Latest Post

Peningkatkan Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran Pkn Pada Materi Ajar

Written By Hapra Indonesia on 12/01/2016 | 18:40

Publikasi Ilmiah Oleh :

HARTATI JUNAIKA, S.Pd, Pengajar Mata Pelajaran PKn SMPN 3 Kalidawir Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Nopember 2016.

Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kalidawir Tulungagung Semester I Tahun Pelajaran 2016 / 2017 Melalui Model Pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI) (PENELITIAN TINDAKAN KELAS)

Kata Kunci :

PKn, Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran PKn, Model Pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI) Kegiatan belajar bersama dapat membantu memacu belajar aktif. Kegiatan belajar dan mengajar di kelas memang dapat menstimulasi belajar aktif, namun kemampuan untuk mengajar melalui kegiatan kerjasama kelompok kecil akan memungkinkan untuk menggalakkan kegiatan belajar aktif dengan cara khusus.

Apa yang didiskusikan siswa dengan teman-temannya dan apa yang diajarkan siswa kepada teman-temannya memungkinkan mereka untuk memperoleh pemahaman dan penguasaan materi pelajaran.

Penelitian ini berdasarkan permasalahan : Bagaimanakah Peningkatkan Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran Pkn Pada Materi Ajar : Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kalidawir Tulungagung Semester I Tahun Pelajaran 2016 / 2017 Melalui Model Pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI) Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah:

(a) Ingin mengetahui Peningkatkan Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran Pkn Pada Materi Ajar : Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kalidawir Tulungagung Semester I Tahun Pelajaran 2016 / 2017 setelah diterapkannya Model Pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI).

(b) memberikan gambaran metode pembelajaran yang tepat dalam upaya meningkatkan nilai hasil belajar siswa dan menjadikan siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran . setiap putaran terdiri dari empat tahap, yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMPN 3 Kalidawir Kabupaten Tulungagung, Semerter I Tahun Pelajaran 2016/2017.

Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar, dari hasil analisis didapatkan bahwa Nilai Hasil Belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II, yaitu siklus I (62,22%), siklus II (88,88%), Simpulan dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Problem Based Introductuon (PBI) dapat berpengaruh positif terhadap Nilai Hasil Belajar Mata Pelajaran Pkn Pada Materi Ajar :

Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa Dan Bernegara Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kalidawir Tulungagung Semester I Tahun Pelajaran 2016 / 2017 serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran PKn.

Puluhan Motor dan Mobil Antik Dipamerkan di Depan Kawasan Wisata Goa Selomangleng

Written By Hapra Indonesia on 11/26/2016 | 16:59

Kediri, hapraindonesia.co - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olah Raga (DISBUDPARPORA) Kota Kediri bekerjasama dengan MACI – Kediri (Motor Antik Club Indonesia), menggelar sosialisasi cagar dan budaya yang diselenggarakan di Museum Airlangga Kediri,Sabtu (26/11/16).

Terlihat dilokasi puluhan sepedah motor dan sejumlah mobil antik terjejer rapi di depan museum Airlangga Kota Kediri, untuk dipamerkan untuk pengunjung lokasi wisata Goa Selomangleng. Dalam acara soslisasi cagar dan budaya berbagai jenis motor tua yang dipamerkan mulai dari tahun 1940 – 1950 kendaraan yang dipamerkan rata-rata buatan dari Inggris.

Turut menghadiri acara itu Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar atau yang kerap disapa Mas Abu mengatakan , is berharap banyak motor antik beredar di Kota Kediri biar menambah keromantisan Kota Kediri, “untuk kedepannya semoga kita bisa bekerja sama dengan Disbudparpora untuk menggelar pameran motor tua, dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas dan bukan hanya dinikmati para penghobi motor tua saja,” kata mas Abu yang waktyu itu didampingi Kadisbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar.

Sementara itu ditemui ditempat pameran, Adnan Al Asmara selaku Koordinator Pameran Motor Antik mengaku jika sepeda motor yang dipamerkan merupakan motor yang sangat istimewa, karena selain tua nilai sejarahnya sangat tinggi terutama dalam bidang transportasi di masa perjuangan.

"Di Kediri ada sekitar 200-an pemilik motor antik, dan motor ini merupakan benda cagar budaya yang dilindungi UU," Jelas AAdnan kepada awak media.

Masih lanjut Adnan , MACI berharap motor antik ini mendapat perlindungan lebih khusus di dalam Peraturan Daerah, Perda Kota Kediri terutama dalam hal izin di jalan umum. Mengingat jika mengacu ke Samsat, kantor Samsat malah kalah tua dibanding motornya. Sebelum ada Samsat berdiri, motor ini sudah ada.

"Ini kan motornya gak ada surat, kami mohon semoga ada perda khusus bagi kami pemilik motor antik agar di jalan enak dan menjaga cagar budaya agar tidak dapat diperjualbelikan seenaknya, sehingga kami juga mau dan bersedia membayar pajak," tambah Adnan.

(B@m)

Foto : Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, ketika mencoba salah satu motor antik yang dipamerkan dikawasan wisata Goa Selomangleng Kota Kediri.

Peringati HANTARU BPN Kab. Kediri Gelar Lomba Sepaturoda Tinglkat Provinsi

Written By Hapra Indonesia on 10/15/2016 | 22:18

Kediri, hapraindonesia.co - Dalam rangka memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU)dan sebagai upaya mencari bibit atlet sepatu roda yang dipersiapkan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur dan Pekan Olah Raga Nasional (PON), BPN Kabupaten Kediri mengadakan Lomba sepatu roda tingkat Provinsi Jawa Timur yang memperebutkan piala "Bumi Bhakti Adiguna".

Sebanyak 255 orang atlet mengikuti kejuaraan sepatu roda anak di Gedung Olahraga (GOR) Jayabaya Kota Kediri. Peserta berasal dari 17 klub sepatu roda di Jawa Timur seperti, Surabaya, Sidoarjo, Bondowoso dan Malang.

Ketua Panitia Lomba Khoirul Riza mengatakan, tujuan perlombaan ini dalam upaya mencari bibit atlet sepatu roda yang dipersiapkan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur dan Pekan Olah Raga Nasional (PON).

"Tujuannya adalah untuk memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) serta mencari bibit atlet daerah. Selain itu, juga dalam rencana mendirikan Pengurus Cabang (Pengcab) Sepatu Roda di Kediri. Karena disini SK-nya sudah ada, namun belum dilantik," Tukas Khoirul Riza, panitia dari BPN Kabupaten Kediri ini, Sabtu (15/10/2016).

Masih lanjut Khoirul Riza, ada tiga kategori yang diperlombakan. Pertama adalah jenis perlombaan untuk pemula putra dan putri, kemudian standar dan speed. Dari tiga jenis perlombaan ini masih terbagi dalam empat kategori yaitu, kategori A untuk anak usia 6 sampai 8 tahun, kategori B untuk usia 8 sampai 10 tahun, C untuk usia 10 sampai 12 tahun dan D usia 12 hingga 15 tahun.

Lomba sepatu roda tingkat Jatim ini mendapat apresiasi dari Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. Mas Abu, sapaan akrab walikota kediri. Mas Abu menyempatkan datang untuk memberangkatkan langsung para atlet dan menyerahkan tropi serta hadiah kepada para pemenang. Menurutnya, cabang olahraga ini perlu mendapatkan perhatian lebih serius, karena peminatnya semakin tinggi.

"Kami berharap dengan adanya lomba ini muncul atlet dari Kota Kediri. Kami saya berterima kasih kepada BPN Kabupaten Kediri yang sudah menyelenggarakan di GOR Jayabaya Kota Kediri. Kami bisa melihat langsung potensi dari para atlet asal Kota Kediri," katanya.

Mas Abu berharap, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri memberikan perhatian terhadap cabor ini. Sehingga, kedepan muncul atlet sepatu roda dari Kota Kediri yang bisa menyumbangkan medali di Porpro Jatim dan juga PON. Sementara itu, Pemkot Kediri akan mendukung melalui upaya penyediaan lintasan bermain.

Di Kota Kediri sendiri sudah muncul klub sepatu roda yang bernama 'kilat'. Klub yang menjadi cikal bakal di Kediri ini juga turut menjadi peserta pada perlombaan tingkat Jatim ini. Walikota Kediri berharap, jalanan di kawasan GOR Jayabaya dapat dipergunakan untuk berlatih, sembari menunggu adanya perlintasan resmi dibangun.

"Menurut saya, sepatu roda ini merupakan media untuk anak-anak dalam berolahraga. Ini GOR Jayabaya tempatnya memang harus untuk olahraga juga. Mudah-mudahan, nanti saya bisa bicara dengan Disbudparpora," janjinya.

Ivan, salah satu peserta yang berhasil memenangkan perlombaan mengaku, sudah berlatih selama satu tahun lebih dan kerap mengikuti berbagai ajang perlombaan. Dia pernah menyabet medali satu emas dan dua kali medali perak. Di dalam perlombaan ini, pemenang langsung menerima tropi hadiah, medali dan juga uang pembinaan dari peserta.(Adv/B@m)

" Wujud Kepedulian " Polres Kediri Gelar Operasi Katarak Gratis

Written By Hapra Indonesia on 9/17/2016 | 19:20

Kediri, hapraindonesia.co - Sebagai wujud bentuk pelayanan dan kepedulian serta untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, Kepolisian Resort (Polres) Kediri menggelar bakti sosial operasi katarak gratis di Rumah Sakit HVA Toelongredjo Pare, Kabupaten Kediri , Sabtu (17/09/2016). Operasi katarak gratis kali ini di ikuti oleh 54 warga kabupaten Kediri yang kurang mampu.

Dalam acara bakti sosial operasi katarak gratis yang diselenggarakan di RS HVA kali ini juga di dukung oleh Forkopimda Kabupaten Kediri, RSUD Pare, RS Bhayangkara serta HDCI kediri.

Turut hadir dalam bakti sosial ini Kapolres Kediri, AKBP Akhmad Yusep Gunawan beserta Ibu ketua cabang Bhayangkari Polres Kediri, Wakil Bupati Kediri H. Masykuri, Dandim 0809 Kediri Letkol Purnomosidi, Ketua HDCI Kediri Ir.Sunardi beserta rombongan.

Kapolres Kediri AKBP Akhmad Yusep Gunawan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan bakti sosial ini sengaja diselenggarakan untuk mendekatkan antara kepolisian khususnya Polres Kediri dengan masyarakat. Sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif serta terhindar dari kejahatan.

Dan yang tidak kalah menarik dalam kegiatan baksos kali ini para peserta yang mengikuti operasi katarak gratis satu persatu di jemput di rumah masing-masing menggunakan mobil polisi menuju RS HVA Toloengredjo . Dan setelah tiba di rumah sakit warga yang mengikuti operasi katarak mendapatkan pengawalan oleh anggota polres pare hingga usai menjalani operasi.

" Para warga yang mengikuti pengobatan gratis kali ini, kami sediakan mobil khusus untuk menjemput dan mengantarkan pulang kerumah masing masing untuk warga yang mengikuti operasi gratis " Ujar Kapolres. (B@m)

Enam Pelajar Bolos Asal Nganjuk Terjaring Razia di Kediri

Written By Hapra Indonesia on 9/15/2016 | 19:15

Kediri, hapraindonesia.co - Puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kediri, melakukan kegiatan razia pelajar bolos sekolah di area pemakaman bong cina di wilayah Lebak Tumpang Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Kamis ( 15/09/2016).

Dalam razia kali ini petugas mendapati enam anak sekolah yang sedang asik nongkrong di warung kopi pada jam sekolah berlangsung.

Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bersama anggota selalu melakukan razia di beberapa titik yang disinyalir sering digunakan untuk tempat bolos anak sekolah seperti, kawasan bong cina, bantaran sungai brantas dan kawasan gor jayabaya.

" ke enam pelajar yang terjaring razia hari ini adalah siswa dari wilayah nganjuk yakni pace dan Tanjunganom " ungkap Nur khamid Selanjutnya keenam pelajar itu oleh petugas langsung di giring ke mako Satpol PP Kota Kediri untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

" Setelah di data dan diberikan pembinaan ke enam pelajar bolos itu selanjutnya akan kita kembalikan kepada orang tuanya dan pihak sekolahan " tegas Nur khamid.(B@m)

Kopi Tahu, Waktunya Pemkot Kediri Dengarkan Aspirasi Warga

Kediri, hapraindonesia.co - Agenda Kopi Tahu yang dilakukan setiap bulan sekali oleh Walikota Kediri kali ini berada di Kelurahan Sukorame. Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Kediri untuk mendengar kritik dan saran dari warga.

Mas Abu sapaan akrab Walikota ditemani Lilik Muhibbah Wakil Walikota Kediri hadir ditengah-tengah warga Sukorame dengan acara Kopi Tahu yang dimulai sekitar pukul 20.00 hingga 23.00 Wib, Rabu (14/09).

Tidak hanya kedua pucuk pimpinan itu, Mas Abu juga membawa seluruh jajaran Kepala Satuan Kerja (Satker) se Kota Kediri. Mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Perdagangan, Dinas PU, Dinas Kesehatan hingga Direktur Rumah Sakit Gambiran demi mendengarkan langsung keluh kesah dari warganya.

Mas Abu mengawali agenda itu dengan memaparkan sejumlah program yang ada di Kota Kediri. Mulai dari Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas), tata cara memanfaatkan Suara Warga Kota Kediri (Surga), E KTP, Bus Sekolah gratis untuk pelajar dan mahasiswa, English Massive, Kopi Tahu dan sejumlah program lainnya. Dimana, sejumlah program tersebut merupakan terobosan yang dibuat oleh Pemkota Kediri guna melayani rakyatnya, karena sekarang Kota Kediri Melayani atau Kota Kediri the service city.

Kopi Tahu sendiri menurut Mas Abu merupakan terobosan baru dalam menyerap aspirasi masyarakat. Bahkan tidak hanya itu, Kopi Tahu merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan masalah ditingkat bawah. Karena hal itu, semua Satker dibawa agar solusi itu langsung ditangani oleh Dinas yang bersangkutan.

“Kopi Tahu ini merupakan cara kami untuk memecahkan solusi secara cepat dan tepat. Warga juga kita harapkan bisa memberikan ide-ide yang nantinya masukan-masukan itu akan kita usulkan menjadi program kerja Pemerintah Daerah,” terang Abdullah Abu Bakar Acara yang diselenggarakan dirumah Ali Ahmadi Ketu RT 15 RW 04 Kelurahan Sukorame dipenuhi warga bahkan terpaksa menutup jalan didaerah perkampungan tersebut. (Adv/Hms)

Empat Orang Luka Akibat Tertabrak Mobdin Pejabat Pemkot

Written By Hapra Indonesia on 9/13/2016 | 16:03

Kediri, hapraindonesia.co - Sebuah mobil dinas bernomor Polisi AG 532 AP milik Pemkot Kediri menghantam sepeda motor roda tiga (Tossa), dan Sepedah motor roda dua di jalan umum Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (13/09/2016).

Dari keterangan AIPDA Hari Petugas Kepolisian Sub Sektor Ngasem menjelaskan, awalnya Kijang inova Abu-abu nopol AG 532 AP (plat merah) yang dikemudikan oleh Kasenan, (58) Pegawai Negeri Sipil yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri, warga Dusun Sobo, Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, melaju dari arah selatan ke utara.

Tiba-tiba mobil Inova warna abu-abu itu oleng ke arah kanan dan menghantam kendaraan roda tiga (Tossa) nopol AG 9347 AE yang dikendarai oleh Ubaidilah (35) warga Dusun Gapuk, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ketika melaju dari arah berlawanan.

Bertepatan dengan kejadian itu di belakang kendaraan Tossa melaju sebuah kendaraan sepeda motor Honda Beat bernopol AG 2264 JA yang dikendarai Sukirwan (53) warga Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri yang ketika itu sedang membonceng anak dan istrinya yakni, Siti Maesaroh (46) dan Iqbal Budi (8) yang masih duduk di kelas 2SD.

" Setelah berbenturan dengan Tossa, mobil Inova juga menabrak sepedah motor Beat, kemudian menabrak sebuah gudang di sebelah timur jalan," Tutur Aipda Hari.

Dari kecelakaann beruntun tersebut mengakibatkan ketiga pengendara sepedah motor Honda Beat dan satu pengemudi Tossa mengalami luka cukup serius yakni patah tulang kaki. Kini keempat korban dibawa ke Rumah Sakit Baptis Kota Kediri untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan Kasenan pengemudi mobil Kijang Inova hanya mengalami shock.

Selanjutnya ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu sekarang sudah dievakuasi oleh petugas dan kasus ini kini dalam penanganan Unit Laka Satlantas Polres Kediri.(B@m)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved