Latest Post

Wabub Mojokerto Pimpin Upacara Hari Kesehatan Nasional Ke 54 Tahun 2018

Written By Hapra Indonesia on 11/13/2018 | 01:13

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - Membiasakan diri makan  sayur  dan  buah  sebagai salah  satu  upaya  perilaku  hidup sehat yang digalakkan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), menjadi pesan penting Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek, yang dibacakan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, saat memimpin upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 Tahun 2018, Senin (12/11) pagi di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

“Tema HKN ke-54 tahun 2018 adalah “Aku Cinta Sehat” dengan subtema “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”.

Tema tersebut sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga, mengajak seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

"Saya menghimbau masyarakat agar membiasakan diri mengonsumsi beragam sayur dan buah nusantara. Hal ini merupakan salah satu upaya perilaku hidup sehat yang digalakkan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” kata wabup membacakan sambutan.

Kesehatan sebagai modal ketangguhan bangsa, tambah wabup, juga memerlukan dukungan dari semua pihak.

“Masyarakat yang sehat merupakan modal ketangguhan suatu bangsa. Keterlibatan seluruh  komponen bangsa, mencakup pemerintah, swasta, dan masyarakat dibutuhkan baik di pusat maupun daerah. Saya mengharapkan kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyosialisasikan kebijakan pembangunan berwawasan kesehatan dan memperkenalkan program-program kesehatan guna mendapatkan dukungan politis serta dukungan sumber daya dari seluruh jajaran Pemerintah pusat dan daerah,” tambah wabup.

Dalam upacara ini juga disreahkan beberapa penghargaan dan lomba HKN 2018. Diantaranya Penghargaan kepada Forum Kabupaten Mojokerto Sehat karena telah lolos 4 tatanan verifikasi penilaian Kab/Kota Sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018. Penghargaan ini diserahkan wakil bupati, kepada Yayuk Ismawati selaku Ketua Forum Kabupaten Mojokerto Sehat.

Ada juga penghargaan Kabupaten Terbaik II Pelaksanaan Program Pamsimas III Provinsi Jawa Timur kepada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Mojokerto. Penghargaan ini juga diserahkan wabup kepada Eddy Taufiq selaku Plt. Kepala Dinas.

Diumumkan juga beberapa puskesmas di Kabupaten Mojokerto yang sudah terakreditasi di tahun 2018. Antara lain Puskesmas Dlanggu, Jatirejo, Ngoro, Dawarblandong, Mojosari, Gedeg, Pesanggarahan, Pacet. Kedungsari dan Pungging.

Sebagai tambahan informasi, Pemkab Mojokerto juga melaksanakan Upacara Hari Pahlawan Tahun 2018, yang mengangkat tema “Semangat Pahlawan di Dadaku”, Sabtu (10/11) pagi di halaman kantor Pemkab Mojokerto dengan dipimpin wakil bupati sebagai inspektur upacara. Dilanjutkan acara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, Jalan Gajah Mada

(t@urus)

Sekdakot Sambut Rombongan Napak Tilas Perjuangan KH Nawawi

Written By Hapra Indonesia on 11/12/2018 | 01:05

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - Rombongan Napak Tilas perjuangan KH. Nawawi disambut Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati di depan kantor Pemerintah Kota Mojokerto Jalan Gajah Mada No. 145, Minggu (10/11). Napak tilas ini diikuti ribuan peserta yang berangkat pada hari Sabtu (10/11) dari lokasi gugurnya KH Nawawi, di Dusun Sumantoro, Desa Plumpungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo menuju Kota Mojokerto.

Mewakili Wakil Wali kota Mojokerto Suyitno, Harlistyati menyampaikan apresiasi dan rasa syukur menyambut peserta Napak Tilas Perjuangan Syuhada KH Nawawi yang ketujuh. "Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada kita untuk terus berjuang melanjutkan cita-cita almaghfurlah KH. Nawawi," ungkapnya.

KH. Nawawi, lanjut Harlis, merupakan sosok pahlawan kemerdekaan dari Kota Mojokerto yang bertempur menghadapi penjajah dalam agresi II hingga akhirnya  gugur pada tanggal 22 agustus 1946 di Desa Sumantoro, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo dalam upaya mempertahankan kemerdekaan. "Gugurnya KH. Nawawi membuktikan bahwa kemerdekaan Bangsa Indonesia bukanlah hadiah dari penjajah melainkan hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia,” kata Harlis mengutip sambutan Wawali.

Masih membacakan sambutan Wawali, Harlis mengatakan, sejak tahun 1939 para ulama sudah menyepakati  bahwa negara kita adalah negara kesatuan, bukan negara agama, bukan pula negara kesukuan, tetapi Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Perjuangan KH. Nawawi adalah untuk mempertahankan kemerdekaan dan mewujudkan terbentuknya NKRI,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan, sebagai generasi penerus bangsa wajib meneruskan cita-cita perjuangan para syuhada kemerdekaan,  dengan tekad NKRI harga mati. “Jangan ada saudara-saudara kita yang berkeinginan merubah bentuk negara Indonesia. NKRI sudah final, Pancasila dan UUD 1945 sudah menjadi kesepakatan untuk menjadi dasar negara kita,” tandasnya.

Para peserta juga diharapkan untuk terus menyebarkan dan memupuk kepemimpinan dan semangat heroisme KH. Nawawi di kalangan penerus bangsa.

“Perjuangan kita tidak lagi perlawanan secara fisik, tapi jauh lebih kompleks sehingga kita perlu meneguhkan keIndonesiaan untuk memajukan negeri ini. Mari kita selalu membawa semangat perjuangan KH. Nawawi agar tetap hidup dalam setiap dalam dada kita seperti semboyan yang selalu beliau gaungkan. Pahlawan perang tak akan pernah mati;  mari kita bangkit dan bangun ruhul jihad berjuang demi agama, bangsa dan negara," paparnya.

Mengakhiri amanat Wawali, Harlistyati berharap kegiatan ini terus dilaksanakan dan dikembangkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, patriotisme dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. "Karena cinta tanah air adalah sebagian dari pada iman (hubbul wathon minal iman) dalam rangka meneruskan cita-cita para syuhada kusuma bangsa,” pungkasnya.

Senada dengan disampaikan Sekdakot, Gus Ton panggilan akrab KH Muqsithon Ismail cucu al maghfurlah KH Nawawi mewakili keluarga, ia juga berharap kegiatan ini bisa menginsiprasi generasi muda. “ Generasi muda hendaknya bisa meneladani, mencontoh bagamana beratnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” katanya.

Turut hadir dalam acara penyambutan peserta napak tilas ini, jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Kepala OPD di lingkungan pemerintah Kota Mojokerto, jajaran LVRI, organisasi keagamaan, dan beberapa organisasi kepemudaan lainnya.

(T@urus)

Upacara 10 November, Momentum Perkuat Semangat Kepahlawanan

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Memperingati Hari Pahlawan ke-73 Tahun 2018, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar upacara di Halaman Kantor Wali kota Mojokerto, Sabtu (10/11), dengan inspektur upacara Komandan Kodim (Dandim) 0815 Mojokerto, Letkol Hermawan Weharima.

Bertemakan “Semangat Pahlawan di Dadaku”, upacara ini diikuti jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto dan para pelajar.

Dalam kesempatan ini Dandim Hermawan membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita yang menyampaikan, peringatan 10 November adalah untuk mengenang peristiwa pertempuran di Surabaya 73 tahun silam yang merupakan perang fisik pertama setelah Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

“Di bulan November ingatan kolektif bangsa akan tertuju pada keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Para syuhada bangsa tersebut telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdiri kokoh sampai saat ini dan untuk selamanya,” kata Hermawan mengutip amanat Mensos RI.

Lebih lanjut disampaikannya, prosesi peringatan hari pahlawan khususnya upacara pengibaran bendera merah putih serta mengheningkan cipta secara serentak selama 60 detik dilaksanakan di seluruh pelosok tanah air, bahkan di perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri.

“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hati sanubari Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, peringatan hari pahlawan bukan hanya sebagai prosesi namun harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan hari pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa indonesia,” lanjut Hermawan membacakan amanat Mensos RI.

Foto: Istimewa
Semangat pahlawan di dadaku yang menjadi tema hari pahlawan 2018  mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan, oleh karenanya siapapun dapat menjadi pahlawan, mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara.  Dalam amanat juga disampaikan.

“Peringatan Hari Pahlawan, menjadi momentum bagi Bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai negara kesatuan republik indonesia yang sejahtera, adil dan makmur,” paparnya.

Negeri ini, lanjutnya, membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial, dan pemuda yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk bersaing dan bersanding dengan negara lain di era revolusi industri 4.0.

“Selamat hari pahlawan, jaga selalu persatuan dan kesatuan dalam jalinan toleransi dan kesetiakawanan sosial. Semoga semangat pahlawan senantiasa mewarnai setiap langkah kita”, pungkasnya membacakan sambutan mensos RI.

Usai upacara, jajaran Forkopimda dan Sekdakot Harlistyati beserta OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan Kota Mojokerto.

(T@urus)

Ratusan Anak TK di Se-Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto Mengikuti Lomba Mewarnai

Foto: Taurus/HI
Mojokerto,hapraindonesia.co - Memperingati hari Pahlawan ke 73 Ratusan anak-anak tingkat sekolah Taman Kanak-kanak di Se-Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto mengikuti lomba mewarnai dengan tema "lanjutkan perjuangan para pahlawan membangun indonesia dengan akhlak dan prestasi", di Pendopo Kantor Kecamatan Jetis. kegiatan ini dihadiri Ibu Pungkasiadi istri Wakil Bupati Mojokerto, Sabtu (10/11/2018).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Perayaan Hut Hari Pahlawan yang Ke 73 yang digelar yang di pusatkan di Pendopo Kantor Kecamatan Jetis Terlihat anak-anak antusias mewarnai gambar yang ada di hadapannya.lomba begitu menikmati proses pewarnaan yang dikerjakan.

Dalam acara ini ikut hadir Sekcam Jetis, Polsek Jetis, Koramil Jetis, Dinas Pendidikan atau yang mewakilinya, Koordinator Dinas Pendidikan Jetis dan Guru TK Se-Kecamatan Jetis dan Wali murid TK Se- Kecamatan Jetis.

Dalam sambutannya Camat Jetis Mojokerto mengatakan kegiatan ini dalam rangkah memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 Nopember 2018. Semoga acara ini bukan sekadar menggenang dan menghargai para pejuang tetapi lebih dari itu.

Foto: Taurus/HI
Peringatan hari pahlawan adalah mengaspresiasi betapa mencintai tanah air betapa menjaga persatuan dan kesatuan adalah wajib bagi kita semua dan saya ingin menculik pidato Bung Tamo "Selama banteng indonesia mempunyai darah merah diatas cari kertas putih selama itu kita tidak akan tunduk kepada siapapun juga." Ucapnya.

Ibu Pungkasiadi mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak usia taman kanak-kanak.Karena berdampak baik untuk perkembangan kreatifitas mereka.

" kegiatan ini sangat bagus dan sangat bermanfaat sekali untuk anak-anak seusia anak saya yang tadinya tidak mengenal parah pahlawan, tentara, Polisi dan bendera merah putih. Setelah mengikuti kegiatan mereka bisa mengenalnya. Sehingga menyadarkan masyarakat betapa pentingnya menjaga kesatuan NKRI. Bukan hanya untuk nilai seremonial saja ke depan,tapi juga untuk nilai kehidupan." tuturnya.

Setelah itu dilanjutkan pemberiaan hadiah lomba menggambar juara I M Tarif Dhafin dari TK DW Mojolebak, juara II Rendra dari TK DW Mojolebak dan juara III Nyala Syakira CA dari TK Tunas Cendekia.

(T@urus)

Kota Kediri Meraih Predikat Terbaik II kategori Pemerintah Kabupaten/Kota Dengan Kerjasama dan Penggunaan Data BPS

Written By Hapra Indonesia on 11/08/2018 | 01:27

Foto: Istimewa
Kediri, hapraindonesia.co - Pemerintah Kota Kediri berhasil meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur dalam acara Statistical Capacity Building Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Selasa (6/11) bertempat di Ballroom C Hotel Shangri-La Surabaya.

Kali ini Pemkot Kediri meraih predikat Terbaik II kategori Pemerintah kabupaten/kota dengan kerjasama dan penggunaan data Badan Pusat Statistik (BPS). Penghargaan tersebut diserahkan oleh langsung oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang didampingi oleh Kepala BPS Republik Indonesia Suhariyanto kepada Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. Selain Kota Kediri, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Sidoarjo juga meraih penghargaan tersebut.

Pada kesempatan itu Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjelaskan bahwa tugas kepala daerah salah satunya dicapai melalui penyusunan laporan-laporan. Untuk menyusun laporan diperlukan data yang valid. Data tersebut dikeluarkan oleh BPS. Oleh karenanya, peran BPS dan kerjasama dengan pemda sangat diperlukan.

Sementara itu Walikota Kediri mengatakan Pemerintah Kota Kediri telah bekerjasama dengan BPS Kota Kediri untuk mengkaji lebih dalam data-data terkait Kota Kediri, seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, IPM, kemiskinan, dan sebagainya. Dengan memahami data tersebut dapat diambil kebijakan yang tepat.

“Misalnya seperti kemiskinan, kita akan intervensinya dimana. Kemudian seperti inflasi kita bisa lakukan intervensi pasar, sehingga inflasi kita paling rendah di Jawa Timur. Jadi data-data dari BPS benar-benar kita gunakan untuk membuat kebijakan,” ujarnya saat ditemui usai menerima penghargaan.

Pria yang lekat dengan sapaan Mas Abu ini mengungkapkan bahwa di setiap daerah pasti memiliki data-data yang berbeda serta karakteristik daerah yang berbeda-beda. Data tersebut pasti akan sangat penting saat pengambilan kebijakan.

“Itulah yang dilakukan oleh Pemkot Kediri sehingga kemiskinan di Kota Kediri berada dibawah nasional dan IPM di Kota Kediri jauh diatas nasional. Nah ini karena kita intervensi dalam bentuk kebijakan,” ungkapnya.

Mas Abu menjelaskan dengan adanya kebijakan-kebijakan tersebut maka angka harapan hidup di Kota Kediri akan semakin tinggi, angka kematian ibu dan bayi rendah dan rata-rata lama sekolah tinggi.

“Nah itu semua yang akan kita kejar kedepannya. Banyak juga orang berbicara bahwa investasi terbaik adalah dibidang sumber daya manusia. Nantinya di Kota Kediri sumber daya manusianya juga akan semakin baik,” pungkasnya.

Senada dengan Walikota Kediri, Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T. Brahmana mengungkapkan bahwa dalam melakukan perencanaan Pemkot Kediri menggunakan data yang disajikan oleh BPS. Begitu pula dalam melakukan evaluasi kegiatan juga menggunakan data yang telah disajikan BPS.

Menurut Ellyn karena data BPS diakui oleh pemerintah dan metodologi yang digunakan berstandar internasional dan diakui PBB, sehingga dengan membuat kebijakan berdasarkan data BPS Kota Kediri berhasil mengendalikan inflasi dan mendapat predikat sebagai TPID terbaik.

"BPS telah melaksanakan fungsinya sebagai sumber data dengan menjaga independensi yang ada, BPS bekerja secara objektif dan profesional", pungkasnya.

Untuk diketahui Statistical Capacity Building Kabupaten/Kota se-Jawa Timur ini diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 6 November. Kegiatan in bertujuan untuk memperkenalkan lebih dalam indikator-indikator pembangunan. Yakni, inflasi, pertumbuhan ekonomi, IPM, kemiskinan dan ketimpangan. Melalui pegenalan ini Pemda diharapkan memperoleh gambaran bagaimana indikator-indikator tersebut dibentuk dan dapat mengambil kebijakan yang tepat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kepala BPS RI Suhariyanto, Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Teguh Pramono, bupati/walikota se-Jawa Timur, Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T. Brahmana, dan Plt.Kepala Barenlitbang Kota Kediri Edi Darmasto.

(Adv/Humas/*)

Ratusan Santri dan Warga Kota Kediri Antusias Ikuti Kegiatan Liwetan Ala Santri

Foto: (Dok/HI)
Kediri, hapraindonesia.co - Masih dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kediri melalui Disbudparpora menggelar istighotsah, santunan dan liwetan di depan Kantor PCNU, Jalan Sriwijaya Kota Kediri, Rabu (07/11/2018) malam.

Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil menuturkan, kegiatan istighotsah dan liwetan ala santri ini terkandung maksud, kedepan satri lebih berkualitas dan mengambil peran untuk kontribusi kepada bangsa kita ini.

"Liwetan ini kan bahasa yang kita kenal di pondok pesantren. terkandung maksud untuk al i'timad ala nafs atau mandiri. Jadi santri dididik di gembleng di pondok untuk belajar mandiri. Dengan meliwet itu butuh waktu dan kesabaran untuk menunggu matangnya masakan. Jadi kita mengajarkan mandiri dan kesabaran," papar Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau yang akrab disapa Gus Ab.

Hal senada diungkapkan Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar, liwetan ini adalah budaya santri di pondok pesantren yang kembali diangkat oleh PCNU Kota Kediri.

" Liwetan ini kan budaya santri yang kembali diangkat lagi oleh PCNU kota Kediri. Kegiatan ini adalah rangkaian perayaan hari santri nasional 2018. Dalam Rangkaian hari santri memang ada beberapa kegiatan yang patut pemerintah kota kediri suport dengan maksud sebagai daya tarik baru atau icon baru di Kota Kediri," Terang Nur Muhyar.

Kedepannya lanjut Nur Muhyar mengatakan, Pemerintah Kota Kediri akan terus mendorong, memfasilitasi kegiatan yang bisa diselaraskan dengan program pemerintah Kota Kediri.

"Alhamdulilah kegiatan liwetan ini dari tahun ketahun antusias warga dan satri Kota Kediri semakin luar biasa. Karena mereka semakin berani menampakkan almamaternya. Kedepan untuk semakin meningkatkan kebudayaan islami dan daya tarik wisata lain di Kota Kediri kegiatan seperti ini akan kita suport dan fasilitasi," tambah Nur Muhyar.

(Adv/Hms/*)

Walikota Kediri Menerima Bantuan Untuk Korban Bencana Palu Dari Warga Kecamatan Mojoroto

Foto: Istimewa
Kediri, hapraindonesia.co - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menerima bantuan untuk korban bencana di Palu, Sigi, dan Donggala dari Kecamatan Mojoroto, Rabu (7/11/2018) bertempat di Ruang Kerja Walikota Kediri. Selanjutnya bantuan tersebut akan didistribusikan ke Palu, Sigi dan Donggala melalui BPBD Provinsi Jawa Timur.

Kecamatan Mojoroto menyerahkan bantuan sebesar 276.272.500 rupiah serta barang-barang kebutuhan pokok. Untuk bantuan logistik yang terkumpul yakni bahan makanan sejumlah satu pick up, peralatan sholat, karpet dan pakaian layak pakai sejumlah dua truck. Bantuan tersebut terkumpul dari warga Kecamatan Mojoroto serta karang taruna se-Kecamatan Mojoroto.

Walikota Kediri yang akrab disapa Mas Abu ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan bantuan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada warga dan karang taruna Kecamatan Mojoroto. Ternyata kalau untuk amal, warga luar biasa responnya. Saya pesan jangan bosan untuk membantu sesama. Bantuan ini tidak sepeser pun kami ambil. Setelah diterima Dinsos, selanjutnya Dinsos akan diaudit oleh inspektorat lalu dilaporkan ke provinsi,” ujarnya.

Mas Abu menyampaikan beberapa waktu lalu dirinya telah menyalurkan langsung bantuan yang dihimpun Kecamatan Mojoroto untuk korban gempa di Lombok. Kecamatan Mojoroto menyerahkan bantuan sebesar Rp 203.040.000.

“Saya menyerahkan langsung ke Bupati Lombok Utara. Masyarakat disana membutuhkan alat dan bahan bangunan seperti palu, gergaji, gedhek, galvalum, paralon, dan pompa air. Kalau masyarakat mau menyumbang lagi silahkan disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Mojoroto Mohammad Ridwan mengatakan pihaknya memang roadshow ke kelurahan-kelurahan untuk mensosialisasikan kegiatan penggalangan bantuan untuk korban di Palu, Sigi dan Donggala.

"Awalnya sempat ragu untuk melibatkan warga, karena sebelumnya warga sudah menyumbang untuk korban bencana di Lombok. Namun kami bertekad memfasilitasi warga yang masih ingin membantu para korban bencana di pulau Sulawesi juga. Ternyata dana yang terkumpul malah lebih banyak dibanding yang sebelumnya", ujarnya.

Serah terima bantuan ini dihadiri Kepala Dinsos Kota Kediri Triyono Kutut, Kapolsek Mojoroto AKP. Sartana, Danramil Mojoroto, Kapten Czi Muklasin, 4 ketua RT di Kecamatan Mojoroto dan 3 orang karang taruna di Kecamatan Mojoroto.

(Adv/Humas/*)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved