Home » » Pemkab Blitar lambat atasi kerusakan jalan

Pemkab Blitar lambat atasi kerusakan jalan

Written By Hapra Indonesia on 2/06/2014 | 21:45

Blitar, Hapra Indonesia.co – Masalah jalan yang rusak dan berlubang adalah hal yang umum terjadi, lebih lebih terjadi di musim penghujan seperti sekarang ini.

Di sana sini terlihat kondisi jalan yang memprihatinkan tidak hanya terjadi di jalan utama, jalan di pedesaan atau jalan-jalan dikawasan perumahan. Banyaknya titik kerusakan dibeberapa daerah sudah menjadi pemandangan yang biasa di wilayah kabupaten Blitar.

Dengan kondisi jalan yang demikian pihak Pemkab Blitar terkesan tutup mata, seperti yang sering terjadi pihak Pemkab Blitar baru yang berakibat melakukan tindakan setelah ada laporan atau kejadian diantaranya banyak kecelakaan akibat banyaknya kecelakaan lalu lintas yang sampai merengkrut nyawa atau masyarakat melakukan aksi demo seperti memblokade jalan dengan pohon pisang baru pihak Pemkab Blitar baru bertindak.

Selain musim penghujan, faktor kerusakan jalan di perparah dengan adanya banyaknya truk truk yang melintasi jalan tersebut dengan mengangkut material yang berasal dari galian C di abgian wilayah barat tepatnya di wilayah kecamatan Wonodadi.Di wilayah tersebut banyak lalu lalang truk muatan berlebihan (over loading) kendaraan-kendaraan besar seperti truk pasir, truk tronton muatan bahan bangunan, truk tronton muatan pakan ternak, dan lain-lain.

Sehingga jalan tidak cukup kuat dilintasi truk-truk berlebih muatan yang selalu melewati jalan pedesaan tersebut. Kondisi ini semakin bertambah parah karena tidak adanya respons dari penegak hukum untuk melakukan penertiban aturan perihal berat muatan (tonase).

Selain itu juga kualitas pembangunan jalan yang tidak sesuai spesifikasi, minimnya pengawasan dinas - dinas terkait dalam melaksanakan proses pekerjaan pembuatan jalan sehingga ada beberapa hal yang tidak pernah diperhatikan seperti ketebalan aspal, komposisi material, dan kondisi tanah, serta pelapisan jalan yang sebelumnya, alhasil tidak bisa sesuai standart yakni jalan mudah rusak. Hal tersebut sebenarnya bisa diminimalisir apabila ada koordinasi yang baik antara instansi-instansi terkait sehingga tidak saling tuding melempar kesalahan.

Menurut sumber dari salah satu warga mengatakan bahwa para warga sudah berkali-kali menyampaikan kepada pemerintah tentang kondisi jalanan yang rusak akibat aktifitas truk-truk besar (bermuatan lebih) ”namun responnya lambat”.

Jalan yang rusak tersebut adalah jalan yang penting yang menjadi urat nadi perekonomian daerah dan sebagai sarana penghubung ke daerah lain.”seharusnya pemerintah dan para pengusaha-pengusaha terkait mempunyai kepedulian untuk memperbaiki jalanan yang rusak tersebut” Kata seorang warga hanya bisa berharap.

Reaksi yang lamban atas keluhan rakyatnya dari Pemkab Blitar tentu mengecewakan Rakyat Blitar yang telah membayar pajak dengan harapan di kembalikan untuk kepentingan masyarakat, yang jelas untuk pembangunan dari semua segi dan juga untuk kemakmuran rakyat Kabupaten Blitar, tetapi kenyataannya seolah Rakyat Kabupaten Blitar belum terlayani oleh hal hal yang mendasar yaitu sarana dan prasarana jalan yang memadahi untuk transfortasi sehari hari. (Nal)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved