Home » » Muslimin : Hasil Jambret Saya Gunakan Untuk Foya-Foya Dilokalisasi

Muslimin : Hasil Jambret Saya Gunakan Untuk Foya-Foya Dilokalisasi

Written By Hapra Indonesia on 1/08/2015 | 21:16

Kediri, hapraindonesia.co - Muslimin 36, warga Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, salah satu pelaku penjambretan yang selamat dari kecelakaan di jalan raya Jombang jurusan Pare, Dusun Bunut, Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Selasa (6/1) pagi sekitar pukul 08.45 Wib, usai melakukan penjambretan, saat ditemui hapraindonesia.co mengaku, hasil dari kejahatannya itu untuk foya-foya dilokalisasi Desa Tambi, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

"Saya jambret uangnya untuk foya-foya di lokalisasi sama PSK dan mabuk bersama tetangga saya di Desa Japanan, "terang, Muslimin, Kamis, (8/1).

Sementara itu, Muslimin, yang pernah masuk bui kasus pencurian curi ban serep, saat ditanya tewasnya Gusti Pramono, 32, warga Jalan Gembongan Desa Karanganyar, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, ini, dia sudah mendapat kabar. "Saya sudah diberitahu sama Pak Polisi, "tuturnya.

Awal kerjasama melakukan penjambretan, menurut Muslimin, diajak oleh Gusti. Dan sebelum melakukan kejahatan tersebut, kedua pelaku sudah melakukan rencana perhitungan yang matang. Dan pada akhirnya kedua pelaku ini sepakat jambret khusus Kalung. "Saya rundingan dulu sama Gusti. Gusti sebagai Joki saya yang menarik kalung sasaran. Saya sudah 10 kali jambret dan sasaran saya kalung dan tidak tas, "jelas Muslimin, yang sebelum berprofesi sebagai tukang ojek.

Dari pengakuannya 10 kali melakukan penjambretan dia lakukan di jalan raya Pare dan Badas jurusan Jombang. Dan sepeda motor Satria FU warna pink tersebut itu miliknya, dari hasil kreditan milik mertuanya. "Saya jambret di Pare Badas saja. Dan sepada motor Satria milik saya, saya mengansur baru dapat 17 angsuran, "papar bapak yang mempunyai anak 3 ini.

Dan saat ditanya, apakah keluarganya yakni anak dan istrinya mengetahui kalau menjambret, dia mengaku kalau setiap hari pamit ngojek. "Pamit saya ke istri dan anak ya ngojek, "aku Muslimin.

Muslimin mengatakan, hasil tertinggi dari kejahatannya jambret kalung ini mencapai penghasilan Rp 500 ribu hingga Rp 1 Juta. Dan usai menjambret kalung, dia jual ke tempat penggadaian emas di Mojokerto. "Paling rendah saya jual Rp 500 ribu, "katanya. Sementara itu, Gusti Pramono, 32, dan Muslimin, 36, mengalami kecelakaan di Jalan Raya jurusan Jombang Pare di Dusun Bunut, Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Selasa (6/1) pagi sekitar pukul 08.45 Wib, setalah menjabret kalung emas milik Istiyowati, 34 warga Desa Bringin, Kecamatan Badas. (Dt/B@)

Keterangan Gambar : Muslimin pelaku penjambretan saat diamankan di Mapolres Kediri.
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved