Home » » Saatnya Menagih Janji Mas Abu Dan Ning Lik

Saatnya Menagih Janji Mas Abu Dan Ning Lik

Written By Hapra Indonesia on 4/07/2014 | 13:38

Pelantikan Walikota Kediri
Kediri, Hapra Indonesia.co – Suksesi Wali kota Kediri telah berjalan 2 april lalu, pemerintahan di bawah kendali Abdullah Abu Bakar segera berjalan. Banyak harapan warga kota Kediri akan janji manis Mas Abu dan Ning Lik ini.

Diantara janji janjinya adalah akan menyalurkan program dana sebesar Rp 50 juta per tahun per RT. Banyak kalangan sangsi akan hal tersebut, pasalnya untuk meloloskan dana sebesar itu tak semudah membalik telapak tangan. Kita ketahui, selama ini kalangan legislative di kota Kediri dominan oleh partai PDIP yang notabene adalah pesaing dalam Pilkada 2013 yang di menangkan oleh pihak Mas Abu yang di usung oleh partai PAN.

Menurut beberapa sumber dana 50 juta per tahun itu diduga kuat akan bersumber dari dana hibah, bansos, dana percepatan pembangunan perkotaan,dan dana hasil bagi cukai. Di temui di sela sela pelantikan pasangan mas Abu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menagih janji walikota dan wakil walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibba, Gubernur meminta Mas Abu dan Ning Lik menepati janji mereka,“Saya menagih janji-janji ketika kampanye dulu. Janji untuk selalu mengedepankan program-program yang pro rakyat. Salah satunya, program Rp 50 juta per RT (Rukun Tetangga) per tahun,” tegas Pak Karwo.

Menurut Pakde Karwo, panggilan akrabnya, semua program, khususnya program unggulan Rp 50 juta per RT per tahun harus dipersiapkan dengan matang. Sehingga, nantinya dalam pelaksanaan, tidak terjadi masalah hukum di kemudian hari. Soekarwo juga menasehati pasangan tersebut, ” Meskipun otoritas keuangan atau anggaran ada di tangan walikota, namun antara walikota dan wakil walikota adalah satu paket. Oleh karena itu keduanya harus terus bersinergi sampai lima tahun mendatang.

Ketua LSM LIRA Irham Maulidy menegaskan bahwa program tersebut syarat akan pencitraan saat Pilkada padahal hal ini sulit di wujudkan. Irham menegaskan, “ legislative di kota Kediri adalah Merah, bukan biru seperti Mas Abu diusung partai PAN. Secara politik, partai oposisi saat pilkada akan menjegal atau mengahambat prosesnya ( penganggaran )” tuturnya di sela-sela acara pelantikan yang lalu.

Sementara itu ditemui setelah acara pelantikan, Walikota Kediri Abdulah Abu Bakar mengaku, sudah siap untuk membangun Kota Kediri lebih baik. Pihaknya telah menyusun program-program pemberdayaan masyarakat, dengan menitik beratkan pada lingkungan dan melibatkan elemen masyarakat hingga tingkat RT dan RW.

“Pemkot Kediri akan mengucurkan dana yang bersumber dari APBD , minimal Rp 50 juta untuk tiap RT per tahun. Dengan dana itu, diharapkan, masyarakat dilingkungan RT bisa melakukan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sampai ditingkat paling bawah,” tegas Mas Abu.

“Dana sebesar itu, bisa dipergunakan untuk pembangunan lingkungan meliputi, sarana dan prasarana lingkungan, fasilitas umum, infrastruktur, ekonomi dan social kemasyarakatan” jelasnya. Mas Abu juga berjanji,” Saya akan terus menjaga keharmonisan dan kekompakan bersama wakilnya Lilik Muhibbah. Sebab, dengan selalu bersinergi, Saya yakin akan mempermudah menjalankan program dan melayani masyarakat. Tentu dengan mengedepankan etika demokrasi yang baik”tandasnya. ( TET)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved