Home » » Derita Erviana TKW Hongkong Asal Ngawi Disiksa Majikan Lalu Di Pulangkan

Derita Erviana TKW Hongkong Asal Ngawi Disiksa Majikan Lalu Di Pulangkan

Written By Hapra Indonesia on 1/21/2014 | 22:25

Ngawi , HAPRA Indonesia.co - Erwiana Sulistiyaningsih (23) kelahiran 7 Januari 1991 ini adalah warga RT 5 RW 3, Dusun Kawis, Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur putri dari pasangan Rohmad Saputra (48) dan Suratmi termasuk keluarga tidak mampu. Erwiana, bercita-cita bisa kuliah di jurusan akuntansi, Namun Karena ekonomi keluarganya tak memungkinkan mewujudkan harapan, satu-satunya jalan untuk mendapatkan biaya, ia berangkat ke luar negeri untuk menjadi TKW di Hongkong.

Sementara itu menurut penuturan dari Antik Priswahyudi, seorang anggota dari serikat buruh migran Hongkong, ketika berada di Rumah Sakit Amal Sehat Sragen, Jawa Tengah, Senin (20/1/2014) mengatakan “Sebetulnya Erwiana tidak mau menjadi TKW, tetapi karena tidak ada biaya dan melihat kondisi perekonomian orang tua, Erwiana mencoba mencari biaya kuliah dengan menjadi TKW,” ucap Antik.

Di RS Amal Sehat Sragen, kondisi Erwiana yang mengenaskan tersebut mengundang rasa prihatin dan simpati dari berbagai kalangan masyarakat luas. Sejak kabar penyiksaan Erwiana tersebar luas, di bangsal Kelas Utama Nomor 2 ,tempat Erwiana dirawat dibanjiri pengunjung, banyak kerabat berdatangan untuk menjenguk Erwiana.

Cerita tentang bagaimana sampai Erwiana sampai menjadi TKW di Hongkong, ternyata dia mendapatkan informasi untuk menjadi TKI melalui PT Graha Ayu Karsa pada 2012. Berawal dari informasi tersebut,Erwiana berangkat ke Hongkong melalui perusahaan itu pada 27 Mei 2013.

PT Graha Ayu Karsa adalah perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia yang beralamat di Balai Latihan Kerja – LN, Jalan Iskanda Muda No 18 (d/h Jalan Beringin Raya), Kelurahan Kedawung Wetan, Kecamatan Neglasari,Setelah bertekat bulat menjadi TKW dan mengantongi visa kerja, Erwiana berangkat ke Hongkong seorang diri. Di sana dia bertemu rekanan PT Graha Ayu Karsa yang menunggunya di bandara. Dia pun langsung dibawa menemui majikan yang tinggal di apartemen beralamat di Tong Ming Street, Kowloon, Hongkong.

Majikan Erwiana bernama Law Wan Tung. Sejak saat itu, Erwiana bekerja dan tinggal di aparteman Law. Mulai saat itu pula, penyiksaan menjadi keseharian yang dijalani Erwiana.

Setiap kesalahan Erwiana harus "dibayar" dengan pukulan memakai alat apa saja di dekat sang majikan,menghadapi perlakuan buruk, Erwiana sudah pernah menghubungi agennya.

Namun sayangnya ia bukan dibela apalagi diurus atau dipulangkan ke Indonesia, malah sang agen tersebut meminta Erwiana kembali ke majikannya. Derita Erwiana bertambah lengkap, bukan hanya majikan yang kejam, masalah gajipun Erwiana sudah menyampaikan keluhannya kepada agennya dan tak pernah ditanggapi.

Tahu Erwiana berusaha untuk kabur, perlakuan majikan bertambah brutal, contohnya Erwiana hanya mendapat jatah air minum satu botol perhari. Alergi dingin yang diderita Erwiana tak sekali pun mendapatkan pengobatan, apalagi luka akibat penganiayaan majikan belum sembuh.

Selain itu Erwiana harus bekerja lebih dari 20 jam perhari, setiap hari Erwiana mendapat jadwal tidur dari pukul 13.00 hingga 17.00 atau hanya empat jam saja.

Erwiana bekerja pada majikan bernama Law Wan Tung yang tinggal di apartemen Flat J, 38/F, Block 5, Beverly Garden I, Tong Ming Street Tseung Kwan O, Kowloon, Hongkong.

Selanjutnya pada 9 Januari 2014, Law memulangkan Erwiana ke Indonesia. Dia diantar ke Hong Kong International Airport berbekal selembar tiket pesawat Garuda Indonesia dengan rute sambung Jakarta - Solo.

Di RS Amal Sehat Sragen, Erwiana menceritatan bahwa selama menjadi TKW itu, ia hanya boleh melakukan pekerjaan sesuai daftar yang diberikan majikannya. Pekerjaan yang dia lakukan setelah bangun tidur adalah bersih-bersih rumah sesuai urutan yang ada dalam daftar.

Apabila tidak menurutinya, Erwiana mendapatkan pukulan dengan benda yang ada di dekat majikan. Erwiana sebelum memulai pekerjaan harus sarapan di kamar mandi dan hanya mendapat jatah satu botol air matang untuk diminum dalam sehari. Selebihnya, Erwiana hanya boleh minum dari air keran.(TIM)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved