Home » » Menuju Kemerdekaan Budaya

Menuju Kemerdekaan Budaya

Written By Hapra Indonesia on 8/16/2014 | 18:41

Adalah suatu hal yang harus kita syukuri ke hadirat Allah SWT bahwa tahun ini kita berkesempatan memperingati ulang tahun kemerdekaan yang ke-69.

Sungguh suatu anugerah yang luar biasa dalam kehidupan kita bernegara. Seperti halnya pada peringatan-peringatan sebelumnya, dalam peringatan hari ulang tahun kemerdekaan atau yang lebih lazim kita sebut sebagai Agustusan tahun ini, muncul pertanyaan menarik yang terlontar bahwa; Apakah kita telah benar-benar merdeka?

Suatu pertanyaan yang menggelitik, meski bukan pertanyaan yang salah. Bukankah ada banyak hal yang sesungguhnya menjadi komponen kehidupan kita seperti ekonomi, pendidikan, kebudayaan, kesehatan, keyakinan, politik dan ideologi. Kemerdekaan semestinya tidak hanya dipandang dari sudut politik kenegaraan saja dimana hanya ada dua status negara yakni merdeka dan terjajah. Kemerdekaan seharusnya diartikan sebagai kebebasan yang melingkupi semua sisi komponen kehidupan kita tersebut.

Memperingati Agustusan tahun ini, HAPRA INDONESIA mencoba membuat tema pribadi, yang kurang lebih berbunyi; Dengan Semangat 17 Agustus 1945 Kita Tingkatkan Perhatian dan Pelestarian Tradisi dan Budaya Luhur Bangsa untuk Kesejahteraan Bersama. Tentu saja, tema ini kami buat dengan sama sekali tanpa merendahkan atau tak mengindahkan tema yang telah dibuat pemerintah. Tema ini lahir dari pemikiran bahwa sudah saatnya kita harus merdeka dalam berkebudayaan.

Kita semua tahu bahwa kebudayaan dalam wujud kesenian dan aneka tradisi luhur telah banyak dilupakan masyarakat tergerus arus budaya pop modern yang belum tentu cocok dengan kepribadian bangsa. Pemerintah daerah sebagai benteng pertahanan budaya dan tradisi lokal pun, dalam beberapa kasus, kurang menunjukkan keseriusannya dalam memberi perhatian dan berupaya untuk melestarikan. Perhatian terhadap kesenian lokal masih sebatas dianggap sebagai ‘kewajiban’ pekerjaan dan bukan dipandang sebagai ‘kebutuhan’ dalam bermasyarakat dan berbangsa.

Sebagai implementasi tema tersebut, kami berusaha mendukung penuh dan memberi ruang yang cukup terhadap upaya-upaya pelestarian kesenian daerah. Jika baru-baru ini kami bersama Paguyuban Kesenian Jaranan (PASJAR) Kabupaten Kediri sukses menggelar Festival 1000 Barongan 2014 yang pada kenyataannya diikuti oleh lebih dari 1500 penari Barong, selama ini kami juga terus mempublikasikan kesenian Jaranan. Pada waktu-waktu yang akan datang upaya tersebut akan terus kami lakukan dengan menggandeng semua pihak yang memiliki komitmen yang sama.

Sudah saatnya, kesenian dan kebudayaan tidak sekedar dipandang sebagai hiburan dan tontonan belaka. Tetapi adalah tanggungjawab bersama agar kesenian, termasuk Jaranan, dapat dipahami hingga sisi simbolis dan filosofisnya. Bagian ini sarat menyimpan ajaran-ajaran luhur kehidupan yang akan menuntun kita menjadi manusia yang baik dan lebih baik. Bukankah, kebudayaan adalah tradisi luhur kehidupan masyarakat yang telah berlangsung dalam kurun waktu yang sangat panjang.

Dalam konsep pengembangannya, Jaranan adalah bagian penting dari perekonomian kreatif karena melibatkan orang yang sangat banyak. Alasan inilah yang menjadikan upaya pelestarian Jaranan adalah suatu hal yang penting karena akan membawa pengaruh positif bagi kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian adalah salah jika kita membiarkan punah dan tidak melestarikannya, bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang melestarikan budayanya.

Oleh : Hary Pratondo

Ketua PASJAR (Paguyuban Seni Jaranan) Kabupaten Kediri
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved