Latest Post

Setiap Tahun Wira Usaha Baru (WUB) di Kota Kediri semakin Meningkat

Written By Hapra Indonesia on 12/13/2017 | 15:28

Foto: Dok/HI
Kediri, hapraindonesia.co - Sebagai bentuk upaya kongkrit untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Kediri terus berupaya berinovasi memalui berbagai programnya.

Ditahun 2017 ini saja Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri sudah berhasil mencetak sedikitnya 90 Wira Usaha Baru (WUB).

Mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kristianto, Agus Suhariyanto selaku Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri menjelaskan program Wira Usaha Baru (WUB) ini sebenarnya sudah digagas sejak 2014 lalu.

Sampai saat ini keberadaan mereka semakin tahun semakin berkembang , hingga membentuk kelompok-kelompok usaha yang mayoritas didominasi oleh pengusaha kuliner.

" program yang digagas sejak tahun 2014 ini, hingga akhir tahun 2017 Alhamdulillah sudah mencetak sebanyak 360 Wira Usaha Baru (WUB) yang sudah berjalan sampai saat ini. Dari jumlah tersebut, mayoritas didominasi pelaku usaha Kuliner " terang Agus Suhariyanto, Selasa (12/12/2017).

Masih lanjut Agus menjelaskkan, sebenarnya total pelaku usaha yang tersebar di seluruh Kota Kediri sebanyak 32 ribu. Namun, yang terangkum dibawah naungan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri, hanya berjumlah 5.500 pelaku usaha saja.

" Dari jumlah 5.500 pelaku usaha terangkum dibawah naungan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri , merupakan pengembangan dari 360 Wira Usaha Baru hingga membentuk sebuah sebuah kelompok-kelompok Usaha." tutup Agus.

(Adv/Bs/Dinkop)

Lepas Pendonor Darah Sukarela Menghadap Presiden, Mas Abu: Pendonor Darah Adalah Para Pahlawan Kemanusiaan

Written By Hapra Indonesia on 12/07/2017 | 23:01

Foto: Dok/Hms
Kediri, hapraindonesia.co - Setetes darah bisa menyelamatkan banyak nyawa. Kalimat ini bukan hanya kiasan semata, karena darah adalah sumbangan yang tidak dapat digantikan dengan apapun. Bahkan ilmu pengetahuan dari manapun belum ada yang dapat menggantikan peran darah dalam kelangsungan hidup dan penyelamatan manusia. Begitulah yang disampaikan Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri saat melepas keberangkatan donor darah sukarela 100 kali untuk menghadap Presiden RI pada tanggal 16 Desember 2017 mendatang.

Mas Abu juga menyampaikan apresiasi kepada para pendonor. Baginya para pendonor adalah para pahlawan kemanusiaan. “Tidak semua orang bisa mendonorkan darahnya secara rutin, apalagi sampai berjumlah 100 kali. Karena pada dasarnya donor darah ini adalah rasa ikhlas dari lubuk hati dan rasa kepedulian terhadap sesama,” ujarnya, Kamis, (07/12/2017)

Dalam kesempatan itu pula, Mas Abu mendo’akan para pendonor semoga selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan. “Setiap tetes darah yang panjenengan sumbangkan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga apa yang sudah panjenengan lakukan ini mendapatkan balasan oleh Tuhan berupa kesehatan yang selalu terjaga. Aamin,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, para pendonor yang rutin menerima cincin emas kehormatan seberat 4 gram dari PMI Kota Kediri. “Penghargaan yang diberikan ini tentunya tidak sebanding dengan keikhlasan hati dan niat tulus panjenengan mendonorkan darah. Semoga kedepannya akan semakin banyak masyarakat yang secara suka rela melakukan donor darah secara rutin agar PMI Kota Kediri tidak akan kekurangan stok darah dan hal ini juga akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Kediri,” tambah Mas Abu.

Perlu untuk diketahui, para pendonor yang menerima penghargaan cincin emas kehormatan seberat 4 gram dari PMI Kota Kediri berjumlah 18 orang.

Untuk pendonor rutin tahun 2016 diantaranya Agung Wicaksono, Ali Sultonudin, Anang Hudiarto, Edwin Agus Buniarto, Gunawan, Pupuk Heru Santoso, Sigit Rachmadi, Sulistyo Adri Wibowo dan Sundoro. Sedangkan untuk pendonor rutin tahun 2017 diantaranya Agung I M, Drs. Hari Siswanto (alm.), Lik Wahyu Widodo, M Irvan, Nuri Zaenal, Paiman, Subiyanto, Sutikno dan Tri Pamungkas S.

Dari nama-nama pendonor diatas, pendonor paling senior adalah Agung I M yang merupakan kelahiran tahun 1952 dan pendonor paling aktif adalah Pupuk Heru Santoso yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 112 kali.

(Adv/Hms)

Naiknya Integritas Siswa Adalah Wujud Pencapaian Program Pendidikan Pemkot Kediri

Foto: Dok/Hms
Kediri, hapraindonesia.co - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar atau yang akrab disapa Mas Abu memaparkan refleksi pendidikan Kota Kediri tahun 2017 dihadapan ratusan tamu undangan yang terdiri dari Dewan Pendidikan Kota Kediri, perwakilan perguruan tinggi, perwakilan ponpes, perwakilan komite sekolah se-Kota Kediri. Acara tersebut diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Kota Kediri di Lotus Garden, Kamis (07/12/2017).

Dalam acara yang mengambil tema Capaian Program dan Prestasi di Bidang Pendidikan tersebut, Mas Abu memaparkan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Pemkot Kediri telah melakukan berbagai upaya yang terangkum dalam Aksi 9 di bidang pendidikan.

Walikota berusia 37 tahun ini menjelaskan capaian Pendidikan di Kota Kediri saat cukup bagus. Ini dibuktikan dengan naiknya integritas siswa dibanding tahun sebelumnya. Mas Abu juga menambahkan Pendidikan Kota Kediri saat ini juga mendapat sorotan yang positif dari Kementrian, sehingga mendapatkan Ki Hajar Award. Penghargaan tersebut diperoleh atas capaian prestasi dari program-program yang berbasis IT.

Foto: Dok/Hms
Dalam Aksi 9 Bidang Pendidikan yang dipaparkan, Mas Abu menyampaikan Indeks Pembangunan Manusia di Kota Kediri akan terus meningkat seiring program-program yang dilaksanakan Pemerintah Kota Kediri diantaranya Universitas Brawijaya yang terus tumbuh, STAIN yang akan menjadi IAIN dan Poltek yang akan beralih status menjadi Negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Abu juga menyampaikan misi ke-4 Pemerintah Kota Kediri yaitu mewujudkan masyarakat Kota Kediri yang agamis, bermoral, sejahtera dan sebagai Pusat Pendidikan. “Posisi Kota Kediri diantara Kabupaten-kabupaten yang lain mendukung kita untuk mengembangkan sekolah pendidikan dan terbukti saat ini ketika musim pendaftaran sekolah banyak siswa luar kota Kediri yang mendaftar sekolah di Kota Kediri,” paparnya.

Selain itu, Mas Abu juga menuturkan stabilitas keamanan masyarakat dan perluasan penciptaan lapangan pekerjaan juga menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kota Kediri. “ Kota Kediri PDRBnya masih tergantung dengan industri rokok, untuk itu Pemerintah Kota Kediri melatih pemuda Kota Kediri menjadi programmer, melatih ketrampilan agar industri kreatif di Kota kediri lebih berkembang,” tambahnya.

Mas Abu menambahkan, Program English Massive masih menjadi andalan Pemerintah Kota Kediri untuk melatih masyarakat Kota Kediri mahir berbahasa Inggris. “Anak-anak kita akan bersaing di tingkat global, Bahasa Inggris tetap menjadi kunci, Karena persaingannya nanti menggunakan bahasa inggris, Bahasa Inggris yang diajarkan di English Massive ini adalah speaking atau ngobrol, dimana peserta dilatih untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris,” tutur Mas Abu.

Program-Program Aksi 9 bidang pendidikan lain yang dipaparkan Mas Abu dalam kesempatan tersebut diantaranya menaikkan insentif untuk guru sekolah negeri, swasta dan guru TPA/TPQ, gratis seragam dan ongkos jahit, gratis pendidikan untuk SD, SMP dan bantuan keuangan untuk SMA yang mendapat subsidi dari Pemkot Kediri sebesar 60 ribu rupiah per bulan.

(Adv/Hms/*)

Didamping Ning Lik, Mas Abu Sapa dan Mereview Usulan Warga Kel Pojok Dalam Acara Kopi Tahu

Written By Hapra Indonesia on 12/05/2017 | 10:15

Foto: Dok/Hms
Kediri, hapraindonesia.co - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyapa warga Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto dalam agenda Kopi Tahu. Kali ini Kopi Tahu digelar dilingkungan RT 22 RW 05 Kelurahan Pojok, Selasa (04/12/2017) Malam. Tidak hanya sekedar menyapa warga, walikota yang populer dengan sapaan Mas Abu ini juga mereview kembali beberapa usulan warga Kelurahan Pojok pada Kopi Tahu lalu.

Beberapa usulan yang telah direalisasikan diantaranya, usulan Imam Mahmudi Ketua RT 01 RW 06 yang mengusulkan mengenai usulan yang tidak tercover Prodamas tentang akses masuk sebelah utara Wilis, ada jembatan apabila hujan airnya sering meluber ke jalan dan jalan sangat sempit dan sering terjadi kecelakaan, sehingga sangat meresahkan warga. Solusinya adalah peninggian jalan yang telah dilakukan pada tahun 2015.

Selanjutnya, usulan Sirojul Munir terkait solusi mengenai pengolahan sampah yang kurang diperhatikan, sehingga menimbulkan bau yang menyengat di wilayah setempat. Usulan tersebut telah ditindaklanjuti dan dilaksanakan pada tahun 2015 dan 2016 serta berjalan hingga sekarang.

Dalam Kopi Tahu ini, Mas Abu sapaan akrab walikota kediri juga menyampaikan beberapa program Pemerintah Kota Kediri diantaranya, hibah bansos, taman kota, pembangunan gedung baru RSUD Gambiran dan kampus 2 Politeknik Kediri. Adapula transportasi gratis bagi pelajar yakni angkot dan bus sekolah gratis, layanan halte bus dan angkutan umum, zona aman selamat sekolah, beasiswa mahasiswa bagi warga kurang mampu, seragam gratis bagi pelajar, English Massive, perpustakaan keliling, homecare, ambulan gratis, serta posyandu lansia dan balita.

Selain itu, Mas Abu juga menyampaikan bahwa Kelurahan Pojok berada dekat dengan beberapa Perguruan Tinggi yang dapat dimanfaatkan guna menjalankan roda perekonomian masyarakat. Diantaranya Universitas Kadiri (UNIK) yang sudah lama hadir di Kediri dan Kampus II Politeknik Kediri yang merupakan gedung baru berlokasi bersebelahan dengan Brigif 16/WY Kediri.

"Saat ini Pemkot Kediri sedang mengupayakan agar Politeknik Kediri dapat berstatus negeri. Kalau nanti sudah bisa menjadi negeri tentunya akan lebih menarik mahasiswa dari dalam dan luar Kota Kediri untuk menuntut ilmu disana. Dan ini juga menjadi peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh panjenengan semua," ujarnya.

Mas Abu juga menitipkan pesan kepada warga untuk tidak menyalahgunakan Kuburan Cina untuk kegiatan yang tidak baik. Disarankannya, jika ingin tempat yang enak untuk kumpul-kumpul dengan teman bisa menggunakan fasilitas Kota Kediri, salah satunya Taman Sekartaji.

Dalam agenda Kopi Tahu malam ini juga memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan aspirasinya. Salah satunya Katno, warga RT6 RW6 yang berstatus sebagai Ketua Satgas PPA Kelurahan Pojok. Katno menyampaikan saat ini Satgas PPA Kelurahan Pojok telah melakukan validasi anak-anak putus sekolah atas informasi dari RT RW Kelurahan Pojok. Hasil yang diperoleh adalah tercatat 8 siswa dari keluarga kurang mampu yang putus sekolah.

"Salah satu kasus anak putus sekolah ada di RT5 RW8 yang sudah tidak bersekolah lagi semenjak september 2017, alasannya adalah pendapatan orangtuanya yang kerja srabutan tidak cukup untuk menanggung biaya sekolah. Kamis lalu, kami dari Satgas PPA juga sudah mengajukan ke pihak sekolah swasta tempatnya bersekolah terkait penggunaan Kartu Indonesia Pintar (KIP), namun pihak sekolah menyampaikan bahwa dananya tidak bisa cair. Mohon kepada pak Walikota untuk memberikan solusi," ujar Katno.

Mas Abu pun langsung memberikan tanggapannya terkait hal tersebut. Baginya sekolah tetap wajib. "Dia harus tetap bersekolah. Kalau memang tidak bisa di sekolah swasta, kita masukkan sekolah negeri saja yang penting si anak ini bisa terus bersekolah dengan semangat. Nanti Pemda yang akan membantu," ujarnya.

Disampaikannya temuan seperti ini harus segera disampaikan kepada pemerintah agar dapat dengan segera ditindaklanjuti. Mas Abu minta pak Katno segera berkoordinasi lebih lanjut dengan BP3AP2KB dan Dinas Pendidikan untuk kelengkapan data anak-anak yang disebutkan diatas.

Untuk diketahui, melalui acara Kopi Tahu ini, Pemerintah Kota Kediri tidak hanya menampung aspirasi masyarakat saja, namun juga direalisasikan. Dalam kesempatan ini selain dihadiri warga Kelurahan Pojok, juga dihadiri Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah dan kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri.

(Adv/Hms)

Serahkan 50 sertifikat PTSL, Walikota Kediri Berpesan Program ini Sukses Dan Yang Belum Memiliki Sertifikat Tanah Segera Mengurus

Foto: Dok/Hms
Kediri, hapraindonesia.co - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyerahkan 50 sertifikat Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), di Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Senin (4/12/2017).

Sertifikat yang diserahkan ini meliputi Kelurahan Bangsal, Kelurahan Burengan dan Kelurahan Tosaren.

Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini bersyukur sertifikat tanah dapat dibagikan. Khusunya bagi warga yang kurang mampu, Mas Abu akan memperhatikan agar dapat memiliki sertifikat tanah.

Orang nomor satu di Kota Kediri ini berpesan agar warga yang belum memiliki sertifikat tanah segera mengurusnya.

"Banyak masalah terjadi seperti misalnya Rumah Pak Makruf ini yang sudah reyot ini namun sertifikat tanahnya belum diurus. Akhirnya Pemerintah Kota Kediri tidak bisa memperbaiki rumahnya padahal pemerintah punya anggaran untuk itu," ujarnya.

Mas Abu berharap PTSL ini sukses dan banyak masyarakat yang belum memiliki sertifikat tanah segera mengurusnya. Dan untuk warga yang telah memiliki sertifikat tanah untuk menjaganya dengan baik.

"Bila panjenengan ingin menyimpan sertifikat tanahnya di bank mohon jangan digunakan untuk hal-hal yang konsumtif. Mungkin bisa digunakan untuk modal usaha," pesannya.

Dalam acara yang baik ini turut hadir Kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Kediri Yeri Agung Nugroho dan Camat Pesantren Eko Lukmono Hadi.

(Adv/Hms)

Wawali Kediri Lilik Muhibbah, Berikan Pembekalan Kepada 70 ASN Yang AKan Pensiun

Written By Hapra Indonesia on 12/04/2017 | 20:39

Foto: Dok/Hms
Kediri, hapraindonesia.co - Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah membuka pembekalan kepada 70 Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri yang bertempat di Ruang Soekarna Hatta Badan Kepegawaian Daerah, Senin (4/12).

ASN tersebut segera memasuki purna tugas di akhir tahun 2018 terhitung mulai Bulan Maret sampai dengan September 2018.

Dalam kesempatan itu, Ning Lik Wakil Walikota Kediri menuturkan para ASN yang akan purna tugas pada saat menjalani masa pensiun, pasti akan mengalami beberapa perubahan yang tidak terduga. Sehingga para ASN ini harus mempersiapkan diri dari beberapa aspek yaitu dari aspek ekonomi, psikologis, sosial dan fisik.

“ASN yang akan memasuki masa pensiun ini diberi pembekalan agar mampu menyesuaikan diri dan menerima perubahan lingkungan, mempunyai alternatif dan berani mengambil keputusan untuk melakukan aktivitas yang positif,” ujar Ning Lik.

Kepada para ASN yang purna tugas, Ning Lik Wakil Walikota Kediri berpesan agar para ASN tersebut mampu menyesuaikan diri dan menerima perubahan lingkungan, mempunyai alternatif dan berani mengambil keputusan untuk melakukan aktivitas yang positif.

Perlu diketahui, menurut data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri ASN yang purna tugas dari Golongan IV sebanyak 36 orang, Golongan III sebanyak 24 orang, Golongan II sebanyak 8 orang, dan Golongan I sebanyak 2 orang.

Turut hadir dalam pembekalan tersebut Pimpinan Bank Jatim Cabang Kediri, Kepala Taspen Cabang Kediri, Kepala BKD dan para ASN purna tugas.

(Adv/Hms)


Pemkot Kediri Melaunching program Home Visit se-Kota Kediri

Written By Hapra Indonesia on 11/30/2017 | 06:49

Foto: Dok/Hms
Kediri, hapraindonesia.co - Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah melaunching program Home Visit se-Kota Kediri, Rabu (29/11/2017) bertempat di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto.

Tidak hanya launching Home Visit saja, dalam acara yang baik ini juga dilakukan pula pengobatan gratis yang bekerjasama dengan Institut Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah mengungkapkan program home visit ini merupakan usaha Pemerintah Kota Kediri untuk selalu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Jangan sampai ada masyarakat Kota Kediri yang sakit namun belum mendapatkan perawatan medis dengan baik," ungkapnya.

Wakil walikota yang akrab disapa Ning Lik ini mengatakan pelayanan home visit diperuntuk kan bagi warga Kota Kediri yang sakit namun tidak dapat pergi ke puskesmas maupun rumah sakit. Nanti akan ada insan kesehatan yang datang ke rumah untuk memberikan layanan kesehatan. Bila memang harus dirawat adapula ambulance gratis untuk mebawa ke rumah sakit.

"Ini semua wujud kepedulian dan kebersamaan antara Pemerintah Kota Kediri dan insan kesehatan agar masyarakat yang sakit bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara layak dan gratis," ungkapnya.

Dalam launching home visit ini Ning Lik juga menyempatkan mengunjungi Supriyadi warga rt 04 rw 02 Kelurahan Mrican yang menderita penyakit stroke dan Tumiyem warga rt 02 rw 02 Kelurahan Mrican. 

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr.Fauzan Adima dan Camat Mojoroto Ridwan.

(Adv/Hms)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved