Home » » Banyak Atap Bocor & Plafon Rusak, Pemkab Kediri “Tutup Mata”

Banyak Atap Bocor & Plafon Rusak, Pemkab Kediri “Tutup Mata”

Written By Hapra Indonesia on 7/13/2014 | 12:52

Convention Hall
KEDIRI, Hapraindonesia.co - Convention Hall yang bangunannya sepintas tampak super megah berdiri di kawasan CBD (Central Business District), di samping Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) yang juga masuk daftar salah satu icon Kabupeten Kediri (selain Gunung Kelud, red) tersebut apabila diamati dari dekat, ternyata terlihat dibangun hanya asal-asalan saja.

Sungguh disayangkan, meski bangunan tersebut masih beberapa tahun saja, namun saat ini sudah banyak yang rusak dan amburadul. Dari pentauan Hapra Indonesia sejak beberapa bu-lan lalu sampai saat ini belum ada perbaikan. Malah banyak atap-atap bocor, dan plafon yang semakin rusak akibat terkena air hujan. Bahkan mayoritas dindingnya juga sudah berlumutan, sehingga terlihatan kotor dan kumuh.

Jika melihat kondisi bangunan yang seperti saat ini seolah-olah secara tidak sadar uang rakyat dihambur-hamburkan untuk pemanfaatan yang tidak jelas maksud dan tujuannya. Dimana untungnya warga Kabupaten Kediri oleh berdirinya bangunan super megah tersebut, jika sebenarnya kalau boleh jujur, masih banyak sarana dan prasarana lainnya yang seharusnya lebih diprioritaskan, dan lebih bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Kediri.

Salah seorang aktivis LSM di Kabupaten Kediri kepada Hapra Indonesia mengaku sangat prihatin terhadap kondisi bangunan monumen SLG dan Convention Hall tersebut. Dia juga mempertanyakan sebenarnya bagaimana rencana pembangunannya dahulu.

“Anehnya, kenapa dahulu DPRD Kabupaten Kediri juga terkesan dengan mudah memberikan persetujuan anggaran untuk proyek tersebut. Padahal dalam proses pembangunannya sendiri juga menuai banyak pro kontra, tetapi bangunan tetap dilaksanakan beralasan untuk kepentingan rakyat. Tetapi dari berdirinya bangunan sampai sekarang tidak tampak ada manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut pantauan Hapra Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kediri seolah tutup mata melihat kondisi bangunan yang amburadul itu, dan terkesan hanya tersenyum lega melihat banyaknya pengunjung yang berfoto ria tanpa menyadari bahaya apabila bangunan megah itu roboh mengenai mereka. Logikanya, jika Pemkab Kediri bisa membangun, seharusnya juga harus bisa merawatnya.

Sementara itu, Plt Kabag Humas Pemkab Kediri Edi Purwanto, SH, hingga berita ini naik cetak belum dapat dikonfirmasi. (B@m)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved