Latest Post

Mantan Karyawan Nekat Curi Plat Besi dibekas Perusahaannya

Written By Hapra Indo on 2/27/2015 | 14:20

Kediri, hapraindonesia.co - Feri Santoso, 23, warga Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jumat (27/2/2015) menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pagu. Pasalnya dia terbukti melakukan mencuri potongan plat besi di Gudang Pupuk PT Kediri Tani Sejahtera Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Informasi yang dihimpun, aksi pencurian yang dilakukan pelaku di Gudang Pupuk tersebut dengan cara masuk ke gorong-gorong saluran air.

Pelaku yang berhasil 2 kali mencuri potongan plat besi dan kawat di bekas tempat dia bekerja itu dia lakukan Selasa (17/2/2015) dan Senin (23/2/2015) kemarin.

Pelaku yang ketagihan mencuri lantas mengulang kembali pada, Kamis (26/2/2015) pagi sekitar pukul 05.30 Wib. Saat pelaku sedang memasukan potongan besi ke dalam karung, berhasil dipergoki oleh satpam gudang tersebut.

Pelaku yang mencoba kabur akhirnya berhasil ditangkap dan diserahkan ke Polsek Pagu bersama barang buktinya guna proses hukum lebih lanjut. Saat ditemui di Polsek Pagu, pelaku yang pernah bekerja di Gudang Pupuk tersebut mendapat gaji Rp 30 ribu mengaku nekat mencuri untuk beli beras.

Hasil curiaan potongan plat besi ukuran 80 Cm dan kawat itu di jual ke salah satu tukang rosok di wilayah Pagu. "Yang pertama saya timbang bobotnya 37 kg dapat uang Rp 110 ribu dan yang kedua bobotnya 10 kg uangnya Rp 70 ribu,"terang pelaku yang lulusan MTSN.

Kapolsek Pagu AKP Setiyo Budi melalui Kasi Humas Aiptu Herry Kuswantoro menuturkan pelaku pencurian mantan karyawan gudang pupuk tersebut saat ini masih dalam pemeriksaan."Pelaku melakukan aksinya masuk di gorong-gorong saluran air dan keluarnya dari tempat yang sama.

Karena pelaku melanggar tindak pidana pencurian maka pelaku kami jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 7 tahun penjara,"tutur Kasi Humas.(Dt/B@m)

Keterangan Gambar : Pelaku bersama barang bukti potongan plat besi saat diamankan di Polsek Pagu.

Mantan Perangkat Desa Tewas Dipinggir Sawah

Written By Hapra Indo on 2/17/2015 | 15:11

Kediri, hapraindonesia.co - Diduga sakit komplikasinya kambuh, Tukijan, (67) mantan Perangkat Desa Bulu, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Selasa (17/2/2015) pagi sekitar pukul 10.15 Wib, di temukan tewas bersandar di bawah pohon area pinggir sawah desa tersebut. Takut terjadi yang mengkhawatirkan warga melapor ke pihak kepolisian.

Peristiwa tersebut diketahui pertamakali Lali Wahono, (38) warga setempat. Saat itu dia melihat korban bersandar di pohon dengan menyamping ke kanan seperti orang tertidur. Penasaran, karena menyapa tak ditanggapi oleh korban, saksi mendekatinya.

Alangkah kagetnya, saat saksi mencoba membangunkan korban yang pernah menjabat jadi perangkat desa sebagai Jogotirto saat di bangunkan tidak terbangun. Dan disampingnya ditemukan karung berisi rumput hampir penuh. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan Lali memberitahu warga lainnya dan melapor ke perangkat desa hingga diteruskan ke Polsek Purwoasri.

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung menuju ke lokasi bersamata petugas medis setempat. Petugas pun juga memintai keterangan keluarga korban. Kapolsek Purwoasri AKP Supriyanto melalui Kasi Humas Aiptu Sujatmiko menuturkan, ditubuh korban tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan. Dan korban yang baru pensiun 3 tahun menjabat perangkat desa, di duga tewas usai mencari rumput, penyakitnya komplikasinya kambuh.

"Dari hasil keterangan keluarga korban, korban mempunyai penyakit darah tinggi, kencing manis , sesak nafas dan serangan jantung. Setelah kami periksa bersama petugas medis tidak ditemukan tandan penganiayaan di tubuhnya,"tutur Kasi Humas.(Dt/B@m)

Keterangan Gambar : Mayat korban yang sedang di identifikasi oleh petugas.

HET Elpiji Terbaru Berlaku, Meski Belum Ada Disposisi Kepala Daerah

Written By Hapra Indo on 2/14/2015 | 14:44

Kediri, hapraindonesia.co - Meski Pemerintah Daerah Kota Kediri Dan Kabupaten Kediri belum berani mensosialisasikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji 3 Kilo Gram, Namun Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kediri sudah berani memberlakukan HET terbaru sesuai Pergub nomor 6 tahun 2015 tanpa koordinasi dengan pemerintah setempat.

Dengan tidak adanya sosialisasi , Hal ini membuat harga Elpiji 3 kilogram dipasaran enjadi rancu, hingga mencapai Rp 17 ribu pada tingkat konsumen, sementara di pihak pemerintah daerah alasanya hingga saat ini belum mendapatkan salinan Pergub dari pemerintah Provinsi Jatim, Justru Pemerintah Kota Kediri mengaku jika salinan pergub itu pemberian dari Hiswana Migas Kediri.

Hal ini ditegaskan oleh Kabid Energi dan Air Bawah Tanah Disperindag Kota Kediri Dian, jika Pergub yang dia miliki berasal dari Hiswana Migas, kiriman dari pemerintah provisnsi Jatim, sehingga pihaknya belum bernai memeberlakukan Pergub itu"Kami masih menunggu SK dari Walikota, selain itu salinan Pergub yang dari provinsi juga belum ada, yang ini diberikan oleh Hiswana Migas" kata Dian saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Menaggapi hal ini pihak Hiswana Migas Kediri melalui Ketuanya David Wahyudi memebenarkan pihak telah memberlakukan HET yang baru sesuai dengan Pergub, meskipun pemerintah daerah belum memberikan kebijakannya"Untuk pemerintah daerah kan sifatnya hanya surat pengantar dan sosialisasi, yang jelas Pergubnya sudah ada" kata David saat dikonfirmasi.

Terkait harga HET ditingkat konsumen yang mencapai Rp 17 ribu, david mengintruksikan agar konsumen tidak membeli ditoko, kosumen bisa langsung pergi ke Pangkalan, dipangkalan dipastikan harga Rp 16 ribu, "Langsung beli dipangkalan, jika harga dipangkalan tidak sesui HET langsung kami putus, banyak pangkalan yang mau kok" terangnya.

Disisi lain ketika Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf berkunjung ke Kabupaten Kediri untuk membuka pameran foto, justru mengatakan jika tidak tahu jika ada pergub kenaikan Elpiji ukuran 3 kilo gram dari Rp 14500 menjadi Rp 16 000"Kok saya belum tahu adanya Pergub itu, coba nanti saya cek dulu, masak sih naik." ungkapnya dengan mimik heran ketika itu.

Dari data yang berhasil di Disperindag isi dalam Pergub nomor 6 tahun 2015 pasal 2 rinciannya sebagai berikut, harga dalam depot pengisian elpiji beserta PPN 10 persen Rp 11 584, Biaya opersional distribusi Rp 1 715, Keuntungan Agen Rp 1150 , sehingga HET dari Agen kepangkalan berjumlah Rp 14 500, Kemudian untuk margin pangkalan 1500, sehingga HET ke pengecer berjumlah Rp 16 ribu. (B@m)

Keterangan Gambar : Pekerja sedang menurunkan Elpiji ke toko pengecer elpiji

Aneh'' Belum Setahun Plengsengan Jembatan Mondo Ambrol Dua Kali

Kediri, hapraindonesia.co – Plengsengan (Talut) jembatan Mondo Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri yang baru selesai dibangun pada akhir 2014 lalu kembali ambrol. Sebelumnya pada November 2014 lalu Talut jembatan Mondo ini ambrol ketika dalam finising pengerjaan yang disebabkan tingginya curah hujan.

Namun anehnya, setelah dalam tahap pemeliharaan dan belum sempat diserahkan ke Pemkab Kediri talut jembatan Mondo kembali ambrol. Dugaan sementara ambrolnya talut jembatan itu juga karena derasnya aliran sungai usai terjadi hujan deras pada Sabtu 14 /2 lalu.

Menurut beberapa warga setempat, Setu, ketika itu Aliran air sungai yang mengalir dari arah barat dengan sangat kencang akhirnya menggerus plengsengan jembatan yang baru selesai dibangun dan belum diserahg terimakan pihak rekanan PT. Triple’s Putra Kediri ke pihak Pemkab Kediri.

Lain dengan Setu, Poniman (61), mengatakan jika masalah bangunan secara teknis tidak tahu menahu, harapan masyarakat umum maunya kualitasnya di tingakatkan secara tekhnis. Sehingga apapun permasalahnnya seharusnya pihak pembangun harus tahu.

Hal senada Koirudin (56), warga setempat juga mengungkapkan seharusnya ditangani dengan sebaik-baiknya. Masalahnya kan ini proyek besar, jadi tidak se enaknya saja membangunnya, “paku buminya itu kan gak dalem nancepinnya, paling ya hanya 2 meter saja, kalo digerus 1 tahun saja kan sudah hilang, seharusnya ya minimal 6 meter paku bumi itu nancap kedalam tanah. " tandasnya

Disisilain menurutnya masih banyak janji kontraktor yang belum di penuhi seperti pengerukan tanah warga oleh pihak proyek pada waktu pembangunan jembatan mondo, dan mengakibatkan banjir di sekitar rumah warga jika terjadi turun hujan.

“Masalahnya janj-janjinya masih banyak yang belum dipenuhi, seperti pengerukan tanah warga oleh pihak proyek pada waktu pembangunan jembatan. Got- got di kampung di keruk, setelah di keruk sampai proyek selesai tidak dibetulin lagi, akhirnya aliran air tersumbat dan mengakibatkan bajir di rumah warga” tandasnya.

Diketahui, pembangunan jembatan dan talut menjadi satu paket, dengan nilai pagu anggaran Rp 5 Milyar dari APBD 2014. Pengerjaan dimulai pada April 2014 dan pembangunan harus selesai pada November 2014. (B@m)

Keterangan Gambar : Kondisi plengsengan (Talut) jembatan Mondo yang ambrol ke 2 kalinya.

Angkutan Kota Gratis Bagi Pelajar Kota Kediri, Pada Jam Masuk dan Pulang Sekolah

Written By Hapra Indo on 2/13/2015 | 12:35

Kediri, hapraindonesia.co – Demi meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, akan Permintaan jasa pelayanan transportasi di wilayah Kota Kediri sebagai pelayanan transportasi terhadap pelajar utamanya pelajar SMP dan SMU/SMK.

Permintaan Jasa Pelayanan dan transportasi yang sebetulnya sangat tinggi karena jumlah pelajar SMP/SMU/SMK mendominasi pergerakan arus lalu lintas sehingga karena jumlah angkutan kota di Kota Kediri tidak mencukupi maka terjadi pengalihan moda transportasi ke kendaraan bermotor roda 2 (dua) atau sepeda motor.

Dengan semakin banyaknya pengendara R2 yang tidak mempunyai SIM melintasi jalan (karena mayoritas belum cukup umur) maka dikhawatirkan angka kecelakaan akan meningkat.

Ditahun 2015 ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Kediri  merencanakan pemberian subsidi BBM bagi angkutan kota. sehingga para pelajar SMP, SMU/SMK yang belum cukup umur atau belum berhak mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dapat menggunakan sarana Angkutan Kota secara gratis pada saat jam masuk dan jam pulang sekolah.

Pemberian subsidi BBM kepada pengusaha angkutan kota ini adalah upaya Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Kediri untuk mewujudkan peningkatan pelayanan publik di sektor transportasi khususnya bagi para pelajar mulai dari SD / SMP / SMU / SMK / MAHASISWA.

Dengan adanya angkutan gratis bagi pelajar SMP, SMU/SMK ini diharapkan angka kecelakaan di kalangan pelajar dapat ditekan sehingga tercipta lalu lintas yang aman, nyaman, tertib dan lancar. Terciptanya pelayanan transportasi yang berkualitas, efektif dan efisien, dan Menekan kemacetan lalu lintas di wilayah Kota Kediri pada saat jam-jam sibuk (jam masuk sekolah dan jam pulang sekolah)

Adapun dasar pelaksanaan kegiatan ini diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 22Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal 138 ayat (2) yang berbunyi (Pemerintah bertanggung jawab atas penyelenggaraan angkutan umum).

pasal 139 ayat (1) Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib menjamin tersedianya angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan atau barang dalam wilayah kabupaten/kota.

Pasal 158 ayat (1), Pemerintah menjamin ketersediaan angkutan umum berbasis jalan untuk memenuhi kebutuhan angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor Umum di kawasan perkotaan.

Pasal 185 ayat (1), Angkutan penumpang umum dengan tarif kelas ekonomi pada trayek tertentu dapat diberi subsidi oleh Pemerintah dan/ Pemerintah Daerah. (Adv/B@m)

Keterangan Gambar : Sosialisasi dari pihak Dishubkominfo kepada pengusaha angkutak kota di wilayah Kota Kediri.

Bawa 32 Ribu Butir Pil Jenis Double L, Kurir Narkoba Terjaring Razia

Written By Hapra Indo on 2/08/2015 | 22:35

Kediri, hapraindonesia.co - Muhamad Misbah Udin, (28) warga Desa Ngreco, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Sabtu (7/2) kemarin pagi sekitar 10.00 Wib, harus terhenti di Jalan Raya Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Pasalnya dia kedapatan membawa 32 ribu butir narkoba jenis double L saat anggota Polres Kediri melakukan razia Cipta Kondisi (Cipkon).

Penangkapan kurir narkoba ini bermula saat tersangka hendak mengirim pesanan 32 butir pil double L ke Sidoarjo.

Saat pelaku melintas di Jalan Raya Pelem, pelaku yang mengendarai motor ini terjaring razia oleh anggota Polres Kediri yang melakukan operasi Cipkon.

Saat ada penggeledahan oleh petugas, petugas mendapati puluhan ribu pil jenis dobel L yang berada didalam tas yang ditaruh korban dipijakan kaki sepeda motornya.

Oleh korban ribuan pil haram tersebut di bungkus plastik yang dataruh didalam botol, dan perbotolnya berisi 1.000 butir pil.

Selanjutnya pelaku yang memiliki tato di lengan tangan kanan digelandang ke Satreskoba Polres Kediri.

Pelaku saat diperiksa mengaku mendapatkan pil tersebut dari temannya di daerah Tulungagung seharga Rp 4,5 Juta.

Rencananya, pil tersebut akan dikirim ke Sidoarjo, perbotol 1.000 butir pil itu dijual seharga Rp 210 ribu.

"Saat ini pelaku kita mintai keterangan untuk mengembangkan kasusnya. Karena pelaku melanggar UU kesehatan maka pelaku kami jerat pasal 197 Sub 196 No 36 tahun 2009 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,"tutur Kasatnarkoba Polres Kediri AKP Siswandi.(Dt/B@)

Keterangan Gambar : Pelaku kurir narkoba saat menunjukan barang bukti 32 ribu butir narkoba jenis double L di Mapolres Kediri.

Teler Ditepi Jalan, Oknum PNS Kota Kediri Terbukti Bawa Pil Dobel L

Kediri, hapraindonesia.co - Oknum PNS Pemkot kediri berinisial SM, (41) kedapatan membawa 70 butir narkoba jenis pil dobel L, saat anggota Polsek Gurah melakukan Patroli rutin, Sabtu (7/2) dini hari sekitar pukul 24.30 Wib, ditepi jalan Desa Gurah, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Saat ini, kasus tersebut dilimpahkan ke Satreskoba Polres Kediri.

Informasi yang dihimpun awalnya petugas Polsek Gurah melakukan Patroli rutin tengah malam. Saat melintas di Jalan Raya Jalan Dr Wahidin Desa Gurah depan kantor Peggadaian, petugas mengetahui salah seorang yang tergeletak ditepi jalan tersebut, merasa curiga, petugas lantas mendekatinya.

Saat petugas memeriksa SM warga Jalan Ogan, RT 001 RW 004 Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini ternyata dia dalam kondisi teler dan saat digeledah petugas menemukan barang bukti 70 butir pil dobel yang disimpan di saku celana sebelah kanan di bungkus korek api.

Kemudian, SM yang bekerja di bagian umum Pemkot Kediri diamankan di Polsek Gurah. Saat ditemui di Polsek Gurah, dia mengaku mendapatkan pil dobel l dari temannya warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

"Saya hanya mengkonsumsi saja. Kalau menyopiri biar betah melek. Saya beli 10 butir harganya Rp 9 ribu,"terang SM.

Kapolsek Gurah AKP Totok BH melalui Kasi Humas Aiptu Sriatik menuturkan pelaku pengguna narkoba dilimpakan ke Satreskoba Polres Kediri."Pemeriksaan lebih lanjut, pelaku kami limpahkan ke Satreskoba Polres Kediri bersama barang buktinya,"tutur Kasi Humas.(B@m/Dt)

Keterangan Gambar : Pelaku saat diamankan di Polsek Gurah.
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved