Home » , » Ditengarai Pengerjaan Asal-asalan,Plengsengan Jembatan Mondo Ambrol

Ditengarai Pengerjaan Asal-asalan,Plengsengan Jembatan Mondo Ambrol

Written By Hapra Indonesia on 11/17/2014 | 12:54

Kediri, hapraindonesia.co - Plengsengan di sekeliling jembatan Mondo yang berada di Desa Mondo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, yang sedang dalam tahap pembangunan, Minggu (16/11) sekitar pukul 19:00 WIB tiba-tiba ambrol.

Jembatan yang menghubungkan antara Desa Sukoanyar dan Desa Mondo, atau salah satu akses jalan utama menuju tempat wisata andalan Kabupaten Kediri, yaitu Air Terjun Dolo, dan Irenggolo yang sekaligus sebagai jalan alternatif ke arah Tulungagung ini diduga plengsengannya dibangun asal-asalan saja, seakan kurang bahan bangunan.

Terbukti, meskipun hujan yang mengguyur wilayah Kediri saat itu dapat dibilang sangat lebat, namun hanya berlangsung sebentar saja. Anehnya, bangunan yang termasuk mega proyek dengan menelan APBD Kabupaten Kediri 2014 senilai Rp. 5.174.103.190.00 tersebut, ternyata hancur cuma lantaran terkena hujan sebentar sebentar saja.

Untung saja, saat kejadian ambrolnya plengsengan tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa. Seandainya sewaktu ambrol itu sedang ada pekerja, atau orang lain, tentu menjadi bencana mendalam bagi dirinya. Menurut Kasir (22) salah seorang warga sekitar jembatan beranggapan kalau dalam pembangunan plengsengan yang menjadi pendukung dari jembatan tersebut dikerjakan hanya asal-asalan saja.

“Wong udane gak deres tenan ngunu wae kok, mosok plengsengane wis gak kuat. Opo pas mbangun kuwi gak enek semene yo?” gumamnya dalam bahasa Jawa sambil geleng-geleng kepala saat melihat reruntuhan plengsengan di sekeliling jembatan di Desa Mondo.

Hal senada juga diungkapkan Dimyati (70), yang juga warga sekitar jembatan kepada Hapra Indonesia mengaku sangat menyayangkan ambrolnya bangunan tersebut. Pasalnya bangunan ini menghubungkan antara dua desa ini sangat dibutuhkan untuk warga sekitar sebagai sarana transportasi, dan juga akses jalan tempat wisata di Besuki.

“Peh, jan ngeri mas, umpama pas enek wong liwat opo ora yo cilaka ? lek mbangun kuwi mbok ya sing rodok kuat tur apik ngunu giniyo, wong lek mbangun yo njupuk saka duwit APBD, duwite wong bayar pajek, pemerintah kan gur pelaksana,” ujarnya bergaya Jawa medok.

Seperti diketahui, pada tahun 2013 lalu jembatan Mondo yang terletak di Desa Mondo, Kecamatan Mojo tersebut ambruk akibat erosi tanah dan hujan deras selama beberapa hari. Sontak saja kejadian itu membuat perekonomian warga di Mojo menjadi terganggu. Kendaraan-kendaraan besar pun terpaksa melalui jalur alternatif yang relatif lebih jauh dan sempit, sehingga menimbulkan kemacetan apabila bertemu dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.

Diharapkan jembatan yang baru ini nantinya bisa lebih kokoh untuk menghadapi cuaca ekstrim, seperti hujan maupun banjir. Bahkan jembatan dengan panjang 23 meter dan lebar 8 meter ini rencananya akan menghabiskan biaya sebesar Rp 5 miliar lebih bersumber dari APBD Kab Kediri. Sayangnya, proses perbaikan Jembatan Mondo ini terbilang berjalan lambat. Molornya perbaikan Jembatan Mondo membuat warga sekitar merasa resah karena hingga kini belum dapat digunakan secara maksimal karena pembangunannya belum juga selesai.

Keresahan warga semakin bertambah manakala harus melewati jalan alternatif sejauh lima kilometer lebih. Apalagi ketika pembangunan belum selesai, ternyata terlihat rapuh hingga runtuh hanya lantaran terkena hujan sebentar saja, tidak sampai satu jam lebih.

Sementara itu, pelaksana dan pengawas pembangunan jembatan maupun Kepala Dinas PU Pemkab Kediri, Ananta, hingga berita ini naik cetak belum ada yang dapat dikonfirmasi terkait ambrolnya jembatan Mondo tersebut. Saat dikonfirmasi di kantornya tidak berada di tempat, dan ketika dikirimi pesan singkat melalui ponselnya, Ananta, menjawab kalau dirinya sedang sibuk mengikuti rapat. (B@m)

Keterangan Gambar : Kondisi plengsengan jembatan mondo yang dalam posisi masih pengerjaan dan sudah ambrol.
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved