Home » » Convention Hall SLG Mega Proyek Yang merana

Convention Hall SLG Mega Proyek Yang merana

Written By Hapra Indonesia on 2/17/2014 | 15:05

Kediri, Hapra Indonesia.co - Convention hall di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) adalah bagaian dari Megaproyek SLG secara keseluruhan yang menjadi salah satu ikon dan kebanggaan Pemkab Kediri selain wisata gunung kelud.

Convention hall yang di bangun berasal dari uang rakyat melalui dana APBD(Anggaran Pendapatan Belanja daerah) Pemkab Kediri telah menghabiskan dana Rp 33 miliar untuk membangun bangunan induk.

Dan di tambah lagi untuk proses finishing bangunan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) untuk penyelesaian finishing interior, jaringan instalasi listrik serta pertamanan sebesar Rp 15 miliar.

Sehingga total bangunan convention hall SLG bakal menghabiskan anggaran yang fantastis yaitu dari dana APBD total Rp 48 miliar !! Meskipun dianggarkan melalui PAK, namun finishing mega proyek tersebut masih molor, sebelumnya pembangunan bangunan induk convention hall yang dikerjakan PT Hutama Karya juga sempat molor penyelesaiannya.

Bahkan pihak pemkab Kediri harus memberikan toleransi memperpanjang penyelesaian bangunan selama 50 hari, sehingga bangunan gedung induk itu baru tuntas pertengahan Februari 2010.

Bangunan convention hall yang mampu menampung pengunjung sampai 1.500 orang itu terletak di sebelah barat Monumen SLG, Lokasi bangunan menempati tanah seluas 6.534 m2 dan mampu menampung pengunjung sampai kurang lebih 1.500 orang, posisinya tepat berhadapan dengan kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kediri.

Dan ironis sekarang kondisi Bangunan megaproyek Convention Hall tersebut dalam keadaan sangat memprihatinkan. Di ketahui ada beberapa bagian atapnya yang bocor dan menyebabkan lantai jadi kubangan air hujan, ada beberapa bagian plafonnya yang jebol sehingga tampak kotor dan kumuh.

Dan ada yang mengejutkan ketika hal tersebut di konfirmasikan HAPRA kepada Kepala Bagian Bmum Pemkab Kediri Mustika, menurut Mustika Convention Hall SLG sampai saat ini belum di serah terimakan dari PT yang mengerjakan bangunan supermewah tersebut dengan pihak Pemkab Kediri dalam hal ini bagian umum.

“Itu masih menjadi tanggunggan PT hutama Karya, Convention Hall belum di serah terimakan dari PT hutama Karya ke kita (Bagian umum) jadi kita hanya ikut bantu bantu untuk membersihkannya saja” Kata Mustika yang pernah menjabat ajudan Bupati Kediri sebelumnya yaitu Sutrisno.

Saat ditanya HAPRA belum diserah terimakan dan mengalami kerusakan tetapi tetap di gunakan untuk resepsi pernikahan anak salah tokoh masyarakat di Kediri beberapa pekan yang lalu, Mustika mengatakan ,”masa kita menolak rejeki, disewa ya kita kasih khan untuk tambah tambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) “ sambungnya.

“Dan saat ini Convention Hall mengalami kerusakan ya kita desak untuk segera memperbaiki, wong itu masih tanggungan PT Hutama Karya” Pungkas Mustika Terkesan Pemkab Kediri hanya menghambur hamburkan uang rakyat saja, dan pembangunan megaproyek tersebut nyaris tidak menguntungkan bagi rakyat kabupaten Kediri yang mayoritas masih banyak berada di garis kemiskinan.

Dan yang lebih ironis DPRD Kabupaten Kediri selalu menyetujui anggaran untuk pembangunan megaproyek tersebut, padahal sebagai wakil rakyat hal tersebut jauh dari prorakyat tetapi pro pemerintah. (Berbagai sumber/B@ms/C@HYO)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved