Latest Post

Tingkatkan Skill Warga, Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Jahit Upper Sepatu 3 in 1

Written By Hapraindonesia on 2/18/2020 | 16:35


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Upaya Pemerintah Kota Mojokerto untuk meningkatkan perekonomian warga ditindaklanjuti dengan pemberian pelatihan khususnya untuk industri alas kaki. Dalam kesempatan kali ini Disperindag Kota Mojokerto bekerja sama dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur dan Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta menggelar pelatihan jahit upper sepatu 3 in 1,  Selasa (18/2/2020) di Workshop IKM Alas Kaki Jl. Raya Surodinawan. 

Pelatihan dibuka oleh Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria dan dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kota Mojokerto Nur Chasanah Achmad Rizal, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Mojokerto, Subambihanto serta Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur Ali Mas’ud.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menyampaikan pelatihan ini merupakan wujud peran serta pemerintah untuk menekan angka pengangguran di Kota Mojokerto. "Tujuan pelatihan ini juga untuk meningkatkan kompetensi SDM di industri alas kaki serta meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)," kata Ruby.

Ruby melanjutkan, bahwa pelatihan ini akan digelar selama 20 hari mulai 20 Februari 2020 hingga 11 maret 2020 mendatang.

Sementara itu Kepala BDI Tevi Kurniati menyampaikan pelatihan upper sepatu ini diberikan khusus untuk tenaga kerja baru yang setelah menerima pelatihan siap untuk bekerja. "Dalam mengikuti pelatihan 3 in 1 ini para peserta akan mendapatkan soft skill, ketrampilan menjahit dan uji kompetensi," jelasnya.
 
Tevi juga mengingatkan para peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sebaik mungkin karena pelatihan ini hanya bisa diikuti sekali saja. “Setelah mengikuti pelatihan dan Uji Kompetensi para peserta akan mendapat sertifikat keahlian yang dapat digunakan untuk bekerja di industri alas kaki yang telah bekerja sama dengan BDI Yogkarta salah satunya adalah PT. Intidragon Suryatama.”pungkas Tevi.

Dalam sambutannya Wawali Cak Rizal menyampaikan terima kasih kepada Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur dan juga Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta, yang telah menjalin kerjasama  dengan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Mojokerto. "Kegiatan ini dapat terlaksana dan ikut andil dalam mengembangkan sumber daya manusia di Kota Mojokerto dan sejalan dengan visi Kota Mojokerto yaitu mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermoral."kata Wawali.

Lebih lanjut cak Rizal menyampaikan, salah satu sektor yang harus dihadapi oleh setiap daerah adalah faktor lapangan kerja dan ketersediaan tenaga kerja. "Sektor ini memiliki hubungan yang signifikan dan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya, ketidakseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja akan berakibat pada terjadinya pengangguran yang dapat membawa dampak pada pembangunan sosial-ekonomi dalam kehidupan masyarakat."lanjutnya.

Wawali juga berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini secara serius dan sungguh-sungguh, dengan mengikuti seluruh tahapan dan proses pelatihan. karena pelatihan ini tentunya lebih menekankan pada pembentukan keterampilan/praktek (skill), yang akan menjadi dasar keterampilan saudara dalam berwirausaha. “Hendaknya ilmu yang didapat dari pelatihan ini dapat dimanfaatkan dan diterapkan, agar saudara nantinya dapat menjadi wirausahawan yang mandiri dan sukses.”kata Wawali.

Dalam kesempatan ini Cak Rizal juga mengajak semua peserta pelatihan untuk bersama-sama bahu membahu, membulatkan tekad dalam rangka mengembangkan kewirausahaan di bumi Majapahit, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di Kota Mojokerto. (T@urus)

Gali Potensi Sejak Dini, Wali kota Ning Ita Buka Kejuaraan Sepak Takraw


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Kejuaraan Sepak Takraw Tingkat SD/MI & SMP/MTs Negeri dan Swasta se-Kota Mojokerto resmi dibuka Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Selasa (18/2/2020) di Gedung Olahraga (GOR) dan Seni Mojopahit.

Pembukaan diawali dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Ning Ita, diikuti oleh siswa-siswi peserta lomba sepak takraw, para guru beserta pelatih. Turut pula hadir, Kepala Sekolah tingkat SD/MTs, dan Ketua Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Kota Mojokerto.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Mojokerto Novi Rahardjo menyampaikan Kegiatan Kejuaraan Sepak Takraw ini akan berjalan selama empat hari, yakni pembukaan pada Selasa, 18 Februari 2020 hingga Jum’at sekaligus penutupan pada 21 Februari 2020.

Lebih lanjut dijelaskannya, pertandingan ini diikuti 38 sekolah SD/MI yang terdiri dari regu putra sebanyak 38, dan putri sebanyak 10 regu. Sedangkan SMP/MTs sebanyak 12 sekolah  terdiri dari 12 regu putra dan 7 putri.

Wali kota Ning Ita  mengapresiasi semangat dan antuasiasme anak-anak, serta berharap dengan adanya kegiatan semacam ini nantinya dapat dijadikan momen untuk lebih giat dalam memacu diri untuk berkiprah yang lebih baik di bidang olah raga sepak takraw. "Kegiatan ini juga diharapkan dapat menggali dan mengukur kemampuan prestasi sepak takraw sejak usia dini sehingga akan muncul bibit-bibit jawara dari Kota Mojokerto yang akan berkiprah baik di tingkat propinsi dan nasional," ungkapnya.

Ning Ita juga menghimbau untuk tahun berikutnya diharapkan seluruh sekolah di Kota Mojokerto dapat mengikuti Kejuaraan Sepak Takraw ini. Mengingat ini merupakan kegiatan yang positif untuk menghindari terjadinya kasus kenakalan-kenalan remaja yang mengarah pada tindakan kriminalitas dan narkoba di kalangan pemuda.

Untuk itu, Koni Kota Mojokerto diharapkan terus melakukan pembinaan kepada cabor di Kota Mojokerto, karena di Kota Mojokerto ini ada sejumlah cabor berprestasi yang harus terus digali dan dimotivasi. "Selain itu, dapat memberikan kesempatan bagi generasi muda bangsa untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki," harapnya.

Kegiatan lomba olahraga sepak takraw ini juga mendapat support dari BPJS Ketenagakerjaan dalam hal pemberian jaminan sosial untuk semua pekerja, termasuk atlet olahraga yang memiliki resiko saat bertanding ataupun latihan. Sebab atlet merupakan pahlawan yang mengharumkan nama daerah melalui prestasinya.

Usai memberi sambutan, Wali kota Ning Ita melakukan tendangan pertama sebagai tanda kejuaraan sepak takraw resmi dibuka. (T@urus)

2020 Targetkan ODF, Ning Ita Resmikan IPAL Komunal dan Program Perpipaan Sanitasi   


Mojokerto,Hapraindonesia.co- ingkatkan kualitas hidup dan lingkungan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal dan Program Perpipaan Sanitasi di Lingkungan Trenggilis, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Selasa (18/2/2020). Instalasi khusus ini pun targetnya akan terus ditambah seiring dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Pemerintah Kota Mojokerto pada tahun 2019 telah berhasil membangun lima unit IPAL Komunal dengan anggaran Rp 2.292.500.000 dan tiga unit Septik Komunal dengan anggaran Rp 225.000.000. Sehingga total anggaran untuk program penyehatan lingkungan berjumlah Rp 2.417.500.000. Dimana setiap unit IPAL Komunal dapat menjangkau sasaran 50 sampai dengan 70 sambungan rumah. Sedangkan Septik Komunal dapat menjangkau tujuh hingga 12 sambungan rumah.

"Kami ingin, melalui pembuatan IPAL Komunal dan program perpipaan sanitasi, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Khusunya warga Lingkungan Trenggilis, akan pentingnya sanitasi dan kebersihan. Sehingga setiap rumah tangga mampu mengelola limbah dengan baik sesuai standar kesehatan. Karena kami menargetkan, 2020 - 2021 Kota Mojokerto ODF (Open Defecation Free)," jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota, usai peresmian.

Untuk IPAL Komunal di tahun 2019 telah mencapai sasaran sebanyak 302 rumah, sedangkan setik komunal mencapai 29 rumah. Ini artinya, mampu mengurai masalah kepemilikan jamban sehat sebanyak 331 rumah. Sedangkan tahun 2020 Pemerintah Kota Mojokerto memperoleh program IPAL Komunal dari Dana Alokasi Khusus sebanyak 10 unit untuk IPAL Komunal dan 15 unit Septik Komunal. Yang tersebar di delapan kelurahan.

"Sampai dengan 2019, dari 42.500 jumlah rumah di Kota Mojokerto telah memiliki jamban sehat sebanyak 41.866 rumah. Sedangkan sisanya sebanyak 634 rumah, belum memiliki jamban sehat akan diselesaikan pada 2020 melalui dana DAK. Untuk itu, kami berharap agar warga bisa merawat dan memelihara dengan baik, sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan kebersihan," tandasnya. (T@urus)

Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan dan Uji Sertifikasi Pengadaan Barang Serta Jasa

Written By Hapraindonesia on 2/17/2020 | 16:30


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Pemerin tah Kota Mojokerto, melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, menggelar Diklat Pengadaan Barang dan Jasa sekaligus uji sertifikasi. Kegiatan tersebut, dibuka langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi oleh Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, di Pendopo Graha Praja Wijaya, Senin (17/2/2020).

Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari pejabat eselon tiga dan para lurah tersebut, nantinya akan mengikuti diklat selama 17 hari di Gedung Diklat Kota Mojokerto. Bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa, yang dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural BPSDM, Drs. Didik Dwiyanto, diharapkan melalui diklat ini akan mampu meningkatkan kompetensi pejabat eselon tiga dan lurah.

"Sehingga, dalam penyelenggaraan pengadaan barang jasa dapat berjalan efisien dan efektif sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Penyelenggaraan diklat ini merupakan salah satu upaya memenuhi kebutuhan organisasi, sebagaimana diatur dalam Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah," jelas Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Pengadaan barang dan jasa lanjut Ning Ita, memiliki peran penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional untuk meningkatkan pelayanan publik dan pengembangan perekonomian daerah. Dan terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Mojokerto nomor  800/10759/417.403/2019  tentang sertifikat keahlian pengadaan barang dan jasa bagi pejabat eselon tiga di Lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

"Terlebih, para pejabat ini nanti akan berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pelaksanaan pengadaan barang jasa. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tentunya mempunyai tujuan bukan semata-mata hanya sekedar diklat. Tetapi, juga merupakan kewajiban kita dalam peningkatkan kualitas dan profesionalisme aparatur sipil negara dalam penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa guna mewujudkan good governance," tegasnya. (T@urus)

DP2KBP2 adakan Baksos MOW dan MOP, Gandeng RS Reksa Waluya, melayani 292 Akseptor

Written By Hapraindonesia on 2/16/2020 | 17:00


Mojokerto,Hapraindonesia.co- Untuk menurunkan tingkat kelahiran dan Meningkatkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kabupaten Mojokerto, DP2KBP2 bekerja sama dengan TNI dan RS Reksa Waluya mengadakan Bakti Sosial MOW dan MOP yang dilaksanakan di RS Reksa Waluya Jalan Mojopahit 422 Mojokerto, Minggu (16/2).

Kegiatan yang diikuti oleh 292  akseptor dari 18 kecamatan ini meliputi 284 peserta Metode Operasi Wanita (MOW), yang di masyarakat lebih popular dengan istilah stiril/tubektomi. Sedangkan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi diikuti delapan peserta.

Tim dokter dipimpin Letkol dr. Yudi Andriyansah, S.P.Og, M.Kes dari Lanud Iswahyudi Madiun, dibantu 35 tenaga medis dari RS Reksa Waluya dan 50 personil TNI dari Kodim 0815 Mojokerto.

Fanani, 49 tahun akseptor MOP dari Kecamatan Kemlagi menuturkan alasannya mengikuti program tahunan ini. “Sebenarnya istri saya sudah mau ikut MOW karena anak saya sudah dua. tapi karena sangat gemuk, tidak lolos dari segi kesehatan. Akhirnya saya yang mengikuti KB MOP ini,” jelasnya.

Lain lagi pendapat Iffah 37 tahun akseptor dari Kecamatan Dlanggu. Ibu berhijab ini beralasan sudah capek bolak balik ke tenaga medis untuk ber-KB.

“Saya sudah pernah memakai spiral, susuk dan terakhir saya minum pil KB. Tapi karena saya sering lupa, akhirnya kebobolan. Sekarang anak saya terkecil umur sembilan bulan dan saya sudah bulat ingin ikut MOW agar tidak ribet bolak balik ke bidan. Mumpung sekarang ada program MOW gratis, saya tidak pikir panjang lagi langsung ikut,” beber ibu 3 anak ini.

Sukaryo Teguh Santoso, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur yang baru saja dilantik menggantikan Yenrizal Makmur berkesempatan untuk memotivasi dan berdialog langsung dengan peserta MOW.

Orang nomor satu di BKKBN Provinsi Jawa Timur ini mengingatkan agar semua persyaratan mengikuti MOW dipenuhi, termasuk ijin dari suami. Teguh menjelaskan beberapa persyaratan mengikuti MOW dan MOP antara lain ikut karena suka rela, dinyatakan sehat setelah penapisan dari Puskesmas atau Rumah Sakit dan ada persetujuan tertulis dari pasangan.

Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Joedha Hadi menjelaskan, kontrasepsi mantap memiliki banyak keuntungan, antara lain lebih aman karena keluhan lebih sedikit dibanding alat kontrasepsi lain. Lebih praktis karena hanya memerlukan satu kali tindakan saja dan lebih efektif karena tingkat kegagalan sangat rendah. Selain itu lebih ekonomis karena hanya memerlukan biaya untuk satu kali tindakan saja. Apalagi dalam Baksos sekarang ini tidak dipungut biaya alias gratis.

“Tidak ada efek samping jangka panjang setelah operasi dan tidak akan mengganggu hubungan seksual suami istri,” jelas Joedha saat ditanya tentang berbagai anggapan masyarakat mengenai kontrasepsi mantap ini.

Kegiatan Baksos MOW dan MOP rencananya akan dilaksanakan kembali di bulan Juli dan Oktober depan untuk mengakomodir permintaan MOW dan MOP yang cenderung meningkat." ujarnya (T@urus)

Jalin Sinergitas Dengan Partai Politik Demi Majukan Kota Mojokerto 


Mojokerto,Hapraindonesia,co- Membangun Kota Mojokerto menjadi daerah yang lebih maju, tentunya membutuhkan sinergitas dari berbagai elemen. Tak terkecuali dengan partai politik. Untuk itu, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggelar silaturahmi bersama pimpinan, pengurus dan kader Partai Golongan Karya (Golkar) di Kantor DPD Partai Golkar, Minggu (16/2/2020).

Dengan didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Sekretaris Daerah Kota Harlistyati dan OPD, Ning Ita, sapaan akrab wali kota, memulai diskusi ringan dengan para kader muda dan pengurus partai. Dengan adanya diskusi politik tersebut, diharapkan mampu memperkokoh rasa kebersamaan. Sehingga diperoleh ide - ide serta gagasan yang kreatif demi membangun Kota Mojokerto menjadi lebih maju dan berdaya saing.

"Sesuai dengan ketentuan pasal 25 UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Salah satu urusan pemerintahan umum yang dilaksanakan oleh kepala daerah di wilayah kerja masing - masing adalah pengembangan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila. Ini sejalan dengan tujuan umum partai politik dalam mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat," jelasnya.

Kedepannya, diskusi dengan para pengurus sekaligus kader partai politik, akan digelar secara rutin dan bergantian. Hal ini demi mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat dalam suasana kehidupan berdemokrasi yang sehat, berintegritas dan beretika sesuai dengan nilai - nilai Pancasila. Tentunya, tidak lepas dengan program - program pemerintah yang mampu mensejahterakan masyarakat.

"Kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin dengan fraksi - fraksi partai politik lainnya. Tujuannya hanya satu, mempererat komunikasi dan sinergitas dalam membangun Kota Mojokerto. Mari satukan tekad maju melangkah ayo berbenah antara pemerintah dengan segenap anggota legislatif DPRD, tokoh partai politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama, harus bergerak bersama dalam membangun Kota Mojokerto yang lebih baik dari segala aspek," tegasnya. (T@urus)

Deklarasi dan Anniversary Komunitas Pick Up, Hindari “ODOL” demi Keselamatan Berkendara


Mojokerto,Hapraindonesia.co Bupati Mojokerto Pungkasiadi, menghadiri acara deklrasi Perpi dan  anniversary Elmoc, Minggu (16/2) pagi di Mojo Kembangsore Park Pacet.

Bupati pada pertemuan komunitas kendaraan pick up ini, membahas tentang keselamatan berkendara di jalan. Salah satunya dengan tidak memaksakan kendaraan dengan kapasitas melebihi batas, atau  overloading dan overdimension (ODOL).

“ODOL ikut berpengaruh terhadap keselamatan berkendara maupun pengguna jalan yang lain. Itu juga berdampak pada pemeliharaan infrastruktur jalan, jembatan dan sebagainya. Maka dari itu pemerintah dalam hal ini Kemenhub, membuat sebuah program bernama Quick Win untuk menurunkan tingkat odol, melalui Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor atau UPPKB,” kata bupati.

Bupati atau yang akrab disapa Abah Ipung, juga menekankan pentingnya menaati semua peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Ayo wujudkan keselamatan dengan selalu menaati semua aturan lalu lintas, demi ketertiban dan keselamtan bersama. Saya harap kegiatan kumpul-kumpul komunitas pick up kali ini, membawa manfaat bagi semua,” tandas bupati.(T@urus)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved