Home » » Kambing Berkaki Tiga Gegerkan Sumawe

Kambing Berkaki Tiga Gegerkan Sumawe

Written By Hapra Indonesia on 5/21/2013 | 02:47

Wagino dan Binatang Unik Peliharaannya
Malang, HAPRA Indonesia - Awalnya warga Dusun Sidodadi, Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang tidak seberapa heran dengan keberadaan anak kambing yang lahir dengan kaki tiga.

Hal itu biasa terjadi di berbagai tempat.

Tapi uniknya, bersamaan kelahiran anak kambing pada Senin (29/4/2013) sore pukul 15.00, tiba-tiba rumah pemilik kambing dimasuki seekor biawak berukuran panjang sekitar 65 cm.

Binatang jenis reptil tiba-tiba masuk kamar Wagino (52). “Saya juga heran. Kenapa barengan kelahiran kambing itu, kok rumah saya dimasuki nyambek (biawak), ” jelas Wagino (52) pemilik hewan aneh saat ditemui wartawan Hapra, sabtu (18/05/2013) sore kemarin.Wagino, pemilik kambing unik tersebut.

Menurut Wagino, tidak ada firasat sebelumnya, namun setelah kelahiran kambing dan kedatangan biawak itu, petani yang bertempat tinggal di RT09/RW04 Dusun Sidodadi Desa Ringinsari, selang beberapa saat, berdialok dengan beberapa sesepuh desa “Saran dari beberapa sesepuh, kami tidak boleh menyembelih kedua binatang itu.

Apalagi kambing berkaki tiga yang sampai sekarang masih hidup sehat seperti layaknya kambing berkaki normal.

Kami juga akan merawat biawak ini sebaik mungkin, ” terang Wagino.Sementara dari penuturan beberapa warga setempat, orang menyebut kawasan pemukiman disitu adalah Sentongan.

Wilayah Sentongan memang dikenal agak angker.

Dulu di seputaran dusun, terdapat beberapa bangunan tua bekas pabrik karet jaman kompeni.

Salah seorang warga menjelaskan, di jembatan gintung yang sampai sekarang merupakan jembatan penghubung menuju Dusun Sumberkotes, Desa Segaran, beberapa tahun lalu salah seorang warga melihat seekor nyambek besar “Setelah ditusuk tombak, bukan nyambeknya yang terluka, tetapi justru mata yang menusuk itu buta ” jelas ibu yang keberatan disebutkan namanya.

Pernah juga anak saya melihat setumpuk keris.

Tapi karena anak kecil tak berani mengambil, keris itu sampai sekarang diambil oleh tetangga, ” jelas ibu itu sembari menunjukkan sang anak yang sekarang duduk di kelas V1 Sekolah Dasar.

Seorang warga bernama Mul Ponijan, warga Sidodadi turut membenarkan kejadian unik tersebut.

Disamping angker, kawasan tersebut juga menguntungkan warga setempat.

Di balik keangkeran kawasan tersebut terdapat sumber mata air yang populer disebut “Kampung Siji” atau “Pong Settong”. Sampai sekarang air di sumur tua dipergunakan masyarakakat untuk sarana air bersih.(RoyHapra)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved