Latest Post

30 Kader Mengikuti Musyawarah Masyarakat Desa ( MMD ) di Desa Siaga Wriginrejo

Written By Hapra Indonesia on 10/10/2018 | 08:01

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Hampir sekitar 30 Kader Musyawarah Masyarakat Desa ( MMD ) Desa Siaga Wriginrejo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.Dengan nara sumber Mundir dari Puskesmas Sooko Di Gedung Kantor Balai Desa Wringinrejo, dibuka langsung oleh Kepala Desa Wringinrejo Suhartono. Selasa (09/10/2018).

MMD ini dihadiri oleh para kader kesehatan di desa Wringinrejo, para petugas Puskesmas Sooko, aparatur desa wringinrejo, dan Kepala Sekolah wringinrejo 1 & 2 dan Karang Taruna.

Foto: Taurus/HI
Dalam sambutannya Kepala Desa Wringinrejo Suhartono mengatakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah kegiatan rutin yang bertujuan untuk membahas permasalahan di desa. MMD difokuskan pada kesehatan masyarakat dan promosi kesehatan desa siaga terutama pada kesehatan ibu dan anak." Katanya.

Pembukaan dilakukan oleh kepala desa dengan menguraikan tujuan MMD dan menghimbau seluruh peserta agar aktif mengemukakan pendapat dan pengalaman sehingga membantu pemecahan masalah yang dihadapi bersama.

Dan saya berharap nanti dalam kader-kader memberi masukan untuk dimasukan untuk dianggarkan ke APBDes 2019. Jadi permasalahan kader inikan tahu persis dilapangan. Kekurangan ibu hamil seperti apa, kalau menangani lansia kekurangan alat-alat seperti apa. nanti usulan-usulan yang kita harapkan masukan ke APBDes 2019 jadi istilah penjaringan aspirasi di bidang kesehatan."ucap Suhartono.

(T@urus)

Sekdakot: Aset Kota Mojokerto Harus Diselamatkan

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Pada kegiatan Forum Group Discussion dengan tema “Gerakan Bersama Penyelamatan Aset Daerah”, Selasa (9/10) di Hotel Ayola, Sunrise, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Harlistyati menegaskan Pemerintah Kota Mojokerto akan berusaha keras untuk menyelamatkan aset daerah.

“Dengan berpedoman pada Permendagri No 19 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, kami akan melakukan pengamanan barang milik daerah, baik pengamanan fisik, pengamanan administrasi dan pengamanan hukum,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Harlistyati, agar aset daerah tidak lepas ke pihak lain maka Pemerintah Kota Mojokerto harus bergerak cepat dengan menginventarisir aset-aset. “Banyak aset Pemkot yang belum bersertifikat, aset yang ada perlu dijaga bersama, tentunya dengan adanya sertifikat,” tegasnya.

Dengan diselenggarakannya FGD Program Penguatan Jaringan Masyarakat Anti KKN, Harlis menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto yang menyelenggarakan kegiatan ini. “Saya juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Kota Mojokerto yang bertekad mengurus seluruh sertifikat sekolah di Kota Mojokerto agar tidak terjadi kerugian di kemudian hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Halila Rama Purnama menyampaikan, program FGD sebagai salah satu program penguatan jaringan masyarakat anti KKN yang digagas oleh bidang integen Kejari Kota Mojokerto. “Kami sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) tidak hanya mengatasi perkara pidana saja tetapi juga berfungsi sebagai jaksa pengacara negara,” ungkap Halila.

Melalui FGD ini Halila berharap bisa memberi solusi yang terkait permasalahan penyelamatan aset daerah. “Sebagaimana kita ketahui permasalahan aset daerah ini baik yang dikuasai oleh pihak lain atau aset yang digunakan sebagai fasos dan fasum seharusnya juga tercatat dan menjadi aset pemda yang bersertifikat. Semoga FGD ini bisa menjadi sarana koordinasi dan komunikasi sehingga tercapai kesamaan cara pandang penelusuran, pengawasan hingga pengamanan aset, jelas Halila.

Halila menambahkan bahwa Kota Mojokerto adalah kota kecil, aset daerah harus bersama-sama diselamatkan, jangan sampai ada pihak-pihak yang mengklaim sebagai aset pribadi. “Dalam penyelamatan aset daerah Kejaksaan berfungsi sebagai fasilitator dan mediator sehingga secara legal bisa mengamakan aset daerah. Upaya mengamankan aset inilah yang kita perlukan dan masalah yang ada adalah aset sudah tercatat tetapi belum bersertifikat,” lanjut Halila.

Halila berharap agar semua OPD yg punya aset baik yang sudah terdaftar atau belum agar mengambil langkah strategis dalam upaya penyelamatan asset. “Tentunya ini akan berdampak kepada pembangunan atau mungkin saja terhadap rehabilitasi terkait aset-aset tersebut,” pungkasnya.

(Taurus/Adv)

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mojokerto

Written By Hapra Indonesia on 10/09/2018 | 18:53

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mojokerto. Dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail,SE. bertempat di ruang rapat DPRD Kabupaten Mojokerto Jalan A. Yani Kota Mojokerto, Senin (9/10/2018).

Dalam kegiatan rapat paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Mojokerto, Sekda Kab.Mojokerto seluruh unsur Forkompimda plus Kab. Mojokerto dan Ketua DPRD Kab.Mojokerto, Wakil DPRD Kab.Mojokerto, Sekretaris DPRD Kab.Mojokerto serta segenap anggota fraksi DPRD Kab.Mojokerto.

Adapun agenda acara dalam kegiatan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto tersebut Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Mojokerto atas Raperda APBD Tahun Anggaran 2019, Penetapan Keputusan DPRD tentang Perubahan ke II Propemperda, Penetapan Renja DPRD Tahun 2019.

(Adv/taurus)

Penerimaan Bantuan Korban Bencana Lombok dan Launching Blood Jek Antarkan Pesanan Darah dengan Cepat dan Sigap

Written By Hapra Indonesia on 10/06/2018 | 07:59

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co - Wakil Bupati sekaligus Ketua PMI Kabupaten Mojokerto, Pungkasiadi, melaunching inovasi ojek darah atau “Blood Jek” dengan menyerahkan sepeda motor operasional lengkap dengan safety box atau cool box. Launching ini juga dibarengi dengan acara penerimaan dana bantuan korban bencana Lombok dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

“Terimakasih dan apresiasi saya sampaikan pada Dinas Pendidikan yang telah menghimpun dana untuk korban bencana Lombok sebesar Rp 143 juta lebih, yang disalurkan melalui PMI Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya bisa dihimpun kembali bantuan dana untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala,” Jumat (5/10) siang di Halaman Kantor PMI, Jabon.

Terkait Blood Jek, inovasi ini diciptakan untuk memberi pelayanan terbaik pada masyarakat yang membutuhkan donor darah dengan cepat. Petugas Blood Jek akan mengantarkan pesanan darah tersebut kepada pasien yang membutuhkan dengan cepat dan sigap dengan tetap memperhatikan jaminan kualitas darah tersebut.

Dengan kesigapan dan fungsi dari Blood Jek itu sendiri sebagai pembawa harapan dengan mengantarkan darah yang dibutuhkan oleh para pasien. Pada dasarnya Blood Jek bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkan darah, seperti korban kecelakaan, pasien operasi, maupun pasien kegawatdaruratan lainnya yang membutuhkan bantuan tambahan darah. Seperti yang disampaikan Sekretaris PMI Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin.

“Inovasi ini akan terus kita diimbangi dengan peningkatan managemen pengelolaan yang baik serta memperhatikan faktor-faktor pendukung yang perlu juga dikembangkan. Ada ide juga dari Bapak Sekretaris Daerah dan Bapak Asisten, untuk ke depan kita bisa rilis secara online. Artinya, Blood Jek nanti bisa dipesan dengan mudah melalui online. Karena inovasi ini memang tercipta untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan dengan cepat. Dari yang biasanya menggunakan mobil, kali ini dengan motor,” kata Didik.

Hadir juga dalam acara ini Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Suwito, Asisten Administrasi Umum, Didiek Safiqo Hanim, Kepala Dinas Pendidikan, Zaenal Abidin, serta kepala OPD terkait.

(taurus)

Forum Keserasian Sosial Di Desa Sajen Berjalan Sukses

Written By Hapra Indonesia on 10/05/2018 | 19:05

Foto: Taurus/HI
Mojokerto, hapraindonesia.co -  Setelah Sukses mengadakan Forum Keserasian di Desa Kemiri, Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto mengadakan Forum Keserasian Sosial Warga Desa Sajen berlangsung di Gedung Pertemuan Balai Desa Sajen Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. sukses adakan kegiatan sosialisasi. Kegiatan bertemakan, “Memperkuat Nilai-nilai Kearifan Lokal Dalam Membangun Kehidupan Yang Harmonis Di masyarakat” Dengan Nara Sumber Gufron Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Jumat (05/10/2018).

Kegiatan ini dihadir Bagian Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Gufron, Pendamping Keserasian Sosial Supriadi, Sekcam Pacet Jainul, Polsek Pacet, Koramil Pacet dan Sekdes Sajen Sucipto dan Kepala Dusun, Warga Desa Sajen.

Foto: Taurus/HI
Sekcam Pacet Jainul dalam Sambutanya mengatakan Segala bentuk bantuan baik dari pemerintah daerah dan pusat. dengan ada bantuan masyarakat diminta siap. Karena bantuan mempunyai proses pertanggung jawaban jadi segala bentuk keuangan diminta pertanggung jawaban ini sangat berat saya harapkan kegiatan kedepan tidak ada persoalan baik sisi kejujuran admitratif dana lain-lain itu ada dalam media setahun. Karena itu adanya keterbukaan. Tetapi tidak perlu takut kalau itu kita gunakan sesuai keperuntukannya dan tidak ada penyimpangan saya kira tidak ada persoalan." Pintahnya.

Bantuan senilai 150 juta digunakan untuk Kegiatan fisik berupa pembangunan jalan beton senilai 100 juta sedangkan 50 juta untuk operasional forum rpt tematik dan pembangunan tugu Keserasian Sosial,” ujarnya.

Adapun tujuan Kegiatan Forum Keserasian Sosial Berbasis Masyarakat Desa Sajen Kecamatan Pacet adalah Meningkatkan keharmonisasian, keserasian dan Sosial Berbasis Masyarakat masyarakat Desa Sajen, Menumbuhkan dan memperkuat kembali tatanan kehidupan masyarakat yang dilandasi semangat kebersamaan dan kegotongroyongan, Mencegah dan mengurangi berbagai masalah di masyarakat berkaitan dengan disintegrasi, konflik dan kerawanan sosial.ujar Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Gufron saat sambutan.

Setelah acara ini Sekdes Sajen Sucipto juga mengingatkan agar masyarakat secara bersama-sama menjaga apa yang telah diberikan oleh pemerintah dan saling membantu satu dengan lainnya agar segala sesuatu berjalan lancar. “Dengan diadakannya kegiatan seperti ini kami berharap warga desa sajen dapat meningkatkan perekonomian dan hidup layak sebagaimana mestinya” tutupnya.

(T@urus)

Penutupan Kegiatan Pelatihan Keterampilan Kejuruan Teknik Sepeda Motor Di Desa Klinterejo Dihadiri UPT BLK Propinsi Jawa Timur

Written By Hapra Indonesia on 9/26/2018 | 10:34

(Foto: Taurus/HI)
Mojokerto, hapraindonesia.co - Paling sedikit 19 orang Karang Taruna Klinterejo mengikuti penutupan kegiatan Pelatihan Keterampilan Kejuruan Teknik Sepeda Motor. Acara ini buka langsung oleh Kades Klinterejo Sooko Zainal Abidin di Gedung Pertemuan Balai Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Selasa (25/09/2018).

Dihadiri Kepala Seksi UPT BLK Propensi Jawa Timur, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto, Sekcam Sooko dan Karang Taruna.

Dalam sambutannya Kepala Desa Klinterejo Zainal Abidin mengatakan kami mengatasnama Pemerintah Desa Klinterejo mengucapkan terima kasih Kepada BLK Kabupaten Mojokerto maupun BLK Propinsi Jawa Timur yang telah perduli untuk desa kami klinterejo dalam rangkah pelatihan sepeda motor yang ada di balai Desa Klinterejo.

Perlu saya sampaikan sebelum kita tutup atau pelepasan pagi ini. Saya berpesan bawah kalian semua sudah dikasih pelajaran teori teknik mengenai bengkel sepeda motor. Insyaallah dengan ilmu yang kalian gunakan sebaik mungkin. Tidak cukup ilmu saja kalian nanti dikasih sertifikat dari BLK Kabupaten Mojokerto.

"Sertifikat itu yang anda pegang itu sangat berguna bisa digunakan melamar pekerjaan. Ilmu anda dapatkan dari pelatihan ketrampilan kejuruan teknik sepeda motor nantinya betul-betul kalian miliki dan dipergunakan melamar pekerjaan dan digunakan semaksimal mungkin bermanfaat untuk masyarakat." Pungkasnya.

(Foto: Taurus/HI)
Selanjutnya BLK juga memberi transfot 50 ribu selama 14 hari itu untuk modal kalian untuk membuka bengkel buat beli peralatan dan sebagai modal itu tergantung kalian semuanya.

Kepala Soenarsono Kasi Pelatihan Dan Sertifikasi UPT BLK Propinsi Jawa Timur menjelaskan pelatihan berbasis masyarakat Mobile Training Unit ( MTU ) mempunyai program pelatihan yang dilaksanakan di Mojokerto. Maupun di desa dan kelurahan di desa namanya Mobile Training Unit ( MTU ) latihan keliling Kalau BLK itu namanya Institusi Nasional.

"Jadi BPK yang di mojokerto dilaksanakan selama 40 hari di ambil dari Dana APBD sedangkan diambil dari Dana APBN dilaksanakan selama 30 hari jadi yang dilatih berbagai kejuruan." ucapnya.

“Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang kreatif dan inovatif serta dapat mengisi pembangunan di Kabupaten Mojokerto. Semoga pelatihan ini bermanfaat dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut , melalui binaan BPC HIPMI Kabupaten Mojokerto dalam programnya memberikan pelatihan keterampilan MTU merupakan sebagai modal dalam mendirikan wirausaha baru. “Dengan menciptakan usaha baru dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya.

Sebelum acara ditutup Bektiono Sekcam Sooko mengatakan kami mengatasnamakan Pemerintahan Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto terima kasih kepada BLK Propinsi Jawa Timur karena warga kami khususnya desa Klinterejo mendapatkan pelatihan berbasis masyarakat Mobile Training Unit ( MTU ) ilmu yang bermanfaat untuk masa kedepannya untuk berwira usaha.

"Yang paling penting ilmu yang telah didapatkan selama 14 hari betul-betul dimanfaatkan apalagi dikasih sertifikat berguna untuk sarana mencari pekerjaan di perusahaan bengkel sepeda motor dll." Tutupnya.

(t@urus)

Forum Keserasian Sosial tahun 2018 di Desa Kemiri Pacet

Written By Hapra Indonesia on 9/21/2018 | 13:19

Foto: Taurus/HI
Mojokerto,hapraindonesia.co - Kurang lebih 100 orang warga Desa Kemiri mengukuti acara Forum Keserasian Sosial tahun 2018 di Balai Dusun Mrasi, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Dihadiri Kepala Desa Kemiri Sukatman, Jum'at 21/09/2018.

Dalam acara ini turut hadir Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Susy Sri Utami berserta Pendamping Keserasian Sosial, Sekdes Kemiri, Kepala Dusun Mrasi, Koramil Pacet Polsek Pacet dan Masyarakat Kemiri.

Dalam sambut Kepala Desa Kemiri Sukatman menjelaskan bahwa Program Keserasian Sosial merupakan salah satu program Kementerian Sosial RI dalam penanganan masalah konflik sosial.

Melalui bantuan Keserasian Sosial ini, diharapkan terjadinya konflik sosial dapat diminimalisir. Sebaliknya kekompakan, keakraban dan harmonisasi tumbuh berkembang dengan baik di desa kemiri." Harap Sukatman saat memberi sambutan di Balai Dusun Mrasi .

"Kebersamaan gotong royong dan silaturahim hubungan sosial yang benar sehingga bisa memupuh rasa kegotong potongan bersama lagi.sehingga tidak ada satu sama lain rasa emosional yang dulunya lagi tidak suka supaya bisa lepas dan hilang. di dalam proses ini dibutuhkan komitmen untuk warga bersama-sama menciptakan suasana kondusif" Pinta Sukatman.

Foto: Taurus/HI
Sementa itu Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Susy Sri Utami, SH, MMKes menuturkan tujuan dari program tersebut adalah untuk menciptakan suatu tatanan kehidupan sosial yang serasi dan harmonis dilandasi oleh nilai dasar kebersamaan, toleransi, saling menghargai dan menghormati, sehingga dapat membangun, memantapkan dan mengembangkan serta memelihara kembali kehidupan bersama di antara anggota masyarakat desa kemiri.

"Bentuk kegiatan keserasian sosial berupa kegiatan fisik maupun non fisik dengan melibatkan unsur masyarakat". Papar Sri Utami.

Karena program ini diberikan dalam bentuk pembangunan fisik yang diperlukan desa itu. Tetapi tidak sebarang desa mendapatkannya yaitu sasaran desanya yang rawan konflik desa yang pernah terjadi konflik apa lagi sudah terjadi konflik.

Dan bantuan ini diberikan tujuan adalah untuk mefalitasi kebutuhan masyarakat yang ada di desa yang berkonflik tersebut sehingga bantuan ini bersifat spikulus pembangunan sarana dan prasarana. Dengan mengalami sarana dan prasarana yang dibutuhkan bukan bantuannya tetapi proses membangun yang dibutuhkan." Ucapnya.

Susi menambahkan program tersebut baru dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan fisik seperti pembuatan sarana jalan kampung, rehabilitasi sarana ibadah, pembuatan lapangan olahraga, rehabilitasi saluran air lingkungan, pengadaan air bersih, pembuatan sarana penerangan lingkungan dan pembuatan tugu keserasian sosial." Tambahnya.

Walaupun pelaksanaan program belum mendapatkan hasil yang maksimal, tetapi apa yang telah dihasilkan dari program tersebut telah banyak manfaatnya baik bagi pelaku konflik maupun bagi masyarakat di lingkungan desa kemiri." Tutup Susy.

(t@urus)
 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved