Latest Post

Peresmian Sistem Peringatan Dini Banjir USAID APIK

Written By Hapra Indonesia on 12/05/2018 | 16:26

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID APIK), bersama Kelompok Siaga Bencana Desa Kalikatir, Dilem, dan Begaganlimo Kecamatan Gondang, meresmikan sistem peringatan dini  atau Early Warning System (EWS) banjir berbasis komunitas yang dipasang di sekitar Sungai Klorak.

Dengan dukungan dan kerjasama Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), alat pendeteksi tersebut nantinya akan memberikan informasi curah hujan dan ketinggian air sungai, sehingga dapat dilakukan tindakan.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, dalam peresmian ini mengucapkan terimakasih atas seluruh bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari semua pemangku kepentingan, baik dari instansi daerah maupun swasta.

“Kami ucapkan terimakasih pada PT Wavin dan PT. Multi Bintang Indonesia, atas bantuan pipa sepanjang kurang lebih 3.100 meter. Juga kepada PMI Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Mojokerto atas pasokan air bersih. Serta USAID APIK atas pemberian peralatan EWS. Semoga dengan terpasangnya sistem peringatan dini ini, dampak serius atas kejadian banjir bandang seperti pada 26 Maret 2017 lalu di Desa Dilem, Begaganlimo dan Kalikatir, bisa dihindari dengan melakukan tindakan ,” kata wabup, Rabu (5/12) pagi.

Adapun peralatan yang dipasang antara lain Automatic Rain Gauge (ARG) untuk mengukur curah hujan, Automatic Water Level Recorder (AWLR) untuk mengukur tinggi muka air, dan sirine tanda bahaya. Sensor pada ARG dan AWLR merekam data sekitar, mengirimnya ke gateway menggunakan teknologi Long Range (Lo-Ra) dimana data akan diolah dan dianalisa untuk menghasilkan tiga tingkatan status bencana: Waspada, Siaga, dan Awas.

Sistem peringatan dini berbasis masyarakat ini pun, memerlukan beberapa komponen syarat agar sistem dapat berjalan efektif. Yakni pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap resiko, pemantauan terhadap bahaya dan peringatan, penyebarluasan peringatan, dan kemampuan masyarakat dalam merespon peringatan tersebut.

Direktur USAID APIK, Paul Jefry, mengatakan dalam sambutannya bahwa kemampuan masyarakat dalam merespon pesan peringatan dini menjadi kunci keberhasilan. Hal ini juga harus diikuti dengan aksi dini yang juga tepat.

“Sebuah SOP untuk aksi dini masyarakat sudah dikembangkan dan diujicobakan secara terbatas dalam bentuk simulasi ruangan (Table Top Exercise). SOP tersebut diujicobakan untuk memastikan bahwa masyarakat benar-benar menyesuaikan tindakannya dengan benar. Simulasi ini juga menjadi sebuah latihan menghadapi musim hujan yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada Januari-Maret 2019,” kata Paul.

(T@urus)

GJP Mojosuro, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Semangat Kemerdekaan

Written By Hapra Indonesia on 12/01/2018 | 17:11

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto Suroboyo (GJP Mojosuro) tahun 2018 diberangkatkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Sabtu (1/12) dari Lapangan Raden Wijaya, Surodinawan, Kota Mojokerto.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati mewakili Plt. Walikota Mojokerto Suyitno mendampingi Pakdhe Karwo memberangkatkan peserta GJP Mojosuro 2018 bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto dan  Walikota serta wakil walikota terpilih Ika Puspita Sari dan Ahmad Rizal Zakariyah.

Dalam sambutannya, Soekarwo menyampaikan, GJP Mojosuro bukan hanya sekedar gerak jalan tetapi sekaligus memahami nilai perjuangan yang ada pada 10 November 1945 dan  sebelumnya, yaitu semangat untuk merdeka dan semangat untuk mempertahankan kemerdekaan.

“Peserta diharapkan bisa menanamkan nilai-nilai perjuangan, tidak sekedar lelah di perjalanan,” himbau Soekarwo.

Kemajuan teknologi saat ini juga menjadi perhatian utama Soekarwo dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

"Agar teknologi bisa bermanfaat maka harus diperjuangkan oleh siapa saja  terutama rumah tangga, anak-anak. Ibu dan ayah adalah guru utama dan pertama terhadap pendidikan perjuangan tersebut, maka dari rumahlah pendidikan nilai-nilai perjuangan itu dibangun,” tutur Soekarwo.

Gubernur Soekarwo juga berharap melalui GJP Mojosuro peserta bisa menangkap nilai-nilai perjuangan baru terutama terkait tentang nilai-nilai budaya dan bagaimana meningkatkan persatuan dan kesatuan.

"Apabila ada permasalahan selesaikan secara musyawarah mufakat, karena itu adalah nilai lama yang luar biasa untuk solusi tanpa konflik," paparnya.

Mewakili Plt. Walikota Mojokerto Suyitno, sekdakot Mojokerto Harlistyati menyampaikan  penghargaan atas semangat dan partisipasi seluruh peserta Gerak Jalan Perjuangan Mojosuro 2018, yang merupakan salah satu upaya mengenang jasa para pahlawan, meneladani semangat juang dan pengorbanan para pahlawan, sekaligus menjadi media untuk membangun kebersamaan.

"Kegiatan gerak jalan ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi antar berbagai lapisan masyarakat dalam rangka menggalang kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan, yang merupakan aset terpenting dari sebuah bangsa.”ungkapnya.

GJP Mojosuro 2018 diikuti 11.500 orang peserta, terdiri dari  1546 peserta perorangan, 429 regu kategori beregu umum, 34 regu kategori beregu pelajar dan 34 regu dari TNI / POLRI.

(Taurus)

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto, 10 Fraksi Menyampaikan Pandangan Umum Terhadap Raperda dan RPJMD

Written By Hapra Indonesia on 11/29/2018 | 09:06

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Sepuluh fraksi Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto, terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDI Perjuangan Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai kebangkitan Bangsa dan Fraksi Amanat Nasional, Fraksi Partai kebangkitan Bangsa, Hanura juga Fraksi Persatuan Demokrat serta Fraksi Nasdem di Ruang Paripurna (28/11/2018).

Menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dihadapan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Penjabat Sekretaris Daerah dan para Asisten Sekda, serta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Se-Kabupaten Kabupaten Mojokerto.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto menjelaskan, bahwa rapat paripurna tersebut, merupakan tindak lanjut dari penyerahan secara resmi raperda RPJMD Kabupaten MojokertoTahun 2016-2021 dari pemerintah daerah kepada DPRD. Terkait raperda yang telah diserahkan kepada DPRD, sesuai dengan tata tertib (tatib,  DPRD Kabupaten Mojokerto telah melakukan pembahasan di tingkat fraksi-fraksi.

“Fraksi-fraksi telah melakukan pembahasa secara mendalam dalam rangka memberikan pandangan , pertimbangan dan pertanyaan atau saran-asaran yang dituangkan dalam pandangan umum fraksi serta hasilnya akan disampaikan pada paripurna hari ini,”jelasnya.

Pada kesempatan tersebut beberapa fraksi menyampaikan pandangan umumnya, salah satunya, fraksi Nasdem menyampaikan beberapa pandangan terhadap raperda RPJMD  yang dibacakan oleh Hendun Nuryani yaitu RPJMD merupakan lanjutan dari kata pembangunan bahwa kepemimpinan sebelumnya.

Untuk mencapai tujuan pembangunan sebagai yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945 RPJMD tersebut diadakan untuk menjadi menyampaikan tujuan pembangunan. RPJMD merupakan perencana periode lima tahun memuat strategi arah kebijakan pembangunan daerah berdasarkan kondisi dan potensi daerah.

Selanjutnya RPJMD menjadi alat dan pedoman alat kerja pemerintahan daerah dan bagian kesatuan dilingkungan kabupaten mojokerto. Oleh karena pentingnya RPJMD sebagian wujud pembangunan lima tahun mendatang di visi dan misi pemerintah daerah dibutuhkan. Nantinya direalisasikan dirasakan pembangunan secara nyata oleh masyarakat di kabupaten mojokerto. Dengan demikian, RPJMD ditetapkan dengan perda dan RPJMD tuturnya.

Hendun Nuryani menambahkan, bahwa terdapat delapan prioritas utama dalam RPJMD merupakan lanjutan dari tersebut, diantaranya, penanggulangan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi kerakyatan, pembangunan manusia baik itu pendidikan serta kesehatan maupun pembangunan yang berwawasan lingkungan dan pembangunan tata kelola pemerintahan.

Fraksi PDIP menanyakan strategis apa yang mengutamakan penyelesaian persoalan tersebut capaian khususnya infrastruktur pembangunan wilayah masih banyak penyimpangan khususnya wilayah pedesaan pertumbuhan perekonomian hanya berpusat titik tertentu saja. Dan juga menanyakan strategis pemerintah PJMD untuk mendorong pemerataan infrastruktur daerah khusus pedesaan, sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kepuasan kekuatan pembangunan sektor untuk mendorong sumberdaya manusia merupakan daya dukung dalam menambah pengetahuan ketrampilan dan daya saing.

Pertanyaanya bagaimana pemerintah menetapkan sektor sumber daya manusia tersebut untuk bisa mempunyai daya saing dalam menetapkan perubahan-perubahan sosial dan peluang asebitesis dan asebilitas terhadap pekerjaan. Sedangkan, setelah 10 fraksi menyampaikan pandangan umumnya terhadap raperda tersebut,  bupati akan menyampaikan jawaban ataupun tanggapan dala rapat paripurna yang sudah diagendakan.

(Adv/Taurus)

CFD Maron Pacet, Puncaki Peringatan HKN ke-54 Tahun 2018

Written By Hapra Indonesia on 11/25/2018 | 18:48

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesai.co - Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 Pemerintah Kabupaten Mojokerto Tahun 2018, dimeriahkan kegiatan jalan sehat yang diberangkatkan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, didampingi Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, Minggu (25/11) pagi di kawasan CFD Maron Desa Pacet.

Wakil bupati juga menyerahkan sertifikat pada puskesmas yang lolos akreditasi tahun 2018 antara lain kepada UPT Puskesmas Sooko, Jetis, Kemlagi, Puri, Trawas, Modopuro dan Gayaman. Dilanjutkan pemberian kacamata gratis kepada 25 pelajar, persembahan klinik mata Royal EDC Mojosari.

“Peringatan HKN 2018 mengambil tema “Aku Cinta Sehat“ dengan subtema “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”. Kesehatan memang adalah aset. Kalau kita sehat, bisa kerja dengan baik. Ini harus dikampanyekan pada semua lini. Mulai pemerintah, swasta, masyarakat semua. Ayo hidup sehat, makan buah dan sayur, dan rutin check up kesehatan dua kali dalam setahun,” ajak wakil bupati dalam sambutannya.

Ajakan tersebut juga sesuai instruksi Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek, dimana tema HKN ke-54 tahun 2018 sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga, mengajak seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Nila mengimbau masyarakat agar membiasakan diri mengonsumsi beragam sayur dan buah nusantara. Hal ini merupakan salah satu upaya perilaku hidup sehat yang digalakkan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Puncak peringatan HKN ke-54 tahun 2018 kemarin juga di dimeriahkan berbagai kegiatan menarik mulai dari senam aerobik bersama, cek kesehatan, hingga makan sehat bersama. Seperti yang dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin dalam sambutannya.

“Acara kali ini juga diisi dengan beberapa kegiatan menarik diantaranya cek kesehatan termasuk pemeriksaan mata, donor darah, senam aerobik, lomba toga, lomba safety briefing, parade generasi sehat, teramasuk kita kemarin juga mengadakan seminar jajanan sehat yang diikuti kepala sekolah SMP se Kabupaten Mojokerto,” lapor Didik.

(T@urus)

Jalan Sehat HUT KORPRI ke-47 Dan PGRI ke-73

Written By Hapra Indonesia on 11/23/2018 | 21:40

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraIndonesia.co - Menyambut Hari Ulang Tahun KORPRI ke-47 dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-73, Dewan Pengurus KORPRI Kota Mojokerto menggelar jalan sehat bagi anggota KORPRI dan PGRI serta pelajar se-Kota Mojokerto, yang diberangkatkan Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Harlistyati, didampingi Wakil Wali kota Mojokerto terpilih dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto serta perwakilan jajaran forkopimda lainnya di depan kantor Walikota Mojokerto, Jl. Gajah Mada 145, Jumat (23/11).

Ketua panitia HUT KORPRI ke-47, Gaguk Tri Prasetyo menyampaikan, tujuan diselenggarakannya jalan sehat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani serta spiritual anggota KORPRI dan PGRI Kota Mojokerto.

“Jalan sehat dipilih karena merupakan kegiatan olah raga yang bersifat murah meriah dan massal.” lanjut Gaguk.

Mewakili Plt. Walikota Mojokerto Suyitno, Harlistyati mengatakan manfaat jalan sehat selain untuk menyehatkan jiwa dan raga, juga untuk mempererat tali silaturahmi sesama anggota KORPRI dan PGRI.

“Karena dengan silaturahmi dapat mempererat tali persaudaraan dan keharmonisan, sehingga kita dapat bekerja bersama-sama dengan semangat dan rasa nyaman,” kata Harlistyati mengutip sambutan Plt. Wali kota.

Meskipun kota Mojokerto sangat kecil wilayahnya, lanjut Harlis, kita semua harus  bersemangat bekerja dan berkarya untuk menjadikan Kota Mojokerto ini kota yang nyaman,  damai, masyarakatnya adil, makmur dan sejahtera. “Insyaalloh, dengan bersama-sama kita akan mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai oleh Kota Mojokerto, baik di bidang pendidikan, kesehatan, keluarga berencana, maupun bidang pembangunan yang lainnya,” lanjut Sekdakot membacakan amanat Plt. Walikota.

Tema HUT KORPRI adalah “Melayani, Bekerja dan Menyatukan Bangsa” dan tema HUT PGRI tahun 2018  adalah “Guru sebagai Penggerak Perubahan dalam Era Revolusi Industri”. “Melalui momentum peringatan ini saya mengajak seluruh anggota KORPRI Kota Mojokerto dan bapak ibu guru untuk meningkatkan kinerja di bidang pelayanan publik, meningkatkan semangat profesionalitas serta netralitas,” lanjutnya.

Mengakhiri sambutan Plt. Walikota, Harlistyati yang juga  menjabat Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kota Mojokerto menyampaikan kepada seluruh anggota KORPRI dan anggota PGRI di Kota Mojokerto agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjelang  diselenggarakannya pesta demokrasi yang akan datang.

“Terima kasih kepada semua komponen masyarakat yang telah  berperan serta dalam memajukan pembangunan Kota Mojokerto. “Tanpa dukungan dan kerjasama yang baik dari semua pihak, pembangunan Kota Mojokerto tidak akan berjalan dengan lancar.  Mari kita tingkatkan prestasi untuk mewujudkan Kota Mojokerto yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral,”  pungkasnya.

Sebelum jalan sehat memperingati HUT KORPRI dan HUT PGRI, Sekdakot bersama para pejabat dan seluruh Penasehat Unit/Sub Unit Korpri Se Kota Mojokerto serta para  peserta mengikuti senam bersama. Dilanjutkan jalan sehat dengan rute dimulai dari garis start Jln Gajah Mada di depan kantor Walikota Mojokerto - Jalan Benteng Pancasila - Jalan Empu Nala dan finish di depan kantor Walikota Mojokerto. Ratusan doorprize dan 24 sepeda angin dibagikan kepada peserta jalan sehat dengan hadiah utama berupa sebuah sepeda motor yang dimenangkan oleh Nuke Vidia Pratiwi, siswi SMA PGRI 2 Kota Mojokerto.

(T@urus)

Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 54, “Aku Cinta Sehat“

Foto: Istimewa
Mojokerto, hapraindonesia.co - Upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 54 Tahun 2018 digelar di halaman Klinik Pratama DKT, Kamis (22/11). Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Harlistyati bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nina Faried Moeleok.

Menyampaikan amanat Menteri Kesehatan, Harlis mengatakan, tema Hari Kesehatan Nasional “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”. Hal ini sejalan dengan program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga, mengajak seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Saya menghimbau masyarakat agar membiasakan diri mengonsumsi beragam sayur dan buah nusantara. Makan sayur dan buah merupakan salah satu upaya perilaku hidup sehat yang saat ini kita galakkan dalam gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS),” kata Harlis mengutip amanat Menkes RI.

Lebih lanjut disampaikan, masyarakat  yang sehat merupakan modal ketangguhan suatu bangsa. “Keterlibatan seluruh komponen bangsa, mencakup pemerintah, swasta, dan masyarakat dibutuhkan baik di pusat maupun daerah. Juga diharapkan peringatan HKN Ke 54, dapat dimanfaatkan untuk menyosialisasikan kebijakan pembangunan berwawasan kesehatan dan memperkenalkan program-program kesehatan guna mendapatkan dukungan politis serta dukungan sumber daya dari seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah," sambungnya.

Sementara itu Ketua Panitia HKN ke 54, Krestanto Setyo Nugroho menyampaikan peringatan HKN bertujuan sebagai pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud apabila semua komponen masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan swasta berperan serta dalam upaya kesehatan. “Tentunya dengan lebih memprioritaskan promotif, preventif dan semakin menggalakkan dan mengembangkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) tanpa mengabaikan kuratif dan reabilitatif,” kata Krestanto.

Berbagai kegiatan digelar oleh Dinas Kesehatan dalam rangka memperingati HKN ke 54 di Kota Mojokerto seperti lomba dan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat antara lain bulan kegiatan gizi nasional, pelaksanaan  hari cuci tangan sedunia, seminar gizi menu seimbang, tes kebugaran, seminar penanganan gangguan dengar bayi dan anak.

Pada kesempatan ini dilakukan penyerahan pemenang hadiah yaitu lomba bulu tangkis putra yang dimenangkan oleh RS Gatoel, juara kedua RSU dr. Wahidin Sudiro Husodo sebagai juara ketiga RS Reksa Waluyo. Lomba tarik tambang putra dimenangkan oleh RSU dr. Wahidin Sudiro Husodo, juara kedua PMI, juara ketiga Dinas Kesehatan. Untuk lomba tarik tambang putri dimenangkan oleh Dinas Kesehatan, juara kedua RSU dr. Wahidin Sudiro Husodo, juara ketiga RS Gatoel.

Lomba tenis meja putra dimenangkan oleh Dinas Kesehatan, juara kedua RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, juara ketiga RSI Hasanah, lomba tenis meja putri dimenangkan oleh RS Rekso Waluyo, juara kedua RSI Hasanah, juara ketiga RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo. Lomba voli putra dimenangkan oleh RS Rekso Waluyo, juara kedua RS Gatoel, juara ketiga RS Kamar Medika, lomba voli putri dimenangkan oleh RSI Hasanah, juara kedua RS Gatoel, juara ketiga RSU dr. Wahidin Sudiro Husodo.

Dalam kesempatan ini juga diberikan penghargaan tenaga kesehatan teladan di Puskesmas tingkat nasional tahun 2018 kepada Nur Rachmah dari Puskesmas Wates, Puskesmas berprestasi kriteria perkotaan tingkat Provinsi Jawa Timur kepada  Puskesmas Mentikan, serta pemberian sertifikat ODF (Open Defacation Free)yaitu stop buang air besar sembarangan kepada Kelurahan Gedongan dan Kelurahan Surodinawan.

Turut hadir dalam upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional, jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Wakil Walikota terpilih Ahmad Rizal Zakaria beserta Ibu Nur Chasanah, segenap Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto, direktur Rumah Sakit dan  direktur Stikes se Kota Mojokerto.

(T@urus)

Diskominfo Kota Mojokerto Gelar Sosialisasi Cukai Dan Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai

Written By Hapra Indonesia on 11/22/2018 | 21:23

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto adakan acara sosialisasi di bidang cukai dan penggunaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau. Acara berlangsung di Gedung Astoria Convention Hall Jalan Empunala 347, Kelurahan Magersari, Kota Mojokerto Jawa timur.Kamis 22/11/2018 mulai pukul 08.00 WIB s.d. 13.00 WIB.

Dengan nara sumber Kantor Pengawasan dan Penyuluhan Bea dan Cukai Madya Juanda Sidoarjo. Para peserta terdiri dari masyarakat dan organisasi kewanitaan kota Mojokerto. Lomba jingel Dengan Tema "Sama-sama Stop Rokok Ilegal".

Setelah berbagai rangkaian acara, Niken Lestarie,SH,MM sebagai narasumber dari Bea Cukai Madya Juanda Sidoarjo menyampaikan materi cukai tepatnya pukul 11.15 WIB. Materi disampaikan secara runtut mulai dari dasar hukum, hingga pengenaan sanksi atas pelanggaran di bidang cukai.

Dalam sambutannya Sekretaris Diskominfo Kota Mojokerto Movie Riska Kartika,Spd,Msi mengatakan adapun maksud diselenggarakan kegiatan Gebyar DBHCHT dengan tema pencegahan peredaran rokok ilegal untuk masyarakat Mojokerto adalah untuk menggencarkan kampanye perang terhadap peredaran rokok ilegal dan melalui kegiatan ini juga untuk mengajak segenap warga Kota Mojokerto untuk peran aktif dalam memberantas peredaran rokok tanpa cukai.

pemberantasan rokok ilegal menjadi bagian dari peruntukan dana bagi hasil Cukai hasil tambahan DBHCHT yang di luncurkan pemerintahan pusat kepada pemerintah daerah penghasilan Cukai tembakau dan atau penghasilan sebagaimana tertera dalam peraturan Menteri Keuangan nomor 84/PMK 0 7/2008 yang telah direvisi melalui PMK Nomor 20/PMK.07/2009 tentang penggunaan DBHCHT yang diluncurkan Pemerintah Daerah penghasilan Cukai tembakau dan atau penghasilkan sebagaimana tertuang dalam peraturan Menteri Keuangan nomor 84/PMK.07/2008 Telah direvisi melalui PMK No.20/PMK.07/2009 tentang pengunaan DBHCHT sanksi produsen dan pengedar rokok ilegal.

Cukup berat tidak hanya sanksi pidana namun denda yang di jatuhkan bagi produsen pengedar rokok tanpa cukai juga cukup berat. Berdasarkan pasal 56 Undang-undang Nomer 39 Tahun 2007 tentang cukai ancaman hukuman penjara bagi rokok ilegal minimal satu tahun dan maksimal lima tahun serta denda paling 20 juta." kata Herlis.

Rokok ilegal memiliki ciri yang bisa langsung dikenali masyarakat salah satunya rokok yang dijual atau diedarkan tanpa dilengkapi sehingga masyarakat pun muda mengidentifikasi dalam hal ini sangat penting yaitu dengan tidak membeli produk tersebut. Terang Herlis.

“Sosialisasi di bidang cukai ini bertujuan untuk memberikan pemahamam terhadap ketentuan di bidang cukai serta peranan Bea Cukai di Kota Mojokerto secara garis beras dalam penerimaan cukai serta pengawasan cukai, mengingat masih banyak masyarakat yang masih awam terhadap ketentuan di bidang cukai dan tugas fungsi bea cukai,” pungkas.

Dalam acara sosialisasi ini di hadiri Sekdakot, Wakil Walikota Terpilih, Forkopimda Kota Mojokerto, Kepala OPD dilingkungan Pemkot Mojokerto, Camat, Lurah,129 RW Se-Kota Mojokerto, 21 TIM penggerak PKK Kelurahan dan Kecamatan masing satu, 47 Penjual Rokok baik eceran, kios kecil dan besar, 13 Informasi masyarakat".

(T@urus)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved