Home » , » Rapat LKPJ, Ketua Dewan Kota Kediri diduga Tendang Anggota Dewan

Rapat LKPJ, Ketua Dewan Kota Kediri diduga Tendang Anggota Dewan

Written By Hapra Indonesia on 4/08/2015 | 18:04

Kediri, hapraindonesia.co - Kolifi Yunon Ketua DPRD Kota Kediri main fisik pada salah satu anggotanya dari partai PDIP yaitu Haryanto dari komisi B dengan cara menendang, kejadian tak pantas itu terjadi saat dilaksanakan pembahasan LKPJ 2014, Selasa malam 07/04 digedung DPRD Kota Kediri.

Diduga Ketua dewan ingin melindungi Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar terkait dengan LKPJ Walikota 2014 yang dibahas. Kapolresta Kediri AKBP Bambang Widjanarko membenarkan terkait dengan kisruh saat adanya pembahasan LKPJ digedung Dewan pada Selasa malam. “ Benar memang ada kisruh pada saat sidang paripurna di Gedung dewan, namun masalah tersebut tidak dilaporkan ke Kepolisian dan diselesaikan internal dewan “ kata Kapolresta saat dihubungi melalui telepon selulernya Kamis (09/04).

Dalam keteranganya Kapolresta tidak berani berkomentar apa yang menjadi penyebab marahnya Ketua Dewan dalam sidang paripurna pembahasan LKPJ 2014 tersebut. “ Wah kalau penyebabnya saya tidak berani berkomentar , yang jelas pada saat pembahasan LKPJ terjadi selisih antara Kolifi dengan Haryanto” ungkapnya.

Masih kata Kapolresta pihak kami hanya mencoba mendamaikan saja pada kedua belah pihak, dan akhirnya permasalahan diselesaikan secara internal dewan, “ mereka sudah berjabat tangan dan tidak membawa permasalanhan tersebut ke ranah hukum “ Pungkas Kapolresta Bambang.

Sementara itu dari sumber dilingkungan DPRD Kota Kediri, kemarahan Koliffi Yunon dipicu terkait dengan adanya pertanyaan dan jawaban yang terlontar dari Haryanto mengenai beberapa hal yang menyangkut pemberian rekomendasi dari Komisi B pada LKPJ Walikota tahun 2014.

Namun hal itu menjadikan kemarahan pada Koliffi Yunon yang juga menjadi ketua DPC PAN Kota Kediri tersebut, tanpa banyak kata dirinya Yunon langsung berdiri dan menuju pada meja Hariyanto dan menendangnya sebanyak dua kali. Ungkap nara sumber yang mewanti wanti namanya tidak disebutkan.

Namun saat akan dikonfirmasikan pada Ketua Dewan Koliffi terkait dengan tindakanya tersebut, enggan menemui walaupun nampak ada diruanganya Rabu 08/04, dan hal tersebut disampaikan oleh asistenya yang diketahui bernama Mirza dengan mengatakan, “ Bapak tidak berkenan menemui saat ini, kapan kapan saja ‘ Kata Assisten.

Sementara itu Sujono salah satu anggota Dewan dari partai Golkar yang mengaku mengikuti pembahasan LKPJ 2014 pada Selasa malam enggan berkomentar terkait dengan insiden yang terjadi dalam rapat, dirinya hanya mengatakan, belum jelas semuanya. “ semuanya belum jelas termasuk dengan LKPJ nya “ katanya pada saat ditemui didepan ruangan fraksi DPRD Kota Kediri, Rabu 08/04.

Terpisah, untuk diketahui pada Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri untuk pembangunan fisik, pada tahun 2014 dalam kepemimpinan Walikota Abdullah Abu Bakar yang maju pada Pilwali 2013 dengan diusung dari Partai Amanat Nasional ( PAN ) dapat dinyatakan lemah. Karena , Sisa Lebih Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) membengkak hingga Rp 435 milyar.

Pembengkakan Silpa pada APBD 2014 tersebut diketahui dari Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Kediri. Kalangan DPRD setempat menengarai, lemahnya penyerapan anggaran tersebut karena faktor perencanaan kurang fokus hingga waktu pelaksanaan tidak maksimal.

Menurut keterangan Yudi Ayubkhan, selaku anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Kediri sisa lebih pembiayaan anggaran diketahuinya dalam laporan pertanggung jawaban Walikota tahun 2014. Besar Silpa 435 milyar dari total alokasi anggaran APBD sebesar Rp 1,350 trilyun.

“Faktor lain yang menyebabkan tingginya Silpa pada tahun 2014 juga terkait dengan gaji yang perhitungannya berlebihan yang berhubungan belanja langsung,” kata Yudi Ayubchan, pada Kamis (02/4) lalu. (Ak/Gl/B@m)

Keterangan gambar : Foto Ketua DPRD Kota Kediri Kolifi Yunon
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved