Latest Post

Sosialisasi Empat Pilar MPR/DPR RI Pancasila, UUD 1945, NKRI Dan Bhineka Tunggal Ika

Written By Hapra Indonesia on 4/23/2017 | 07:39

Mojokerto, hapraindonesia.co - Sosialisasi 4 pilar MPR/DPR RI Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di adakan di Rumah Makan "Kampung Air" di jalan raya Lengkong 82 Mojokerto. Sabtu (22/04/2017) Dengan narasumber sumber Drs.H.Guntur Sasono, Msi dari MPR/DPR RI dan Drs.Rosidi Dosen Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana turut hadir Danramil Trowulan, Kapolsek Trowulan,Perwakilan Kecamatan Trowulan, Lurah Jambu Wok, Wartawan dan LSM.

Dalam sambutannya Drs.H. Guntur Sasono,Msi Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Demokrat mengatakan Indonesia telah merdeka sejak tahun 1945 di mana kemerdekaan itu merupakan anugerah dari tuhan dan leluhur pejuang bangsa. Semua itu luput dari Pancasila dan UUD1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Untuk menentukan pemimpin- pemimpin bangsa dan negara seperti Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota dan DPR baik daerah maupun Propinsi itu semua pilihan rakyat kepentingan negara dan bangsa itu penting sekali dengan adanya sosialisasi berjuang untuk memberikan pemahaman penting kepada rakyat indonesia supaya tumbuh kembali di hati masyarakat.

Drs.Rosidi Dosen Mercu Buana dan Pengurus Harian Partai Demokrat Difisi Tangga Darurat Becana Alam mengatakan tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan simbol persatuan bangsa dan negara ini." Ucapnya.

Acara ini Drs.H.Guntur Sasono,Msi menjelaskan terlepas saya berpihak siapa yang menang melihat dari proses demokrasi betapa banyak dukungan partai kepada ahok dari partai golkar, pdip, hanya dan ppp ini semua partai besar dan juga dari penguasa kelihatan banget kemudian dari sisa kebutuhan logistik bertruk-truk sembako tetapi telah nampak dianggap oleh rakyat mencelakakan demokrasi. Ini kejelasan mulai kita tata.

Kita bangga terhadap Indonesia sudah mulai adanya pemimpin baik dan menonjol seperti Walikota Bandung dan Bupati Banyuwangi calon pemimpin kedepan lewat proses demokrasi yang mutunya mulai nampak.

"Inti UU pilkada langsung sepenuhnya ditangan rakyat sesuai dengan UUD 1945 "

Reformasi tujuan ada tiga bagaimana kewenangan lembaga, bagaimana kewenangan penegak hukum dan pelaksana invasa. Adakah lembaga tinggi atau lembaga tertinggi. Sekarang adanya reformasi tidak ada lagi lembaga tertinggi dan tidak ada lagi lembaga tinggi. Tujuh lembaga ini sama MK, MA, Presiden, DPR, BPK dan MPR sama mempunyai kekuatan .

Kalau dulu MPR bisa mengatur sekarang kedudukannya sama. Kalau dulu yang melaksanakan presiden sebagai mandataris sekarang kedudukannya sama. Setelah adanya pilkada ini menonjol isu-isu yang kuat ingin mengadakan kembali gbhn seperti dulu. Karena dirasa pembangunan kebanyakan tidak mengalir tuntas.

Karena presiden punya misi lima tahun lagi. gubernur dan bupati punya misi sendiri-sendiri. Inilah yang akhirnya daerah harus diadakan ulang GBHN kembali sebaiknya begitu." Ujarnya.

(TAURUS )

Bulan Panutan PBB-P2 Kecamatan Pungging Tahun 2017

Written By Hapra Indonesia on 4/12/2017 | 06:12

Mojokerto, hapraindonesia.co - Badan Pendapatan Kabupaten Mojokerto (BAPENDA) bekerja sama dengan Kecamatan Pungging mengadakan Bulan Panutan Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan Kecamatan Pungging Tahun 2017 yang dilaksanakan pada hari Senin, (11 April 2017) Bertempat Pendopo Kecamatan Pungging . Acara ini di buka langsung oleh Camat Pungging.

Dalam acara bulan panutan dihadiri para petugas tingkat Camat, kelurahan dan desa yang meliputi ,Sekretaris Rayon Kecamatan Pungging, Lurah Se-Kecamatan Pungging , Petugas Pemungut Tingkat Desa, Perwakilan dari Polsek Pungging, Staf Bapenda Pemkab Mojokerto, Staf Kecamatan Pungging ,Tokoh Masyarakat, RT/RW Se-Kecamatan Pungging, Masyarakat Kec. Pungging Serta Tamu Undangan.

Camat Pungging dalam laporannya menyampaikan bahwa Kegiatan Panutan PBB-P2. merupakan kegiatan tahunan. Dalam melaksanakan Bulan Panutan PBB-P2 di Tingkat Kec. Pungging .

"Maksud dari kegiatan ini adalah bagaimana kita semua menjadi contoh dan tauladan bagi seluruh wajib pajak dalam pembayaran pajak secara tepat waktu sebelum jatuh tempo serta memberikan motivasi untuk senantiasa patuh dan sadar akan kewajibannya dalam mentaati ketentuan perpajakan," Ucapnya.

Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong percepatan PBB-P2 Wajib. sebelum jatuh tempo akhir bulan september agar terhindar sangsi denda atas keterlambatan pajak, "Bulan Panutan di selenggarakan di seluruh Kecamatan Se-kabupaten Mojokerto." Tambahnya.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kedepannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai wajib pajak untuk melakukan pembayaran pajak PBB secara tepat waktu guna mendukung pencapaian target PAD dan semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut demi suksesnya pembangunan di Kabupaten Mojokerto pada umumnya melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Pendapatan Kabupaten Mojokerto Drs.Teguh, Msi menyampaikan pajak ini diatur dalam Undang-undang yang merupakan kewajiban bagi setiap warga Negara, satu diantaranya adalah PBB, dan Menurut Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 jenis pajak yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten & Kota, di Kabupaten Mojokerto hanya menggerakkan 9 jenis pajak yang diberlakukan di Kabupaten Mojokerto yaitu Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Parkir, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, BPHTB dan PBB-P2.

Acara ini dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan demi mewujudkan pembangunan Kabupaten Mojokerto yang berkelanjutan. Acara ini juga sebagai bentuk pelayanan yang dilakukan oleh Bapenda Kabupaten Mojokerto , sehingga masyarakat dapat langsung membayar Pajak Bumi dan Bangunan di lokasi kegiatan.

Untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan kepada wajib pajak, Bapenda Kabupaten Mojokerto bekerja sama Bank Jatim yang ada di Mojokerto untuk dapat melayani pembayaran pajak PBB-P2 tahun 2017. Untuk saat ini Bapenda Kabupaten Mojokerto menggandeng 1 Bank untuk pelayanan pembayaran PBB-P2. Kesatu Bank yang melayani pembayaran PBB-P2 tersebut yakni, Bank Jatim.

Pada kesempatan ini juga perwakilan dari Bapenda Kabupaten Mojokerto melakukan penyerahan SPPT PBB-P2 secara simbolis kepada Masyarakat, Camat, Lurah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, RT dan RW setempat. Dalam kegiatan Bulan Panutan Pembayaran PBB-P2 di Kecamatan kabupaten Mojokerto, selain melaksanakan pembayaran PBB, masyarakat yang hadir juga diberikan kesempatan untuk mendapatkan berbagai macam hadiah doorprize yang disediakan oleh panitia penyelenggara acara sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang sudah membayar Pajak Bumi dan Bangunan.

Pada bulan panutan di pengundian hadiah untuk wajib pajak dengan mengunakan sistim komputer sehingga pemenang undian dapat dijamin dengan fer. disediakan oleh panitia antara lain Sepeda motor, Sepeda Gunung, kompor gas, magicomTV LED, Kulkas, Dispenser, Kipas Angin dan masih banyak lagi hadiah yang diberikan oleh panitia untuk masyarakat yang hadir dalam Acara Bulan Panutan Pembayaran PBB-P2 di Kecamatan Pungging.

(Taurus)

Melalui FLS2N, Walikota Kediri Berharap Munculkan Anak Kreatif di Kota Kediri

Written By Hapra Indonesia on 4/06/2017 | 07:19


Kediri, hapraindonesia.co - Anak dengan kecerdasan linguistik mungkin tidak menyukai bidang sains.Melainkan, mereka lebih menonjol di bidang seni. Hal inilah, yang terus Dinas Pendidikan Kota Kediri melalui Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Disampaikan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat membuka FLS2N, Rabu (05/04/2017), bertempat di SMPN 2 Kediri.Dirinya berharap, supaya kreatifitas dapat diasah dan dikembangkan dalam acara itu.

" Dalam acara ini, saya rasakan aura kreativitas yang sangat luar biasa. Saya harapkan, melalui FLS2N ini akan meningkatkan kompetensi ketrampilan anak, hingga Kota Kediri banyak bermunculan industri kreatif," harapnya.

Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri ini juga mengatakan, lomba film pendek, pembuatan video game hingga fashion di Kota Kediri selalu dibanjiri peminat. Bahkan beberapa waktu lalu, Kota Kediri menjadi spot Global Game Jam.Dimana, selama 48 jam peserta membuat game secara serentak di 95 negara dan 13 kota di Indonesia. "Ini membuktikan bahwa industri kreatif sangat diminati di Kota Kediri" ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu dijajaran Pemerintah Kota Kediri ini juga berpesan, agar anak-anak selalu dibekali dengan kemampuan bahasa inggris yang baik. " Pemerintah Kota Kediri, juga telah memfasilitasi kursus bahasa inggris gratis di tiap RW yang dinamakan dengan English Massive. Jadi saya mohon kepada wali murid untuk mendorong anaknya mengikuti English Massive " pungkasnya.

Sekedar diketahui, FLS2N tahun ini diikuti oleh 99 siswa ditingkat SD dan 187 siswa pada tingkat SMP. Untuk tingkat SD, melombakan 9 cabang,yakni, seni tari, baca puisi, melukis, pantomim, menyanyi solo, bercerita, pidato, dan membatik. Sedangkan, tingkat SMP melombakan 5 cabang, meliputi, gitar solo, menyanyi solo, cipta dan baca puisi, tari tradisional, serta musik tradisional.

(Adv/DisdikKotaKediri)

SDN Jeruk Seger Menjadi Percontohan Adiwiyata Tingkat Kab. Mojokerto

Written By Hapra Indonesia on 4/05/2017 | 08:38

Kepala Sekolah SDN Jeruk Seger Hj Djarokah
Mojokerto, hapraindonesia.co - Keperdulian terhadap pengelolaan lingkungan hidup merupakan salah satu misi dari sekolah ini, yakni “menumbuhkan rasa cinta kebersihan, keindahan, kerapian, kekeluargaan dan keamanan (K-5) pada siswa.

Berbagai slogan lingkungan hidup dapat ditemui pada lorong jalan kelas, dinding dan pekarangan. Pesan-pesan lingkungan hidup tersebut disampaikan dalam bentuk gambar-gambar dan lukisan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menarik perhatian.

Hal lain yang juga menarik adalah ditanamnya berbagai jenis tumbuhan baik tanaman hias maupun tanaman obat, lengkap dengan label nama tanaman tersebut… fantastis memang.. Indah sekali melihat bahwa semua siswa mampu menunjukkan kepeduliannya terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah dengan berbagai aktifitas.

Aktifitas-akifitas tersebut seperti gotong royong membersihkan seluruh areal sekolah, kegiatan bersih lingkungan sekolah 10 menit awal pembelajaran, Jum’at bersih (perawatan WC siswa dan guru), membuat kompos, berkebun, sosialisasi mengenai perang terhadap sampah, pembuatan kolam sekolah, pembuatan slogan-slogan lingkungan hidup, pembuatan tugu UKS, pembuatan gambar-gambar dinding sekolah, kegiatan kesehatan siswa berupa dokter kecil, lomba kebersihan kelas dll.

Sekolahan memberi sosialisasi kalau SDN Jeruk Seger mempunyai ikon yaitu produk unggulan membuat sirup markisa, minuman yang dibuat dari jus mojolegi, membuat kunyit asam, membuat telor asin dan membuat tirai. Sekolah mendapat bantuan bibit sebanyak 250 pohon secara gratis di persemean. diantaranya pohon jati, pohon mahoni, pohon mangga dan pohon jambu. semuanya tanam di hutan kecil dibelakang sekolahan.

Tidak hanya sebatas itu, pihak sekolah juga berusaha merangkul wali murid lebih perduli terhadap lingkungan. Berbagai kegiatan diselenggarakan guna melibatkan wali murid seperti penyediaan pot-pot bunga berikut dengan tanamannya, pemberian bantuan sumbangan dalam rangka pembuatan taman untuk keindahan dan kebersihan sekolah dan sebagainya.

Melalui surat Keputusan/Surat Edaran beliau telah melahirkan kebijakan-kebijakan tentang pengembangan materi pembelajaran lingkungan hidup, pengalokasian anggaran bagi kegiatan terkait dengan pendidikan lingkungan hidup, peningkatan kapasitas Sumber daya Manusia, penghematan sumber aaya alam (air, listrik), dan masih banyak lagi kebijakan-kebijakan yang lainnya Wajar kalau kinerja Kepala Sekolah SDN Jeruk Seger Hj Djarokah, Spd akhirnya mendapatkan penghargaan baik tingkat Kabupaten Mojokerto. bahkan rencananya kalau bisa sampai tingkat Propinsi dan tingkat Nasional.

Beliau mengatakan bahwa pendidikan lingkungan hidup sangat penting karena merupakan konsep hidup sehat. Dengan mengacu kepada lingkungan hidup, pada akhirnya diharapkan tertanam pengertian hidup sehat dan peduli lingkungan sejak dini pada anak didik yang masih sangat peka.

Nilai Lebih berbedaan dengan sekolah lain, kelebihan dari sekolah ini adalah mempunyai kelas akselerasi. Terdapat program Bahasa Inggris, Komputer. Adanya kegiatan sholat, menghafal juz’amma sesuai ketetapan pemkab mojokerto. Dengan sarana dan preasarana serta etos kerja yang baik dari seluruh staf pengajar dan karyawan, SDN 02 telah mampu memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk sekolah dasar, meraih akreditasi sekolah kalsifikasi A. Anak didiknya pun berprestasi dalam akademik dan non akademik.

Nah….dengan demikian segala sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang murid telah terpehuni, tidak hanya berupa pelajaran saja tapi juga lingkungan yang bersih, sehat, hijau, asri dan nyaman akan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan kecerdasan anak dalam menerima pelajaran, Disinilah SDN Jeruk Seger memberi Percontohan kepada sdn lain di kabupaten mojokerto.

( Taurus )

Strategi Memotivasi Anak Kerajinan Belajar, Bersama Suhardi Fadjaray

Written By Hapra Indonesia on 3/27/2017 | 16:31

Mojokerto, hapraindonesia.co - Ratusan wali murid antusias mengikuti seminar parenting dan penerimaan raport. Seminar yang bertajuk "Strategi Memotivasi Anak Kerajinan Belajar" dengan narasumber Suhadi Fadjaray yang diadakan di Hal De Resort Hotel Raya By Pass Mojokerto, Minggu (26/03/2017).

Turut hadir dalam seminar ini Sekretaris dinas pendidikan kota mojokerto Drs.Sunardi,Msi, Ketua Komite SDIT Permata, Ketua yayasan SDIT Permata, Kepala Sekolah SDIT Permata, Pengawas SDIT Permata Dan Wali Murid SDIT Permata.

Dalam sambutannya Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Drs.Sunardi,Msi Mengatakan di dalam UU 20 tahun 2003 sistim tentang pendidikan nasional ini disebutkan bahwa tanggung jawab itu merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua. Rupanya hal ini sudah diperjamahkan oleh sdit permata di pagi hari ini. Mengadakan acara seminar parenting dan penerimaan raport.

Masih lanjut Sunardi,Msi menambahkan sekarang ini pemerintah kota mojokerto lagi getol-getolnya mensosialisasikan dan prementasikan bagaimana kota layak anak. Dalam upaya meningkatkan tiga peran tersebut. Yang sudah dikeluarkan peraturan walikota berlingkungan pendidikan.

"sekarang ini pemerintah kota mojokerto lagi getol-getolnya mensosialisasikan dan prementasikan bagaimana kota layak anak yang didalamnya ada tiga program yaitu orang tua lingkungan pendidikan, masyarakat lingkungan pendidikan dan sekolah lingkungan pendidikan," Paparnya.

Dengan adanya Kegiatan parenting hari ini, merupakan kegiatan strategis dalam Memotivasi anak keranjingan belajar. Di sini ada dua indikasi bermakna luas. yang berarti bagi orang tua dan bapak/ibu memberi inovasi putra dan putrinya keranjingan belajar.

Sementara itu selaku Kepala Sekolah SDIT Permata Nur Aisyyah, Spd menuturkan ia mengajak orang tua untuk lebih perduli pada pendidikan putra dan putrinya,"Orang juga diminta terus mengasuh pengetahuan dalam tentang pendidikan anak. Karena ini merupakan tantangan para orang tua. Dan mereka harus komunikasi dan kerjasama dengan sekolahan," Ajaknya.

Dan dia juga mengingatkan kembali bahwa misi dan visa sdit permata adalah mencetak generasi al'quran yang cerdas jiwa kepemimpinan. Oleh sebab itu kita tidak bisa sendiri kita butuh bapak dan ibu semuanya agar cita-cita kita bisa terwujud.

Suhardi Fadjaray sebagai narasumber mengatakan salah satu tantangan bagi orang tua, guru dalam pendidikan anak adalah sulitnya Memotivasi anak untuk belajar berbagai macam cara terus diupayakan agar Anak - anak yang mereka asuh memiliki motivasi yang kuat dalam meraih prestasi yang membanggakan.

"Karena orangtua dan guru yang paling banyak andil pada masalah tersebut. karena merekalah pembimbing dan pendidik utama anak orang tua di rumah dan guru di sekolah" ujarnya.

Suhardi menambahkan, sebagaimana juga pentingnya peran ayah dalam proses kembang tumbuh Anak-anak, " Karena didalam Al'quran menjelaskan justru lebihnya banyak ajaran tentang tugas ayah mendidik anak dibanding tugas ibunya. Dan jangan jadikan ayah sebagai atm di dalam keluarga seharus ayah terlibat di dalam pendidikan anak." pungkasnya.

(Taurus)

Mas Abu Ajak Warga Kota Kediri Lakukan Switch Off Satu Jam Saja

Written By Hapra Indonesia on 3/26/2017 | 09:04

Kediri, hapraindonesia.co - Isu pemanasan global ditandai dengan iklim yang berubah dan suhu bumi yang mulai memanas. Hal itu juga kita rasakan di Kota Kediri. Ini dikarenakan emisi gas buang yang mulai meningkat ditiap harinya.

Hal itu disampaikan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam aksi Kediri Tanpa Emisi dan Switch Off Earth Hours Kediri 2017, Sabtu (25/3) di Memorial Park Kota Kediri.

Walikota yang lekat disapa Mas Abu menuturkan, gerakan switch off atau mematikan lampu mulai pukul 20.30 – 21.30 ini kembali dilakukan sebagai simbol kepedulian terhadap kondisi alam yang perlu dijaga.

"Aksi ini dilakukan serentak di 170 kota di seluruh dunia termasuk Kota Kediri. Ini sebagai usaha mengurangi laju pemanasan global akibat emisi karbon dioksida dari mesin pembangkit listrik dan dampak perubahan iklim," ujarnya.

Mas Abu mengajak semua pihak mulai dari individu, komunitas dan pemerintah untuk menjadi bagian dari perubahan untuk dunia yang berkelanjutan dengan turut serta dalam aksi Switch Off Earth Hour Kediri 2017.

“Caranya mudah hanya dengan langkah mematikan lampu selama satu jam dan alat elektronik yang tidak terpakai sebagai komitmen hemat energi untuk bumi,” jelas walikota berlatar belakang pengusaha ini.

Dengan mengubah gaya hidup manusia, lanjut Mas Abu seperti beralih menggunakan green transportation yaitu bersepeda atau menggunakan transportasi publik, hemat air, memilah dan mendaur ulang sampah, menanam pohon merupakan cara untuk menunda pemanasan global yang terjadi saat ini.

Sementara itu, Nanda salah satu anggota Earth Hour Kediri mengatakan kegiatan switch off ini sudah dilakukan enam kali. "Ini keenam kalinya kita melakukan aksi switch off. Aksi ini kita lakukan di minggu terkahir bulan Maret," ujarnya.

(Adv)

Walikota Kediri Ucapkan Selamat HPN terus sajikan berita terbaik untuk masyarakat

Written By Hapra Indonesia on 3/24/2017 | 10:55

Kediri, hapraindonesia.co - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri memberikan penghargaan Lencana Hasta Adhi Warta untuk sepuluh kategori di acara puncak peringatan Hari Pers Nasional yang digelar di Tegowangi Function room Grand Surya Kediri Kamis malam (23/3/2017). Perhargaan tersebut diberikan kepada insan atau lembaga yang dinilai berprestasi dan berinovasi dalam program kerjanya.

Acara penghargaan PWI Kediri dibuka dengan ucapan selamat yang disampaikan oleh Walikota Kediri lewat video berdurasi singkat. Dalam tayangan video yang ditampilkan, Mas Abu sapaan akrab Walikota Kediri menyampaikan selamat dan harapan untuk insan pers di masa yang akan datang..

“Selamat hari Pers Nasional, semoga rekan-rekan semua dapat terus memberitakan yang baik, sehingga masyarakat tidak terpecah belah oleh berita. Kerja sama dan komunikasi dengan Pemerintah daerah harus terjalin dengan baik. Mudah-mudahan rekan-rekan media semakin maju dan komunikasi dengan narasumber diperlukan sehingga bisa menampilkan berita terbaik khususnya untuk masyarakat Kota Kediri,” ungkap Mas Abu..

Diantara sepuluh penghargaan yang diberikan PWI Kediri, Dinas Pendidikan dan Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Kediri berhasil meraih penghargaan..

Dinas Pendidikan memperoleh penghargaan Lencana Hasta Adhi Warta berkat terobosannya melahirkan program E-Mas atau English Massive. Program E-Mas adalah terobosan dari Pemerintah Kota Kediri untuk mempersiapkan MEA guna mencetak SDM yang tangguh dan handal disegala bidang tidak terkecuali kemampuan berbahasa inggris..

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri siswanto mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. ”Alhamdulillah dari program E-Mas Dinas Pendidikan memperoleh penghargaan dari PWI Kediri. Ini semua tidak lepas dari support yang diberikan Walikota Kediri dalam rangka meningkatkan perekonomian, jalur yang ditempuh adalah lewat pendidikan khususnya harus menguasai bahasa asing sehingga bisa menghadapi tuntutan yang lebih di masa yang akan datang,” ujarnya..

Pada kesempatan yang sama, Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Kediri juga memperoleh perhargaan atas prestasinya menumbuhkan UMKM sehingga UMKM berkembang pesat di Kota Kediri..

Melalui kredit UMKM dan berbagai pelatihan lembaga ini berhasil mencetak pengusaha skala kecil dan menengah. Saat ini Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga kerja Kota Kediri sudah berhasil mendirikan 150 koperasi tingkat RW. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinkop, umkm dan tenaga kerja Kota Kediri Kristanto..

“Dinkop berhasil mendirikan 150 koperasi di tingkat RW agar para pelaku UMKM dapat tertampung di koperasi RW dan dapat meminjam modal di koperasi tersebut. Harapan kami pelaku usaha mikro dapat meningkat dan naik kelas dengan berbagai upaya pelatihan,” tandasnya..

Agenda tahunan PWI Kediri ini dihadiri oleh Walikota Kediri, Direktur BI Kediri, Ketua PWI Jatim, Ketua PWI Kediri, Forkopimda Kota Kediri, Forkopimda Kabupaten Kediri dan seluruh insan pers di Kediri.

(Adv)

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved