Home » » Sungai Kedungombo Meluap, Warga Keluhkan Kurang Tanggapnya BPBD

Sungai Kedungombo Meluap, Warga Keluhkan Kurang Tanggapnya BPBD

Written By Hapra Indonesia on 1/15/2015 | 12:32

Nganjuk, hapraindonesia.co - Sungai kedungombo yang mengarah ke arah Dam baduk hari senin malam meluber sehingga menggenangi sawah serta peruwahan warga, melubernya sungai karena tanggul pendamping ditepi sungai terkikis oleh air yang lama-lama meluber karena tidak muat menampung derasnya air.

Melubernya air yang menggenangi sekitar 4 hektar area persawahan serta enam rumah penduduk yang tergenangi air sampai setinggi 50 cm, kondisi seperti itu sangat dikawatirkan warga takut kalau tepi sungai yang terkikis air tidak segera diberi pendamping yang kuat air akan semakin memenuhi persawahan dan perumahan warga.

Menyikapi hal itu pemerintahan desa kedungombo dalam hal ini kepala desa Haryono bersama dengan dengan Muspika kecamatan Tanjunganom mengambil kebijakan untuk kerja bakti untuk membuat tepian sungai dengan diberi pendamping yang berisi karung yang diisi dengan pasir sehingga tepian sungai menjadi kuat dengan harapan air tidak sampai meluber melebihi pendamping sungai.

Mulai pukul 06.00 wib Muspika kecamatan Tanjunganom melakukan kerja bakti yang dilaksanakan 20 personil pegawai kecamatan,20 personil koramil tanjunganom,20 personil dari polsek,pramuka serta dibantu oleh warga desa kedungombo guyub rukun kerja bakti bersama-sama.

Ketika hapraindonesia.co mengkonfirmasi ke camat tanjunganom dilokasi kerja bakti apakah sudah memberitahukan ke BPBD(Badan penanggulangan bencana daerah)Kabupaten Nganjuk ?, hal senada juga dilontarkan kepala desa kedungombo yang ikut dikonfirmasi kita sudah melaporkan ke BPBD Nganjuk untuk minta karung untuk membuat dam tanggul tepian sungai tapi oleh dinas terkait pengajuan bantuan harus bikin proposal dulu.

Salah satu warga yang mendengar pembicaraan kami pun yletuk kalau minta karung aja harus bikin proposal sudah keburu sawahku sama rumah penduduk terendam air.

Apakah dalam hal ini BPPD tidak bisa memberikan kebijakan sendiri mengingat bersifat darurat!, akhirnya camat,danramil serta kepala desa pun mengambil sikap untuk mengumpulkan sendiri karung sak dari beberapa warga untuk disi pasir dan dibuat dam pendamping tanpa menunggu bantuan dari BPBD Nganjuk,sekitar 1000 karung dari warga pun akhirnya bisa didapat dari warga desa kedungombo, gak ada personil dari BPBD Nganjuk yang meninjau kelokasi padahal sudah mengetahui. (Andik/Pras)

Keterangan Gambar : Ilustrasi Luapan Sungai
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved