Latest Post

Antisipasi Banjir Dimusim Penghujan DKP Kota Kediri Melakukan Pembersihan Saluran Terbuka

Written By Hapra Indo on 11/16/2014 | 18:43

Kediri, hapraindonesia.co - Demi Untuk mewujudkan slogan menata Kota Kediri lebih baik, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri melakukan Pembersihan sungai-sungai di sekitar kota kediri.

Dalam rangka untuk mengantisipasi banjir di musim penghujan, pembersihan sungai disebelah timur pasar Ngadirejo sampai pasar Ngaglik kelurahan Dandangan. Pembersihan sungai ini merupakan kelanjutan dari pembersihan saluran terbuka pada waktu sebelumnya yang dilaksanakan di daerah kelurahan Bandar lor, dan sebelah barat SMAN 2 kota Kediri.

Selain membersihkan sungai dari sampah, pembersihan ini juga menormalisasi kedalaman sungai yaitu pengedukan lumpur atau sedimen. Pembersihan sungai ini direncananakan akan selesai akhir bulan desember ini, dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri menurunkan 46 orang dan dibagi menjadi dua sip, pagi-siang 23 orang dan Siang- Sore 23 orang, dan di bantu dengan alat berat satu unit excavator.

Selanjutnya pembersihan saluran terbuka yang akan dibersihkan bersamaan pada bulan Nopember danDesember ini adalah, saluran Jl. Inspeksi, Jl. Kapten Tendean Selatan, lalu sungai sebelah Utara SD Al- Irsyad.

Pembersihan saluran terbuka bertujuan supaya sungai di wilayah Kota Kediri tetap bersih dari sampah, sedimen, dan bersih dari kotoran manusia (tinja), sehingga bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat oleh masyarakat disepanjang sungai.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri Drs. Didik catur HP. MSi melalui Kepala Bidang Kebersihan Endang Kartika Sari, ST menuturkan Pembersihan Saluran terbuka ini dengan harapan kedepan sungai di wilayah kota Kediri tetap bersih dari sampah maupun sedimen, dan bersih dari kotoran manusia (tinja), sehingga bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat oleh masyarakat disepanjang sungai.(B@m

Keterangan Gambar : 1 Buah Unit Alat Eskavator di Lokasi Pembersihan.

Manipulasi Raskin Warga Miskin Yang Terdaftar Malah Tidak Dapat Raskin

Written By Hapra Indo on 11/15/2014 | 16:39

Kediri, hapraindonesia.co – Kades Desa Donganti Wenas Ningtyas telah di duga melakukan rekayasa dan manipulasi data raskin mendekati kebenaran, Informasi yang di himpun dari berbagai sumber bahwa Warga desa donganti tercatat sekitar 68 warga miskin yang mendapat raskin.

Sumber mengatakan dari 68 warga miskin yang terdaftar tersebut banyak kejanggalan, pasalnya banyak yang sudah meninggal ada yang doble nama dan ada yang mampu secara ekonomi namun dapat raskin, ada pula yang namanya tercatat namun tidak di mendapat raskin ,bahkan yang ironis Tarmihim yang menjabat kaur kesra namanya terdaftar sebagai penerima raskin.

Dan yang menarik ada 20 warga yang terdaftar di situ namun tidak mendapat raskin, “ di kemanakan raskin itu? Kata Sumber : Sementara itu pihak pihak yang berkompeten dari kasus ini belum bisa di konfirmasi, Camat Plosoklaten dan Kepala Bulog terjadi pergantian, sedangkan Kabag Ekonomi Pemkab Kediri Sampurno sulit di temui ruangan kerjanya selalu kosong pada saat jam kerja.

Kabag humas dan protokuler Pemkab Kediri Haris Setiawan tidak ada di ruang kerjanya dan di hubungi lewat ponselnya tidak ada jawaban.Seperti di beritakan oleh portal HAPRA Indonesia.co dan koran HAPRA Indonesia sebelumnya bahwa di ketahui banyak warga Desa Donganti yang patut di beri Raskin ternyata oleh pihak desa Donganti tidak mendapat Raskin tersebut.

Seperti diberitakan juga bahwa warga mengalami diskriminasi oleh Kades Donganti maka warga yang meskipun miskin namun karena kades Donganti dan keluarganya “tidak suka” dengan warga tersebut, maka warga tersebut tidak di beri raskin.

Sebaliknya warga yang di “sukai” oleh Kades Donganti dan keluarganya di beri raskin meski warganya kaya. Selain itu warga juga mengalami diskriminasi pelayanan publik terhadap warga tertentu. (CAHYO

Keterangan Gambar :  Kabag Ekonomi Pemkab Kediri Sampurno

Guru Kesenian Cabuli 4 Siswinya

Written By Hapra Indo on 11/11/2014 | 17:55

Kediri, hapraindonesia.co - Gara-gara mencabuli empat siswinya di salah satu SMP Ngancar, Kabupaten Kediri, Sutrisno, 45, PNS (Pegawai Negeri Sipil) Guru kesenian warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Selasa, (11/11) harus berurusan dengan pihak petugas PPA Mapolres Kediri. Saat ini, guru tersebut meringkuk di tahanan Mapolres Kediri.

Peristiwa tindakan tidak terpuji ini bermula saat keempat siswi tersebut, sebut saja Mawar (14), Bulan (15), Bintang (14), Bunga (14), warga Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri sedang melaksanakan ekstrakulikuler menari di Gedung serbaguna sekolahan tersebut.

Sutrisno adalah guru yang membimbing Kegiatan ekstrakulikuler menari yang berlangsung selama satu tahun hingga bulan oktober ini. Sutrisno saat melatih menari itu, saat member arahan kepada anak didiknya dengan cara menggerakan tubuh muridnya itu, secara tidak sengaja tangannya menyentuh payudara salah satu muridnya yakni Mawar.

Entah apa yang difikirkan oleh Sutrisno, pada latihan berikutnya dengan diam-diam dan sengaja guru yang seharusnya menjadi panutan itu malah mengulangi perbuatannya dengan meraba payudara muridnya satu persatu. Tak hanya itu saja, Sutrisno yang memiliki istri dan tiga anak ini malah menciumi payudara 4 siswinya tersebut.

Merasa janggal dengan perbuatan gurunya itu, akhirnya Sabtu (11/11) ke empat murid tersebut mengadu ke wali kelas mereka dan diteruskan ke Mapolsek Ngancar. Karena kasus ini menyangkut perlindungan perempuan dan anak, akhirnya kasus tersebut di limpahkan ke unit PPA Mapolres Kediri.

Setelah Petugas yang berwenang memeriksa ke 4 siswi tersebut, akhirnya, Senin (10/11) sore pukul 15.00 Wib guru kesenian tersebut di panggil dan di periksa oleh petugas. Dari hasil pemeriksaan tersebut Sutrisno saat diperiksa mengakui perbuatannya. “Saya pegang diam saja dan saya akhirnya mengulanginya lagi, “terangnya.

Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Indono Heroe Joedo menuturkan saat ini kasus tindak asusila yang di lakukan guru kesenian tersebut masih dalam penanganan unit PPA. “Harusnya guru ini menjadi contoh yang baik bagi muridnya bukan melakukan tindak asusila. Karena pelaku melanggar kasus tindak pidana asusila maka pelaku kami jerat pasal 82 UU, No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara, “tutur Kasubbag Humas.(Dt/B@m)

Keterangan Gambar : Guru Cabul saat diamankan petugas ke Mapolres Kediri.

Berdalih Mencegah Capek, Kuli Bangunan Mengkonsumsi Narkoba

Kediri, hapraindonesia.co - Supandi, 30, kuli bangunan warga Desa Gadungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (10/11) malam pukul 20.00 Wib, ditangkap anggota buser Satreskoba Polres Kediri di jalan umum Desa Segaran, Kecamatan Wates lantaran terbukti mengantongi 60 butir narkoba jenis dobel L. Saat ini pelaku menjalani pemeriksaan di ruangan penyidik Satreskoba Mapolres Kediri.

Penangkapan pengguna narkoba ini bermula dari hasil penyelidikan petugas. Saat ditangkap dipinggir jalan Desa Segaran, petugas menemukan barang bukti 60 butir pil dobel tersimpan di bungkus rokok di saku kanan celana pelaku.

Saat diinterogasi petugas, pelaku mengaku mendapatkan pil dobel L itu dari E warga Wates, Dia membeli barang tersebut, seharga 10 rupiah per 10 butir pil.

"Saya konsumsi sendiri agar saya tidak mudah capek, kadang saya minum sehari 5 butir, "terang pelaku.

Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Indono Heroe Joedo menuturkan penangkapan pelaku pengguna narkoba saat ini masih dalam penyidikan. "Pelaku masih dalam pemeriksaan untuk kita kembangkan. Karena perederan narkoba di Kabupaten Kediri masih banyak, "tutur AKP I. H. Joedo.(Dt)

Keterangan Gambar : Pelaku pengguna narkoba saat dilakukan pemeriksaan di Mapolres Kediri.

Residivis Narkoba Edarkan 197 Ribu Butir Pil Jenis Dobel L

Written By Hapra Indo on 11/10/2014 | 17:31

Kediri, hapraindonesia.co - Gara-gara kepepet kebutuhan ekonomi, Adi Candra, 27, alias Sagi, residivis narkoba, warga Dusun Sumbernongko, Desa Ngreco, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, kembali lagi menggeluti bisnis narkoba jenis dobel L. Dari tangan pelaku, Minggu (9/11) pagi pukul 05.00 Wib, petugas berhasil menemukan barang bukti 197 ribu butir pil jenis dobe L di rumahnya. Saat ini pelaku menjalani pemeriksaan di satreskoba Polres Kediri.

Penangkapan pelaku kurir narkoba yang pernah masuk tahanan pada tahun 2013 di ganjar 1 tahun 2 bulan ini bermula dari hasil penyelidikan petugas. Pelaku saat berada di rumah sedang tidur langsung diringkus oleh petugas.

Pada saat dilakukan penggeledahan di kamar pelaku, petugas menemukan 1 kardus warna coklat berisi 197 ribu pil dobel L siap edar. Saat diinterogasi oleh petugas, rencananya ratusan ribu pil haram itu akan di letakan di area persawahan pinggir jalan Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. "Saya disuruh sama Jeru mengantarkan saja. Saya di beri upah Rp 600 ribu, "terang pelaku.

Saat ditanya petugas, pelaku bisa kenal dengan Jeru dikenalkan oleh Heru teman kerjanya di Surabaya saat bekerja di bangunan. Perkenalan itu, lantaran pelaku mengeluh kepada Heru, jika anaknya yang berumur 9 tahun bayar sekolah. "Kerja kuli bangunan gaji perhari Rp 30 ribu. Ya saya nekat dan terpaksa, "aku pelaku.

Pemberian upah kepada pelaku ini tergolong unik. Usai mengantar barang tersebut, Jeru menghubungi pelaku mengambil uang upahnya di bawah pohon terbungkus rokok. "Saya ditelepon dan saya ambil uangnya, "papar pelaku.

Sementara itu Kabbag Humas Polres Kediri AKP Indono Heroe Joedo menuturkan, penangkapan pelaku kurir narkoba saat ini masih dalam penyidikan. "Dari hasil pemeriksaan pelaku ini seorang kurir. Karena pelaku melanggar UU tentang kesehatan maka pelaku kami jerat pasal 197 Sub 196 No 36 tahun 2009 dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara, "ungkap AKP Heroe Joedo.(Dt/B@m)

Keterangan Gambar: Pelaku kurir narkoba saat menunjukan barang bukti di halaman Mapolres Kediri, didampingi Kabbag Humas Polres Kediri AKP Indono Heroe Joedo.

Walikota Mojokerto Tabur Bunga Di Makam Pahlawan

Mojokerto, hapraindonesia.co -Walikota Mas’ud Yunus menjadi inspektur upacara hari pahlawan, Senin (10/11) di halaman Pemkot Mojokerto kemarin.Upacara yang dihadiri Wawali, Sekda, Kapolresta, Forpimda dan Kepala SKPD ini berlangsung dengan khidmat.Tak hanya pejabat, upacara juga dihadiri belasan veteran asal Kota Mojokerto.

Puluhan pegawai pemkot, kepolisian, TNI, guru dan pelajar yang menjadi peserta upacara, dalam kesempatan ini mengheningkan cipta beberapa menit diiringi bunyi sirine.

Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus, dalam sambutannya menyampaikan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa. “Sejarah perjalanan bangsa dan negara Indonesia menunjukkan bahwa untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperlukan perjuangan panjang. NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka berdaulat dan terhormat seperti saat ini, tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya,” kata Walikota.

Sejarah bangsa dan negara Indonesia mencatat, perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat.“Komitmen para pejuang, pendiri bangsa dan para pahlawan untuk memersatukan bangsa ini melahirkan sikap kepahlawanan, kesetiakawanan sosial serta menguatkan memori kolektif bangsa saat itu supaya berani bertindak nyata untuk melawan penjajahan dan ketertindasan akibat kolonialisme dan imperialisme,” lanjutnya.

Sikap kepahlawanan merupakan sebuah perwujudan tindakan dan pengorbanan yang penuh militansi.Sikap kesetiakawanan sosial adalah perwujudan dari kepekaan sosial atau batin.“Kita harus memaknai semua itu bukan hanya sekedar ungkapan saja, tetapi harus dijadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia pada masa kini dan mendatang,” seru Walikota.

Peringatan hari Pahlawan yang ke-69 tahun 2014 ini mengambil tema besar “Pahlawanku Idolaku”.Tema tersebut dipilih dimaksudkan untuk menggugah semangat kepahlawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai “panutan” maupun figur idola pencarian jati diri.

Setelah upacara di halaman Pemkot, Walikota beserta Forpimda menuju Taman Makam Pahlawan “Gajah mada” di Jalan Pahlawan Kota Mojokerto untuk ziarah dan tabur bunga. Dalam kesempatan ini, bersama Bupati Mojokerto Mustofa Kemal Pasha melaksanakan upacara penghormatan pahlawan dengan inspektur upacara Komandan Korem 082/CPYJ Mojokerto, Kolonel Czi Suparjo.

Setelah pemberian karangan bunga oleh inspektur upacara, Walikota bersama Bupati dan Forpimda melakukan tabur bunga di beberapa makam diikuti peserta upacara.”(Taurus

Keterangan Gambar :  Bupati Mojokerto Mustofa Kemal Pasha Bersama Komandan Korem 082/CPYJ Mojokerto, Kolonel Czi Suparjo saat menabur bunga di TMP Gajah Mada Kota Mojokerto

Penjahit Pakaian di Tangkap Di Pinggir jalan

Written By Hapra Indo on 11/09/2014 | 18:04

Kediri, hapraindonesia.co - Terbukti menjadi pengecer togel, Sutejo, 48, penjahit pakaian warga Dusun Babatan, Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Sabtu (8/11) sore pukul 16.30 Wib ditangkap anggota buser Polsek Plemahan di pinggir jalan umum Dusun Tempursari, Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan. Dari tangan pelaku, petugas menemukan barang bukti satu lembar sobekan kertas bertuliskan rekapan tombokan nomor togel dan uang Rp 64 ribu rupiah.

Penangkapan pelaku pengecer judi togel ini bermula dari penyelidikan petugas. Saat pelaku melintas di jalan umum Dusun Tempusari, pelaku langsung diringkus. Pada saat digeledah oleh petugas, petugas menemukan barang bukti 1 lembar kertas sobekan berisi nomer dan uang Rp 64 ribu rupiah ditemukan disaku celana sebelah kanan.

Pelaku saat diinterogasi petugas mengaku menjalani bisnis judi togel sudah hampir satu tahun. Pelaku menyetorkan uang titipan togel tersebut ke No Glendoh warga Desa Tegowangi. "Saya dapat untung 10 persen dari hasil setoran saya, Ya kadang yang titip ada 3 orang ya kadang 5 lima orang, gak mesti yang titip, "terang Sutejo, bapak 3 anak tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Plemahan AKP Suharjito menuturkan saat ini pelaku masih dalam penyidikan. "Pelaku masih kita periksa untuk mengembangkan kasusnya. Karena pelaku melanggar kasus tindak pidana perjudian maka pelaku kami jerat pasal 303 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 10 tahun penjara, "tutur Kapolsek Plemahan.(Dt)

Keterangan Gambar : Pelaku saat diamankan di Mapolsek Plemahan
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved