Home » » RSUD Gambiran Terlantarkan Pasien Hingga Meninggal Dunia

RSUD Gambiran Terlantarkan Pasien Hingga Meninggal Dunia

Written By Hapra Indonesia on 5/11/2012 | 17:00

dr.sentot dirut RSUD gambiran
Kediri ,HAPRA Indonesia - Cepat, Siap, Tanggap! sikap semacam ini pasti sangat di perlukan dalam melakukan kegiatan atapun di dalam melaksanakan pekerjaan, terlebih di dalam sebuah rumah sakit sikap semacam itu pastinya suatu keharusan.

Tetapi entah kenapa sikap semacam Cepat, Siap, Tanggap sepertinya tidak begitu di pedulikan di RSUD Gambiran kota Kediri, bermula ketika orang yang berinisial AG warga Desa Kandat menjalani rawat inap di RSUD Gambiran.

AG di RSUD Gambiran di diaknosis terkena komplikasi, dan setelah di rawat keadaan AG sendiri berangsur membaik pada saat itu, tetapi entah kenapa pada hari kamis sekitar pukul 23.00 AG mengalami kejang dan kondisinya kritis.

Selanjutnya Etet (panggilan akrabnya) yaitu anak dari AG langsung menuju ke ruangan dokter jaga, tetapi sayang dokter jaga tidak ada, bergegaslah Etet menuju ke UGD dengan keadaan kebingungan dengan tujuan memberi tahu kondisi bapaknya.

Di UGD, Etet lapor ke salah satu perawat, dan oleh perawat mencoba mengubungi dokter yang bersangkutan menangani AG, “Sebentar mas dokternya masih belum bisa di hubungi” ungkap dari perawat UGD.

Selang hapir 3 jam menunggu dan tidak kunjung datang dokternya akhirnya AG pun menghembuskan nafas terakhirnya, dan dengan kejadian tersebut Etet sangat menyesalkan dengan kejadian yang menimpa bapaknya hingga berujung meninggal dunia, “Lha iya to mas kok tidak ada respon sama sekali dari dokternya” ungkapnya kepada Hapra, masih menurut Etet satu hari sebelumnya RSUD Gambiran sendiri merayakan penghargaan ISO yang di dapatkannya, ISO sendiri di dedikasikan untuk puskesmas ataupun rumas sakit dengan pelayanan terbaik.

Di waktu lain Hapra mencoba konfirmasi dengan kebenaran yang di alami oleh ag, lantas hapra mencoba menemui dr Sentot Imam Suprapto MM selaku direktur RSUD Gambiran di ruangannya, dan ketika itu Dra Yanik kurniawati Apt MM selaku kabag humas RSUD Gambiranpun di panggil ke ruangan Sentot.

Saat dikonfirmasi oleh hapra, terkait masalah tersebut, sebelum menjawab pertanyaan, Sentot pun bertanya kepada Hapra “Pada hari apa mas kejadiannya dan pukul berapa?“ tanya sentot kepada Hapra.

“Pada hari kamis sekitar pukul 23.00, jawab Hapra.

Dengan adanya masalah tersebut Sentot pun menjawab “Memang pada saat ini dokter jaganya masih pada hari-hari libur seperti sabtu, minggu, dan pada hari-hari biasa belum ada dokter jaganya, dan mungkin juga pada waktu kejadian itu dokternya ada acara atau sedang tidur, kan pada jam-jam segitu orang lagi enak2nya tidur ” ungkap Sentot.

Selanjutnya Sentot sendiri hanya melontarkan kata maaf untuk keluarga ag sendiri, dan seketika itu Sentot pun dengan nada tinggi memerintahkan kepada Yanik yang juga ada di ruangannya “ bu siapkan segara kita rapatkan terkait masalah ini, dan kita bahas untuk dokter jaganya yang siap dan tidak jaga hanya waktu libur-libur saja” perintah sentot kepada yanik.

Tetapi ibarat kata nasi sudah menjadi bubur, apakah dengan kejadian tersebut baru ada tindakkan, dan bukannya tugas sebuah rumah sakit adalah menanggulangi supaya tidak terjadi seperti yang di alami oleh AG. Peristiwa di RGUD Gambiran tersebut, sangat disayangkan kejadiannya dan dokter sendiri seharusnya juga sudah tau entah itu ada acara atapun di waktu tidur tetap melaksanakan tugasnya seperti ikrar janji dokter itu sendiri.

Peristiwa tersebut, mungkin juga memimpa ke pasien yang lain, ini menunjukkan bahwa profesionalisme penanganan pasien di RSUD Gambiran patut untuk diragukan, jangan sampai muncul istilah "RSUD Gambilan jalan menuju akherat dengan cepat bagi pasien". (Galuh,deni)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved