Home » » PASJAR Kab Kediri Bekerjasama Dengan Pemkab Kediri Gelar Tarian 1000 Barong

PASJAR Kab Kediri Bekerjasama Dengan Pemkab Kediri Gelar Tarian 1000 Barong

Written By Hapra Indonesia on 8/16/2014 | 18:07

KEDIRI, HAPRA Indonesia.co - Kesenian pastinya sangat perperan dalam kehidupan di belahan Negara. Melalui kesenian pula suatu daerah tersebut bisa mengangkat nama daerah tersebut.

Kesenian juga bisa berpengaruh dalam berbagai aspek, baik dalam segi ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Sayangnya, kesenian tradisional yang belakangan ini telah ditinggalkan oleh warga masyarakat, khususnya para kawula muda, kini mulai dimunculkan kembali dengan berbagai upaya dan kreasi.

Seperti halnya kesenian kuda lumping atau yang lebih dikenal dengan nama Jaranan, semenjak berdirinya Pasjar (Paguyuban Seni Jaranan) Kabupaten Kediri yang diketuai oleh Bopo Hary Pratondo, saat ini kesenian yang konon asli dari Kediri tersebut kembali mendapatkan perhatian dari masyarakat luas.

Terbukti, ribuan grup kesenian jaranan di wilayah Kabupaten Kediri mulai guyub bermunculan lagi, dan jutaan warga masyarakat dengan antusias selalu memadati pementasan kesenian jaranan dimanapun digelar. Bahkan pada Sabtu (16/8/2014), area Monumen Simpang Lima Gumul telah dibanjiri penonton yang ingin menyaksikan pagelaran akbar 1.000 Barongan. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB seolah menjadi magnet tersendiri bagi warga masyarakat yang dipandegani oleh Pasjar Kabupaten Kediri tersebut.

Tari Jaranan menjadi pembuka acara dengan diawali dengan para bopo-bopo jaranan menari disertai membawa bendera panji kebesaraan PASJAR, dan diserahkannya pecut (cemeti) oleh Bupati Kediri kepada Bopo Hary Pratondo. Acara dilanjutkan dengan Tari Kawedar, dan Tari Jingkrak yang dimainkan dari group jaranan Turonggo Mego Budoyo, dan yang paling ditunggu-tunggu yakni Tari Kolosal 1000 barongan.

Kegiatan dalam rangka Pekan Budaya dan Pariwisata 2014 itu menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Para penari itu mempertunjukkan aksinya di sepanjang jalan yang belum berfungsi normal di kawasan Simpang Lima Gumul. Bopo Hary Pratondo selaku Ketua PASJAR (Paguyuban Seni Jaranan) Kabupaten Kediri dan juga selaku Dirut PT HAPRA INDONESIA NEWS ketika ditemui di sela-sela pelaksanaan tari kolosal 1.000 Barongan mengatakan, acara ini sengaja mengusung kesenian Tari Barong, karena seperti pada tahun sebelumnya, untuk mengeluri budaya asli Kediri.

“Tari Barong adalah bagian dari Kesenian Jaranan yang merupakan kesenian asli Bhumi Panji-Kedhiri. Sementara Tari Barong sendiri melambangkan sifat semangat dan motivasi masyarakat yang positif dan semangat tersebut akan terus terjaga selama dikendalikan dengan baik Simbol nafsu duniawi yang positif,” ucap Bopo Hary Pratondo.

Lebih lanjut Bopo Hary Pratondo mengatakan, kesenian Tari Barongan adalah salah satu filosofinya menyimbulkan kebaikan dan keburukan sifat seseorang, dan tarian tersebut juga salah satu kesenian khas Kediri. “Kami sangat bersyukur, melalui pasjar bisa membuat rukun dan saling membantu antara grup-grup jaranan, khususnya di wilayah Kabupaten Kediri untuk menjadikan kesenian tradisionil bisa berkembang supaya anak turun kita mengenal kesenian daerah yang dimiliki,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri, Haris Setiawan mengatakan, selain para penari dari Kediri, Tari Barongan itu juga diikuti oleh beberapa kabupaten seperti Kabupaten Salatiga, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Trenggalek, serta Kota Kediri.

"Pelaksanaan tahun ini lebih meriah karena banyaknya delegasi yang berpartisipasi, pemkab sendiri akan mengagendakan tari kolosal Barongan ini menjadi acara rutin tahunan di acara Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri," kata Haris. Selama pertunjukan, animo warga terbilang tinggi, ribuan warga memadati kawasan pertunjukan. Puluhan personil keamanan terlihat menghalau warga yang berupaya merangsek menonton lebih dekat.

Ketika Hapra bertanya pada salah satu penonton yang berada di sekitaran terminal Gumul, Paimen (26th) warga Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mengatakan sangat senang dapat menyaksikan Tari Barongan oleh 1.000 penari tersebut. “Bagus dan kompak tariannya mas.

Saya senang bisa melihat Tari Barongan ini, karena kalau jaranan main, itupun bisa dilihat waktu malam hari, karena biasanya keluarnya Barongan itu memang untuk penutupan acara. Namun ini lebih bagus lagi, karena 1.000 Barongan dimainkan bersamaan,” kata Paimen kepada Hapra. (Galuh)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved