilayah Kota Mojokerto dengan berbagai pertimbangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(T@urus/Adv)

Pascakebakaran, Ning Ita dan Cak Rizal Tinjau Sentra PKL Benteng Pancasila

Written By Hapra Indonesia on 1/03/2019 | 21:12

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - Setelah mendapatkan kepastian dari Pemerintah Pusat yang akan memberikan anggaran rehabilitasi sentra PKL Benteng Pancasila (Benpas) yang terbakar beberapa waktu lalu, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari langsung tancap gas.

Ning Ita-sapaan akrab Walikota Mojokerto Kamis (3/1) langsung meninjau lokasi PKL Benpas yang akan dibangun kembali bersama Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria.

“Saya akan pantau terus perkembangan rehabilitasi bangunan PKL Benpas ini,” tutur Ning Ita. Hal ini sejalan dengan misi Pemerintah Kota Mojokerto di bawah kepemimpinan Ika Puspitasari yaitu mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, berkeadilan dan berbasis pada ekonomi kerakyatan melalui peningkatan fasilitas pembangunan infrastruktur daerah.

Pascakejadian kebakaran tahun 2017 lalu, Pemkot mengajukan pembangunan ke Presiden RI Joko Widodo kemudian didisposisi ke Kementerian Perdagangan RI melalui Dirjen Logistik Dalam Negeri. Hanya saja anggaran tersebut untuk rehab maksimal mendapatkan Rp. 1,7 miliar, padahal alokasi kebutuhan rehab sentra PKL Benpas lebih besar.

Kemudian Disperindag Kota Mojokerto mengajukan anggaran dana rehabilitasi melalui plot Dana Tugas Pembantu (Dana TB) yang bermukim di Sesditjen Perdagangan Dalam Negeri. Kerana lewat jalan tersebut alokasi anggaran bisa meningkat hingga Rp. 10 Miliar. Pengajuan permohonan anggaran rehabilitasi tersebut diajukan tahun 2018 lalu.

Melihat peluang kepastian anggaran dari pusat tersebut, Ning Ita ingin realisasi pembangunan kembali sentra PKL Benpas dapat maksimal. Sesuai dengan komitmen Ning Ita yang ingin menumbuhkan pemerataan ekonomi di segala sektor serta meningkatnya aksesbilitas masyarakat.

(T@urus)

Ning Ita Tinjau Pengelolaan Sampah Terpadu di Sidoarjo

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - Pembangunan infrastruktur di Kota Mojokerto masalah sampah juga menjadi perhatian Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari. Untuk itu pada Kamis (3/1) Ning Ita -sapaan akrab Walikota Mojokerto melakukan peninjauan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di Taman, Sidoarjo.

Ning Ita berkunjung ke TPST tersebut dengan didampingi Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto, Ikromul Yasak. Kunjungan Ning Ita ke TPST Taman adalah untuk meninjau proses pengelolaan sampah tersebut.

“Kami berencana mengadopsi sistem pengelolaan sampah yang ada di TPST Taman ke Kota Mojokerto,”jelas Ning Ita. Dalam kunjungannya, Ning Ita meninjau tentang sistem pengelolaan sampah serta alat-alat yang digunakan untuk mengelola sampah.

Ning Ita mendapat penjelasan bahwa TPST Taman adalah salah satu bentuk kerja sama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan pihak swasta. Dalam kerja sama ini Pemkab Sidoarjo hanya menyediakan lahan untuk tempat mengelola sampah, sedangkan untuk operasional sepenuhnya dikerjakan oleh pihak swasta.

Pada kesempatan ini Ning Ita juga mendapat penjelasan tentang cara kerja mesin-mesin pengolah sampah seperti conveyor yang digunakan untuk memilah sampah, mesin pencacah (crusher machine) yang berfungsi untuk mencacah sampah dan dipilah menggunakan mesin blower.

“Meski TPST Taman yang sudah menggunakan mesin-mesin modern, tetapi masih tetap menggunakan tenaga manusia, salah satunya adalah untuk pengangkut sampah dari rumah-rumah warga ke TPST sehingga keberadaan TPST tidak akan mematikan ekonomi masyarakat, justru bisa menjadi mata pencarian,” jelas pengelola TPST Taman.

Dalam kesempatan ini Kepala DLH Kota Mojokerto, Ikromul Yasak menjelaskan bahwa kondisi sampah di Kota Mojokerto tidak separah sampah di Sidoarjo.

“Sampah di Kota Mojokerto kondisi lebih bersih dan tidak sebau ini. Namun pengadaan mesin yang dipunyai TPST Taman menjadi pertimbangan untuk TPA yang ada di Kota Mojokerto.” jelas Yasak.

(T@urus/Adv)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved