Home » » Alami Depresi Buruh Tani Gantung Diri

Alami Depresi Buruh Tani Gantung Diri

Written By Hapra Indonesia on 12/30/2014 | 20:53

Kediri, hapraindonesia.co - Diduga depresi ditinggal hidup sendiri ditinggal meninggal dunia orang tuanya, Suparno, 40, buruh tani, jalan Asparaga, Dusun Tegalsari, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa (29/12) pagi 05.30 Wib, ditemukan dalam posisi menggantung di tiang gawang pintu kamar rumahnya. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan warga melapor ke pihak kepolisian setempat.

Pertamakali peristiwa diketahui Suyitno, 38, teman korban warga desa setempat. Saat itu dia (Suyitno,red) menghampiri korban untuk berangkat kerja di sawah. Pada saat Suyitno memanggil korban dari depan rumah, korban tak kunjung keluar.

Penasaran, karena korban hidup sendirian, Suyitno pun masuk ke rumah korban untuk mencarinya. Alangkah terkejutnya Suyitno, saat akan masuk ke kamar melihat korban sudah menggantung di tiang pintu kamar, dengan kondisi lidah menjular ke depan.

Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, Suyitno melapor keperengkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Pare Kota dan petugas langsung menuju ke lokasi kejadian bersama petugas identifikasi Polres Kediri.

Dibantu warga setempat, petugas menurunkan korban dari tiang pintu. Sementara itu, petugas medis langsung melakukan pemeriksaan di tubuh korban. Alhasil, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

Kapolsek Pare Kota AKP Saiful Alam melalui Kasi Humas Aiptu Lilis Budiarti menuturkan, dari hasil keterangan keluarga korban, korban sejak dua minggu mengalami depresi. "Dari keterangan saudara korban yakni Fauzi, orang tua sudah meninggal dunia 10 tahun yang lalu.” Ungkap Aiptu Lilis Budiarti.

Diketemukannya Suparno telah meninggal dalam posisi gantung diri tersebut, Aiptu Lilis Budiarti juga mengatakan bahwa korban belum menikah dan hidup sendiri di rumahnya. Korban saat ditemukan menggantung menggunakan tali benang glangsing plastik warna putih, "tutur Kasi Humas.( Dt/B@)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved