Home » » SLG Semakin Tidak Terawat dan Kumuh

SLG Semakin Tidak Terawat dan Kumuh

Written By Hapra Indonesia on 7/13/2014 | 14:46

SLG 
Kediri, Hapraindonesia.co - Icon utama yang menjadi kebanggaan Pemkab Kediri, selain Gunung Kelud adalah monumen SLG (Simpang Lima Gumul). Bangunan yang berdiri megah di tengah-tengah Simpang Lima Gumul yang menjadi tiang pancang pengembangan area itu disulap sebagai kota baru di Kabupaten Kediri dan berposisikan tepat di tengah jalur lima jalan arah Pare, Kediri, Plosoklaten, Pesantren dan Menang.

Salah Satu ikon Kabupaten Kediri, Simpang Lima Gumul (SLG) yang bangunannya memiliki luas 804 meter persegi, ditumpu 3 tangga 3 meter dari dasar pura, dan tinggi 25 meter. Secara keseluruhan seluas 37 Ha, dibangun menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kabupaten Kediri mencapai milyaran rupiah. Namun sayangnya kondisi bangunan itu juga sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak? Proyek yang dibangun dengan sistem multiyears atau tahunan, sejak 2003 itu sekarang sudah kurang perhatian (tidak tarawat).

Pasalnya, semakin banyak dinding ba-ngunan yang sudah berlubang, tembok-tembok di bagian terowongan tampak coret-coretan dari tangan jahil pengunjung. Begitu pula dengan kondisi relief-relief yang menghiasi monumen tersebut tampak sudah mulai berkelupas, serta plafonnya berlumut dan bocor. Sehingga jika turun hujan air masuk di lantai jalan terowongan. Bangunan yang digadang-gadang sebagai ikon Kabupaten Kediri ini, sampai detik ini belum ada perbaikan dari pihak Pemerintah Kabupaten Kediri. Sungguh sangat disayangkan, bangunan yang bersumber dari APBD hingga milyaran rupiah itu sekarang dalam keadaan memprihatinkan.

Sebagai salah satu obyek wisata dan icon Kabupaten Kediri, Monumen SLG seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat, karena setiap hari libur, monumen ini tidak pernah sepi pengunjung dari dalam Kabupaten / Kota Kediri, atau bahkan Pengunjung luar daerah. Tapi entah kenapa Pemerintah Kabupaten Kediri seolah tutup mata dengan keadaan monumen SLG yang sekarang.

Salah seorang pengunjung monumen Simpang Lima Gumul dari Surabaya yang ditemui Hapra Indonesia saat berfoto bersama keluarganya, mengaku sebenarnya dia takut akan kejatuhan atap monumen yang rapuh itu, tetapi karena mumpung berada disitu, sehingga tidak mau melewatkan moment untuk mengabadikannya bersama keluarga.

“Sebenarnya saya khawatir dengan kondisi bangu-nan yang terlihat rapuh dan banyak atap jebol begini. Tetapi mumpung saya kesini dengan keluarga, ya sekalian kami gunakan untuk berfoto mas,” ucapnya. Sementara itu, Plt Kabag Humas Pemkab Kediri Edi Purwanto, SH, hingga berita ini naik cetak belum dapat dikonfirmasi. (B@m)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved