Latest Post

Kirab Bumi Nuswantoro Tahun 1951 Saka, 2018 Masehi Di Pendopo Trowulan Mojokerto

Written By Hapra Indonesia on 9/17/2018 | 13:29

Foto: Taurus / HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Dalam sebulan Suro Pemerintah Kabupaten Mojokerto setiap tahun sekali, Menggelar Kirab Bumi Nuswantoro. Tak kecuali di tahun ini 1951 Saka 2018 dalam kalender masehi.

Bertempat di Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, SH minggu (16/09/2018). "Dalam Kirab Bumi Nuswantoro mengusung tema Digdaya Mahapati Gajah Mada".

Kirab mengambil rute di Pendopo Agung Trowulan dan selesai di Komplek Makam Troloyo dihadiri langsung Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan istri, tidak ada Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kirab diikuti ratusan peserta dari SMA, MA, Paskibraka, dan juga karya Trawas Trashion Carnival.

Sesampainya di Pendopo Agung, Forkopimda menerima pengalungan bunga oleh Budayawan dan di lanjutkan dengan prosesi penyerahan 4 pusaka Majapahit. Pusaka yang menyediakan Antara lain yaitu Pataka Majapahit, Bendera Merah Putih, Tombak Samudro Pusaka, dan Payung Gringsing. Pataka diserahkan kepada Wakil Bupati Pungkasiadi, SHQ Bendera merah putih diserahkan kepada Dandim 0815, Tombak Pusaka dari kepada Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata S.Sos SIK MH dan Payung Gringsing kepada Kajari Mojokerto, Lubis SH.MH.

Pataka Merah Putih diberikan kepada Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata karena merupakan sosok yang tepat sebagai abdi utama dari Nusa dan bangsa. Dalam sejarah, Polri memang erat mencatatnya dengan Kerajaan Majapahit. Dimana Maha Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengawal darurat yang disebut Pasukan Bhayangkara. Inilah yang menjadi cikal akan terbentukan Polri. Dengan salah satu prinsipnya Satya Haprabu "Setia ke Negara, Pimpinannya dan Rakyat". Untuk itu Kapolres Mojokerto adalah Maha Patih Gajah Mada pada era milenial saat ini.

Foto: Taurus/HI
Terlebih dahulu dilakukan arak-arakan bendera merah putih Warna-warni kearifan lokal budaya Majapahit menyemarakan gelar tahunan Ruwat Agung Nuswantoro. Para peserta yang terdiri SMAN / SMKN menampilkan cerita sesuai dengan tema yang diusung Dinas Pariwisata, Disparpora, Kabupaten Mojokerto sebagai panitia pelaksana. Mulai di Pendopo Agung Trowulan dan selesai di Komplek Makam Troloyo.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, SH menjelaskan Kabupaten Mojokerto memiliki peninggalan sejarah kerajaan mojopahit dan nilai-nilai tradisi keragaman budaya dan adat istiadat dengan keunikan perlu untuk memperluas ruang kreatif dan berbagi bahkan memungkinkan untuk mengolahnya nilai-nilai akademik budaya yang ada ditengah masyarakat. Karena kabupaten mojokerto memiliki sejarah yang cukup panjang dengan kehidupan bermasyarakat dan terus berkembang secara dinamis.

Kabupaten Mojokerto telah meningkatkan atensi baik sebagai pusat pemerintahan maupun pusat pertumbuhan ekonomi sosial budaya. Ditetapkan trowulan sebagai kategori budaya peringkat nasional. Sejalan ditetapkan trowulan sebagai kawasan cagar Budaya pemerintahan provinsi jawa timur.

Dalam kesempatan ini kami mengatas namakan pemerintah kabupaten mojokerto Menyampaikan Penghargaan dan terima kasih kepada panitia penyelanggara yang telah melakukan kegiatan kirab agung bumi nuswantoro 2018 bulan kegiatan ini dapat diminati masyarakat mojokerto dan sekitarnya. Yang lebih besar dari ini adalah lebih baik dan lebih baik dibandingkan dengan sekolah menengah, perbankan, perusahaan, sanggar tari dan paguyuban atau kelompok budaya di kabupaten mojokerto. "Tutur Pungkasiadi.

(Taurus)

Pengambilan Sumpah, Janji dan Pelantikan Sekretaris Desa (Sekdes) Di Balai Desa Gedangan

Written By Hapra Indonesia on 9/12/2018 | 18:51

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Bertempat di Balai Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto diadakan Pengambilan Sumpah /Janji dan Pelantikan Sekretaris Desa (Sekdes) Ratna Anggraeni Martha Suyono. yang lolos Seleksi Pengisian Perangkat Desa Gedangan dalam Formasi Jabatan Sekretaris Desa, Arifiyanto Hidayat (Kasi Pelayanan) Ali Muntoha (Kaur Keuangan) dilantik oleh Hadi Suyono Kepala Desa (Kades) Gedangan Kecamatan Kutorejo, bertempat di Balai Desa Gedangan Rabu (12/09/2018).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 100 tamu undangan serta dihadiri oleh Camat Kecamatan Kutorejo Drs.Budi S, Polsek Kutorejo, Danramil Kutorejo, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDKB) yang mewakili Kabupaten Mojokerto, Babinsa Desa Kutorejo, Babinkamtibmas Desa Kutorejo, Kepala Desa beserta Perangkatnya, dan Kepala Dusun se Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo.

Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan Sekretaris Desa Kutorejo Kecamatan Pengasih dimulai pada pukul 10.00 WIB berjalan dengan lancar dan tertib.

Dalam sambutannya Kepala Desa (Kades) Gedangan Kecamatan Kutorejo mengucapkan selamat atas terpilihnya dalam lolos seleksi pengisian perangkat Desa dalam formasi Jabatan Sekretaris Desa yakni Saudara Ratna Anggraeni Martha Suyono Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo. Pemerintah Desa Gedangan berharap dengan adanya Sekretaris Desa ( Sekdes ) yang baru apalagi masih muda bisa bekerjasama dengan baik dan mempunyai jiwa pengabdian yang tinggi untuk Pemerintah Desa maupun masyarakat Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo.

"Wilayah Kecamatan Pengasih saat ini banyak formasi jabatan Sekretaris Desa (Sekdes) yang muda-muda sehingga diharapkan mampu serta bisa bekerja dengan baik dan disiplin dalam menyelesaikan tugasnya termasuk APBDes.

Sambutan Camat Kecamatan Kutorejo Drs. Budi S, MSi Kami ucapkan selamat kepada saudara Ratna Anggraeni Martha Suyono dimana yang telah lolos seleksi dalam pengisian perangkat desa dalam formasi jabatan Sekretaris Desa serta Arifiyanto Hidayat (Kasi Pelayanan) Ali Muntoha (Kaur Keuangan) sambutan Bapak Drs. Budi S, MSi ( Camat Kecamatan Kutorejo).

Sebagai perangkat Desa harus betul-betul memahami lingkungan kerja, tugas pokok dan fungsinya termasuk kepada Sekretaris Desa Gedangan Kecamatan Kutorejo yang baru dan diharapkan bisa menyesuaikan dengan lingkungan kerjanya dan menjadi pembelajar yang cepat." Harapan Camat Kutorejo.

(Taurus)

FGD bersama BPJS Ketenagakerjaan, Teken MoU Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketegakerjaan Kota Mojokerto

Written By Hapra Indonesia on 9/11/2018 | 18:47

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Fokus Group Discusion (FGD) bersama Forkopimda Kota Mojokerto dan BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto, dengan tema “Eksistensi Program BPJS Ketenagakerjaan Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pekerja Kota Mojokerto”, Senin (10/9) di ruang Nusantara.

Acara yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati mewakili Wakil Walikota Suyitno ini juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Mojokerto.

Dalam sambutannya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Mojokerto, Suwandoko menyampaikan, sering terjadi kesalahpahaman di masyarakat tentang BPJS Ketenagakerjaan, masih banyak orang yang hanya mengetahui tentang BPJS Kesehatan dan beranggapan bahwa BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan adalah hal yang sama. “Undang-undang yang menaungi memang sama tapi memiliki program yang berbeda,” jelas Suwandoko.

Suwandoko mengatakan, melalui FGD ini BPJS Ketenagakerjaan bisa menyamakan persepsi dengan Forkopimda Kota Mojokerto dan dari Forkopimda bisa disampaikan kepada masyakat. “Melalui FGD ini saya ingin mendapatkan suatu dukungan yang berkaitan dengan perlindungan kepada semua pekerja baik itu kesehatan, ketika kecelakaan, meninggal, pensiun maupun ketika tenaga kerja terkena PHK,” terang Suwandoko.

Sementara itu, Harlis menyampaikan, pelaksanaan suatu peraturan tidak dapat berjalan dengan baik apabila tidak ada koordinasi antar lembaga yang bertugas menjalankan dan mengawasi jalannya aturan. “Kami dari Pemerintah Kota Mojokerto siap membantu dan mendukung pelaksanaan program jaminan sosial baik yang diselenggarakan oleh BPJS, dan hendaknya didukung semua pihak, baik dari instansi, dinas, pengusaha agar dapat melaksanakan hak dan kewajiban dalam menjalankan program-program pemerintah,” terang Harlis.

Lebih lanjut Harlis mengatakan bahwa apabila program dari BPJS Ketenagakerjaan telah berjalan sebagaimana mestinya maka akan tercipta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Mojokerto.

Harlis juga berharap agar BPJS Ketenagakerjaan agar terus secara kontinyu mensosialisasikan program kepada seluruh stakeholder dan masyarakat, agar program ini dapat dipahami dan dimengerti oleh semua pihak. “Dengan adanya program jaminan sosial ketenagakerjaan akan tercipta kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh pekerja baik yang bekerja di sektor formal maupun informal,”papar Harlis.

Harlis menjabarkan, di Kota Mojokerto ada 618 perusahaan dengan jumlah pekerja sebanyak 63. 806 orang dan yang sudah terdaftar dalam program BPJS ketenagakerjaan baru sekitar 9823 orang atau hanya 15,04 %. "Untuk memberikan pelayanan terkait program ini, Pemerintah Kota Mojokerto menyediakan counter untuk BPJS Ketenagakerjaan di GMSC yang akan diresmikan 22 Oktober mendatang" pungkas Harlis.

Turut hadir mengikuti acara ini jajaran Forkopimda Kota Mojokerto antara lain Ketua DPRD Kota Mojokerto Febrina Imelda, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Halila Purnama, serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.

(Taurus)

Pengambilan Sumpah dan Janji PNS Kab. Mojokerto Tahun 2018, Wabup Minta Disiplin Kerja

Written By Hapra Indonesia on 9/06/2018 | 18:38

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Sebanyak 60 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Mojokerto terdiri dari 12 laki-laki dan 48 perempuan, diambil sumpah dan janjinya oleh Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Kamis (6/9) pagi di ruang Satya Bina Karya.

PNS yang sebelum diambil sumpahnya masih diakui 80 persen secara kepegawaian, diminta wabup untuk menekankan disiplin tinggi dan meningkatkan kinerja sesuai bidang masing-masing.

“Dalam melaksanakan tugas sebagai PNS, ada beberapa yang melakukan pelanggaran disiplin. Tentu hal tersebut tidak kita inginkan. Maka saya minta bagi yang hari ini diambil sumpah janji sebagai PNS secara penuh, agar disiplin dan meningkatkan kinerja sesuai bidang masing-masing,” tegas wabup.

Wabup juga menambahkan jika sumpah PNS bukan sebatas seremonial atau janji yang diucapkan tanpa komitmen. Sebab ada makna penting di dalamnya yakni menjaga martabat, kehormatan, tingkah laku dan bertindak sesuai norma hukum.

Sebagai informasi, pengambilan sumpah/janji PNS ini, diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 66 Ayat (1) dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajamen Pegawai Negeri Sipil Pasal 39 Ayat (1), dimana tiap calon PNS pada saat diangkat wajib mengucapkan sumpah/janji.

(Taurus)

Jambore Kader PKK Kabupaten Mojokerto Tahun 2018 Peran dan Partisipasi Aktif PKK untuk Pembangunan

Written By Hapra Indonesia on 9/05/2018 | 18:44

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Prioritas ke depan Pemerintah Kabupaten Mojokerto yakni menyelesaikan sisa pembangunan infrastruktur, SDM, dan penguatan ekonomi masyarakat. Ketiga point tersebut membutuhkan kehadiran PKK, yang sudah teruji peran aktifnya dalam partisipasi pembangunan.

Apresiasi ini disampaikan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, saat membuka acara Jambore Kader PKK Kabupaten Mojokerto Tahun 2018, Rabu (5/9) di Hotel Padepokan Cahaya Putra, Trawas.

“Tim Penggerak PKK dan jajaran kadernya, telah banyak berpartisipasi dalam program pembangunan dan memberi kontribusi positif dalam pemantapan kelembagaan demi pembangunan yang bermuara untuk kemajuan Kabupaten Mojokerto. Peran aktif PKK nyata dibutuhkan demi kesejahteraan masyarakat,” kata wabup.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Yayuk Pungkasiadi, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh kader PKK yang telah bekerja dengan baik dan ikhlas. Pelaksanaan jambore merupakan cara yang efektif, persuasif dan menyenangkan untuk memberi apresiasi pada semua kader PKK.

“Kegiatan PKK yang telah kita jalankan, harus memberi manfaat pada masyarakat. Saya juga menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berperan aktif, dan terus mendukung penuh kemajuan program PKK,” tutur Yayuk.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, mengungkapkan bahwa jambore ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang sudah diadakan ketiga kalinya. Ragam kegiatan akan dilakukan para peserta selama dua hari, di jambore yang tahun ini mengangkat tema “Melalui Jambore Kader PKK Kita Mantapkan Kerjasama dalam Melaksanakan 10 Program Pokok PKK”.

“Jambore kita laksanakan untuk meningkatkan kapasitas kader PKK dan profesionalitas kerja. Peserta jambore yang berjumlah 350 orang, akan mengikuti berbagai aktivitas menarik selama dua hari kegiatan (5-6 September). Disamping mengikuti materi yang mengangkat tema “Peran PKK dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa”, kegiatan outbond serta talkshow tentang bagaimana membangun kesadaran remaja dalam gerakan PKK.

(Taurus)

Jumlah Peserta Festival Kendaraan Hias 2018 Meningkat

Written By Hapra Indonesia on 9/03/2018 | 12:42

Foto: Ist
Kediri, hapraindonesia.co - Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, menggelar Festival kendaraan hias tahun 2018 dengan tema "Kerja Bersama Dalam Harmoni",Minggu (2/9/18) siang. Pawai digelar dalam memperingati hari jadi Kota Kediri ke 1139.

Rute kendaraan hias menempuh jarak 23 kilometer, dimulai dari Start Gelanggang Olah Raga (GOR) Jayabaya menuju simpang empat muning, simpang empat kawi kemudian menuju simpang empat semampir Simpang tiga kantor Pos melewati jalan PK.Bangsa dan finish menuju Balaikota di jalan Basuki Rahmat.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, pawai mobil hias dari tahun ke tahun selalu kita adakan, untuk tahun ini ada peningkatan jumlah peserta, untuk tahun lalu peserta berjumlah 98 dan tahun ini peserta meningkat menjadi 106 peserta.Dari tahun ke tahun kegiatan pawai mobil hias para peserta semakin lebih kreatif dan semakin semarak.Untuk tontonan bagi masyarakat bahwa ini adalah kerja bersama dalam Harmoni.

"Untuk mempererat antara masyarakat dan Pemerintah daerah, pawai ini sebenarnya munculnya ide dari kopi tahu. Banyak masyarakat yang menanyakan, Pak dulu ada ada pawai mobil hias kenapa sekarang tidak ada.Akhirnya kita mencoba merespon dengan mencoba membuat pawai mobil hias supaya mereka tahu, ada Dinas apa saja yang ikut,ada sekolahan dan juga dunia usaha.Sebenernya untuk mempersatukan, bahwa ekonomi tidak bisa digarap hanya satu pemerintah saja. Pemerintah hanya menstimulan saja, kalau terjamin silaturahmi yang baik tentu kedepannya akan lebih mudah untuk melakukan hal-hal yang baik,"jelasnya.

Sementara itu Kepala Disbudparpora Nur Muhyar mengatakan, kita menyelenggarakan pawai mobil hias, tentu ini bermakna masyarakat Kota Kediri ingin menampilkan sesuatu yang bagus, menarik dan inovatif dari kalangan berbagai kalangan di Kota Kediri.Sebanyak 106 peserta mengikuti pawai mobil hias, dan masing masing menampilkan hasil karya individu dan kelompok itu sendiri.

"Berbagai macam bentuk maupun tampilan mobil hias, kita akomodir dengan tema "Kerja Bersama Dalam Harmoni".Untuk kreatifitas anak anak muda kita tidak membatasi berkreasi menampilkan apa saja yang mereka buat untuk disajikan kepada masyarakat.

Lebih lanjut Nur Muhyar mengatakan, kita mengambil rute midel supaya tidak terlalu menjadi kemacetan di dalam Kota, tetapi juga bisa mengakomidir penonton dari seluruh kota Kediri.Sehingga rutenya ada di barat sungai dan timur sungai", pungkasnya.

(Red/Adv)

Pawai Pembangunan Kendaraan Hias Kembali Semarakkan HUT RI ke 73 di Kota Onde-onde

Written By Hapra Indonesia on 9/02/2018 | 21:27

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Peringatan HUT RI ke 73 dan perayaan 1 abad Kota Mojokerto kembali disemarakkan dengan kegiatan pawai pembangunan kendaraan hias. Rombongan pawai pembangunan kendaraan hias diberangkatkan Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati mewakili Wakil Walikota Suyitno dari garis start di Lapangan Raden Wijaya Jalan Raya Surodinawan, Minggu (2/9) siang.

Peserta pawai kendaraan hias kali ini berjumlah 74 yang terdiri dari kategori dinas/instansi dan umum. Sedangkan tiga tema yang ditampilkan oleh para peserta yaitu tema mojopahit karnival, tema perjuangan dan tema berkreasi, berinovasi, berprestasi untuk Mojokerto Service City.

Turut hadir dalam pemberangkatan pawai adalah jajaran Forkopimda, Kepala OPD, camat dan lurah se Kota Mojokerto, serta Wakil wali kota terpilih Rizal Zakaria.

Dalam laporan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto, yang diwakili Sekretaris Ovie Risna Kartika menyampaikan, pawai pembangunan adalah program Dinas Kominfo Kota Mojokerto untuk menyemarakkan HUT RI dan HUT kota Mojokerto ke 100.

"Pawai kendaraan hias adalah sebagai salah satu upaya untuk menggali potensi pariwisata melalui proses kreatif masyarakat Kota Mojokerto yang dituangkan dalam kreasi kendaraan hias," kata Ovie.

Lebih lanjut Ovie menjelaskan, pawai ini juga sebagai wadah berekspresi bagi komunitas kesenian dan pelaku seni dalam menuangkan ide kreatifnya sekaligus memberikan tontonan yang sehat kepada masyarakat.

Sementara dalam kesempatan ini, Harlistyati menyampaikan, pawai pembangunan merupakan salah satu momen yang sangat tepat untuk menampilkan beragam kreasi, apresiasi dan visualisasi dari berbagai realita masyarakat.

"Pawai pembangunan bisa menjadi tolok ukur bagi keberhasilan pembangunan dan secara tidak langsung kita mengajak masyarakat untuk mengevaluasi hasil-hasil pembangunan yang telah kita laksanakan," kata Harlis.

Pawai pembangunan, lanjut Harlis, merupakan sarana hiburan yang selalu dinanti-nanti dan diharapkan khususnya oleh warga masyarakat Kota Mojokerto.

"Ini dibuktikan dengan animo para peserta dan masyarakat masih cukup tinggi, untuk itu saya berterima kasih kepada para peserta dan seluruh masyarakat," tutur Harlis.

Selain untuk menyaksikan dan menikmati berbagai macam kendaraan hias dan kesenian rakyat, Harlis berharap pawai ini dapat memotivasi warga masyarakat Kota Mojokerto untuk lebih mencintai dan memiliki semangat untuk terus berprestasi.

"Penduduk Kota Mojokerto yang multi budaya, multi etnis dan multi agama, pada hakekatnya merupakan potensi dan modal dasar untuk membentuk kekuatan maksimal guna mencintai dan membangun Kota Mojokerto," papar Harlis.

"Semoga melalui kegiatan ini semakin meningkatkan kreatifitas masyarakat Kota Mojokerto untuk membangun budaya dan kesenian yang menjadi kebanggaan  kita bersama serta bisa meningkatkan gairah pariwisata di Kota Mojokerto," harap Harlis.

Selain itu Harlis kembali mengajak segenap warga Kota Mojokerto bersama pemerintah agar lebih berpartisipasi pada upaya untuk mewujudkan  masyarakat yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral.

Pawai kendaraan hias ini  menempuh jarak kurang lebih 7 kilometer dengan rute Jl. Raya Surodinawan - Jl. Raya Prajurit Kulon - Jl. Tribuana Tungga Dewi - Jl. Brawijaya - Jl. Hayam Wuruk, dan finish di Jl. Mayjen Sungkono.
(
Taurus)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved