Home » » Setahun Jembatan Jabang Lor Jebol, Pemkab Tutup Mata

Setahun Jembatan Jabang Lor Jebol, Pemkab Tutup Mata

Written By Hapra Indonesia on 4/27/2013 | 17:52

Kediri, Hapra Indonesia - Kondisi Jembatan Jabang lor yang jebol dan akan ambruk sejak hampir setahun belum juga di tanggani oleh Pemkab Kediri, keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi warga sekitar sebagai akses jalan ke beberapa desa.

Akses jalan tersebut menghubungkan dari desa lain di wilayah Kecamatan Semen, desa desa tersebut antara lain desa Puh Ruboh, Desa Bobang, Desa Semen, Desa Kanyoran dan desa Selo Panggung.

Jembatan tersebut adalah akses ekonomi bagi masyarakat selain tentu untuk anak sekolah, karena pihak terkait belum juga ada kepastian terkait perbaikan jembatan Jabang tersebut maka warga bernisiatif membangun sendiri jembatan yang terbuat dari bambu dengan dana swadaya.

Sambil menunggu pembangunan jembatan tersebut, jadi masyarakat sekitar jembatan tersebut berswadaya membangun jembatan darurat dari bambu, jembatan dari bambu tersebut untungnya bisa di lalui motor meski dalam jumlah yang terbatas.

Selain itu bengkahan dari jebolnya jembatan jabang lor tersebut, mengakibatkan rengkahan merambat kerumah penduduk yang ada di sekitarnya, dan di khawatirkan akan menimbulkan longsor terseret ke dalam sungai yang dalam sekitar 10 meter.

Dengan inisiatif masyarakat setempat dan perangkat desa, kemudian masyarakat bersama sama berswadaya membangun dengan menghabiskan kurang lebih Dana Rp 6 juta untuk membangun jembatan darurat tersebut.

Masyarakat bila tidak dibuat jembatan darurat tersebut warga sangat di rugikan karena harus memutar kejalan lain serta memakan banyak waktu tentunya, dengan jarak tempuh sekitar 3 sampai 5 km.

Menurut warga yang di temui HAPRA mengatakan bahwa Jembatan Jabang Lor ambruk sekitar jam tiga sore pada hari jumat,” bulannya sekitar februari” kata warga penjual makanan dekat jembatan.

Menurut Anwar warga sekitar Jembatan jabang lor kepada HAPRA menceritakan , bahwa dulu Jembatan Jabang Lor tersebut di bangun atas dana Swadaya masyarakat, Jembatan Jabang Lor di bangun sekitar tahun 1988, dan di perbaiki karena keadaan jembatan yang posisi dalam keadaan menceng sekitar tahun 2005.

Dan pada waktu itu jembatan Jabang Lor mengalami kerusakan, menurut warga, dulu menceng sekitar 75 cm, sehingga di perbaiki pada tahun 2005.

Dan pada tahun 2012 sekitar bulan februari Jembatan jabang Lor mengalami kerusakan dan hampir ambruk seluruhnya, menurut warga kerusakan Jembatan Jabang Lor diduga karena pondasi pada waktu di gali kurang dalam, pondasi kena erosi, banjir yang deras dengan pasir halus,hingga menggerus pondasi, pondasi kena arus deras terus menerus akhirnya keropos dan Jembatan nyaris dalam posisi ambruk.

Sementara itu, Kepala Dinas PU (Pekerjaan Umum) Kabupaten Kediri Dwi Winarno tidak bisa ditemui, HAPRA di cegah untuk konfirmasi oleh staf. “Maaf Mas Bapak tidak mau di temui karena repot banyak pekerjaan “ Kata staf Dwi.

Kemudian HAPRA konfirmasi dengan ponsel lewat pesan singkat, namun Dwi Winarno sampai berita ini di tulis tidak membalas. (cahyo)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved