Home » » Pemkot Kediri, Mulai Sulap Eks Lokalisasi Semampir Menjadi Ruang Terbuka Hijau

Pemkot Kediri, Mulai Sulap Eks Lokalisasi Semampir Menjadi Ruang Terbuka Hijau

Written By Hapra Indonesia on 5/19/2017 | 14:14

Kediri, hapraindonesia.co - Setelah resmi di tutup pada Desember 2016 yang lalu, eks lokalisasi semampir Jumat, (19/05/2017) pagi mulai dilakukan penghijauan dengan menanami pohon yang diharapkan nantinya bisa berguna bagi warga sekitar.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar atau yang kerab disapa Mas Abu bersama dengan sekitar 200 orang lebih orang yang berasal dari komunitas Earth Hours, komunitas FKH, komunitas 3R, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Kediri dan warga RW 5 Kelurahan Semampir melakukan penghijauan di area eks-lokalisasi Semampir, Jumat (19/5) pagi.

Mas Abu dalam sambutannya mengatakan, penghijauan ini merupakan langkah awal pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan ini. Pemerintah Kota Kediri akan menjadikan Eks Lokalisasi semampir taman, dengan maksud untuk menghilangkan persepsi negatif terhadap kawasan ini. " Nanti setiap orang yang akan berkunjung kesini akan berfikir positif tidak lagi berfikiran negatif," ujarnya.

Selain itu, Mas Abu juga menambahkan kedepan kawasan ini akan dijadikan RTH yang representatif dan sustainable yang akan terlihat indah dari atas jembatan.

"Memang kita telah memiliki skema yang akan dikerjakan di tahun 2018-2019. Untuk 2017 kita masih berada pada pra desain yang masuk di PAK nanti," ungkapnya Pria berusia 37 tahun ini sembari menjelaskan, pra desain yang akan dibuat adalah taman yang ramah anak.

Nantinya akan menjadi keramaian, "Dari keramaian ini lah yang akan memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Perekonomian di kawasan ini pasti akan bergerak," Tambahnya.

Sementara itu ditemui disela sela kegiatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP), Didik catur menjelaskan Aksi penghijauan yang diawali dengan apel bersama ini, menanam sedikitnya 670 batang pohon, dengan tujuh jenis pohon yakni, ketapang kencana, tabe puya kuning, tabe puya putih, sepatu dea, trembesi, kigelia dan pule.

Masih lanjut Didik juga menuturkan seluruh dana penyelenggaraan sudah dialokasikan dalam kegiatan konservasi sumber daya air dan pengendalian kerusakan sumber mata air yang dianggarkan pada APBD Tahun Tnggaran 2017. “Kami mendukung penuh komitmen bapak walikota dan ibu wakil walikota, Mas Abu dan Ning Lik,” tutup Didik catur.

(Adv/DTRKP)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved