Home » » Penyelewengan Bantuan Sosial 4 SD Negeri Di Benjeng Gresik

Penyelewengan Bantuan Sosial 4 SD Negeri Di Benjeng Gresik

Written By Hapra Indonesia on 1/18/2015 | 16:36

Gresik, hapraindonesia.co - Salah satu Kabupaten atau kota penerima Bansos tersebut yang adalah seperti yang di kutip oleh media Restorasi Hukum Nasional, pelaku kejahatan manipulasi anggaran TIK learning elektronik tahun 2014 terjadi di 4 sekolahan SDN Dermo, SDN Balong Tunjung, SDN Delik Sumber dan SDN Karangan Kidul 2 di bawah naungan UPTD Benjeng di Kabupaten Gresik.

Dugaan mark up tersebut dengan pengadaan tidak sesuai RAB Bansos E learning SD dana bantuan sosial dalam program Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) di pasaran, harga barang elektronik seperti membeli 4 unit Laptop Lenovo cor 6400 S dengan harga Rp 31 juta , 2 unit LCD Projector MX 505 dengan harga Rp 11.400.00,2 unit screen Projector 84 harga Rp 3.200.000, 2 unit Printer scaner canon 237 harga Rp 3.700.000, 3 unit Modem Wifi ZTE harga Rp 1.800.000, 4 unit Speaker Aktiv Advance duo 100 harga Rp 1.400.000.

Harga Laptop Lenovo harga pasaran Toko elektronik per-unit berkisar Rp 4.600.000,speker Aktive harga pasaran Toko Cuma Rp 90.000,LCD Projector harga pasaran Toko Rp 4.950.000, Printer copy scaner canon harga harga pasaran Toko Rp 1.050.000, Modem Wifi harga pasaran Toko Rp 4500.000, scren Projector harga pasaran Toko Rp 500.000.

Tetapi kenyataan setiap pembelian barang elektronik tersebut tidak sesuai dengan harga di pasaran toko, lebih mahal dari harga pasaran Toko,sebab pihak sekolahan berkerja sama dengan CV supaya harga tersebut bisa di manipulasi dari situlah hasil keutungan uang yang mark up oleh pihak kepala sekolah,bisa di bayangkan setiap kepala sekolah dapat keutungan uang merk up berkisar Rp 19 juta hingga Rp 20 juta.

Pembelian barang-barang elektronik dari anggaran dana bantuan sosial (Bansos) dalam program Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) E-Learning SDN di Kabupaten Gresik , menurut Pelaksana juklak dan juknis barang tersebut memang di belikan sesuai prosedur yang ada namun penyimpangan dari harga barang tidak sesuai prosedur standar barang yang ada,sebab pihak sekolah untuk pembelian Laptop per-unit mendapatkan keutungan Rp 2.500.000 hingga Rp 2.000.000 semua tergantung merk dan type yang di beli dari elektronik .

Misalnya keutungan Rp 2.500.000 X 4 Rp 10.000.000’Speker Aktive Avacen duo 100 padahal harga sebenar nya Cuma Rp 90.000 tapi pihak sekolah merekayasa harga 4 unit Rp 1.400.00 jadi keutungan Rp 1.130.000 itu sebuah gambaran kecil perbandingan keuntungan kepala sekolah.

Dana Bansos dalam program Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) E-Learning di kabupaten Gresik ada 34 SD yang menerima bantuan itu dengan anggaran sebesar Rp 1,836 millyar dan tugas dari kejaksaan Negeri Gresik dan Kepolisian untuk menindak lanjuti kasus tersebut karena diduga sudah merugikan Negara Rp 672.962.000 di 34 sekolahan yang menerima bantuhan anggaran TIK tersebut.(C@)

Keterangan Gambar : Ilustrasi Bansos
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved