Home » » Siswi SMP Diperkosa Pacar dan Mantan Pacar

Siswi SMP Diperkosa Pacar dan Mantan Pacar

Written By Hapra Indonesia on 2/05/2014 | 18:00

AKP Bagyo Supriatmanto
Sumenep, HAPRA Indonesia.co – Melati sebut saja begitu, Gadis kuning langsat berusia 13 tahun menetap di Kecamatan Sarong Kabupaten Sumenep Madura dan masih sekolah di SMP Rabu tanggal 15 Januari 2013 sekitar pukul 17.15 Wib menjadi korban perkosaan.

Menurut Kapolres Sumenep yang diwakili oleh Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Bagyo Supriatmanto mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Sumenep.

Menurut AKP Bagyo Supriatmanto kronologis kejadiannya, pada saat pulang kerumahnya dalam keadaan menangis dan menceritakan kepada orang tuanya bahwa dia telah dicabuli oleh FSL (14) dan NVL (14), warga Desa Bluto, Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep.

Akibat dari peristiwa tersebut korban merasa sakit dan perih pada alat kelaminnya. Pelaku (FS) merupakan mantan pacar korban, sedangkan NV merupakan pacar korban. Setelah mendengar pengakuan dari anaknya, maka orang tua korban melaporkan hal tersebut kepada pihak Polres Sumenep untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Hingga kini pelaku masih dalam pengejaran petugas Polres Sumenep.

Sementara itu di katakan oleh paman korban yang bernama Ipung (45), yang mendampingi saat melapor ke Polres Sumenep, kejadian ini bermula ketika kedua pelaku, mengajaknya jalan-jalan ke tempat penambangan batu di Desa Tana Mera, Kecamatan Saronggi, mengendarai motor.

Begitu sampai di dilokasi yang kebetulan seppi dan jauh dari perkampungan penduduk, korban diminta turun oleh pelaku, dengan alasan salah seorang dari pelaku mengaku ingin buang air kecil.

Setelah korban turun dari boncengan sepeda motor pelaku, korban diseret oleh NVL ke semak-semak yang diikuti pelaku FSL.Selanjutnya korban dipaksa melayani nafsu birahi FSL, untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri “Saat dipaksa berhubungan badan dengan pelaku FSL, korban menolak. Namun karena tangan dan kakinya dipegangi oleh NVL, korban tidak berdaya dan akhirnya pasrah keperawanannya direnggut kakak kelasnya, ” kata Ipung.

Puas FSL melampiaskan nafsu birahinya pada ST, NVL yang semula hanya memegangi tangan dan kaki korban, juga minta bagian untuk berhubungan badan dengan korban.

Namun ketika NVL membuka celananya sendiri, korban memanfaatkan kesempatan tersebut, untuk melarikan diri dari dan pulang ke rumahnya. (Dus/humpol.Sumenep)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved