Home » » Bupati Pamekasan Sanggah Tudingan Tak Perhatikan Petani Tembakau

Bupati Pamekasan Sanggah Tudingan Tak Perhatikan Petani Tembakau

Written By Hapra Indonesia on 7/08/2014 | 15:55

Achmad Syafii
PAMEKASAN, Hapraindonesia.co – Pulau Madura yang dikenal kwalitas tembakaunya, ternyata di Kabupaten Pamekasan para petani tembakau nasib-nya memprihatinkan. Hal itu karena pihak Pemkab Pamekasan terkesan lebih merespon positif bagi para petani tebu dibandingkan para petani tembakau.

Dengan program pemkab memprioritaskan perkebunan tebu di sejumlah daerah di Pamekasan dan dikuatkan dengan adanya kontrak kerjasama (PK) antara petani tebu dengan salah satu pihak pabrik gula, seperti nomor kontrak tebang tanam tebu sekaligus disediakan fasilitas yang cukup memadai.

Kondisi petani tembakau yang kurang mendapat perhatian oleh pihak pemkab, membuat harga tembakau dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Hal itu disinyalir menjadi alasan Pemkab yang lebih meninggikan porsi dan perhatian kepada petani tebu. Sehingga tanaman tebu dijadikan sebagai alternatif tanaman pilihan, sekalipun tanaman tembakau sudah membudidaya bagi warga Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Achmad Syafii membantah klaim bahwa porsi perhatiannya beralih ke petani tebu. Sebab, pihaknya tetap memberikan perhatian kepada petani tembakau seperti tahun-tahun sebelumnya. “Bukan kami mengurangi porsi perhatian kepada petani tembakau, tapi kami sudah berusaha dari dulu. Dan hasilnya selalu mentok,” kata Achmad Syafii.

Ditambahkan, upaya memperhatikan petani tembakau selalu tersandung jalan buntu. Bahkan berbagai upaya membudidayakan hingga memperjuangkan tata niaga yang lebih berpihak ke petani selalu saja tidak naik. “Hasilnya tidak ada perubahan. Makanya selalu menemukan jalan buntu,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, inti permasalahan petani tembakau dinilai bukan terletak pada persoalan kebutuhan bibit yang harus disubsidi oleh pemerintah, bukan juga oleh peraturan tata niaga yang dibuat. Melainkan banyaknya ketersediaan barang tembakau dibandingkan permintaan. “Meskipun kondisi seperti itu, kami tetap menjalankan program bantuan kepada petani. Lebih-lebih untuk budidaya pertaniannya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya secara perlahan mencoba menjalankan program terkait pembatasan luas lahan tanam tembakau yang ada di Pamekasan. Sehingga bisa mengendalikan luas lahan tembakau, dan menghasilkan harga yang lebih baik. “Disamping mengembangkan perkebunan tebu, kita tetap memberi harapan kepada petani tembakau untuk tetap menanam dan terus kita disubsidi,” pungkasnya. (Dus/ws)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved