Home » , , » Peringatan Hari Konservasi Nasional, Walikota Kediri Ajak Warganya Menjaga dan Lestarikan Lingkungan

Peringatan Hari Konservasi Nasional, Walikota Kediri Ajak Warganya Menjaga dan Lestarikan Lingkungan

Written By Hapra Indonesia on 12/18/2017 | 22:19

Foto: Dok/HI
Kediri, hapraindonesia.co - Dalam rangka memperingati HKN (Hari Konservasi Nasional), Pemerintah Kota Kediri melalui  menggalakkan tanam pohon kepada masyarakat dan komunitas pecinta lingkungan di Kota Kediri, Senin (18/12), Pagi di Sumber Cakarwesi Kota Kediri, Jawa Timur.

Turut hadir dalam acara pagi ini Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kepala DLHKP Kota Kediri Didik Catur dan dinas terkait. nampak hadir juga Camat Pesantren Eko Lukmono Hadi, Komunitas Pecinta Lingkungan dan masyarakat Kota Kediri.

Mas Abu sapaan akrabWalikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bumi saat ini semakin menua dan yang bisa menjaga sekaligus melestarikan bumi adalah kita bersama.

"Di kediri ini kita harus menyatukan tekad untuk membersihkan sungai, saluran air dan lingkungan kita. Kalau ada sampah berserakan ayo kita ambil dan masukkan tempat sampah. Kalau sampah organik, tanam di tanah agar bisa menjadi kompos," ujarnya.

Foto: Dok/HI
Disampaikamnya pula, budaya menanam di Indonesia bukanlah hal baru, seluruh daerah di Indonesia memiliki tradisi suka menanam. "Budaya yang baik ini sekarang sudah berkurang, untuk itu mari kita budayakan kembali untuk menanam," tambahnya.

Dalam acara tersebut, Mas Abu juga menunjuk Gunung Klothok kepada para peserta yang hadir dalam penghijauan. "Lihat disana ada gunung klotok, tahun 2009 dulu warnanya coklat. Setiap tahun pasti ada kebakaran. Setelah kita tanam, sekarang kondisinya sudah hijau bahkan ada 7 saluran air yang muncul disana. Untuk itu ayo adik-adik, kita mulai menanam dari sekarang. Tidak harus selalu bibit pohon besar, mulai dari yang kecil seperti tanaman obat dan sayur-sayuran dahulu," lanjut kata Mas Abu.

Mas Abu juga meminta adik-adik sekolah agar menyampaikan kepada para guru dan kepala sekolah untuk tidak mempaving sekolahan. "Tanam rumput sebagai ganti paving, selain bisa menjadi resapan air juga bisa menyejukkan pandangan kita," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, jenis pohon yang ditanam dalam penghijauan adalah kalpataru, beringin, ambar dan trembesi sejumlah 100 pohon. Usai melaksanakan penanaman pohon, para peserta penghijauan melanjutkan dengan clean up atau membersihkan sumber mata air di Cakarwesi Kota Kediri.

(Adv/Hms)
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Hapra Indonesia
Copyright © 2011. Hapra Indonesia - All Rights Reserved