Home » » Ketua BPMPD “Nistakan” Agama, Bupati Di Demo Warga

Ketua BPMPD “Nistakan” Agama, Bupati Di Demo Warga

Written By Hapra Indonesia on 5/11/2014 | 19:30

Kediri, Hapra Indonesia.co - Demo besar besaran yang di lakukan oleh warga Kaliboto adala puncak dari amarah warga yang menilai Pemkab Kediri tidak cepat bertindak akan aspirasi masyarakat yang berkembang, yaitu bermula dari kasus asusila yang diduga di laukan oleh Kades kaliboto Woko yang akhirnya timbul kasus “penistaan” agama yang di tuduhkan warga kaliboto kepada Kepala BPMD Kabupaten Kediri Satirin.

Kasus yang melibatkan Kepala Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Woko benar-benar tidak dapat diterima oleh warga Kaliboto Tarokan hingga berulang kali melakukan aksi protes baik demo maupun mediasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri. Ditambah lagi aksi Ketua BPMPD Kabupaten Kediri Satirin juga sangat melukai hati Tokoh Agama dan Warga setempat karena ulahnya yang diduga melakukan penistaan agama.

Polres Kediri Kota serta Pemerintahan Kabupaten Kediri terlihat tak bisa meredam emosi warga desa kaliboto kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Terkait dengan permintaan Warga yang meminta Pemkab Kediri untuk segera mencopot jabatan Woko sebagai Kepala Desa Kaliboto yang baru menjabat 4 Bulan.

Warga desa kaliboto sudah berulang kali melakukan aksi di kantor Desa serta kantor kecamatan tarokan, namun tak ada hasil. Dan permasalahan tersebut sempat mengimbas pada Camat tarokan yang harus digeser karena sudah tidak bisa lagi membendung dan juga memberikan solusi atas permintaaan Warga, terkait dengan pencopotan Kades Woko.

Dari sisi lain hal tersebut juga mengimbas pada Satirin, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa ( BPMPD) Kabupaten Kediri, yang nyaris di hakimi masa warga desa Kaliboto, karena dituding melakukan penistaan agama serta memprovokasi warga Desa Tarokan yang pro kepala desa Woko, agar melakukan demo tandingan. Dengan hal itu akhirnya Satirin diperiksa oleh Polres Kediri kota .

Dengan adanya kejadian tersebut warga sepertinya sudah tidak ada lagi kepercayaan dengan orang pemerintahan, karena mereka semua tidak menepati janji akan membantu permintaan warganya .

Hal tersebut diungkapkan oleh Kordinator aksi Soni Sumarsono warga desa kaliboto Dan Warga desa kaliboto “ saya punya pernyataan Satirin akan membantu warga Desa kaliboto dan akan mencopot kepala Desa Woko, karena sudah melanggar aturan “ ungkap Sumarsono saat dihubungi melalui wartawan melalui telepon selulernya.

Warga akan kembali melakukan Aksi di Pemerintah Kabupaten Kediri dengan masa mencapai ribuan dan direncanakan besok Senin (12/5/) dengan agenda meminta pertanggung jawaban Bupati terkait dengan segera dicopotnya kades Woko dan juga Satirin yang sudah mendukung kades Woko . pungkas Sumarsono.

Sumarsono juga menegaskan,Sejauh ini dirinya tidak mempersalahkan terkait kabar dengan dilepasnya Satirin oleh pihak Kepolisian, dan dirinya percaya bahwa polisi pasti tidak akan main main dengan permasalahan yang bergejolak di warga desa kaliboto.

“ Saya percaya dengan polisi, biar saja satirin dilepas, namun dirinya tidak mencabut laporanya tersebut ke Polisi, Hal tersebut pasti akan menjadi masalah besar apabila polisi main main dengan permasalahan ini “tandas Sumarsono serius.

Untuk diketahui, Satirin sebelumnya diduga sempat menghina dan melecehkan tokoh agama Desa kaliboto. Tokoh agama tersebut bernama KH. Halim Muchtar. Saat itu Satirin diduga juga mengancam akan memberhentikan KH.Halim sebagai kia di Desanya. Bahkan juga mengancam akan mendirikan pura apabila KH Halim tidak bisa menyelesaikan gejolak warga yang menuntut Kepala Desa Kaliboto mundur.

Dari ancaman tersebut, akhirnya membuat warga Desa Kalibota marah. Dan Satirin sempat akan dihakimi masa, saat pria yang juga menjabat BPMD tersebut berada di rumah KH Halim.

Akan tetapi aksi anarkis tersebut bisa terhindar setelah, pihak kepolisian mengamankan Satirin. Dan paska itu Satirin juga, sempat diperiksa dengan status sebagai saksi.Hingga saat ini Satirin tidak dijebloskan ke tahanan dan hanya diminta wajib lapor Hari Senin dan Kamis atas kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan warga Kaliboto Tarokan.(KJ/Galuh/B@)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved