Home » » Lahan Tebu Terbakar, Pertokoan Nyaris tersambar Api

Lahan Tebu Terbakar, Pertokoan Nyaris tersambar Api

Written By Hapra Indonesia on 9/16/2014 | 00:09

Kediri, Hapraindonesia.co - Lahan tanaman tebu di peresawahan Dusun Gerdu, Desa Bangsongan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Senin (15/9) malam sekitar pukul 18.00 WIB, ludes terbakar. Lahan tebu yang terletak dekat pinggir jalan itu nyaris membakar pertokoan. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung melapor ke perangkat desa setempat dan meneruskan ke pihak kepolisian.

Dilokasi kejadian, lahan tanaman tebu yang diperkirakan seluas 1 hektare lebih ini pertama kali yang mengetahui Lukito, 40, warga setempat. Lukito penjaga warung melihat kepulan asap disertai api membesar. Saksi saat mendekati lahan yang diketahui dimiliki tiga pemilik yakni, Karto, 75, karsid, 75, dan Warsi,70, warga setempat itu mengetahui tiga buruh tani sengaja membakar bekas daun tebu tersebut.

Mengetahui api yang semakin membesar, saksi langsung melapor ke perengkat desa setempat dan diteruskan ke pihak kepolisan. Mohammad Basori, 56, Kepala Dusun setempat mengatakan, pihaknya langsung menuju ke lokasi untuk membantu memadamkan api tersebut. " Saya bersama warga menyingkirkan bekas daun tebu agar tidak sampai menjalar kepumukiman rumah warga dan pertokoan, " ungkapnya.

Sementara itu, ketiga buruh tani warga Dusun Santren, Desa Nanggungan, Kecamatan Kayen Kidul, yakni Hariadi, 30, Wahyudi, 27 dan Wahyu Kuswantoro, 17, mengaku membakar bekas daun tebu hanya disuruh Sri Wahyuni, 35, penggarap lahan tebu warga Dusun Gerdu, Desa Bangsongan. Karena bekas daun tebu yang usai dipanen itu, menurutnya dibakar. Saat membakar daun tebu tersebut, Wahyudi salah satu temannya tersambar api yang semakin membesar. " Saya hanya disuruh. Saat saya membakar tiba-tiba membesar dan mengenai kaki teman saya karena berusaha kabur menyelamatkan diri dari api, " terang Wahyu Kuswanto.

Api yang semakin membesar dan menjalar membakar tanaman tebu, membuat petugas PMK kerepotan. Alhasil, dibantu warga dua unit PMK sekitar 5 jam api bisa dipadamkan. Sementara itu, Hermanto, 42, pemilik toko baju yang dekat lokasi kejadian mengalihkan baju ke depan teras tokonya. " Ya takut kalau apinya sampai ke toko. Kalau memang ke toko saya, saya bingung menaruh dagangan saya, " jelasnya.

Kapolsek Pagu AKP Setijo Budi melalui Kasi Humas Aiptu Sukarji menuturkan, akibat peristiwa kebakaran tersebut korban ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 17.500.00. Dan buruh tani yang terkena api di kedua kakinya itu dilarikan ke RS Aura Syifa. " Api yang semakin membesar ini kemungkinan karena cuaca. Cuaca yang panas atau kemarau dan angin kencang akhirnya api menjalar meluas, " papar Aiptu Sukarji.

Pantuan hapraindonesia.co di lokasi, tampak warga menyasikan peristiwa kebakaran. Di sisi lain sebagian pemilik toko disibukan menyisihkan barang- barang dagangannya mengantisipasi api yang menjalar ke toko mereka.(Dt/B@)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved