Home » » Dana Bansos APBN erupsi Kelud jadi bancakan?

Dana Bansos APBN erupsi Kelud jadi bancakan?

Written By Hapra Indonesia on 12/02/2014 | 17:53

Kediri, hapraindonesia.co –Setelah karut marutnya proyek bansos rehap fisik sekolahan dari kementrian pendidikan yang di laksanakan oleh beberapa sekolahan SD di wilayah Kabupaten Kediri, selain banyak penyelewengan spek dan di borongkan oleh seorang kades, seperti di muat oleh koran Hapra Indonesia edisi lalu, modus di borongkannya proyek rehap oleh pihak sekolah ternyata sudah lazim di lakukan oleh sekolah sekolah penerima bansos rehap.

Tidak mau kalah dengan kades Gogorante Supadmoko ,ada seorang perangkat desa di wilayah Kabupaten Kediri di sinyalir “memborong” rehab bansos dari APBN untuk proyek rehab di beberapa sekolahan SD di wilayah yang terkena bencana erupsi dari gunung kelud.

Proyek dari APBN tersebut adalah proyek pasca erupsi letusan gunung kelud yang lalu, sistem proyek rehab sekolahan tersebut adalah swakelola, tetapi menurut sumber ternyata di garap atau di kerjakan borongan oleh perangkat desa tersebut.

Dengan dalih menjadi konsultan perangkat desa tersebut ternyata yang mengerjakan, proyek dari APBN tersebut di duga menjadi lahan bancakan antara pihak sekolah (KaseK), pemborong, dan petinggi Disdikpora kabupaten Kediri. Menurut sumber dari proyek milyaran tersebut, pihak Disdikpora Kabupaten Kediri meminta”jatah” dari proyek tersebut.

Kasek SD Puncu II Salah satu penerima Bansos APBN tersebut membantah akan hal tersebut, “itu yang mengerjakan komite orang sini juga, dan tidak ada potongan “kata Sunar Kasek Puncu II. Sementara itu Kepala UPTD SD se-Puncu Nurhadi, tidak berada di kantornya, ketika di hubungi lewat ponselnya sulit terhubung, dan melalui pesan singkatnya Nurhadi membantah, “ semua tidak benar, semua sudah sesuai prosedur” kata Nurhadi lewat pesan singkatnya.

Sedangkan dari Disdikpora Kabupaten Kediri Kasi sarana dan prasarana Sholeh juga membantah,” itu sekolah SD yang bersangkutan langsung dengan pusat (Jakarta), kita (Disdikpora) tidak tahu” katanya. Pihak Disdikpora kabupaten Kediri boro boro mengawasi dengan benar, justru berhembus kabar ikut “main” bancakan duit bansos APBN tersebut. (Cahyo

Keterangan Gambar : Foto Ilustrasi
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved