Latest Post

Tuntutan Tak Ada Kejelasan, Warga Baluweti Tutup Akses Jalan

Written By Hapra Indo on 6/16/2016 | 19:45

Kediri, hapraindonesia.co - Warga Kelurahan Balowerti Kota Kediri gerah, pasalnya tuntutannya kepada pihak Kelurahan, Kecamatan maupun dari pihak pengembang PT. S K Bangun Persada Asri yang melakukan pengurukan lahan dikelurahan Balowerti Kecamatan Kota Kota Kediri tidak ada kejelasan dan penyelesaian.

Warga spontanitas yang terdiri dari warga Kelurahan Balowerti dan Semampir serta para petani yang menggarap lahannya disekitar kegiatan pengurukan lahan milik PT SK Bangun Persada menutup akses jalan masuk kelokasi pengurukan, Kamis 16/6/2016.

Ketua Rt 32 Rw 8, S Danan Jaya saat dikonfirmasi mengatakan akses jalan yang menuju ketempat lokasi pengurukan lahan yang sekarang yang masih tahap pengurukan, rencananya dibangun perumahan oleh pengembang Upoyo Sarjono PT SK Bangun Persada Asri belum ada kejelasan serta penyelesain mengenai saluran tersier yang ditutup oleh pihak pengembang. “Dari pengembanng belum ada kejelasan dan belum beres untuk penyelesaian saluran tersier yang ditutup oleh Upoyo sarjono pihak pengembang perumahan persada asri, “jelas ketua Rt 32 Danan Jaya.

Lebih lanjut Ketua Rt 32 Danan Jaya menuturkan dalam proses pengurukan lahan tersebut, saluran tersier yang ada dilahan tersebut ikut tertutup dengan tanah urukan dan pihak warga dengan kelurahan sudah mengadakan pertemuan 15/6/2016 kemarin sekitar jam 13.30 WIB. “Kita sudah berupaya ke kelurahan Balowerti untuk menyelesaikan masalah tersebut, tapi dari pihak kelurahan tidak ada titik kejelasan bahkan dari pihak pengembang sendiri Upoyo Sarjono kalau urusan itu dikembalikan ke pemerintah daerah kota Kediri, ” tambah Danan.

“Dampak saluran tersier yang diuruk sekaligus saluran digunakan untuk mengairi lahan persawahan menjadi buntu akibat dari urukan lahan yang akan digunakan untuk membangun perumahan tersebut aliran air yang biasanya melewati saluran tersier yang juga berfungsi untuk mengaliri lahan persawahan tersumbat dan lebih parahnya lagi bisa mengakibatkan genangan air yang meluber kejalan, “jelas Ketua Rt Danan.

Terpisah salah satu warga yang juga peduli terhadap lingkungan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa saluran air yang merupakan saluran tersier ini diduga memang sengaja untuk dimatikan dilihat dari semua saluran yang ada sudah diuruk dengan tanah urukan. “Seperti yang ada di sekitar medangkamulan gang 6 , dan sistem irigasi untuk petani serta genangan air di RT 30, 31, dan RT 32 yang pada saat hujan sehari saja air sudah menggenang apalagi hujan terus menerus bisa mengakibatkan banjir nantinya, “ungkap Sugeng Hariadi.

“Apakah dari pengembang sendiri tidak memikirkan dampak dari penutupan saluaran tersier, yang berimbas pada petani dan juga nantinya akan bisa mengakibatkan banjir, “keluh Sugeng Hariadi.

Sampai berita ini diturunkan baik pihak pengembang maupun pihak kelurahan belum dapat dikonfirmasi terkait dengan hal tersebut karena sulitnya akses masuk.

Sekedar diketahui bahwa warga sekitar kelurahan Balowerti mengharapkan dari pihak PT SK Persada Asri untuk memperbaiki jembatan yang rusak akibat dilalui kendaraan yang melebihi kapasitas, perbaikan akses jalan petani dan TPA, menuntut dikembalikannya saluran tersier yang sudah terpendam urukan, menuntut dikembalikan fasilitas umum yang hilang, dan meminta penjelasan terkait tukar guling. (Ko/B@m)

Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Kapolres Kediri Kota

Written By Hapra Indo on 6/15/2016 | 17:05

Kediri, hapraindonesia.co - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Anton Setiadji, S.H., M.H memimpin serah terima jabatan Kapolres Kediri Kota di Gedung Rupatama Polres Kediri Kota, Rabu 15/6/2016 pukul 13.00 WIB.

Selama satu setengah tahun lebih AKBP Bambang Widjanarko Baiin, S.IK, M.Si memegang tongkat kepemimpinan di Polres Kediri Kota, sejak bulan Januari 2015 sampai dengan Juni 2016, AKBP Bambang Widjanarko Baiin, S.IK, M.Si melaksanakan tugas, tanggung jawab dan amanah sebagai Kapolres Kediri Kota.

Kini tongkat kepemimpinan Kapolres Kediri Kota diserah terimakan dari AKBP Bambang Widjanarko Baiin, S.IK, M.Si Kepada Pejabat Kapolres yang Baru, AKBP Wibowo, S.IK. Acara serah terima jabatan Kapolresta Kediri tersebut dipimpin langsung Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Pol Drs Anton Setiadji, S.H., M.H di Gedung Rupatama Polres Kediri Kota.

Kapolres Kediri Kota AKBP Bambang Widjanarko Baiin, S.IK, M.Si digantikan AKBP Wibowo, S.IK yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Buton Selatan Sulawesi Tenggara, sedangkan AKBP Bambang Widjanarko akan melanjutkan tugas sebagai Wakil Kepala Satuan Brigadir Mobil (Wakasat Brimob) Polda Kalimantan Selatan.

Sekedar diketahui serah terima jabatan Kapolres Kediri Kota kali ini dihadiri oleh pejabat utama Polda Jatim, Kapolres Jajaran Rayon IV dan Pejabat Utama Polres Kediri Kota. Usai acara sertijab dilanjutkan acara ramah tamah Kapolda Jatim dengan tokoh agama, tokoh masyarakat se- Kediri di halaman Mapolres Kediri Kota.(B@m)

Komplotan Pembobol Rumah Kosong Dibekuk Polisi

Written By Hapra Indo on 5/28/2016 | 16:42

Foto : Istimewa
Nganjuk, hapraindonesia.co  - Satuan Reserse kriminal (Satreskrim) Polsek Warujayeng, Nganjuk, Jawa Timur, berhasil membekuk empat orang pelaku pembobolan rumah milik Muhammad Soim (37) warga Dusun Krajan Utara, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur.

Keempat pelaku yang berhasil diamankan petugas adalah Hudi, (38) warga Dusun Mindi Desa Kelutan Kecamatan Ngronggot, Purnomo (28), Fajar Harianto, 26, dan Muhammad Khoirul Anwar (19) yang ketiga tiganya adalah warga Dusun Krajanpatuk, Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. " Empat orang pelaku itu tiga di antaranya adalah tetangga satu desa dengan korban dan satu orang pelaku lainnya berasal dari Kecamatan Ngronggot," kata Kapolsek Warujayeng Kompol Abraham Sisik, S.I.K, disela sela rilis Sabtu (28/5/2016) di Mako Mapolsek Warujayeng.

Kompol Abraham menjelaskan kronologi terungkapnya kasus pencurian dengan pemberatan (curat) ini berawal saat Soim, korban pemilik rumah pada Rabu 25 Mei 016 malam sekitar pukul 19.00, bersama anak istrinya pergi meninggalkan rumah untuk membeli makanan di Prambon. "Waktu itu semua pintu sudah dikunci, begitu pula pintu pagar," jelas Abraham.

Masih lanjut Abraham Sekitar pukul 20.00 WIB, usai makan Soim dan keluarganya kembali pulang ke rumah. Sesampainya di depan rumah, korban berpapasan dengan empat orang yang keluar dari pekarangan rumahnya. "Saat itu korban (Soim) mulai curiga dengan empat orang itu, karena malam-malam keluar dari pekarangan rumahnya," jelas Kompol Abraham.

Dengan perasaan tidak tenang, Soim masuk rumah dan melihat kondisi rumah dalam keadaan berantakan. Selain itu, pintu rumah bagian belakang dalam keadaan terbuka dan ada bekas cukitan. Korban pun langsung melakukan pengecekan dan mendapati 3 buah ponsel serta uang yang berada dalam dompet raib. "Karena sebelumnya sudah curiga, akirnya korban menemui empat orang yang sempat dilihatnya tadi," jelas kata Abraham.

Ketika ditemui dan ditanya terkait hilangnya tiga buah ponsel dan uangnya, empat orang tersebut tidak mengakuinya. Selanjutnya korban melapor kepada perangkat desa setempat hingga diteruskan ke Polsek Warujayeng. "Laporan kita terima dan langsung kita lakukan penyelidikan dengan mencari keberadaan empat orang yang identitasnya sudah kami kantongi," terang Abraham.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, empat orang tersebut ternyata terbukti sebagai pelaku pembobolan rumah milik Soim, dan ditangkap tanpa perlawanan pada Kamis 26 Mei 2016. Kepada penyidik kepolisian, komplotan ini akhirnya mengakui aksi mereka membobol rumah Soim dengan menggunakan senjata tajam berupa golok sabit.

"Keempatnya langsung kami tangkap bersama barang bukti berupa tiga ponsel, serta dompet warna merah dan peralatan untuk mencongkel pintu, Selanjutnya keempat tersangka kini ditahan dan dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian disertai pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara" Tutup Kompol Abraham. (*/B@m)

Workshop Dan Penganugerahan Pemenang Lomba Video Harmoni Kediri

Written By Hapra Indo on 5/27/2016 | 09:24

Kediri, hapraindonesia.co - Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan Komukasi dan Informatika (Dishubkominfo) mengadakan acara workshop dan penyerahan pemenang lomba video dalam tema "Video Kediri Harmoni" yang dihadiri oleh Wakil Walikota Kediri Hj. Lilik Muhibah, Asisten Perekonomian, nara sumber dari Jakarta, siswa SLTA sekota Kediri dengan mengirim perwakilan 2 siswa, jajaran Dishubkominfo, mahasiswa dan masyarakat umum diruang Joyoboyo Pemkot Kediri diikuti kurang lebih sekitar 200 peserta, Kamis 26/5/2016.

Acara diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Kabid kominfo Febio Prasetya Pramana dengan acara ini diharapkan para peserta bisa menyerap ilmu serta bertujuan untuk mencari generasi muda yang profesional.

Dilanjutkan sambutan Wakil Walikota Kediri Hj. Lilik Muhibbah yang dalam sambutannya mengatakan dengan acara workshop ini bisa menjadi perubahan yang signifikan bagi kota kediri, karena peran editor sangat penting, pembangunan Kota Kediri, pembuatan video ini sekaligus sarana untuk lebih mengenalkan serta meningkatkan keahlian dibidang film dikota Kediri.

Sebelum penyerahan hadiah berupa tropi acara diisi dengan pemutaran video yang masuk nominasi lima besar diantaranya video layanan uji kir, video Kediri 60 detikk, video jalan kekediri, video Dinamika karya, dan video harnom dalam perbedaan.

Kepala bidang Kominfo Febio Prastya Pramana saat ditemui awak media mengatakan acara workshop yang diikuti oleh mahasiswa, pelajar SLTA, dari kalangan umum ini bisa bermanfaat bagi dirinya maupun Kota Kediri. "Jadi untuk maju serta semangat yang tinggi dari mahasiswa maupun pelajar dalam pembuatan video editing yang nantinya bisa bermanfaat bagi dirinya dan Kota kediri juga sebagai sarana media informasi dan promosi, "jelas Kabid Kominfo Febio Prastya.

Salah satu pemenang lomba yang masuk dalam kategori umun setya dengan diadakan lomba video ini bisa menotivasi kalangan remaja untuk lebih berkreatif. "Saya terkesan dengan acara lomba ini dan diharapkan kedepannya bisa lebih menarik lagi, "ungkap Setya.

Sekedar diketahui Dishubkominfo Kota Kediri Rabu 25/5/2016 telah melakukan penilaian sebagai juara 1 dengan nilai 1145 judul Video Harmoni Dalam Perbedaan, juara 2 nilai 1143 judul Video Dinamika Karya, juara 3 diperoleh Video dengan judul Jalan Jalan Ke Kediri, juara Harapan 1 diperoleh dengan judul video Kediri 60 detik, dan juara harapan 2 dengan judul Video Pelayanan Uji KIR. (Adv/Dishub)

Mbah Kalimah, Penderita Tumor Mata Yang Tidak Tercover Jaminan Kesehatan

Written By Hapra Indo on 5/22/2016 | 19:30

Kediri, hapraindonesia.co - Mbah Kalimah wanita, (76) th warga Desa Grogol, RT 1 RW 2 Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri terbaring lemas diatas ranjang yang terbuat dari bambu sedang menahan rasa sakit pada mata bagian kiri akibat menderita tumor mata.


Sungguh Ironis nenek yang hidup sendiri tanpa sanak saudara tersebut tidak sempat tercover oleh jaminan kesehatan dari pemda setempat.


Dalam kesehariannya Mbah Kalimah tinggal di ruangan yang sangat sempit berukuran 2X4 meter, tanpa lampu penerangan, dan sangat pengap.

Ruangan 2X4 meter itu pun bukan miliknya sendiri, melainkan milik  tetangga mbah Kalimah yang iba melihat kondisi wanita (76) th yang hidup sebatang kara tanpa memiliki sanak saudara.


Ironisnya warga yang benar benar sakit, dan tidak mampu ini tidak terkover  BPJS maupun Jamkesda, hal tersebut baru diketahui pihak desa yang sering mengajukan salah satu wargannyake pemerintaah yaitu mbah Kalimah Warga desa Ngroggol Rt 1/ Rw 2 Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.


Padahal menurut keteranga Nur Hadi salah satu perangkat Desa tersebut ( bagian kesra ) menuturkan bahwa  Pemerintah desa setempat sudah sering mendaftarkan Mbah Kalimah untuk diikutkan Jaminan Kesehatan dari Pemerintah Pusat maupun daerah namun selalu tidak lolos ferivikasi.


"Kita setiap tahun mengajukan Mbah Kalimah menjadi peserta BPJS PBI, hasilnya Mbah Kalimah hingga saat ini juga tidak lolos verifikasi dan tidak tercantum" terang Nur Hadi.



Selain itu dari keterangan dari tetangga mbah kalimah, bernama Erna, untuk kebutuhan makan mbah kalimah, setiap harinya menunggu belas kasihan dari para tetangganya. "Untuk makan kesehariannya pun diberikan oleh lingkungan yang kasihan melihat Mbah Kalimah" ungkap Erna.


Mbah Kalimah menderita penyakit Tumor mata sudah sejak 10 tahun lalu, namun baru 3 bulanan ini mata nenek Kalimah membengkak hingga sebesar Bola Kasti dan membusuk sehingga menimbulkan bau yang kurang sedap. Tak ada pengobatan yang dilakukan Nenek ini, hanya sesekali diberikan obat anti nyeri ketika dia merasakan sakit.


Melihat Kondisi ini, membuat wartawan Kediri melakukan aksi sosial untuk membantu kondisi Nenek Kalimah yang sangat memprihatinkan ini.

Diungkapkan salah satu Wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kediri Andimas Budi mengungkap jika menyesalkan sikap pemerintah daerah yang tidak mampu memberikan jaminan Kesehatan pada warga miskin.


"Menurut saya pribadi pemerintah kurang serius dalam memberikan jaminan kesehatan pada rakyatnya. Ini adalah wujud kegagalan dari pemerintah hingga masih ada orang yang hidup sebatang kara menderita penyakit dan tak terpantau pemerintah" ungkap Andimas usai mengunjungi Mbah Kalimah di rumahnya.


Sementara Mbah Kalimah yang dikunjungi jurnalis se Kediri mengaku bersedia jika ada yang memberikan bantuan pengobatan atas penyakitnya " Saya mau dibawa Kepuskesmas besok" ungkapnya sambil terbaring lemas diatas ranjang bambu sembari menahan rasa sakit dimatanya. (B@m)

Pemerintah Kota Kediri Dukung Perpusnas Daftarkan Cerita Panji Menjadi Warisan Unesco

Written By Hapra Indo on 5/07/2016 | 07:03

Kediri, hapraindonesia.co - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan mendaftarkan 'Cerita Panji' menjadi warisan Unesco, sebagai Memory of the Wordl atau MOW. Rencana perpusnas ini langsung diapresiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan, Pemkot belum mendapat tembusan resmi rencana perpusnas. Namun demikian, Cerita Panji, menututnya bukan hanya persoalan dari daerah mana, karena berkembang dari banyak versi.

"Dari beragam versi itu, masing-masing mempunyai potongan, fragmen, misalnya, cerita Ande-ande Lumut, Yuyu Kangkang, maupun mbok rondo Dadapan, hingga pengembaraan Pangeran Inu Kencana," katanya, Jumat (6/5/2016).

Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri ini juga tidak mengklaim cerita Panji dari Kediri, namun di Kediri juga masuk dalam historis cerita Panji. Cerita tersebut ditelusuri dari berbagai peninggalannya, misalnya, Goa Selomangleng, Taman Sekartaji, hingga nama daerah di Kota Kediri.

"Cerita Panji itu kaya versi dan kaya fragmen, ada potongan tertentu, dan dari cerita besarnya ditampilkan potongan-potongan, tapi biasanya sama, hanya menggunakan dialeg yang beda, bahasa yang beda," imbuhya.

Pria yang pernah menduduki kursi Kabag Humas Pemkot Kediri ini juga tidak meminta agar pusat mengirimkan surat resmi ke pemerintah kota terkait dengan informasi penggalangan dukungan agar cerita Panji menjadi warisan Unesco itu.

"Secara dokumen masih belum terdokumentasi dengan maksimal. Saat ini, pemerintah kota masih berupaya untuk semaksimal mungkin mengumpulkan berbagai dokumen baik literatur maupun yang sifatnya cerita rakyat," terusnya.

Secara data di Kota Kediri, katanya, sangat minim. Namun, pihaknya mulai merangkai dan juga ada penelitian dasar dan terus kami kembangkan. Jika dalam bentuk dokumen berupa benda ini agak beda.

Untuk diketahui, perpusnas menggalang dukungan agar cerita Panji masuk dalam Unesco. Saat ini, Perpusnas sudah menyiapkan formulir untuk mengirimkan resmi usulan ini dan Unesco akan mengumumkan hasilnya pada pertengahan 2017. Penasihat Perpusnas sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro aktif melakukan rencana tersebut. Cerita Panji dimulai di abad ke-13 atau pada masa awal Kerajaan Majapahit.

Panji merupakan kisah tradisional Jawa Timur yang berasal dari abad ke-13 yang kemudian menyebar ke beberapa wilayah dan negara lain. Cerita itu melibatkan kisah percintaan antara Pangeran dari Daha dan satu dari Kediri. Yang laki-laki adalah Inu Kertapati dan yang perempuan Dewi Anggraeni dari Kediri.

Berkembangnya Kerajaan Majapahit pada Abad ke-14 dan ke-15, Panji juga ikut tumbuh sehingga menyeberang ke Bali, Lombok, Kalimantan, dan ikut dibawa ke Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand.

(adv/hms)

Satreskrim Polresta Kediri Ringkus DPO Korupsi Jasmas DPRD 2013

Written By Hapra Indo on 5/06/2016 | 18:00

Kediri, hapraindonesia.co - Satuan Reskrim Polres Kediri meringkus Sugeng Waluyo (44) warga Lingkungan Kresek, RT 01 / RW 01 Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Sugeng merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan korupsi dana jaring aspirasi masyarakat (jasmas) tahun 2013.

Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Anwar Iskandar mengatakan, tersangka dibekuk di wilayah Desa Manukan Rt 02/08 Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, pada Kamis (5/5/2016) sekitar pukul 22.00 WIB. Tersangka langsung digiring ke Polres Kediri Kota untuk diperiksa lebih lanjut.

"Dasar penangkapan kami sesuai LP/117/IX/2014/res kediri Kota tanggal 03 September 2014. Tersangka sudah ditetapkan sebagai sesuai surat DPO/137/VI/2015/ Satreskrim tanggal 10 Juni 2015," terangnya, Jumat (6/5/2016).

Dijelaskan olehnya, pada tahun 2013 Rudi Hendrayanto bersama tersangka Sugeng, selaku koordinator partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kecamatan Pesantren, Kota Kediri secara melawan hukum menguntungkan diri sendiri dan orang lain dalam pelaksanaan proyek rehab dan pembangunan fisik serta pengadaan barang melalui delapan kelompok masyarakat (pokmas) di Kecamatan Pesantren.

Proyek tersebut atas rekomendasi oleh Dewi Purwati, SH, anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Hanura pereode 2009-2014. Dari hasil audit, perbuatan tersangka merugikan keuangan Negara sebesar Rp.119.097.168. (B@m)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved